Senin, 01 Juni 2015

PT Ciputra Development Tbk ( CTRA.JK ) - "Nilai Acuan Pajak Properti Mewah, Akan Membuat Pembeli Berpikir"

PT Ciputra Development Tbk menilai perubahan kriteria barang sangat mewah yang mencakup acuan nilai (treshold) apartemen dalam penentuan pajak penghasilan (PPh 22) tidak logis, dan malah menunjukkan bentuk pemiskinan. Ciputra menyatakan aturan baru tersebut bakal berdampak buruk terhadap kinerja perseroan.

"Sebenarnya itu bukan aturan baru. Karena sebelumnya nilai acuan yang dipakai Rp10 miliar untuk kategori sangat mewah, kemudian jadi Rp5 miliar. Tetapi kan ini tidak logis, artinya kita malah semakin miskin," kata Direktur Ciputra Development, Tulus Santoso, di Jakarta, Minggu (31/5).

Pernyataan Tulus terkait Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 90/PMK.03/2015 tentang Wajib Pajak Badan Tertentu sebagai Pemungut Pajak Penghasilan dari Pembeli atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah. Regulasi itu mengatur tentang penurunan treshold atas hunian kelas premium yang terkena PPh 22 dari yang semula Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar.

Kemudian soal luas bangunan yang terkena PPh 22 berdasarkan aturan baru, jauh lebih kecil dibandingkan aturan sebelumnya, yaitu 500 meter persegi untuk rumah tapak, dan 400 meter persegi untuk apartemen, kondominium, dan sejenisnya.

Tulus menjelaskan, logikanya, setiap tahun nilai dari suatu properti bakal bertambah, apalagi terjadi inflasi yang membuat harga terus meningkat. Atas dasar itu, maka menurutnya, penurunan nilai acuan dalam kategori barang sangat mewah tidak masuk akal.

"Idealnya kalau dulu acuannya Rp10 miliar, sekarang jadi Rp13 miliar misalnya. Kalau turun begini kan malah seperti pemiskinan," tutur dia.

Dia menilai, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, seharusnya melakukan dialog terlebih dahulu dengan para pelaku bisnis sebelum memutuskan peraturan. Pasalnya, jangan sampai target pajak yang dicatat dengan tinggi malah membuat ekonomi melesu.

"Harus ada dialog. Apalagi kita semua tahu kemarin saja pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi melambat. Properti juga melemah pada kuartal pertama 2015. Harusnya ada insentif pajak, bukannya disinsentif pajak seperti ini," ungkap Tulus.

Tulus mengungkapkan, peraturan tersebut juga dinilai bakal menghambat kinerja penjualan Ciputra [CTRA 1,440 10 (+0,7%)]. "Pasti memiliki efek. Karena rata-rata apartemen kami yang ada di Jakarta berada di kisaran harga tersebut," jelas dia.

Tulus pun mengungkap, kontribusi penjualan apartemen terhadap total pendapatan Ciputra Development ada di kisaran 15 persen. Atas dasar itu, maka menurutnya penjualan di masa mendatang bakal terganggu.

"Masalahnya kan ini dibebankan kepada pembeli sebesar lima persen. Hal itu pasti bakal membuat pembeli berpikir ulang untuk memiliki apartemen," katanya.































Catatan:

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) didirikan 22 Oktober 1981 dengan nama PT Citra Habitat Indonesia dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1984. Kantor pusat CTRA berlokasi di Ciputra World 1 DBS Bank Tower Lantai 39, Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5, Jakarta 12940.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham CTRA adalah PT Sang Pelopor (30,63%) dan Credit Suisse AG Singapore Trust A/C Clients-2023904000 (7,91%). PT Sang Pelopor merupakan induk usaha terakhir dari CTRA.

PT Ciputra Development Tbk (IDX:CTRA ) adalah salah satu perusahaan properti Indonesia terkemuka. Didirikan pada tahun 1981, pengembangan properti perumahan skala besar dan komersial adalah keahlian bisnis dan inti perusahaan.

Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan telah memperluas operasinya dan saat ini mengembangkan dan mengoperasikan properti perumahan dan komersial dalam kota besar di seluruh Indonesia maupun proyek internasional yang terletak di Cina. Properti komersial Dikembangkan meliputi pusat perbelanjaan, hotel, apartemen dan lapangan golf. Rentang properti luas dan jaringan yang kuat mempromosikan perusahaan untuk menjadi salah satu perusahaan properti yang terdiversifikasi dalam hal produk, lokasi dan segmentasi pasar.

Saat ini, CTRA memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CTRA adalah mendirikan dan menjalankan usaha di bidang pembangunan dan pengembangan perumahan (real estat), rumah susun (apartemen), perkantoran, pertokoan, pusat niaga, tempat rekreasi dan kawasan wisata beserta fasilitas-fasilitasnya serta mendirikan dan menjalankan usaha-usaha di bidang yang berhubungan dengan perencanaan, pembuatan serta pemeliharaan sarana perumahan, termasuk tapi tidak terbatas pada lapangan golf, klub keluarga, restoran dan tempat hiburan lain beserta fasilitas-fasilitasnya. Saat ini perusahaan mengembangkan dan mengoperasikan 33 properti perumahan, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, pergudangan kompleks dan lapangan golf di 20 kota besar di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 18 Februari 1994, CTRA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham CTRA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 50.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp5.200,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Maret 1994.

Proyek

Citra Green Dago Bandung
CitraGarden City Jakarta
CitraRaya Tangerang
Citra Grand Cibubur
Citra Indah Jonggol
Citra Sun Garden Semarang
Citra Sun Garden Yogyakarta
CitraLand Surabaya
CitraHarmoni Sidoarjo
CitraGarden Sidoarjo
CitraIndah Sidoarjo
The Taman Dayu Pandaan
CitraGarden Lampung
CitraGarden Banjarmasin
CitraLand Banjarmasin
CitraLand City Samarinda
Citra BukitIndah Balikpapan
CitraGrand City Palembang
CitraLand Celebes Makassar
CitraGarden Makassar
CitraSun Garden Semarang
CitraLand NGK Jambi
CitraLand Pekanbaru
CitraLand Kendari




saham . bursajske

PT Indonesia Media Televisi ( IMTV.JK ) - Penawaran Saham Perdana Big TV Ditunda



Rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Indonesia Media Televisi dipastikan ditunda.

Operator televisi berbayar milik Grup Lippo tersebut awalnya berencana bakal melepas 15% sahamnya ke publik lewat IPO dalam waktu dekat ini.

Direktur PT Multipolar Tbk. Harijono Suwarno mengatakan penundaan tersebut sengaja dilakukan sambil menunggu kondisi pasar.

Multipolar merupakan induk usaha dari PT Indonesia Media Televisi (IMTV). IMTV saat ini mengoperasikan televisi berbayar berbasis satelit dengan merek Big TV.

"Proses IPO memang diperlambat, dan belum diputuskan sampai kapan. Kami masih menunggu situasi pasar," ujarnya saat paparan publik, Jumat (29/5/2015).

VP Finance & Accounting Multipolar Djony Rosnipa mengatakan perseroan masih akan terus memonitor kondisi pasar.

"Kita masih menunggu saat yang paling tepat. Jujur saja momentum sekarang merupakan saat yang tidak tepat. Dalam pelepasan saham ini momentum menjadi bagian yang sangat penting," tuturnya.

Proses IPO tersebut diharapkan dapat memperoleh dana segar hingga US$100 juta. Awalnya perseroan menargetkan dapat melantai di bursa saham pada Juni esok.






























Catatan:

BIGTV (ejaan berdasarkan merek dagang: BIGTV) merupakan penyedia jasa televisi berbayar yang diresmikan mengudara pada 9 September 2013, dioperasikan oleh PT. Indonesia Media Televisi dan merupakan anak perusahaan oleh Lippo Group.[1]

Satelit[sunting | sunting sumber]

BIGTV dipancarkan melalui satelit JCSAT-13|JCSAT-8A / LIPPOSTAR-1, sebuah satelit telekomunikasi yang dipesan oleh Lippo Groupbekerjasama dengan perusahaan Jepang, SKY Perfect JSat Corporation dan Mitsui Corporation.[2] Dengan dilengkapi 11 KU Band Transponder, yang keseluruhannya mencakup ke Indonesia, LIPPOSTAR-1 saat ini memiliki jumlah transponder terbanyak di Indonesia. Hal ini memungkinkan BiG TV untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi, baik dalam video definisi standar maupun definisi tinggi.[3] Satelit tersebut diluncurkan pada hari Selasa (15/5/12) sore waktu Guyana Perancis, atau Rabu (16/6/12) pagi atau sekitar pukul 01.00 WIB, dan akan beroperasi dengan masa aktif mencapai 15 tahun.[4]

Paket dan saluran[sunting | sunting sumber]

Secara keseluruhan, saat ini BIGTV memiliki 184 saluran yang menjadikan BIGTV sebagai televisi satelit berbayar yang memiliki saluran terbanyak di Indonesia. BIGTV juga memudahkan pelanggan dengan adanya dua pilihan layanan yaitu per-bulan (post-paid) dan prabayar(pre-paid) yang berupa voucher, sistem pemakaian voucher ini mirip seperti saat mengisi pulsa ponsel. Paket per-bulan yang ditawarkan terdiri dari BiG Deal (88 saluran SD + 12 saluran HD[a]), BiG Fun (98 saluran SD + 12 saluran HD[a]), BiG Sun (108 saluran SD + 18 saluran HD[a]),BiG Star (127 saluran SD + 24 saluran HD[a]) dan BiG Universe (145 saluran SD + 30 saluran HD[a])


saham . bursajske

PT Sinar Tambang Arthalestari Tbk. ( STAR.JK ) - 4 Bank Kucurkan Rp 2,33 Triliun Untuk Pabrik Semen

Image result for profil PT Sinar Tambang Arthalestari Tbk

Empat bank mengucurkan kredit sindikasi kepada PT Sinar Tambang Arthalestari(STAR) [56 -3 (-5,1%)] sebesar Rp 2,33 triliun. Pinjaman kredit ini untuk pembangunan pabrik semen baru di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jumlah kredit tersebut merupakan 70% dari nilai investasi sebesar Rp 3,34 triliun.

Keempat bank yang melakukan sindikasi adalah Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Pan Indonesia (Panin), Bank Jawa Tengah dan Bank Yogyakarta. Adapun, BNI memberikan kredit sindikasi terbesar dengan porsi 64,4% dari nilai sindikasi, sedangkan ketiga bank lainnya berkontribusi 3%-21% terhadap nilai kredit.

Abdullah Firman Wibowo, Senior Executive Vice Presiden Bisnis Risk BNI, pembiayaan ini untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. "BNI juga memberikan fasilitas kredit modal kerja (KMK) pada PT STAR [56 -3 (-5,1%)] senilai Rp 185 miliar," katanya, akhir pekan ini.

Informasi saja, pabrik semen yang menempati area seluas 34 hektar ini memiliki kapasitas produksi sebesar 5.000 ton clinker per hari atau lebih dari 2 juta ton semen per tahun. Pada tanggal 17 April 2015, PT STAR [56 -3 (-5,1%)] telah mulai melakukan tes pasar dengan melakukan penjualan semen secara komersial.


















 
Saham . bursajkse
http://keuangan.kontan.co.id/news/4-bank-kucurkan-rp-233-triliun-untuk-pabrik-semen

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ( AMRT.JK ) - Jadwal Dividen Tunai - 2015, Sebesar Rp. 3,85,- per Saham


Dividen tunai AMRT / Sumber Alfaria Trijaya Tbk 2015 sebesar Rp159.869.331.545,- atau Rp3,85,- per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham, dengan jadwal pelaksanaan dan pembayaran sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Nego
04 Jun 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Pasar Nego
05 Jun 2015
Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
09 Jun 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
10 Jun 2015
Daftar Pemegang Saham berhak atas dividen Tunai (Recording Date)
09 Jun 2015
Tanggal Pembayaran
26 Jun 2015




















Catatan:

Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau lebih dikenal dengan Alfamart (AMRT) didirikan tanggal 22 Februari 1989 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1989. Kantor pusat AMRT berdomisili di Jl. M.H. Thamrin No. 9, Tangerang, Indonesia.

Induk usaha dari AMRT adalah PT Sigmantara Alfindo (memiliki 54,02% saham AMRT), sedangkan Induk usaha terakhir AMRT adalah PT Cipta Selaras Agung, yang didirikan di Indonesia.

Alfamart (IDX:AMRT ) adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang bisnis waralabaswalayan yang menjual berbagai jenis barang keperluan sehari-hari, dengan nama unggulanAlfa. Sebagian sahamnya saat ini dimiliki oleh PT. Sigmantara Alfindo.

Sebagai upaya untuk dapat mencakup pangsa pasar yang lebih luas lagi, Alfa meluncurkanAlfamart, Alfamidi, dan Alfa Express.

Saat ini, AMRT memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dimana 86,72 % saham MIDI dimiliki oleh AMRT.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AMRT meliputi usaha dalam bidang perdagangan eceran untuk produk konsumen.

Kegiatan usaha AMRT dimulai pada tahun 1989 bergerak dalam bidang perdagangan terutama rokok. Sejak tahun 2002, AMRT bergerak dalam kegiatan usaha perdagangan eceran untuk produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket dengan nama Alfamart yang berlokasi di beberapa tempat di Jakarta, Cileungsi, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sidoarjo, Cirebon, Cilacap, Semarang, Lampung, Malang, Bali, Klaten, Makassar, Balaraja, Palembang, Bogor, Jember, Medan, Banjarmasin, Jambi, Pekanbaru, Pontianak, Manado, Lombok, Rembang dan Karawang.

Saat ini, Perusahaan memiliki 9.861 jaringan minimarket yang terdiri dari minimarket milik sendiri sebanyak 6.939 unit dan minimarket bentuk kerjasama waralaba sebanyak 2.922.

Pada tanggal 31 Desember 2008, AMRT memperoleh pernyataan efektif BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AMRT kepada masyarakat sebanyak 343.177.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan Harga Penawaran Perdana sebesar Rp395,- per saham. Pada tanggal 15 Januari 2009, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Sejarah

Alfa Supermarket

Pada tanggal 27 Agustus 1989, Alfa Supermarket didirikan dengan gerai pertama berlokasi di Jalan Lodan, Ancol, Jakarta Utara dengan nama Toko Gudang Rabat Alfa.[1] Pada bulan Oktober 2001, Alfa Supermarket mulai menerapkan Customer Relationship Management dengan membentuk Alfa Family Club (AFC). AFC merupakan sebuah klub khusus yang beranggotakan para pelanggan Alfa di seluruh Indonesia.

Bulan November 2001, Toko Gudang Rabat Alfa memiliki 25 gerai yang tersebar di 15 kota di Indonesia. Lalu pada bulan Juni 2008, Alfa Supermarket diakuisisi oleh Carrefour sehingga berganti nama menjadi Carrefour Express.[2]

Alfamart

Pada tanggal 27 Juni 1999, PT. Alfa Mitramart Utama didirikan oleh PT. Alfa Retailindo, Tbk dan PT. Lancar Distrindo. Toko pertamanya dengan nama Alfa Minimart didirikan pada tanggal 18 Oktober 1999 di Jalan Beringin Raya, Karawaci, Tangerang.

Pada tanggal 1 Agustus 2002, kepemilikan PT. Alfa Mitramart Utama beralih ke PT. Sumber Alfaria Trijaya yang sahamnya dimiliki oleh PT. HM Sampoerna, Tbk (70%) dan PT. Sigmantara Alfindo (30%).

Mulai tanggal 1 Januari 2003, nama Alfa Minimart berubah menjadi Alfamart. Pada bulan Januari 2009, PT. Sumber Alfaria Trijaya menggelar penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Alfamidi

Alfamidi didirikan pada tanggal 28 Juni 2007 dengan nama resmi perseroan PT. Midimart Utama. Kemudian membuka gerai pertamanya pada bulan Desember 2007 yang berlokasi di Jalan Garuda, Jakarta Pusat.

Bulan Juni 2008 PT. Midimart Utama berubah namanya menjadi PT. Midi Utama Indonesia. Pada bulan September 2008 dibuka pusat distribusi Surabaya untuk melayani wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Melihat peluang usaha dalam bisnis minimarket (convenience store), perseroan kemudian memperkenalkan konsep baru minimarket dengan nama Alfa express pada bulan Maret 2009.

Pada tanggal 30 Juni 2010 pusat distribusi Bekasi mulai beroperasi untuk melayani kebutuhan toko-toko di wilayah Jakarta. PT. Midi Utama Indonesia mencatatkan saham perdananya pada Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MIDI pada tanggal 30 November 2010.

Pada tanggal 18 Februari 2012 PT. Sumber Alfaria Triaya, Tbk meluncurkan produk belanja online bernama AlfaOnline dan menjadi minimarket pertama di Indonesia yang bergerak di bidang belanja online.




saham . bursajkse

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk ( HITS.JK ) - Laba bersih Sedikit Menurun - Q1 2015


PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) yang merupakan perusahan pelayaran membukukan penurunan kinerja pada Q1 2015 sebesar 11,76% denga laba bersih menjadi USD0,75 atauUSD0,00011 per saham juga dari Laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu USD0,85 juta atau USD0,00012 per saham.

Merosotnya kinerja HITS terutama disebabkan oleh penurunan Pendapatan pokok Perseroan dari USD17,62 juta menjadi USD14,07 juta atau turun 25,23%. Pendapatan pokok Perseroan pada Q1 2015 dan Q1 2014 terdiri dari:

  1. asa Sewa Kapal
    • Gas alam cair – USD4,29 juta dan USD5,03 juta.
    • Bahan Kimia – USD4,28 juta dan USD4,62 juta.
    • Minyak mentah dan BBM – USD1,89 juta dan USD2,47 juta.
    • Tunda dan Tambet – USD1,76 juta dan USD3,64 juta.
  2. Jasa Pengelolaan Kapal – USD1,85 juta dan USD1,87 juta.

Beban pokok Perseroan menurunn dari USD13,39 juga menjadi USD10,45 juta, dan Beban usaha juga mengalami penurunan dari USD1,76 juta menjadi USD1,39 juta, serta Beban Keuangan Perseroan juga mengalami penurunan dari USD1,32 juta menjadi USD0,94 juta.

Aset perseroan hingga akhir Maret 2015 mencapai USD131,19 juta, menurun sedikit dari aset tahun 2014 yaitu USD134,27 juta, dan utang juga menurun dari USD115,35 juta tahun 2014 menjadi USD112,07 juta pada Q1 2015.


















Catatan:

PT. Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (IDX:HITS ) merupakan perusahaan publik yang bergerak dalam bidang transportasi dan bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1977.

Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) didirikan tanggal 21 Desember 1992 dan memulai kegiatan usaha komersial sejak tanggal 01 Januari 1993. Kantor pusat HITS berlokasi di Gedung Granadi, lantai 7, Jln. H.R. Rasuna Said Kav. X-1, No. 8-9, Jakarta 12950.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham HITS adalah PT Humpuss (62,55), PT Humpuss (5,23%), Astonville International Limited (5,04%), Lincoln Circle Ltd. (5,44%) dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (6,48%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan HITS mencakup pengiriman gas alam cair (LNG), minyak mentah, bahan bakar minyak, bahan kimia, peti kemas, batu bara serta kargo laut lainnya. HITS juga menyediakan anak buah kapal dan jasa manajemen kepada pemilik-pemilik kapal.

Pada tanggal 24 Nopember 1997, HITS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham HITS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 74.000.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp675,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Desember 1997.




saham . bursajkse

PT Sierad Produced Tbk ( SIPD.JK ) - Laba Bersih Turun Menjadi Rp. 1,78 Mmiliar Pada Tahun Buku 2014

Image result for profil PT Sierad Produced Tbk

Emiten perternakan ayam dan makanan siap saji PT Sierad Produced Tbk (SIPD) membukukan laba bersih pada tahun 2014 sebesar Rp1,78 miliar atau Rp0,19 per saham. Laba bersih tersebut menunjukan kinerja Perseroan tahun 2014 anjilok 81,53% bila dibandingkan dengan laba bersih pada tahun 2013 yang membukukan laba bersih sebesar Rp9,64 miliar atau Rp1,03 per saham.

Merosotnya kinerja Perseroan pada tahun 2014 tersebut disebabkan oleh penurunan Penjualan pokok Perseroan dari Rp3,85 triliun menjadi Rp2,51 triliun atau turun 34,81%. Untuk Pendapatan lain Perseroan meningkat dari Rp7,92 miliar menjadi Rp157,68 miliar (Penjualan anak usaha PT Sierad Pangan Nusantara). Penjualan pokok Perseroan pada 2014 dan 2013 terdiri dari:

  1. Perunggasan – Rp2,15 triliun dan Rp3,37 triliun.
  2. Makanan Siap saji – Rp338,85 miliar dan Rp452,21 miliar.
  3. Peralatan dan lain-lain – Rp15,02 miliar dan Rp33,92 miliar.

Beban Pokok Penjualan Perseroan menurun dari Rp3,27 triliun menjadi Rp2,13 triliun, dan Beban usaha mengalami penurunan dari Rp444,60 miliar menjadi Rp381,19 miliar. Sedangkan Beban keuangan meningkat dari Rp149,93 miliar menjadi Rp158,26 miliar.

Pada akhir tahun 2014, aset Perseroan menurun menjadi Rp2,80 triliun dari aset di tahun 2013 yaitu Rp3,16 triliun. Utang Perseroan juga mengalami penurunan dari Rp1,87 triliun menjadi Rp1,51 triliun.


















Catatan:

Sierad Produce Tbk (SIPD) didirikan dengan PT Betara Darma Ekspor Impor pada 06 September 1985 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1985. Kantor pusat SIPD berlokasi di TCC Batavia Tower One, Lantai 7, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 126 Jakarta Pusat 10220, dengan tempat usaha tersebar di Bogor, Sukabumi, Tangerang, Lampung, Sidoarjo dan Magelang.

PT. Sierad Produce Tbk (IDX:SIPD ) merupakan perusahaan yang dibentuk pada tahun 2001 sebagai hasil penggabungan empat badan usaha yang bergerak di bidang usaha inti dari Sierad Group. Empat perusahaan tersebut adalah PT.Anwar Sierad Tbk, PT.Sierad Produce Tbk, PT.Sierad Feedmill dan PT.Sierad Grains.

Bisnis inti perusahaan ini mencakup produksi pakan ternak, peternakan, penetasan (hatchery), kemitraan, rumah potong dan produksi lanjutan serta nilai tambah dari berbagai produk daging ayam, peralatan peternakan ayam dan produksi tepung ikan. Perusahaan ini dulunya bernama PT.Betara Darma Ekspor Impor, didirikan pada tanggal 6 September 1985. Nama yang ada sekarang mulai digunakan pada tanggal 27 Desember 1996 dalam rangka persiapan go-public di Bursa Efek Jakarta.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham SIPD, antara lain: Jade Field Assets Limited (15,56%), Harvest Agents Limited (14,33%) dan Kingdom Industrial Limited (11,34%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SIPD bergerak di bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, industri pemotongan dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage, industri pakan ternak dan industri pengeringan jagung.

Pada tanggal 29 Nopember 1996, SIPD memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SIPD (IPO) kepada masyarakat sebanyak 250.000.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp900,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Des 1996.





saham . bursajske

PT Cipaganti Citra Graha Tbk ( CPGT.JK ) - Kerugian Bertambah Lebar Menjadi Rp. 266,41 Miliar Tahun Buku 2014



PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi darat yaitu rental mobil dan taksi, serta alat berat melaporkan kinerja pada tahun 2014 yang mengalami Kerugian mencapai Rp266,41 miliar atau Rp(73,19) per saham. Kinerja tahun 2014 tersebut anjilok bila dibandingkan dengan kinerja tahun 2013 walaupun masih membukukan Kerugian bersih sebesar Rp128,49 miliar atau Rp(37,40) per saham.

Merosotnya kinerja CPGT tahun 2014 disebabkan oleh Beban Pokok yang mengalami peningkatan. Beban Pokok pada tahun 2014 meningkat sebesar 21,48% menjadi Rp522,93 miliar dari Beban Pokok pada tahun 2013 yaitu Rp430,48 miliar. Sedangkan beban usaha mengalami penurunan dari Rp251,77 miliar menjadi Rp193,19 miliar, dan Beban Keuangan menurun dari Rp86,54 miliar menjadi Rp61,86 miliar.

Pendapatan pokok Perseroan tahun 2014 mengalami penurunan sebesar 25,75% menjadi Rp490,60 miliar dari pendapatan pokok tahun 2013 yaitu Rp660,76 miliar. Pendapatan pokok Perseroan pada tahun 2014 dan 2013 terdiri dari

  1. Jasa Transportasi – Rp395,16 miliar dan Rp522,63 miliar.
  2. Penyewaan alat berat – Rp71,28 miliar dan Rp110,75 miliar.
  3. Perjalanan Wisata – Rp26,64 miliar dan Rp27,61 miliar.
  4. Potongan Penjualan – Rp(2,48) miliar dan Rp(0,22) miliar.

Aset CPGT pada tahun 2014 menurun 37,61% menjadi Rp0,73 triliun dari aset tahun 2013 yaitu Rp1,17 triliun, dan utang Perseroan menurun dari Rp0,77 triliun menjadi Rp0,55 triliun.

























Catatan:

PT. Cipaganti Cipta Graha Tbk merupakan perusahaan publik yang bergerak dalam bidang jasa khususnya transportasi dan bermarkas di Bandung, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1985.

Sejarah

Awal Usaha

Keberadaan Cipaganti Group dimulai dengan dibukanya usaha jual beli mobil bekas dengan nama Cipaganti Motor oleh Andianto Setiabudi pada tahun 1985 di Jalan Cipaganti No. 84 Bandung. Perkembangan usaha dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup baik sehingga dapat berkembang dengan memiliki beberapa showroom mobil bekas di Jalan Cipaganti, Cihampelas dan Jalan Abdul Muis (sekarang Jalan Pungkur) Bandung.[2].

Masalah

Pemegang saham mayoritas PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), yakni PT Cipaganti Global Corporindo (CGC) harus 'menyusui' afiliasinya yang sedang tertimpa masalah. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen CPGT membeberkan penjualan sahamnya oleh sang induk. Koperasi Cipaganti Karya Graha Persada yang menjadi bagian dari Grup Cipaganti kini tengah kesulitan membayar imbal hasil dari skema investasi yang ditawarkan kepada masyarakat. Koperasi Cipaganti telah lebih dari 10 tahun silam menawarkan program kemitraan dengan investasi minimal Rp 100 juta dengan janji imbal hasil tetap antara 1,4%-1,9% per bulan. Bahkan ada juga nasabah yang memperoleh imbal hasil diatas 2% per bulan dari Koperasi Cipaganti.[3]

Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar menahan Andianto Setiabudi karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan.[4].

Divisi Otojasa

Seiring dengan perkembangan perekonomian nasional dan banyaknya perusahaan besar yang melakukan out source untuk kebutuhan kendaraan sebagai sarana transportasi dan operasional perusahaan. Dengan pasar yang sedemikian luas dan pertumbuhan kebutuhan kendaraan sebagai pendukung usaha, maka Cipaganti Motor dikembangkan menjadi Cipaganti Rental yang menyewakan segala jenis dan merk kendaraan, mulai dari kendaraan angkutan barang, penumpang, pernikahan serta paket wisata. Saat ini Cipaganti Rental memiliki cabang di kota-kota besar se-Jabodetabek dan Bandung-Priangan.

Pada tahun 2002 dilakukan diversifikasi usaha sejenis dengan target market retail, yaitu Travel & Paket layanan Door to Door dengan jurusan perdana Bandung-Bogor, kemudian Bandung-Jakarta, Bandung-Bandara Soekarno Hatta, Bandung-Tasikmalaya dan Bandung-Cirebon.

Tahun 2006 dengan adanya akses jalan tol Cipularang, terbuka peluang usaha baru dan Cipaganti Otojasa mengembangkan layanan Shuttle Service Point to Point Bandung - Jabodetabek yang terus dikembangkan. Peluang usaha ini sangat besar dan luas sesuai dengan permintaan pasar maka karena itu akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan sarana transportasi antar kota yang aman.

Tahun 2007 adalah pencetusan konsep transportasi terpadu dengan adanya penambahan jasa layanan bus pariwisata, tours & airlines ticketing ditambah layanan dokumen, paket dan kargo memberikan solusi menyeluruh kebutuhan transportasi.

Properti

Melihat peluang yang sangat baik pada usaha pembangunan perumahan kelas menengah yang sejak awal tahun 1990 mengalami pertumbuhan yang sangat besar, maka manajemen memutuskan memulai usaha di bidang perumahan. Hal ini diwujudkan dengan mendirikan PT Cipaganti Citra Graha pada tanggal 30 September 1994, dengan lokasi perumahan pertama di Jalan Ciwastra, Bandung dengan nama perumahan Cipaganti Graha I.

Kemudian pada tahun 1999 membangun lokasi perumahan kedua di Ujung Berung dikenal dengan Cipaganti Graha II. Pada tahun 2002 membangun perumahan kelas menengah ke atas di Jalan A.H. Nasution, Bandung dengan nama Cipaganti Dream Land. Pada tahun 2005 membangun perumahan Cipaganti Rahayu Regency di Cipamokolan Soekarno-Hatta Kodya Bandung. Prospek pembangunan perumahan dengan konsep Cul de Sac dan sistem cluster sangat diminati oleh pembeli. Dengan kebutuhan perumahan kelas menengah sebagai sarana tempat tinggal primer bagi banyak keluarga muda serta dukungan suku bunga KPR yang saat ini cukup rendah, tentunya prospek pembangunan dan pemasaran perumahan akan menjadi salah satu andalan usaha Cipaganti Group.

Divisi Heavy Equipment

Sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan industri tekstil dan lainnya di wilayah Bandung Priangan Cipaganti Group menangkap peluang untuk menyewakan Alat Angkat Barang Berat (forklift dan Crane). Kantor pemasaran pertama dibuka di Jalan Gatot Subroto 94 Bandung.

Seiring dengan permintaan pasar, penambahan unit dan perluasan jenis alat yang disewakan hingga alat berat untuk konstruksi, infrastruktur, pertambangan, perkebunan, pertanian, kehutanan (excavator, bulldozer, W.Loader, Dump Truck, dll). Maka Pool dan kantor pemasaran dialokasikan ke Jalan Soekarno-Hatta, Gede Bage Bandung.

Dengan potensi sumber daya alam sangat besar yang dimiliki tanah air kita, serta industri terkait maka prospek usaha alat berat sangat baik dan dapat dikembangkan keseluruh daerah dan kepulauan yang memiliki potensi tersebut. Sejak tahun 2004 PT Cipaganti Citra Graha divisi Alat Berat membuka kantor cabang di Banjarmasin, Batu Licin (Kalimantan Selatan) dan tahun 2005 di Palangkaraya (Kalimantan Tengah), tahun 2007 ini akan dibuka juga cabang di Samarinda (Kalimantan Timur).

Produk

Cipaganti Travel
Taksi Cipaganti

Cipaganti Shuttle

Cipaganti Shuttle (Point to Point) adalah sebuah layanan angkutan penumpang dari Terminal/Pool Cipaganti Kota Asal ke Terminal / Pool Cipaganti Kota Tujuan sesuai trayek/jurusan yang dilayani Cipaganti Shuttle.

Layanan Shuttle memiliki beberapa keuntungan bagi konsumen antara lain Lokasi Cabang/ outlet berada pada lokasi strategi, Cabang/outlet yang memiliki standar kenyamanan, keberangkatan terjadwal dan on time, seat penumpang yang terbatas, driver yang santun dengan melalui seleksi penerimaan yang ketat dan training yang berkelanjutan serta reservasi selama 24 jam dan perlindungan asuransi kepada penumpang. Layanan Shuttle Cipaganti adalah antar-jemput penumpang dari titik (cabang/outlet) ke titik tujuan (point to point) yang terbesar dikarenakan rute serta jadwal keberangkatan terbanyak.

Cipaganti Trave

Pelayanan Travel sudah menjalar sepanjang lintas Pulau Jawa - Bali dengan semangat untuk menghubungkan berbagai daerah di nusantara dan mengembangkan industri pariwisata yang sangat potensial demi memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan misi yang mengutamakan kualitas kenyamanan dan keamanan pelanggannya Cipaganti Travel telah memberikan warna baru dalam bisnis transportasi yang selama ini dirasakan pelanggan masih kurang mendapat fasilitas terbaik. Konsep layanan travel adalah penjemputan pelanggan dari tempat asal serta pengantaran hingga tempat tujuan (door to door).

Cipaganti Travel (Door to Door Service) adalah sebuah layanan angkutan penumpang dengan sistem layanan penjemputan penumpang (Door) dan pengantaran penumpang sampai ke tempat tujuan (door) sesuai dengan trayek/jurusan yang dilayani Cipaganti Travel (Door to Door Service).

Cipaganti Rental Car

Cipaganti Rental Car telah dikenal sejak 1994, layanan terlama yang telah ada di Cipaganti. Paket-paket rental antara lain, untuk korporasi dengan sewa jangka panjang dengan harga bersaing, paket retail dengan sewa minimal 6 jam, layanan premium car (Mercedes Benz, Jaguar,Alphard), layanan angkutan barang dan paket pernikahan. Untuk Cipaganti keseluruhan tidak terkecuali Cipaganti Rental Car, armada terbaru merupakan andalan utamanya, penambahan unit-unit terbaru secara kontinu terus dilakukan demi kepuasan penyewa.

Mobil rental Cipaganti terdiri dari berbagai jenis dari Sedan Mewah, Sedan, MPV car, Minibus, Pick Up, Box, Truck, dll dengan berbagai merk / type seperti Jaguar S Type, Mercedes Benz S320, Toyota Alphard, Nissan Serena, Toyota Vios, Toyota Kijang Innova, Toyota Avanza, Isuzu Elf, Mitsubishi Colt Diesel Double/Engkel Full Box, Mitsubishi L300 Full Box, dll dengan keluaran produk tahun terbaru.

Cipaganti Tours & Ticketing

Tours & Airlines Ticketing yang melayani beberapa layanan seperti jasa penjualan tiket penerbangan dan jasa tour domestik maupun internasional, program M.I.C.E (Meeting, Insentive, Conference, Exhibition).

Cipaganti Tourism Bus

Bus Pariwisata dengan armada terbaru merupakan layanan pendukung tour bagi perusahaan-perusahaan maupun rombongan dan kebutuhan lainnya, saat ini tersedia dengan 8, 10, 15, 27, 40, 45, 59 kursi. Kelebihan bus pariwisata Cipaganti adalah kelengkapan fasilitasnya, kebersihan armada, serta masih primanya kondisi kendaraan.

Taksi

Layanan Terakhir kali diluncurkan Cipaganti Otojasa adalah Taksi. Bertemakan taksimax, Cipaganti Taksi bukan hanya sekedar pengantaran pelanggan di dalam kota, fasilitas lengkap adalah salah satu keunggulan taksimax ini. Dengan fasilitas Wi-Fi dan Movie serta kelengkapan kendaraan yang memadai telah membedakan layanan taksimax dengan taksi yang lainnya.

Heavy Equipment

Cipaganti menyediakan alat berat untuk disewakan dengan berbagai jenis jasa pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan klien / pelanggan, yaitu :

Jasa rental alat berat Cipaganti dapat digunakan untuk short term (jam/harian/bulanan) maupun long term (tahunan), dengan perjanjian sewa-menyewa yang fleksibel yang berfokus kepada kepuasan pelanggan.
Alat berat disewakan dengan operator yang handal dan berpengalaman di dukung oleh manajemen yang sangat kompeten di mulai dari marketing hingga tenaga bengkel (workshop) yang sudah sangat menguasai bidangnya.
Saat ini sudah dapat melayani di berbagai daerah kepulauan Indonesia antara lain di Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Selain persewaan alat berat divisi ini juga melayani Jasa Pembangunan (Kontraktor,) Pertambangan, Perindustrian, Perdagangan serta proyek pembangunan yang membutuhkan alat berat seperti :

Pembukaan lahan (land clearing), pada proyek-proyek pembangunan, perkebunan, kehutanan, pertanian, perikanan tambak dan pertambangan.
Pengembangan lahan (land improvement), pada proyek-proyek infrastruktur, seperti cut & fill, pembangunan jalan, saluran / kanal, terasering, perataan dan persiapan lahan untuk pembangunan dll.
Pembangunan industri, pada proyek-proyek erection dan instalation mesin/peralatan pabrik (ME).
Transportasi, pada proyek-proyek pengangkutan material pembangunan, bahan tambang dll.

Ketersediaan alat berat Cipaganti cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan proyek, baik untuk jenis single purposed maupun multi purposed yang sudah berada pada beberapa lokasi proyek, jenis alat berat yang dimiliki Cipaganti adalah Excavator, Bulldozer, Dump Truck, Wheel Loader, Self Loader, Crane, Forklift, Truck Crane, Tractor, Concrete Pump, Stum Walls, mobil double cabin dan Tangki BBM.

Properti

Sebagai pengembang (developer), Cipaganti telah membangun beberapa komplek perumahan di beberapa kawasan di kota Bandung, Jawa Barat antara lain Perumahan Cipaganti Graha I di Ciwastra, Cipaganti Graha II dan Perumahan Cipaganti Dreamland di Ujung Berung serta Perumahan Cipaganti Rahayu Regency di Cipamokolan Soekarno Hatta di Kodya Bandung.[5][6]

Pengembangan divisi ini dengan segera akan membangun perumahan di wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan nama Cipaganti Residence, dan tidak ketinggalan untuk wilayah Bandung Timur di kawasan Cibiru.

Cipaganti Property juga melayani jasa pengembang lahan perumahan, dimana pemilik lahan dapat memakai jasa Cipaganti Property untuk membangun lahannya dengan prinsip yang saling menguntungkan.

BPR Syariah

BPR Syariah Cipaganti beroperasi di Cimahi tepatnya di Jalan Kolonel Masturi No. 33 sejak tahun 1994. Pada awal pendiriannya, Bank CIPAGANTI Syariah ini bernama PT. BPRS Dana Tijarah. Pada tanggal 29 April 2009 BPRS Dana Tijarah diakuisisi oleh Bapak Andianto Setiabudi dan Bapak Rubijanto Setiabudi (founder dan pemilik CIPAGANTI GROUP yang bergerak dalam bidang otojasa, alat berat, properti dan pertambangan) dengan persetujuan BI No. 11/21/DPbs/PAdBs/Bd tanggal 30 Maret 2009 dan kemudian dilakukan perubahan nama menjadi PT. BPR Syariah Cipaganti (Bank Cipaganti Syariah), berdasarkan keputusan Pemimpin Bank Indonesia No. 12/1/KEP.PBI/Bd/2010, tanggal 19 Januari 2010.

Kasus Cipaganti

Tiga petinggi Cipaganti Group dijemput paksa polisi lantaran diduga terlibat dalam kasus penggelapan dan penipuan. Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Barat, AKBP Murjoko Budoyono, menjelaskan, ketiga orang tersebut dijemput paksa pada Senin 23 Juni 2014 di kediaman masing-masing.[7].

Kasus penipuan dan penggelapan di koperasi Cipaganti Karya Guna Persada berawal dari mandeknya pembagian keuntungan pada para mitra kerja sejak Maret 2014. Cipaganti pun sempat meminta maaf. Salah seorang mitra yang tak mau disebutkan namanya mendapatkan surat itu pada 1 April 2014. Dalam kopnya, pihak Cipaganti menyebut surat tersebut sebagai laporan progres pengembangan usaha dan kondisi usaha saat ini. Koperasi Cipaganti menyampaikan laporan progres usaha di bidang sektor riil, seperti pembangunan Condotel Cipaganti di Cipaku Bandung, Hotel Cipaganti di Legian Bali dan Hotel Cipaganti di Pelabuhan Ratu. Menurut pihak Cipaganti, investasi di proyek-proyek tersebut membutuhkan waktu panjang untuk pengembalian keuntungannya. Selain itu, terjadi juga penurunan di bidang fleet management alat berat dan proyek batubara. Mereka berjanji akan segera mengubah market agar keuntungannya lebih besar dari sebelumnya.[8]

Hal ini membuat PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) pun terkena imbasnya. Seperti yang diketahui, kasus penipuan dan penggelapan itu merugikan dana investor hingga Rp3,2 triliun. Corporate Secretary PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) Toto Moeljono mengungkapkan, walaupun sudah dijelaskan bahwa KCKGP dan CPGT sebagai perusahaan terbuka namun masih ada saja yang menuntut. Dia menjelaskan, kehadiran mitra ke kantor-kantor CPGT sebagai perusahaan terbuka sejak ada sidang pengadilan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU)[9]






saham . bursajske

PT Solusi Tunas Pratama Tbk ( SUPR.JK ) - Mencetak Pendapatan Sebesar Rp. 439 Miliar atau Melonjak 79%



PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) hingga kuartal I-2015 membukukan pendapatan mencapai Rp439 miliar atau melonjak 79% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama SUPR, Nobel Tanihaha kepada pers di Jakarta mengatakan peningkatan pendapatan ini ditopang kontribusi dari akuisisi menara PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang rampung 23 Desember 2014 lalu.

"Kami terus meningkatkan portofolio aset menjadi total 6.360 menara makro dan 330 tiang menara mikro per 31 Maret 2015," katanya. 

Sitambahkan, selain itu perseroan juga telah meningkatkan jumlah tenant, dimana sebagai hasilnya, rasio tenancy meningkat menjadi 10.670 tenant dan sebagian hasilnya rasio tenant tumbuh menjadi 1,59 kali per 31 Maret 2015.

Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBTIDA) perseroan hingga tiga bulan pertama 2015 tercatat senilai Rp378 miliar dengan marjin EBTIDA 86,2% dibandingkan dengan kuartal I-2014 sebesar Rp203 miliar dan marjin 83%.




















Catatan:

Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) didirikan tanggal 25 Juli 2006 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Maret 2008. Kantor pusat SUPR beralamat di Komplek Rukan Permata Senayan, Blok C.01 – 02, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Induk usaha SUPR adalah PT Kharisma Indah Ekaprima. Sedangkan induk usaha terakhir SUPR adalah PT Deltamas Abadi Makmur.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham SUPR, antara lain: PT Kharisma Indah Ekaprima (pengendali) (43,20%), Cahaya Anugerah Nusantara Holdings Ltd (25,51%) dan PT Kharisma Putra Prima (14,86%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha SUPR yaitu pengelolaan dan penyewaan bangunan menara Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi serta sarana telekomunikasi. Saat ini kegiatan SUPR adalah penyediaan, pengelolaan dan penyewaan menara Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi dan jaringan kabel serat optik berikut sarana pendukungnya serta Microcell Pole secara langsung maupun melalui anak usaha.

Pada tanggal 29 September 2011, SUPR memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukanPenawaran Umum Perdana Saham SUPR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 100.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp3.400,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Oktober 2011.




saham . bursajske

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ( BMRI.JK ) - Akan Memasuki Perlemahan Berlanjut ??

Image result for bank mandiri persero

BMRI gagal bertahan di atas MA200-nya. Hal ini mengindikasikan adanya peluang pelemahan menuju level terendah sebelumnya di 10350. MACD yang telah dead cross menunjukkan saham ini bergerak negatif. Ekstra hati – hati, jika BMRI turun menembus support 10350, saham ini berpeluang besar melemah menuju 9000 dengan minor target 9850.

Rekomendasi: Sell





BMRI-15-05-31



























Catatan:

PT Bank Mandiri (PERSERO) Tbk. (IDX:BMRI ) adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta,[6] dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan[7] ke dalam Bank Mandiri.

Kantor pusat Bank Mandiri berkedudukan di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36 – 38 Jakarta Selatan. Saat ini, Bank Mandiri mempunyai 12 kantor wilayah domestik, 74 kantor area, dan 1.080 kantor cabang pembantu, 897 kantor mandiri mitra usaha, 261 kantor kas dan 6 cabang luar negeri yang berlokasi di Cayman Islands, Singapura, Hong Kong, Dili Timor Leste, Dili Timor Plaza dan Shanghai (Republik Rakyat Cina).

Pemegang saham pengendali Bank Mandiri adalah Negara Republik Indonesia, dengan persentase kepemilikan sebesar 60%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BMRI adalah melakukan usaha di bidang perbankan.
Pada tanggal 23 Juni 2003, BMRI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BMRI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.000.000.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp675,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juli 2003.

Pada Bank Mandiri terdapat 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna yang dipegang Pemerintah Negara Republik Indonesia. Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak-hak preferen kepada pemegangnya untuk menyetujui penembahan modal, pengangkatan dan pemberhentian Komisaris dan Direksi, perubahan anggaran dasar, penggabungan, peleburan, pengambilalihan, likuidasi dan pembubaran.

Sejarah

Pra-penggabungan

Sejarah keempat Bank (BBD, BDN, Bank Exim, dan Bapindo) tersebut sebelum bergabung menjadi Bank Mandiri, dapat ditelusuri lebih dari 140 tahun yang lalu. Keempat bank nasional tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan dunia perbankan Indonesia, dan masing-masing telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

Bank Dagang Negara

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bank Dagang Negara

Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Sebelumnya Bank Dagang Negara dikenal sebagai Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Selanjutnya, pada tahun 1960 Escomptobank dinasionalisasi dan berubah nama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah Bank pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan.

Bank Bumi Daya

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bank Bumi Daya

Bank Bumi Daya didirikan melalui suatu proses panjang yang bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah Bank milik Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi Bank tersebut. Pada tahun 1965, bank umum negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya.

Bank Ekspor Impor Indonesia

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bank Ekspor Impor Indonesia

Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) berawal dari perusahaan dagang Belanda N.V. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1842 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968 Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor – Impor, yang akhirnya menjadi BankExim, bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor.

Bank Pembangunan Indonesia

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bank Pembangunan Indonesia

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah Bank Industri yang didirikan pada tahun1951. Misi Bank Industri Negara adalah mendukung pengembangan sektor – sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industri, dan pertambangan. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara pada tahun 1960 dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.

Pasca-penggabungan

Logo lama Bank Mandiri (Oktober 1998 - Januari 2008)

Bank Mandiri dibentuk pada 2 Oktober 1998, dan empat bank asalnya efektif mulai beroperasi sebagai bank gabungan pada pertengahan tahun 1999.

Setelah selesainya proses merger, Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi, termasuk pengurangan cabang dan pegawai. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi.

Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi. Bank Mandiri mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat '''legacy banks'''. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut, Bank Mandiri mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun, dimana program pengganti tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen '''retail banking'''.

Pada saat ini, infrastruktur teknologi informasi Bank Mandiri sudah mampu melakukan pengembangan '''e-channel''' & produk retail dengan '''Time to Market''' yang lebih baik.

Dalam proses penggabungan dan pengorganisasian ulang tersebut, jumlah cabang Bank Mandiri dikurangi sebanyak 194 buah dan karyawannya berkurang dari 26.600 menjadi 17.620. Direktur Utamanya yang pertama adalah Robby Djohan. Kemudian pada Mei 2000, posisi Djohan digantikan ECW Neloe. Neloe menjabat selama lima tahun, sebelum digantikan Agus Martowardojo sebagai Direktur Utama sejak Mei 2005. Neloe menghadapi dugaan keterlibatan pada kasus korupsi di bank tersebut.

Pada Maret 2005, Bank Mandiri mempunyai 829 cabang yang tersebar di sepanjang Indonesia dan enam cabang di luar negeri. Selain itu, Bank Mandiri mempunyai sekitar 2.500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, dan AXA Mandiri.

Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sektor usaha, nasabah Bank Mandiri bergerak dibidang usaha yang sangat beragam. Sebagai bagian dari upaya penerapan '''prudential banking''' & '''best-practices risk management''', Bank Mandiri telah melakukan berbagai perubahan. Salah satunya, persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan '''four-eye principle''', dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit. Sebagai bagian diversifikasi risiko dan pendapatan, Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. Pada akhir 1999, porsi kredit kepada nasabah '''corporate''' masih sebesar 87% dari total kredit, sementara pada 31 Desember 2009, porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro telah mencapai 42,22% dan porsi kredit kepada nasabah consumer sebesar 13,92%, sedangkan porsi kredit kepada nasabah '''corporate''' mencakup 43,86% dari total kredit.

Sesudah menyelesaikan program transformasi semenjak 2005 sampai dengan tahun 2009, Bank Mandiri sedang bersiap melaksanakan transformasi tahap berikutnya dengan merevitalisasi visi dan misi untuk menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif.

Pada Juni 2013, Bank Mandiri sudah mempunyai 1.811 cabang dan sekitar 11.812 ATM yang tersebar merata di 34 provinsi di Indonesiatanpa terkecuali, semakin menegaskan Bank Mandiri sebagai salah satu dari jajaran bank terbesar di Indonesia.

Slogan

1998-2005 :

Bank Terpercaya Pilihan Anda

2003-2004 :

Satu Hati, Satu Negeri, Satu Bank

2005-2007 :

Melayani Dengan Hati, Menuju Yang Terbaik

2008-sekarang :

Terdepan, Terpercaya. Tumbuh bersama Anda (slogan utama Bank Mandiri sejak 2008)

2009-2010 :

Menembus Batas Keinginan

2010-2012 :

Menjawab Setiap Keinginan

2012-sekarang :

Apapun Keinginan Anda, Mandiri Saja (baru disosialisasikan mulai Juni 2013)

Produk

Simpanan

Mandiri Tabungan Rupiah

Mandiri Tabungan Rencana Rupiah
Mandiri Tabungan Bisnis Rupiah
Mandiri Tabungan TKI Rupiah

Mandiri Tabungan Asing
Mandiri Giro Rupiah
Mandiri Giro Asing
Mandiri Deposito Rupiah
Mandiri Deposito Asing
e-Banking

Kartu Mandiri prabayar

Mandiri ATM
Mandiri Debit
Mandiri Prabayar (e-Money)
Mandiri SMS
Mandiri Call

14000 atau (021) 5299-7777

Mandiri Internet Banking
Mandiri Mobile

Mandiri Mobile iPhone
Mandiri Mobile Android
Mandiri Mobile BlackBerry

Mandiri e-Cash

Kartu Kredit

Mandiri MasterCard

Feng Shui Card Platinum
Skyz Card Titanium
Everyday Card

Mandiri Visa

Visa Platinum Golf Card
Visa Platinum Card
Golf Card
Gold Card
Silver Card
Kartu Hypermart Gold
Kartu Hypermart Regular
Platinum Corporate Card
Corporate Card


saham . bursajkse