Kamis, 30 April 2015

PT Semen Indonesia Tbk ( SMGR.JK ) - Apakah SMGR Sudah Bottom Out ?


SMGR kembali melemah menembus supportnya di level 12775. Melihat posisi MACD yang sudah golden cross mengindikasikan saham ini masih berpeluang melemah. Jika SMGR tidak mampu bertahan di atas support 12775, terbuka peluang penurunan menuju 12100 dengan minor target 12500.

Rekomendasi: Sell (on rebound). Strong Sell jika break 12775.


SMGR-15-04-29


saham . bursajkse

PT Link Net Tbk ( LINK.JK ) - Pendapatan Link Net Tumbuh 21,8%

Image result for PT Link Net Tbk (LINK)
PT Link Net Tbk (LINK) hingga kuartal I-2015 membukukan pendapatan mencapai Rp599,9 miliar atau tumbuh 21,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Hasil yang kami capai pada kuartal I ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi dari konsumen atas jasa broadband dan televisi berbayar, serta keberhasilan perluasan jaringan," kata Chief Executive Officer LINK, Richard Kartawijaya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (29/4). 

Richard menambahkan dalam tiga bulan pertama tahun ini, perseroan sukses memperluas jaringan dengan menambah sebanyak 56.706 homes passed. 

Total homes passed saat ini sudah mendekati 1,5 juta, ini juga ditambah dengan peningkatan pelanggan dari internet broadband dan televisi berbayar masing-masing menjadi 406.790 dan 377.404 pelanggan. 

"Ini mencerminkan adanya permintaan yang luar biasa untuk jasa broadband dan televisi berbayar," terangnya. 

Sejak awal tahun ini, perseroan juga telah memperkenalkan produk dan jasa inovatif yang direspon baik oleh konsumen. 

Selain pendapatan yang tumbuh, posisi laba sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Link Net juga meningkat 26% menjadi Rp345,4 miliar di kuartal I-2015. 

"Laba bersih meningkat 4,9% menjadi Rp145,2 miliar," tambahnya.

Untuk mendukung pencapaian target, perseroan meluncurkan jasa dan produk yang inovatif seperti X1 Combo Pack dan First Media Go dan meningkatkan kualitas produk yang ada. 

Disamping itu, LINK juga terus mempertahankan rasio produk combo yang tinggi, dimana sebanyak 94% dari mereka berlangganan kedua produk broadband dan televisi berbayar. 

LINK juga telah meraih pertumbuhan pendapatan rata-rata per pelanggan 2,5% dibandingkan periode 2014, atau total Rp412 ribu pada akhir Maret 2015. 

"Penerapan stuktur pengelolaan biaya yang efisien, serta keuntungan dari operating leverage menghasilkan tingkat EBITDA marjin yang tinggi yaitu 57,6%," pungkasnya.


saham . bursajkse

PT. Nusa Raya Cipta Tbk ( NRCA.JK ) - Jadwal Dividen Tunai / 2015

Image result for PT. Nusa Raya Cipta Tbk
Dividen tunai NRCA / Nusa Raya Cipta Tbk 2015 sebesar Rp75.000.000.000,- atau +Rp30,04497,- per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham, dengan jadwal pelaksanaan dan pembayaran sebagai berikut:
Kegiatan
Tanggal
Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Nego
05 Mei 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Pasar Nego
06 Mei 2015
Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
08 Mei 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
11 Mei 2015
Daftar Pemegang Saham berhak atas dividen Tunai (Recording Date)
08 Mei 2015
Tanggal Pembayaran
29 Mei 2015


saham . bursajkse 

PT Rukun Rahardja Tbk ( RAJA.JK ) - Bagi Dividen Rp12,20 per Lembar Saham



Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Rukun Rahardja Tbk (RAJA) menyetujui pembagian dividen tahun buku 2014 senilai Rp12,20 per saham atau senilai total Rp12,44 miliar.

Direktur Keuangan RAJA, Djauhar Maulidi kepada pers di Jakarta, Rabu (29/4), mengatakan pembagian dividen ini merupakan sekitar 15% dari raihan laba bersih sepanjang 2014 sebesar Rp93,60 miliar atau US$7,80 juta. 

"Untuk pembayaran akan mengikuti peraturan yang ada," katanya.

Adapun senilai Rp100 miliar akan digunakan sebagai dana cadangan. 

"Sisa laba bersih setelah dikurangi pembayaran dividen tunai dan penetapan dana cadangan akan dicatat sebagai laba ditahan untuk mengembangkan ekspansi perseroan di tahun ini," paparnya. 

Terkait kinerja, emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham RAJA ini sepanjang 2014 lalu membukukan laba bersih mencapai US$7,80 juta, naik 35,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$5,75 juta.

Seiring laba, pendapatan juga meningkat 43,69% menjadi US$197,11 juta dibandingkan periode yang sama 2013 senilai US$137,18 juta.


saham . bursajkse

Rabu, 29 April 2015

Aksi Jual Asing Rp 4,8 Triliun, Terbesar Sejak 1,5 Tahun Lalu !!

Image result for aksi jual asing ihsg

Investor asing kembali melanjutkan aksi jual saham. Pada pertengahan perdagangan hari ini, nett sell asing sudah lebih dari Rp795 miliar. Sementara, nett sell asing sejak dua hari kemarin mencapai Rp4,06 triliun.

"Jadi total ditambah dua hari kemarin sudah sekira Rp4,8 triliun. Ini net sell asingterbesar selama 1,5 tahun terakhir," ujar Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang kepada Okezone, Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Aksi jual saham asing tersebut diperkirakan karena beberapa sentimen negatif yang menghantam pasar. Seperti buruknya laporan kinerja emiten-emiten yang ada di lantai Bursa Efek Indonesia.

"Setelah menghantam sektor automotif, perkebunan infrastruktur dan perbankan, giliran sektor ritel terkena dampak perlambatan ekonomi Indonesia. Setelah PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan rugi bersih Rp33,19 miliar," imbuhnya.

Menurutnya, perekonomian Indonesia saat ini memang sedang mengkhawatirkan. Daya beli masyarakat serta aktivitas perbankan belakangan mulai menurun. Hal itu membuat kinerja emiten mulai lesu yang berakibat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).


Image result for aksi jual asing ihsg


saham . bursajkse

Pukulan `Taper Tantrum` Emerging Market Akan Berkurang:

Image result for emerging market Taper Tantrum

Negara-negara emerging marketyang dua tahun lalu limbung tersengat oleh apa yang disebut "taper tantrum" ditakdirkan akan mengulang kembali pengalaman pahit itu.

 "Setiap kali The Fed menaikkan suku bunga,emerging markets cenderung menghadapi tekanan buruk ... Meskipun persiapan sekarang ini sudah lebih baik, tapi masih akan terjadi guncangan besar," kata Amer Bisat, manajer pengelola BalckRock Inc., salah satu perusahaan terkemuka di bidang investasi keuangan di Amerika Serikat. 

Pernyataan Bisat mengacu pada pernyataan ketua Federal Reserve AS, Ben Bernanke pada 2013 lalu yang akan mengurangi program pembelian obligasi. Ketika itu nilai mata uang emerging market rontok, diserang arus balik dana asing ke negara asal.

Peringatan tersebut muncul ketika The Fed bergerak mendekati kenaikan suku bunga acuan untuk pertama kalinya. Hampir tigaperempat dari 59 ekonom yang disurvei Bloomberg kini mengekspektasikan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga hingga 0,25 persen pada September nanti.

Menurut Bisat, negara-negara seperti Meksiko, Polandia, Korea Selatan berada pada posisi terbaik untuk bertahan dari kemungkinan eksodus dana asing dari emerging market ketika The Fed menaikkan suku bunga. Bisat menilai negara-negara itu mempunyai "neraca yang kuat" untuk menghadapi kemungkinan eksodus dana asing.

"Ada sejumlah negara yang mungkin tidak mempunyai kekuatan yang sama tapi menawarkan tingkat premium yang lebih tinggi dan secara fundamental lebih kuat," ujarnya, seperti dikutipBloomberg (29/4).

"India dan Indonesia tampil menonjol. Mereka mungkin tidak mempunyai neraca yang bersih tapi merupakan negara yang dinamis yang akan akan berpartisipasi dalam pemulihan pertumbuhan global," Bisat menambahkan.

Untuk mencegah berulangnya kepanikan yang mengerutkan pada 2013, pimpinan The Fed Janet Yellen menekankan dalam berbagai pidatonya bahwa kebijakan moneter akan tetap sangat longgar meskipun sudah mulai diperketat pada tahun ini.

Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde awal April lalu mengatakan bahwa pelepasan asetemerging market pada 2013 lalu telah mengajarkan bahwa mereka, "harus mempunyai fundamental ekonomi makro dan pijakan yang sesolid mungkin."

Namun menurut Bisat, meskipun kenaikan suku bunga AS bisa menyengat kembali emerging market, penerapan nilai tukar fleksibel di banyak negara berkembang akan membantu membatasi kejatuhan nilai tukar.

"Biaya modal yang lebih tinggi dan pengetatan likuiditas akan menimbulkan tekanan, tapi tak harus menciptakan krisis," kata Bisat.


saham . bursajkse

IHSG - Soroti Rapat FOMC

Image result for IHSG FOMC

Sentimen yang mempengaruhi gerak IHSG adalah penurunan data penjualan ritel di Jepang, suku bunga properti di China yang mendekati nol, dan kekhawatiran menjelang rapat FOMC yang salah satunya membahas waktu untuk the Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.


saham . bursajkse

PT Bank MNC Internasional Tbk ( BABP.JK ) - Cetak Kinerja Positif

Image result for PT Bank MNC Internasional Tbk

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) hingga kuartal I-2015 membukukan laba bersih senilai Rp2 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mengalami kerugian senilai Rp13 miliar.


Direktur Utama BABP, Benny Purnomo di Jakarta mengatakan dengan laba bersih yang dibukukan pada kuartal I-2015, perseroan optimistis tahun ini akan memperoleh kinerja positif.

"Saat ini kita sudah dalam jalur yang benar," katanya.

Ditambahkan, pihaknya akan semakin optimis mengejar target laba Rp35 miliar di 2015.

Keoptimisan ini dilandasi pencapaian, dimana kredit telah mencapai Rp6,1 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp8,3 triliun

"Target tahun ini kredit Rp8 triliun, NPL dibawah 3% dan DPK Rp10 triliun," paparnya.


saham . bursajkse

Selasa, 28 April 2015

PT. Adaro Energy Tbk (ADRO.JK) - Jadwal Dividen tunai 2015

Dividen tunai ADRO / Adaro Energy Tbk 2015 sebesar USD45.420.066,04,- atau USD0,00142,- per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham, dengan jadwal pelaksanaan dan pembayaran sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Nego
30 Apr 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Pasar Nego
04 Mei 2015
Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
06 Mei 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
07 Mei 2015
Daftar Pemegang Saham berhak atas dividen Tunai (Recording Date)
06 Mei 2015
Tanggal Pembayaran
27 Mei 2015

Catatan:
Total Dividen ADRO sebesar USD75.486.870,32,- atau 42,37% dari laba tahun berjalan. Telah memperhitungkan dividen interim sebesar USD30.066.804,28,- atau Rp11,73,- per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 16 Januari 2015, maka sisa dividen tunai sebesar USD45.420.066,04,- atau USD0,00142,- per saham (untuk pembayaran dalam rupiah mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia 06-Mei-2015) akan dibayarkan pada 27 Mei 2015.



saham . bursajkse

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ( BBRI.JK ) - Sudah Menarikkah Untuk Dibeli ?

BBRI turun tajam menembus suport di 12875 & 12600 dengan volume tinggi. Penurunan tajam ini mencapai area gap di 12050 – 12225 dimana dan secara teknikal mencapai target penurunan minornya di 12075. Terdapat gap lagi di level yang lebih rendah yakni 11900 – 11925 dimana secara bersamaan target pelemahan selanjutnya berada di level 11750. Dengan demikian akan menjadi momen beli yang sangat menarik jika BBRI kembali melemah mencapai area gap kedua atau 17750.

Rekomendasi: Speculative Buy di area 11750 – 11925, Sell on Strength setelahnya.


BBRI-15-04-27





saham . bursajkse

PT Bank Central Asia.tbk ( BBCA.JK ) - Melemah Menjadi Layak Beli?


BBCA turun kebawah area supportnya di 14625 dan target penurunan di 14025 telah tercapai. MACD yang masihbergerak turun menandakan saham ini masih bergerak negatif. Jika BBCA kembali melemah, level 13650 akan menjadi target selanjutnya.

Rekomendasi: Buy on Weakness di 13650 atau lebih rendah.


BBCA-15-04-27



saham . bursajkse

PT.Waskita Karya (Persero) Tbk ( WSKT.JK ) - BEI Suspend Saham WSKT

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspend) perdagangan efek PT.Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) di seluruh pasar terhitung sejak sesi kedua perdagangan hari ini.
Suspensi efek saham WSKT tersebut, merujuk pada keterbukaan informasi WSKT pada 24 April 2015 perihal pemberitahuan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan HMETD (Rights Issue).
"Dalam rangka menjaga pasar yang teratur, wajar dan efisien, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek WSKT," kata P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group BEI Natal Naibaho dalam keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Atas terjadinya suspend saham WSKT, bursa meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan, khususnya rencana mengenai PUT I.
Menanggapi persoalan ini, Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk Antonius Yulianto mengatakan, mengenai jumlah saham yang akan diterbitkan, rasio HMETD dan harga pelaksanaannya belum dapat disampaikan karena masih dalam proses kajian.
"Penggunaan dana hasil HMETD ini akan digunakan untuk pembangunan proyek jalan tol dan transmisi," kata Antonius.
Menurutnya, rencana tanggal penyampaian keterbukaan informasi melalui prospektus ringkas terkait penerbitan HMETD pada 30 April 2015.
Tercatat saham WSKT kini melemah 65 poin atau 3,64 persen menjadi di level Rp 1.720 per saham.


saham . bursajkse

PT Astra International Tbk ( ASII.JK ) - Laba bersih ASII Q1 2015 turun 15,64%

Image result for PT Astra International Tbk
PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih pada kuartal I 2015 sebesar Rp3,99 triliun atau Rp99 per saham. Laba bersih tersebut membuktikan penurunan kinerja sebesar 15,64% bila dibandingkan dengan Laba bersih Kuartal I 2014 yaitu sebesar Rp4,73 triliun atau Rp117 per saham.
Penurunan kinerja Astra International pada kuartal I 2015 disebabkan oleh penurunan Pendapatan utama perseroan sebesar 9,29% menjadi Rp45,19 triliun dari Pendapatan Q1 2014 yaitu Rp49,82 triliun. Astra merupakan Perusahaan holding yang memiliki banyak usaha dari Konstruksi, manufaktur, perkebunan, jasa keuangan, teknologi informasi, kendaraan bermotor, serta penjualan alat berat. Pendapatan terbesar diatribusikan dari Penjualan Kendaraan Bermotor dengan Pendapatan pada Q1 2015 dan Q1 2014 masing-masing sebesar Rp23,37 triliun dan Rp26,83 triliun, selain itu antara lain
  1. Alat Berat – Rp12,65 triliun dan Rp13,90 triliun.
  2. Jasa Keuangan – Rp4,24 triliun dan Rp3,73 triliun.
  3. Agribisnis – Rp3,23 triliun dan Rp3,73 triliun.
  4. Infrastruktur dan Logistik – Rp1,89 triliun dan Rp1,96 triliun.
  5. Teknologi Informasi – Rp0,46 triliun dan Rp0,43 triliun.
  6. Eliminasi – Rp(0,66) triliun dan Rp(0,77) triliun.
Untuk Beban Pokok perseroa mengalami penurunan dari Rp40,43 triliun Q1 2014 menjadi Rp36,63 triliun Q1 2015, dan Beban Usaha mengalami kenaikan dari Rp2,34 triliun menjadi Rp2,61 triliun.
Hingga akhir Maret 2015, Total Aset Astra International mencapai Rp244,14 triliun, naik 3,44% dari Aset tahun 2014 yaitu Rp236,03 triliun, dan Total utang mencapai Rp117,94 triliun naik dari Rp115,71 triliun tahun 2014.


saham . bursajkse

PT Astra Agro Lestari Tbk ( AALI.JK ) - Q1, Laba AALI Anjlok 80,1%




PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat penurunan laba bersih periode Januari-Maret 2015 sebesar 80,1% menjadi Rp156,1 miliar dari Rp784,6 miliar periode serupa tahun sebelumnya.

Investor Relation AALI Rudy Limardjo beralasan, kondisi tersebut disebabkan turunnya produksi dan harga jual CPO AALI selama kuartal I 2015 masing-masing 4,2% dan 13,4%.

"Hal ini memicu penjualan bersih sepanjang kuartal I 2015 melemah 13,2% menjadi Rp3,23 triliun dari periode serupa tahun lalu Rp3,725 triliun," ujar Rudy melalui publikasi BEI, ditulis Selasa (28/4).

Volume penjualan CPO pada kuartal I 2015 turun sebesar 18% menjadi 257.786 ton dari periode serupa tahun lalu 314.211 ton, volume penjualan kernel juga anjlok 4,6% menjadi 74.610 ton. Sedangkan volume penjualan olein naik sekitar 46,3% menjadi 59.699 ton.

Sementara itu, harga jual rata-rata CPO dan kernel anjlok masing-masing 12,4% dan 13,2% seiring dengan masih melemahnya harga minyak sawit di pasar dunia. 

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, produksi tandan buah segar (TBS) AALI turut melemah 7,5% dibandingkan periode serupa tahun lalu, yakni dari 1,29 juta ton dari kuartal I 2014 menjadi 1,19 juta ton per Maret 2015. 

Penurunnya terjadi di wilayah Kalimantan sebesar 13,1%, Sumatera melemah 3,9%, dan wilayah Sulawesi sekitar 2,4%. 

Kondisi tersebut berdampak pada turunnya produksi CPO AALI sekitar 4,2% dari 43.383 ton pada kuartal I 2014 menjadi 386.407 on pada kuartal I 215. Produksi kernel juga anjlok 5,8% menjadi 81.134 ton per Maret 2015 dari 86.142 ton per Maret 2014.


saham . bursajkse

Senin, 27 April 2015

"May Da"May Day", Tanggal 1 May 2015, 170.000 Buruh Akan Turun ke Jalan di Jakarta

Image result for demo buruh lucu

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menjamin aksi unjuk rasa 170.000 buruh di DKI Jakarta pada peringatan 1 Mei nanti akan berlangsung aman.

Anak mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jacob Nuwa Wea, itu mengatakan para organisasi buruh telah menjamin May Day akan berjalan tertib. "Kita juga mencegah penyusupan. Estimasi buruh yang akan demo di Jakarta sebanyak 170.000  Kalau di seluruh Indonesia ada jutaan," katanya, Senin (27/4).

Andi mengungkapkan, tuntutan para buruh pada aksi May Day mendatang adalah jaminan pensiun segera diterapkan pada Juni 2015, upah layak dan penghapusan alih daya(outsourcing).

"Tidak ada niat kami untuk melengserkan pemerintahan. Kami aksi longmarch dari bundaran Hotel Indonesia (HI) ke istana dan juga di Gelora Bung Karno (GBK). Tolak outsourcing karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada malah jadi rajanya outsourcing," sambungnya.

Selain KSPSI, pimpinan buruh lain yang datang adalah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesi (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Forum Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (FSBTPI), dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi). Kehadiran mereka mengklaim membawahi 80 persen buruh di Indonesia.



saham . bursajkse

PT Express Transindo Utama Tbk ( TAXI.JK ) - Alasan Rajawali Lepas Saham TAXI Express

Image result for taxi express
Fokus terhadap industri properti, pertambangan dan perkebunan menjadi alasan utama grup Rajawali melepas saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) ke PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). (Baca juga: Saratoga Akan Akuisisi TAXI dari Rajawali)
"Kami ingin mengkonsolidasikan diri terhadap perubahan-perubahan iklim usaha, baik di dalam maupun di luar negeri. Kami juga ingin lebih mengkhususkan diri pada core businessdan memaksimalkan nilai perusahaan," ungkap Darjoto Setyawan, Managing Director PT Rajawali Corpora kepada analis Bareksa.com.
Alasan lainnya, menurut Darjoto, penjualan saham TAXI dilakukan dalam rangka menyeimbangkan (balancing) portofolio bisnis Grup Rajawali.
Pada akhir 2014 lalu, grup Rajawali membeli saham PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) (d/h BW Plantation) dengan menyerap right (hak) atas saham baru milik pemegang saham pengendali, yakni PT BW Investindo, Matacuna Group Ltd dan Pegasus CP One Ltd. (Baca juga: Rajawali Jadi Pemegang Mayoritas Saham BW Plantation Melalui Right Issue)
Dalam aksi korporasi tersebut, Grup Rajawali harus merogoh kantong hingga Rp8,26 triliun, dan menguasai 65,54 persen saham BWPT.
Memang dalam pantauan Bareksa.com, masuknya grup Rajawali di BWPT seperti istilah "keluar kantong kiri dan masuk kantong kanan", karena uang hasil right issue BWPT digunakan untuk membeli aset perkebunan Green Eagle senilai Rp10,53 triliun yang juga terafiliasi dengan grup Rajawali -- dalam istilah pasar modal tindakan ini disebut sebagai back door listing.
Akan tetapi pada rencana awal, grup Rajawali hanya menyerap saham baru milik pemegang saham pengendali sebanyak 15,2 miliar lembar saham -- 48,22 persen kepemilikan BWPT -- senilai Rp6 triliun. Adapun sisanya ditawarkan kepada pemegang saham BWPT lainnya -- dalam analisis Bareksa jika terlaksana maka grup Rajawali dapat memperoleh sebagian kas dari pelepasan Green Eagle.
Sayangnya aksi right issue BWPT tidak mendapat respon positif dari investor karena  harga saham baru itu tidak sesuai harapan sehingga grup Rajawali harus menyerap 5,46 miliar saham baru yang tidak diambil investor senilai Rp2,18 triliun. (Baca juga: Protes Investor Warnai Right Issue BW Plantation)
Sentimen negatif ini turut membayangi kinerja portofolio bisnis grup Rajawali lainnya. Harga saham BWPT merosot 52 persen menjadi Rp460 per saham pada 26 September 2014 dari Rp955 di 16 September 2014. Setelah itu harga TAXI juga ikut melorot 22 persen menjadi Rp1.130 pada 20 Oktober 2014 dari sebelumnya Rp1.450 per 19 September 2014.
Grup Rajawali juga harus menghadapi kondisi harga komoditas yang sedang dalam tren menurun dan membuat rencana divestasi aset dalam portofolio bisnis penambangan emas tertunda.
Pada  2013, grup Rajawali membeli saham Archipelago Resources Plc, sebuah perusahaan tambang emas yang terdaftar di London Stock Exchange, senilai $541 juta sekitar Rp5,4 triliun. Archipelago ini kemudian  menjadi anak usaha dari PT Archi Indonesia Tbk. Pembelian saham Archipelago dilakukan dengan utang yang jatuh tempo pada Desember 2014.
Rencananya grup Rajawali akan melepas 40,41 persen saham Archi dengan nilai Rp3 triliun sampai Rp 4 triliun. Namun akhirnya tertunda karena sepi peminat. Dikutip dari Bisnis Indonesia peminatnya hanya 30 persen dari target.
Padahal Archi sudah memperpanjang bookbuilding (masa pemesanan efek) hingga 3 Desember 2014, dari jadwal semula pada 12 November-25 November 2014.
Sebetulnya wajar bagi perusahaan investasi seperti grup Rajawali untuk melepas aset yang sudah menguntungkan dan kembali menempatkan dananya pada perusahaan baru--mungkin suatu saat akan dijual kembali.
Sebelumnya grup Rajawali juga pernah melepas 23,35 persen saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada harga $1 miliar pada April 2010. Padahal pada 2006, grup Rajawali membeli 24,9 persen SMGR dari Cemex S.A (Meksiko) seharga $337 juta. Artinya grup Rajawali untung sekitar $680 juta untuk penjualan 23,35 persen saham SMGR.
Valuasi SMGR pada saat dijual menggunakan metode price to earning ratio (PER) 2010 senilai 11,18 kali. Ketika pembelian pada 2006, PER SMGR hanya 9,6 kali.
Grup Rajawali juga berhasil menjual Excelcomindo yang saat ini bernama PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan juga perusahaan rokok Bentoel Internasional Investasma.
Jika dilihat dari kinerja keuangan, performa TAXI cukup gemilang terlebih setelah melakukan penjualan saham perdana (IPO) pada  2012. Periode Januari-September 2014, laba TAXI naik 14,85 persen menjadi Rp109 miliar. (Baca juga: Pendapatan Express Januari-September Rp109 M, Naik 15 Persen)
Dalam beberapa pemberitaan media menyebut bahwa grup Rajawali akan melepas 51 persen saham TAXI senilai Rp1,2 triliun atau sekitar Rp1.100 per saham. Pada harga tersebut maka valuasi TAXI berada pada PER sekitar 17 kali, nilai yang relatif wajar jika dibandingkan dengan pemain taksi lain yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Blue Bird Tbk (BIRD).
Pada harga penutupan 22 April 2015, BIRD diperdagangkan pada PER 19 kali. Jika menggunakan valuasi yang sama dengan BIRD, maka valuasi 51 persen saham TAXI sekitar Rp1,3 triliun atau Rp1.200 per saham.
Manajemen grup Rajawali sendiri masih belum mengeluarkan statement resmi terkait harga jual TAXI kepada Saratoga.
"Saat ini kami masih proses due diligence. Harga akan ditentukan setelah proses tersebut tuntas," kata Darjoto kepada Bareksa.com.


saham . bursajkse

Pasar Saham di Kepung Sentimen Negatif

Image result for crash pasar saham

Menjelang bulan Mei, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersendat. Sebulan terakhir hingga Jumat (24/4), IHSG turun 0,23% dan bisa turun lebih dalam lagi akibat strategi sell on may and go away.

Tahun ini ayunan IHSG memang lelet. Sejak awal tahun hingga Jumat (24/4) pekan lalu atau year-to-date (ytd), IHSG hanya tumbuh 3,99% ke posisi 5.435,35. IHSG di peringkat buncit dibanding indeks saham di Asia, jauh di bawah return indeks Shanghai, yang di posisi pertama Asia, yakni 41,76%.

Kemerosotan IHSG bermula ketika rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat, sejak pertengahan Maret tahun ini. Isu negatif lainnya adalah pelambatan ekonomi sehingga sulit mencapai target akhir tahun ini, yaitu 5,7%.

Meredupnya ekonomi tercermin dari langkah sebagian perusahaan yang menahan ekspansi, sementara permintaan cenderung melemah, serta kabar buruk lainnya. Tak heran, Mandiri Sekuritas berancang-ancang menurunkan target IHSG akhir tahun ini, dari target semula 5.450. Salah satu alasannya, lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) berpeluang tidak menaikkan rating Indonesia karena ekonominya masih labil.

Analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto menilai, pekan ini IHSG masih dalam posisi negatif, sebab kinerja emiten di kuartal I 2015 kurang memuaskan. Misalnya, laba bersih dua emiten Grup Astra, yakni Astra Agro Lestari (AALI) dan Astra Otoparts (AUTO) masing-masing turun 80% dan 67%.

Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee menambahkan, beberapa sektor bisnis yang berkaitan suku bunga seperti perbankan, properti dan multifinance juga tertekan. Laba Bank CIMB Niaga (BNGA) misalnya, terpangkas 92,4%, dan keuntungan Bank Danamon (BDMN) turun 21%, sementara kredit perumahan juga melambat.

IHSG bisa positif jika pemerintah melancarkan program infrastruktur. Sayang, realisasi proyek infrastruktur masih jauh dari kenyataan. Bahkan penyerapan anggarannya juga masih lambat. "Kalau dana sudah disetor tapi belum dibelanjakan, ekonomi kita kekurangan darah," ucap Hans, kepada KONTAN, kemarin.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo melihat, arah IHSG masih dalam tren turun. Apalagi beberapa emiten bluechip yang sudah merilis kinerja kuartal I 2015 mengecewakan. Apabila hari ini (27/4) IHSG tak berhasil bertahan di support 5.425-5.435, IHSG menguji level support baru di 5.350.

Pada kondisi ini, sebaiknya investor menahan diri sambil menunggu laporan kinerja seluruh emiten saham. "Sebaiknya mengambil posisi defensif," ujar dia.



saham . bursajkse

Jangan Buru-buru Investasi Saham

Image result for saham lesu

Keuntungan investasi saham pada 2015 ini diprediksikan tak akan sebergairah 2014. Hal itu karena belanja infrastruktur Pemerintah pada tahun ini tak segencar tahun sebelumnya.

"‎Subsidi untuk bensin telah dihapus dan dialokasikan untuk investasi infrastruktur. Namun, butuh proses sehingga belanja investasi melambat, baru terealisasi pada 2016," ujar Head of Investment Sinarmas MSIG Life, Nawi Ho, di Novotel Semarang, akhir pekan ini.

Nawi Ho mengatakan pertumbuhan ekonomi berbanding lurus d‎engan tingginya bunga saham. Dengan belanja infrastruktur yang tak setinggi 2014, maka indeks bunga saham diperkirakan hanya sekitar 15 persen.

"Pada 2014, bunganya 20 persen - 40 persen. Itu hepi-hepinya orang saham. Jadi kalau investasi Rp 100 juta, dapat sampai Rp 40 juta," tutur dia.

Nawi Ho menyarankan bagi mereka yang tidak mau berspekulasi, sebaiknya menghindari investasi saham terlebih dahulu. Kalaupun tetap menginginkan menyimpan uang dalam saham, maka bisa melakukan investasi campuran.

"Bisa juga deposito dulu. Kalau belanja infrastruktur mulai bagus, baru investasi ke saham," kata dia. 



saham . bursajkse

Muhammadiyah Uji Materi 3 Undang-Undang. Akankah Berdampak Pada Iklim Investasi di Indonesia ?



Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan Islam kedua terbesar, telah mengajukan permohonan uji materi tiga undang-undang, menyusul dua UU yang telah dimenangkan di Mahkamah Konstitusi. Langkah ini dinilai mengancam iklim investasi di Indonesia yang justru oleh pemerintahan Jokowi ingin dijadikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.


"Kami tidak akan berhenti selama masih ada undang-undang yang bertentangan dengan konstitusi. Ini adalah jihad konstitusional kami, ini adalah perjuangan sosial kami," tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah, dalam wawancara dengan Reuters dan dirilis Kamis (24/4).

Dikatakan, Muhammadiyah pekan ini telah mengajukan uji materi terhadap UU No 24/1999 tentang Lalu Lintas Devisa, UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal, dan UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan. Din mengaku, pihaknya sudah mengidentifikasi 115 undang-undang yang diyakini bertentangan prinsip konstitusi (UUD 1945) bahwa sumber daya alam harus dikuasai negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Reuters mengingatkan, jika permohonan uji materi dari Muhammadiyah ini diterima MK, maka konvertibilitas mata uang rupiah tidak berlaku lagi, perlindungan investor akan hilang, dan keikutsertaan operator swasta di pembangkit listrik tidak diperbolehkan lagi.

Langkah Muhammadiyah itu, tulis kantor berita itu, bisa jadi terasa aneh di tengah gerak ekonomi pasar bebas. Namun, diingatkan, Muhammadiyah dan sejumlah ormas lain sukses dalam uji materi UU No 7/2004 tentang Sumber Daya Air dan UU Nomor 22/ 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang membubarkan BP Migas.

Tentu saja, menurut Reuters, apa yang berlangsung di MK ini adalah tantangan baru bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diharapkan investor asing bisa meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Bahkan, dalam berbagai kesempatan, secara terbuka Jokowi mengundang investor asing untuk berbondong-bondong ke Indonesia, demi mengalihkan mesin pertumbuhan ekonomi dari konsumsi domestik ke investasi.

Membingungkan

Merespons hal ini, Arif Budimanta, staf khusus menteri keuangan, mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah - yang sangat membutuhkan modal asing untuk mewujudkan ambisi pembangunan infrastruktur di Indonesia - akan menyiapkan tim hukum untuk melawan tantangan terbaru dari Muhammadiyah ini.

Namun, apa yang disampaikan Arief tak bisa menekan kekhawatiran investor asing. "Saya tidak akan bertaruh untuk keputusan yang menguntungkan di pengadilan MK)," ujar Arian Ardie, konsultan risiko Amerika-Indonesia yang berkepentingan dalam bisnis udang dan pembangkit listrik. "Ini adalah perubahan mendasar dalam undang-undang yang mengatur perdagangan di Indonesia. Saya pasti jeda dalam hal melakukan investasi di masa depan di sini," paparnya.

Jakob Sorensen, Kepala Kamar Dagang Eropa di Jakarta, mengatakan, pemerintah harus turun tangan dan bisa meyakinkan investor asing. "Kami benar-benar kekurangan kepastian. Kita perlu arah kebijakan yang jelas," katanya.

Sejumlah pengacara mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi bisa memberdayakan pengadilan lain untuk memutuskan mendukung warga yang berusaha untuk membatalkan kontrak. Dicontohkan, pengadilan di Jakarta bulan lalu memutuskan pembatalan kontrak dengan sejumlah perusahaan swasta, termasuk anak usaha Suez Environnement dari Prancis, untuk memasok kebutuhan air di Jakarta.

Analis politik, Kevin O`Rourke, menilai MK telah mengambil keputusan tak menentu pada beberapa kasus dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini, kata dia, menunjukkan kurangnya apresiasi terhadap fundamental ekonomi, serta kecenderungan untuk menerima interpretasi konstitusi yang ekstrem.

Menurut dia, jika uji materi UU Lalu Lintas Devisa diterima MK, tidak akan otomatis membuat mata uang rupiah tak bisa dikonversi, hingga DPR harus merevisi undang-undang tersebut sehinga memuat pandangan pengadilan tentang kebebasan dan kontrol valuta asing.

"Namun, ketidakpastian dan kebingungan tentang status hukum, dan tentang konvertibilitas mata uang, mungkin akan membebani sentimen investor, menekan pasar," kata O`Rourke dalam sebuah catatan penelitiannya.


saham . bursajkse