Kamis, 30 Juli 2015

PT Bumi Serpong Damai Tbk ( BSDE.JK ) - Penjualan Tumbuh 29,62%, Pada 6 Bulan Pertama di Tahun 2015



Emiten properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hingga enam bulan pertama 2015 membukukan penjualan marketing senilai Rp3,5 triliun, meningkat 29,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,7 triliun.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/7) mengatakan pencapaian tersebut setara 46% dari target akhir tahun yang mencapai Rp7,5 triliun.

"Kami percaya target penjualan marketing 2015 sebesar Rp7,5 triliun akan tercapai. Pertumbuhan penjualan perseroan masih berada pada jalur yang tepat," katanya.

Dijelaskan secara historis, khususnya dalam tiga tahun terakhir penjualan marketing BSDE selalu mencapai 40%-45% dari target tahunan pada enam bulan pertama untuk kemudian siklus penjualan kembali meningkat setelah hari raya hingga akhir November 2015 mendatang.

"BSD City sebagai flagship project BSDE menjadi kontributor utama pertumbuhan penjualan marketing dengan membukukan penjualan Rp4,86 triliun atau 72% dari total perolehan," jelasnya.

Adapun proyek dengan kontribusi penjualan marketing terbesar kedua dibukukan oleh Grand Wisata Bekasi dan Nava Park City sebesar masing-masing 7% atau Rp245 miliar, kemudian Legenda Wisata Cibubur 5% atau Rp175 miliar dan sisanya gabungan pra-penjualan proyek di Grand City Balikpapan, Kota Wisata Cibubur, Taman Banjar Wijaya Tangerang dan Kota Bunga Bogor. 

Hermawan menambahkan, pencapaian tahun ini merupakan hasil pertumbuhan usaha secara organik melalui penjualan unit-unit properti yang dikembangkan dan pasarkan.

"Kami percaya pasar properti masih terus tumbuh dan diminati konsumen yang membutuhkan hunian berkualitas ataupun sebagai sarana investasi yang aman dan menguntungkan," urainya.



Catatan:

Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) didirikan 16 Januari 1984 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989. Kantor BSDE terletak di Sinar Mas Land Plaza, BSD Green Office Park, Tangerang. Proyek real estat BSDE berupa Perumahan Bumi Serpong Damai yang berlokasi di Kecamatan Serpong, Kecamatan Legok, Kecamatan Cisauk dan Kecamatan Pagedangan, Propinsi Banten.

BSDE dan anak usaha (grup) termasuk dalam kelompok usaha PT Paraga Artamida, sedangkan pemegang saham akhir Grup adalah Sinarmas Land Limited yang berkedudukan di Singapura.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Serpong Damai Tbk, antara lain: PT Paraga Artamida (26,57%) dan PT Ekacentra Usahamaju (26,47%).

Saat ini, BSDE memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Duta Pertiwi Tbk (DUTI).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BSDE adalah berusaha dalam bidang pembangunan real estat. Saat ini BSDE melaksanakan pembangunan kota baru sebagai wilayah pemukiman yang terencana dan terpadu yang dilengkapi dengan prasarana-prasarana, fasilitas lingkungan dan penghijauan dengan nama BSD City.

Pada tanggal 28 Mei 2008, BSDE memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BSDE (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.093.562.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Juni 2008.




saham . bursajske

PT Ace Hardware Tbk ( ACES.JK ) - Menutup Gerainya di Tebet Green, Jakarta

Image result for tebet aces hardware

PT Ace Hardware Tbk (ACES) menutup gerainya di Tebet Green, Jakarta Selatan, sehubungan dengan disegelnya kompleks pertokoan tersebut oleh Pemda DKI Jakarta.

Sekretaris Perusahaan ACES, Helen Tanzil, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (28/7), mengatakan penutupan gerai ini dilakukan pada 23 Juli 2015.

"Tidak ada pemutusan hubungan kerja dengan karyawan yang bertugas di gerai tersebut, karena karyawan bisa dialokasikan ke beberapa gerai terdekat," katanya.

Adapun kontribusi penjualan dari gerai itu terhadap keseluruhan penjualan perseroan tidak signifikan yaitu kurang dari 1%.

Sebagai tambahan, gerai tersebut dibuka pada 11 April 2012 lalu dengan luasan sekitar 1.400 meter persegi.





Catatan:

Didirikan pada tahun 1995 sebagai anak perusahaan dari PT. Kawan Lama Sejahtera - pusat perlengkapan teknik dan industri #1 di Indonesia, PT. Ace Hardware Indonesia, Tbk. ialah pemegang lisensi tunggal ACE Hardware di negeri ini, yang ditunjuk secara langsung oleh ACEHardware Corporation, Amerika.

Pada tanggal 28 Oktober 1997, nama Perusahaan diubah menjadi PT Ace Indoritel Perkakas, dan kemudian tanggal 28 Agustus 2001 nama Perusahaan selanjutnya diubah menjadi PT AceHardware Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Ace Hardware adalah PT Kawan Lama Sejahtera (59,97%), merupakan perusahaan yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh PT Kawan Lama Internusa.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ACES meliputi usaha perdagangan umum termasuk kegiatan ekspor impor serta menjalankan usaha sebagai agen dan distributor. Saat ini kegiatan usaha ACES terutama adalah penjualan eceran (ritel) barang-barang untuk kebutuhan rumah tangga dan lifestyle. Selain itu, ACES memiliki anak usaha (PT Toys Game Indonesia dengan kepemilikan 59,9988%) yang bergerak dibidang industri dan perdagangan.

Pada tanggal 30 Oktober 2007, ACES memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ACES kepada masyarakat sebanyak 515.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp820,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Nopember 2007.

Toko ACE Hardware Indonesia pertama dibuka di Supermal Karawaci, Tangerang, pada tahun yang sama, diikuti rentetan toko lain di berbagai wilayah secara cepat. Pertumbuhan pesat ini ditunjang penuh oleh berbagai gudang logistik di titik-titik sentral, sistem distribusi modern yang terintegrasi, beserta para staf profesional yang kemampuannya senantiasa ditingkatkan via berbagai training, seminar, dan sistem peningkatan keterampilan yang lain.

Saat ini ACE adalah Pionir dan Pusat Perlengkapan Rumah & Gaya Hidup Terlengkap, dengan 99 toko di beraneka pusat keramaian pada kota-kota besar di Indonesia. Toko ACE terbesar, yang sekaligus paling besar di Dunia, terletak di Alam Sutera, Serpong - Tangerang. ACE Alam Sutera ialah Flagship dari Toko ACE di negeri ini, yang memiliki luas 15.000 meter persegi, dan menyediakan lebih dari 75.000 tipe produk berkualitas dalam kategori lengkap. Terobosan dalam hal menyediakan banyak macam produk di bawah satu atap membuat ACE menjadi destinasi utama dalam mencari solusi perlengkapan rumah dan gaya hidup keluarga modern Indonesia.

Komitmen dalam memberikan kepuasan pelanggan secara maksimal dibuktikan dengan penganugerahan Quality Management System ISO 9001-2000 Certificate, membuat ACE menjadi toko perlengkapan rumah pertama yang mendapat sertifikat tersebut di Indonesia. Tahun 2011 ACEjuga menerima SERVICE QUALITY GOLDEN AWARD 2011 dalam kategori Modern Home Builder & Retailer, dari SERVICE EXCELLENCE Magazine (Grup Majalah Marketing) & Carre - Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre - CCSL).

ACE berusaha untuk menjadi pemimpin dalam konsep "Do-It-Yourself" (kerjakan secara mandiri), yang berarti, kami tak hanya menyediakan produk, namun juga pengetahuan yang diperlukan dalam memasang, mengoperasikan, serta memelihara produk tersebut dengan tepat - agar didapat nilai manfaat maksimal. Harapan kami, dengan bantuan ACE, semua orang dapat menjadi ahli.

Sementara konsep "The Helpful Place" menjadi jawaban dari beraneka kebutuhan yang jamak ditemui pelanggan sehari-hari. Selain melalui koleksi lengkap produk, kami terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik, dari presales hingga aftersales, di antaranya Free Delivery Service, Free Installation, 10 Days Return Policy, Price Guarantee, dan lain sebagainya. ACE menawarkan bukan sekedar transaksi jual beli barang secara konvensional, namun lebih dari itu, pengalaman berbelanja yang memberi nilai lebih (rewarding shopping experience)




saham . bursajkse

PT Astra Agro Lestari Tbk ( AALI.JK ) - Sampai Dengan Juni 2015, Mencatatkan Volume Penjualan CPO Turun 18,3%

Image result for PT Astra Agro Lestari Tbk

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan volume penjualan CPO sampai dengan Juni 2015 sebanyak 551.418 ton, turun 18,3% dibandingkan periode serupa tahun lalu.

Berdasarkan buletin AALI yang dipublikasikan BEI, Selasa (28/7), penurunan ini disebabkan sebagian produksi CPO AALI dialihkan menjadi olein, sehingga berdampak pada volume penjualan Olein yang meningkat signifikan mencapai 193.517 ton atau naik 109,4%.

Harga jual rata-rata CPO AALI sampai dengan Juni 2015 sebesar Rp7.642 per kg atau turun 12,4% dari Rp8.728 per kg. Harga jual rata-rata kernel turun 13,8% dari Rp5.792 per kg menjadi Rp4.993 per kg.

Pada semester I 2015, AALI memproduksi sebanyak 845.395 ton, lebih rendah 0,9% dibandingkan periode serupa tahun lalu yang mencapai 852.942 ton. 

Penurunan ini disebakan oleh produksi tandan buah segar (TBS) AALI yang juga turun 2,5% dari 2,74 juta ton pada tahun lalu menjadi 2,67 juta ton pada 2015. 

"Tren produksi bulanan TBS AALI sampai dengan Juni 2015 tetap menunjukkan peningkatan, terutama di wilayah Sumatera dan Sulawesi, yang meningkat masing-masing 3,8% dan 2,4%," demikian penjelasan manajemen AALI.








Catatan:


Astra Agro Lestari Tbk (AALI) didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala tanggal 3 Oktober 1988, yang kemudian berubah menjadi PT Astra Agro Niaga tanggal 4 Agustus 1989. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1995. Kantor pusat AALI dan entitas anak ("Grup") berlokasi di Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR no. 1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Perkebunan kelapa sawit AALI saat ini berlokasi di Kalimantan Selatan dan pabrik minyak goreng berlokasi di Sumatra Utara. Perkebunan dan pabrik pengolahan entitas anak berlokasi di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

P
ada tanggal 30 Juni 1997, Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan PT Suryaraya Bahtera. Penggabungan usaha ini dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Setelah penggabungan usaha ini, nama Perusahaan diubah menjadi PT Astra Agro Lestari dan meningkatkan modal dasar dari Rp250 miliar menjadi Rp2 triliun yang terdiri dari 4.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500,-.


Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Agro Lestari Tbk (31/12/2015) adalah Astra International Tbk / ASII (induk usaha) (79,68%)

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AALI adalah perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, konsultan dan jasa. Saat ini kegiatan utama Astra Agro Lestari adalah bergerak dalam bidang usaha kelapa sawit.

Pada tanggal 21 Nopember 1997, AALI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AALI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 125.800.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp1.550,- per saham. Pada tanggal 09 Desember 1997, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Divisi Usaha dan Anak Perusahaan

Perusahaan Perkebunan kelapa sawit

Area Sumatera

PT Perkebunan Lembah Bhakti
PT Sari Lembah Subur
PT Eka Dura Indonesia
PT Tunggal Perkasa Plantations
PT Sawit Asahan Indah
PT Kimia Tirta Utama
PT Karya Tanah Subur
PT Sari Aditya Loka

Area Kalimantan Tengah

PT Agro Menara Rachmat
PT Gunung Sejahtera Dua Indah
PT Gunung Sejahtera Yoli Makmur
PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi
PT Gunung Sejahtera Puti Pesona
PT Surya Indah Nusantara Pagi
PT Gunung Sejahtera Raman Permai
PT Bhadra Cemerlang
PT Nirmala Agro Lestari
PT Persadabina Nusantara Abadi

Area Sulawesi

PT Letawa

PT. Tanjung Sarana Lestari

PT Suryaraya Lestari
PT Pasang Kayu
PT Mamuang
PT Bhadra Sukses
PT Lestari Tani Teladan
PT Agro Nusa Abadi
PT Sawit Jaya Abadi
PT Cipta Agro Nusantara
PT Rimbunan Alam Sentosa

Perusahaan Karet

PT Pandji Waringin di Banten

Perusahaan Lainnya

PT Eka Dura Perdana di Riau
PT Tanjung Sarana Lestari di Sulawesi Barat



saham . bursajkse

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk ( SSMS.JK ) - Membukukan Penjualan Rp. 1,3 Triliun Pada Semester I 2015

Image result for PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk

Perusahaan perkebunan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan penurunan penjualan sepanjang semester I 2015 sekitar 0,72% menjadi Rp1,3 triliun dibandingkan periode serupa tahun lalu, yakni Rp1,31 triliun.

Berdasarkan materi presentasi perseroan dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (28/7), capaian penjualan dalam enam bulan pertama tahun ini didukung oleh volume penjualan CPO yang lebih tinggi sekitar 10,8%, walaupun harga rata-rata penjualannya turun sekitar 12%.

Produksi CPO perseroan dalam enam bulan pertama tahun ini tercatat 146.269 metrik ton (MT) lebih tinggi 16,33% dibandingkan periode seruap tahun lalu, yakni 122.375 MT.

Pada semester I 2015, produksi tandan buah segar perseroan meningkat 16,1% menjadi 478.321 MT dibandingkan periode serupa tahun lalu, tercatat 411.956 MT. Kernel dan minyak kernel tercatat masing-masing berhasil memproduksi 38.988 MT dan 2.389 MT.

Dengan pencapaian tersebut, laba perseroan selama enam bulan pertama tahun ini sebesar Rp400 miliar, naik 2,5% dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp390 miliar. 

Adapun marjin bersih dan operasional perusahaan asal Kalimantan ini tercatat masing-masing 30,8% dan 40%.

"Dalam lima tahun terakhir, periode 2010-2014, laba bersih perseroan meningkat sekitar 35%," demikian penjelasan manajemen. 

SSMS juga membukukan pertumbuhan aset dari Rp6,771 triliun pada semester I 2014 menjadi Rp6,8 triliun pada semester I 2015, dengan ekuitasnya Rp2,757 triliun semester I 2014 menjadi Rp2,8 triliun pada semester pertama tahun ini.






Catatan:

Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) didirikan tanggal 22 November 1995 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2005. Kantor Pusat SSMS beralamat di Jl. Haji Udan Said No. 47, Pangkalan Bun – 74113, Kalimantan Tengah, dan memiliki kantor perwakilan di Equity Tower, 43 F Suite 43 D Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 SCBD Lot 9 Jakarta – 12190, Indonesia. Sedangkan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit berlokasi di Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham SSMS adalah PT Citra Borneo Indah (26,45%), PT Prima Sawit Borneo (13,69%), PT Putra Borneo Agro Lestari (13,69%), PT Mandiri Indah Lestari (13,69%), Jemmy Adriyanor (8,42%) dan Jery Borneo Putra (8,42%).


Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SSMS adalah adalah pertanian, perdagangan, dan industri. Saat ini, kegiatan utama Perusahaan adalah bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit yang memproduksi minyak kelapa sawit (crude palm oil) dan inti sawit (palm kernel).

Pada tanggal 29 Nopember 2013, SSMS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukanPenawaran Umum Perdana Saham SSMS (IPO)kepada masyarakat sebanyak 1.500.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp670,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Desember 2013.




saham . bursajkse

PT Adhi Karya Tbk ( ADHI.JK ) - Pelaksanaan Right Issue di Bawah Harga Pasar, Harga Saham Anjlok 9%

Image result for PT Adhi Karya Tbk

Harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hari ini, Kamis 30 Juli 2015 menurun cukup signifikan. Pada pukul 09.42 harga saham ADHI anjlok hingga 8 persen menjadi Rp2.425 per lembar, bahkan sempat menyentuh harga Rp2.390.

Turunnya harga saham BUMN konstruksi tersebut karena ADHI akan melakukan right issue di bawah harga pasar, dengan harga pelaksanaan Rp1.510 - 2.400. Pada penutupan kemarin harga saham ADHI masih berada di level Rp2.635.

Dari right issue ini perusahaan dapat memeroleh dana segar sebesar Rp2,75 triliun, dengan menawarkan 1,82 miliar lembar saham atau 50,2 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Seluruh hasil dari right issue akan digunakan untuk proyek transportasi massal berbasis rel kereta beserta stasiun dan properti pendukunya.

Dalam prospektusnya hari ini, manajemen ADHI menjelaskan bahwa rasio yang ditawarkan 1:1,01, dengan satu saham lama berhak memperoleh satu saham baru. ADHI akan meminta persetujuan terlebih dulu kepada  pemegang saham pada 27 Agustus 2015.

Rencananya periode perdagangan dan pelaksanaan akan berlangsung pada 3 September 2015 untuk padar reguler dan negosisasi, sedangkan 9 September 2015 untuk pasar tunai.


Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=adhi.jk&max-results=20&by-date=true



Catatan:


Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) didirikan tanggal 1 Juni 1974 dan memulai usaha secara komersial pada tahun 1960. Kantor pusat ADHI berkedudukan di Jl. Raya Pasar Minggu KM.18, Jakarta. Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam SK Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960. Kemudian berdasarkan PP No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi Perusahaan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan, yaitu Associate NV, dilebur ke dalam Perusahaan.

Pemegang saham pengendali Adhi Karya adalah Negara Republik Indonesia, dengan persentase kepemilikan sebesar 51%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Ruang lingkup bidang usaha ADHI meliputi:

Konstruksi,
Konsultasi manajemen dan rekayasa industri (Engineering Procurement and Construction/EPC),
Perdagangan umum, jasa pengadaan barang, industri pabrikasi, jasa dalam bidang teknologi informasi, real estat dan agro industri.

Saat ini kegiatan utama ADHI dalam bidang konstruksi, EPC, real estat dan jasa pengadaan barang.Adhi Karya memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1960.

Pada tanggal 8 Maret 2004, ADHI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat atas 441.320.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp150,- per saham. Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesar 10% atau sebanyak 44.132.000 saham biasa atas nama baru dijatahkan secara khusus kepada manajemen (Employee Management Buy Out / EMBO) dan karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee Stock Allocation/ESA). Kemudian pada tanggal 18 Maret 2004 seluruh saham ADHI telah tercatat pada Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia).



saham . bursajkse
#ADHI

Rabu, 29 Juli 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - Penjualan BWPT - FGV berjalan lambat

Image result for PT Eagle High Plantations Tbk

Transaksi jual beli saham Eagle High Plantations Tbk (BWPT) antara Rajawali Corpora kepada Felda Global Ventures Holdings Berhad (FGV) tidak berjalan sempurna. Kabarnya, FGV belum membayar uang muka pembelian BWPT.

Seharusnya uang muka bisa diterima pada pertengahan Juli 2015 lalu. Ini sesuai dengan perjanjian antara Rajawali dan FGV pada 12 Juni 2015. Adapun, nilai uang muka yang harus dibayarkan FGV mencapai USD174,5 juta.

Sebelumnya, FGV telah melapor ke Bank Negara Malaysia dan Menteri Keuangan Malaysia mengenai pembayaran uang muka tersebut. Uang muka yang harus FGV bayarkan ke Rajawali setara 25% dari total nilai transaksi BWPT.

Rajawali melepas 37% saham BWPT seharga USD680 juta. Pembayaran terdiri dari USD632 juta dibayar tunai dan USD48 juta dengan pertukaran 2,55% saham FGV. Pada saat ini (28/7) harga saham BWPT telah turun menjadi Rp366 per saham, yang tertinggi sebesar Rp495 per saham pada 11 Juni 2015










Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.




saham . bursajkse

PT Bank Tabungan Negara Tbk ( BBTN.JK ) - Laba Bersihnya Melonjak 54,25% Menjadi Rp. 831 Miliar

Image result for PT Bank Tabungan Negara Tbk

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) hingga semester I-2015 membukukan laba bersih mencapai Rp831 miliar atau melonjak 54,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp539 miliar.

Direktur Utama BBTN Maryono kepeda pers pers, Jakarta, Senin (27/7) mengatakan pertumbuhan laba yang sangat agresif tersebut ditopang perolehan Net Interest Income (NII) sebesar Rp3,18 triliun, naik 19,06% dari periode yang sama 2014 senilai Rp2,67 triliun.

"Laba semester I-2015 tumbuh tinggi, karena kami memiliki target sampai‎ dengan akhir tahun diatas 40%," katanya.

Maryono menambahkan perseroan masih tetap optimis mencapai pertumbuhan itu, karena peluang untuk tumbuh masih sangat terbuka sampai akhir 2015.

Adapun pembiayaan meningkat 18,33% dari Rp106,58 triliun pada 2014 menjadi Rp126,12 Triliun di 30 Juni 2015. 

"Kredit dan pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh lebih baik diatas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang berada pada kisaran 10,40% per Mei 2015," tuturnya.

Perseroan lanjutnya, memproyeksikan kredit yang diberikan akan terus tumbuh sampai dengan akhir 2015. 

"Kami mempunyai target sampai dengan akhir 2015 pertumbuhan kredit berada pada kisaran 14%-16%," urai Maryono.

Adapun hingga per 30 Juni 2015 emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN ini membukukan aset mencapai Rp155,95 triliun, tumbuh 14,99% dari posisi yang sama 2014 sebesar Rp135,62 triliun.




Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=bbtn.jk&max-results=20&by-date=true



Catatan:

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) (BBTN) didirikan 09 Februari 1950 dengan nama "Bank Tabungan Pos". Kantor pusat BBTN berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 1, Jakarta Pusat. Saat ini BBTN memiliki 87 kantor cabang (termasuk 22 kantor cabang syariah), 247 cabang pembantu (termasuk 21 kantor cabang pembantu syariah), 486 kantor kas (termasuk 7 kantor kas syariah), dan 2.948 SOPP (System on-line Payment Point/Kantor Pos on-line).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk adalah Negara Republik Indonesia, dengan persentase kepemilikan sebesar 60,13%.

Cikal bakal BTN dimulai dengan didirikannya Postspaarbank di Batavia pada tahun 1897. Pada tahun 1942, pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, bank ini dibekukan dan digantikan dengan Tyokin Kyoku atau chokinkyoku (貯金局?). Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesiabank ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan diubah menjadi Kantor Tabungan Pos. Nama dan bentuk perusahaan selanjutnya berubah beberapa kali hingga akhirnya pada tahun 1963 diubah menjadi nama dan bentuk resmi yang berlaku saat ini.[butuh rujukan]

Sejarah BTN:

1897:Berdiri dengan nama Postpaar Bank
1942-1945:Berubah nama menjadi Chokin Kyoku
1950:Menjadi Bank Tabungan Pos
1963:Menjadi Bank Tabungan Negara
1968:Resmi dimiliki Pemerintah(BUMN)
1974:Pelayanan lebih difokuskan
1989:Mendapat izin bank umum dan penerbitan obligasi
1992:Menjadi Persero
1994:Mendapat izin bank devisa
2000:Ikut program Rekapitulasi
2002:Pinjaman Tanpa Subsidi
2003:Restrukturisasi
2005:Peluncuran BTN Syariah
2008:Sekuritisasi Aset

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Bank BTN adalah menjalankan kegiatan umum perbankan, termasuk melakukan kegiatan Bank berdasarkan prinsip syariah. BBTNmulai melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah sejak 14 Februari 2005.

Pada tanggal 08 Desember 2009, BBTN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BBTN (IPO) Seri B kepada masyarakat sebanyak 2.360.057.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp800,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Desember 2009.

Pada Bank BTN terdapat 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna yang dipegang Pemerintah Negara Republik Indonesia. Pemegang saham seri A memperoleh hak khusus untuk mengajukan calon Dewan Komisaris dan Direksi sebagai tambahan atas hak yang diperoleh pemegang saham seri B.




saham . bursajkse

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Susul Emiten Grup Bakrie Yang Lain, Saham BUMI Masuk Harga 50 Perakan

Image result for saham bumi resources

Pernah menjadi jawara pasar modal saat booming komoditas tahun 2008, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Senin (27/7/2015) ini akhirnya masuk kelompok "gocapan" lantaran saham emiten batu bara itu diperdagangkan hanya dengan harga Rp 50 per saham.

Pada perdagangan hari ini, saham BUMI turun sebesar 3,85 persen dari hari sebelumnya, dan diperdagangkan di harga Rp 50 per saham. Dalam sebulan terakhir ini, saham Bumi Resources tak pernah beranjak melampaui Rp 60 per saham. Artinya, harga saham emiten tersebut hanya berkutat di kisaran Rp 50 per saham.

Selain tertekan oleh harga batu bara yang tak juga membaik, Bumi Resources juga terbelit utang yang membuat lemahnya fundamental perusahaan.

Saham Bumi Resources sempat menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia pada 2008. Pada pertengahan tahun itu, harga saham perusahaan batu bara milik Grup Bakrie ini pernah bertengger di kisaran Rp 8.500 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 163,9 triliun. Sementara itu, pada hari ini, kapitalisasi pasar Bumi Resources hanya Rp 1,9 triliun.

Turunnya harga saham Bumi Resources itu sekaligus melengkapi harga saham perusahaan-perusahaan yang masuk Grup Bakrie yang sebagian besar masuk dalam kategori saham "gocapan". Sebelumnya, perusahaan-perusahaan Grup Bakrie yang telah terlebih dulu masuk ke kelompok "gocapan" antara lain PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Bakrie Telecom Tbk, dan Darma Henwa Tbk.








Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

Beberapa Penyebab Pasar Saham China Terjun 8,4%

Image result for china stock market

Indeks Komposit Shanghai di bursa saham China sempat terjun 8,5%. Ini menimbulkan pertanyaan soal kebijakan penyelamatan pasar saham yang dilakukan pemerintah China.

Tak hanya Indeks Shanghai, Indeks Shenzhen juga turun 7%. 

Dilansir dari CNN, Senin (27/7/2015), terjunnya bursa saham China terjadi di tengah kekhawatiran soal kesehatan ekonomi China.

Laporan kinerja industri yang dirilis Senin mengindikasikan, pabrik-pabrik di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut kehilangan momentum. Laba industri di China turun 0,3% sepanjang Juni 2015, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Jumat akhir pekan lalu, aktivitas industri manufaktur di China sepanjang Juli 2015 berada di bawah ekspektasi analis. 

Ini penyebab pasar saham bergerak ekstrem naik-turun dalam beberapa bulan. 

Sinyal pertama datang di pertengahan Juni, setelah indeks Shanghai Composite naik lebih dari 5.100 poin, atau 150% dalam waktu 1 tahun. Saat bubble terjadi, indeks seketika turun 32% dalam 18 hari perdagangan bursa.

Pemerintah China dan bank sentralnya langsung bereaksi. People's Bank of China, bank sentral China, langsung memangkas bunga acuan ke level terendahnya, regulator pasar modal melakukan penahanan terhadap IPO baru, dan pelaku short selling diancam penjara.

Regulator pasar saham China, yaitu China Securities regulatory Commission, melakukan pembelian saham menggunakan uang yang dipasok oleh bank sentral. Perusahaan-perusahaan diperbolehkan melakukan suspensi sahamnya sendiri. 


saham . bursajkse

PT Berau Coal Energy Tbk ( BRAU.JK ) - Anak Usahanya Sedang Dituntut Pailit Oleh PT Cakra Sinergi Investama

Image result for PT Berau Coal Energy Tbk

PT Berau Coal, Anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung oleh Berau Coal Energy Tbk (BRAU) telah diajukan pailit oleh PT Cakra Sinergi Investama melalui Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagaimana terdaftar dengan Register No 19/Pdt.Sus/Pailit/2015/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 1 Juli 2015.

Dalam Permohonan tersebut, Pemohon menyatakan bahwa pihaknya adalah sebagai Penerima atas Pengalihan Piutang dari PT Fortuna Star berdasarkan Perjanjian Pengalihan Piutang (cessie) yang dibuat di bawah tangga.

Saat ini PT Berau Coal sedang melakukan pengecekan dan verifikasi secara detil dan mendalam, khususnya terkait dengan benar tidaknya ada kewajiban pembayaran kepada PT Fortuna Star yang telah jatuh tempo pembayarannya dan belum diselesaikan; serta terkait kebenaran proses pengalihan piutang antara PT Fortuna Star kepada Pemohon.





Catatan:


PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) didirikan dengan nama PT Risco tanggal 07 September 2005. Kantor pusat BRAU berlokasi di Sampoerna Strategic Square, North Tower, Lantai 15 dan 16, Jl. Jend. Sudirman Kav. 45, Jakarta 12930, Indonesia.

Induk usaha BRAU adalah Vallar Investments UK Limited, sedangkan induk usaha utama BRAUadalah Asia Resource Minerals plc (dahulu Bumi Plc), keduanya perusahaan yang didirikan di Inggris.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BRAU bergerak di bidang usaha perdagangan, pertambangan, perkebunan, konstruksi, real-estate, agrikultural, percetakan, industri, transportasi dan jasa. Saat ini, kegiatan usaha BRAU adalah sebagai perusahaan induk dari entitas anak yang beroperasi dibidang pertambangan.

Pada tanggal 06 Agustus 2010, BRAU memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRAU (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.400.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp400,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Agustus 2010




saham . bursajkse

PT Asuransi Jasa Tania Tbk ( AJST.JK ) - Jadwal Stock Split 2015



Jadwal Stock Split (Pemecahan Saham) ASJT / Asuransi Jasa Tania Tbk 2015, dengan rasio pemecahan Nilai Nominal saham ASJT dengan Nilai Nominal Lama Rp200,- per saham menjadi Nominal Baru Rp100,- per saham. Rasio Pemecahan Unit Saham = 1 : 2

Adapun jadwal kegiatan stock split tersebut adalah sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Akhir (Cum) perdagangan saham dengan nilai nominal Rp200,- di Pasar Reguler dan Nego
30 Jul 2015
Awal perdagangan saham dengan nilai nominal Rp100,- di Pasar Reguler dan Nego
31 Jul 2015
Akhir penyelesaian saham dengan nilai nominal Rp200,- di Pasar Tunai
04 Ags 2015
Daftar Pemegang Saham yang berhak atas perubahan nominal saham (Recording Date)
04 Ags 2015
Saham dengan nilai nominal Rp100,- didistribusikan kepada pemegang rekening
05 Ags 2015
Awal perdagangan saham dengan nilai nominal Rp100,- di Pasar Tunai
05 Ags 2015
Tanggal dimulainya penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal Rp100,-
05 Ags 2015



Catatan:


Asuransi Jasa Tania Tbk (Asuransi Jastan) (ASJT) didirikan tanggal 25 Juni 1979 dengan nama PT Maskapai Asuransi Jasa Tania dan memulai kegiatan komersial pada bulan Juni 1979. Kantor pusat ASJT terletak di Wisma Jasa Tania Jalan Teuku Cik Ditiro No. 14 Jakarta.

Pemegang saham mayoritas Asuransi Jastan adalah Dana Pensiun Perkebunan (seluruh PT Perkebunan Nusantara (Persero)), dengan total persentase kepemilikan saham sebesar 96,44%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ASJT menjalankan usaha bidang asuransi kerugian. Saat ini, ASJT menyediakan berbagai jenis asuransi, antara lain: asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor dan alat berat, asuransi rekayasa, asuransi pengangkutan, asuransi penerbangan (aviation), asuransi kesehatan, asuransi uang, asuransi kecelakaan diri, asuransi tanaman, asuransi rangka kapal, asuransi kredit karyawan dan asuransi surety bond.

Pada tanggal 18 Desember 2003, ASJT memperoleh pernyataan efektif Bapepam – LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ASJT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 50.000.000 Saham Biasa atau 16,67 % dari 300 juta saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp200,- per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp300,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 29 Desember 2003.



saham . bursajkse

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk ( WOMF.JK ) - Menargetkan Pembiayaan Baru Pada Tahun ini Sebebesar Rp. 2,4 Triliun

Image result for PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) rupanya makin keranjingan dengan bisnis pembiayaan multiguna. Perusahaan pembiayaan yang populer dengan nama WOMF ini ingin terus memperbesar porsi pembiayaan segmen tersebut.

Prospek bisnis pembiayaan multiguna makin bagus seiring kebutuhan dana di masyarakat yang makin tinggi. Baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif.

Saat ini porsi pembiayaan multiguna WOMF berkisar 30% dari total pembiayaan. Sampai akhir tahun ini harapkan porsinya bisa mencapai 40%. Hingga akhir Juni 2015, penyaluran pembiayaan WOMF mencapai Rp 3 triliun. Porsi pembiyaan multiguna semester pertama baru Rp 900 miliar atau 30%.

Sepanjang tahun ini, WOMF mematok target booking sebanyak Rp6 triliun. Artinya, bila harapan itu terpenuhi, kontribusi pembiayaan multiguna dengan target porsi 40% sampai Desember nanti ialah Rp2,4 triliun.

Untuk memperbesar pembiayaan multiguna, WOMF berencana terus memperbanyak kerjasama dengan mitra yang memiliki basis konsumen yang gede. Sebelumnya, WOMF lebih mengandalkan agen-agen marketing mereka untuk memasarkan produk-produk pembiayaan multiguna.

Perseroan akan berhati-hati dalam ekspansi. Terutama untuk menjaga rasio kredit macet yang kian membaik. Djaja bilang, saat ini rasio non-performing loan (NPL) WOMF di kisaran 2,9%. Meski pertumbuhan ekonomi di awal 2015 terbilang menantang, dampak negatif bagi kredit seret masih bisa dihindari.

Hingga saat ini WOMF telah memiliki 106 cabang, paling banyak berdiri di wilayah Jawa Tengah dengan 43 kantor. Disusul Jawa Timur sebanyak 36 cabang.


Catatan:

Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMFinance) (WOMF) dahulu PT Wahana Ometraco Multi Artha didirikan di Indonesia dengan nama PT Jakarta-Tokyo Leasing tanggal 23 Maret 1982 dan mulai memfokuskan kegiatannya pada pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda dua sejak tahun 1997.

Kantor pusat WOMFinance beralamat di Gedung Mega Glodok Kemayoran, Gedung Kantor B, Lantai 2, Jalan Angkasa Kav. B-6, Bandar Kemayoran, Jakarta, dan memiliki kantor cabang dan kantor perwakilan dengan total 191 yang tersebar di wilayah Indonesia.

Induk usaha WOMFinance adalah Bank Internasional Indonesia Tbk (Bank BII) (BNII), sedangkan pemegang saham utama Bank BII adalah Malayan Banking Berhad (Maybank), yang berkedudukan di Malaysia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, antara lain: Bank BII (68,55%) dan PT Wahana Makmur Sejati (17,66%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan WOMF adalah bergerak dalam bidang lembaga pembiayaan meliputi: sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan kartu kredit. Saat ini, kegiatan utama WOMF adalah bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen.

Pada tanggal 30 Nopember 2004, WOMF memperoleh Pernyataan Efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WOMF kepada masyarakat sebanyak 200.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran sebesar Rp700,- per saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal 13 Desember 2004.




saham . bursajske