Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri bumi.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri bumi.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Nusantara Infrastructure Tbk ( META.JK ) - Telah Membukukan Laba Bersih Naik 41%



PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) hingga enam bulan pertama 2015 membukukan laba bersih mencapai Rp70,04 miliar atau melonjak 41% dibandingkan periode yang sama 2014 senilai Rp49,68 miliar.

General Manager Corporate Affairs META, Deden Rochmawaty di Jakarta, Jumat (31/7) mengatakan seiring laba, pendapatan usaha juga naik 9% menjadi Rp258 miliar.

"Kami sangat bersyukur telah berhasil membukukan keuangan positif yang tumbuh secara berkelanjutan sejalan dengan pertumbuhan bisnis Perseroan dan anak usaha yang semakin solid," katanya.

Ditambahkan, strategi pengembangan bisnis melalui merger dan akuisisi telah memberikan hasil yang sangat signifikan bagi peningkatan kinerja perusahaan.

"Kontribusi anak usaha terhadap kinerja perseroan menjadi bukti bahwa strategi yang kami lakukan sudah dijalur yang tepat," tambahnya.

Kinerja positif perseroan telah berhasil meningkatkan total aset dari Rp4,07 triliun menjadi Rp4,30 triliun. 

Debt to Equity Ratio meningkat menjadi 73,5% dan Debt to EBITDA dapat diturunkan sebesar 173,1% menjadi 9,88%. 

"Kami optimis dengan kerja keras seluruh manajemen, nilai perusahaan akan terus meningkat dan memposisikan Perseroan menjadi salah satu perusahaan infrastruktur terintegrasi terpercaya dan terkemuka di Indonesia," papar Deden.




Catatan:

Nusantara Infrastructure Tbk (META) didirikan 01 September 1995 dengan nama PT Sawitia Bersama Darma dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 02 Januari 2000. Kantor pusat META berlokasi di Menara Equity lantai 38, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190.

META beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain:

  1. PT Sawitia Bersama Darma, 01-Sept-1995
  2. PT Wahana Tradindo Jaya, 10-Jun-1998
  3. PT Metamedia Technologies Tbk, 22-Feb-2001
  4. PT Nusantara Infrastructure Tbk, 04-Jul-2006

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham META, antara lain: CS AG Singapore Trust Account client PT Hijau Makmur Sejahtera (pengendali) (21,00%), CS AG Singapore Trust Account client Eagle Infrastructure Fund Ltd. (22,32%) dan CGML Proprietary Securities (9,12%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan META terutama bergerak dalam bidang jasa, perdagangan dan pembangunan yang berhubungan dengan bidang usaha infrastruktur, pertambangan, minyak dan gas bumi. Saat ini kegiatan utama META adalah melakukan investasi pada beberapa Perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan jalan tol (Jakarta dan Makassar), jasa pelabuhan, perdagangan, jasa dan pembangunan.

Pada tanggal 29 Juni 2001, META memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham META (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp200,- per saham dan disertai Waran Seri I sebanyak 60.000.000. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 18 Juli 2001.




saham . bursajkse
#META

PT Ciputra Surya Tbk ( CTRS.JK ) - Kinerja Semester I 2015 : Laba Bersih Bertumbuh 23,61%

Image result for PT Ciputra Surya Tbk

Ciputra Surya Tbk (CTRS) membukukan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp307,89 miliar atau Rp156 per saham, meningkat 23,61% dari Laba bersih Semester I 2014 yaitu Rp248,43 miliar atau Rp126 per saham.

Pencapaian kinerja CTRS pada Semester I 2015 didukung oleh Pendapatan Pokok perseroan mencapai Rp963,97 miliar pada Semester I 2015, tumbuh 33,87% dari Pendapatan pokok CTRS pada Semester I 2014 yaitu sebesar Rp720,07 miliar. Pendapatan pokok perseroan terdiri dari penjualan properti dan penyewaan, dengan pendapatan terbesar diatribusikan dari Penjualan yaitu Rp826,27 miliar pada Semester I 2015 dan Rp604,62 miliar Semester I 2014, sedang pendapatan sewa yaitu Rp137,70 miliar dan Rp115,45 miliar. Di bawah ini adalah rincian pendapatannya tahun Semester I 2015 dan Semester I 2014:

  1. Penjualan
    • Rumah Hunian dan Ruko – Rp654,79 miliar dan Rp544,30 miliar.
    • Apartemen, Kondotel, dan SOHO – Rp137,32 miliar dan Rp36,95 miliar.
    • Kapling Tanah – Rp33,66 miliar dan Rp23,38 miliar.
  2. Pendapatan sewa
    • Sewa unit pusat niaga – Rp88,88 miliar dan Rp84,14 miliar.
    • Lapangan Golf dan Club Keluarga – Rp21,43 miliar dan Rp21,00 miliar.
    • Hotel – Rp19,50 miliar dan Rp0.
    • Rekreasi Keluarga – Rp7,89 miliar dan Rp10,31 miliar.

Beban pokok pendapatan mengalami kenaikan dari Rp370,39 miliar menjadi Rp494,57 miliar, dan beban usaha mengalami kenaikan juga dari Rp120,49 miliar menjadi Rp132,05 miliar, serta pendapatan keuangan mengalami penurunan dari Rp28,11 miliar menjadi Rp18,90 miliar.

CTRS pada Semester I 2015 mencatat aset sebesar Rp6,28 triliun, naik dari Rp6,12 triliun pada tahun 2014, Utang mencapai Rp3,01 triliun di Semester I 2015 turun dari Rp3,11 triliun di tahun 2014.




Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=ctrs.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) didirikan tanggal 21 Nopember 1989 dengan nama PT Bumi Citrasurya dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 1 Maret 1993. Kantor pusat CTRS berlokasi di Ciputra World 1 DBS Bank Tower Lantai 39 Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940. Sedangkan proyek berlokasi di Citra Raya Kav. 1, Jl. Citraraya Utama, Lakarsantri, Surabaya.

Pada tanggal 28 Desember 1990, nama PT Bumi Citrasurya diubah menjadi PT Citraland Surya. Selanjutnya tanggal 18 Pebruari 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Ciputra Surya.

Induk usaha dari CTRS adalah PT Ciputra Development Tbk ( CTRA,.JK ), sedangkan induk usaha terakhir dari CTRS adalah PT Sang Pelopor.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CTRS mencakup antara lain, perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan penjualan kawasan perumahan (real estat), perkantoran, pertokoan, pusat niaga beserta fasilitas-fasilitasnya.

Pada tanggal 29 Desember 1998, CTRS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk menjadi perusahaan publik tanpa Penawaran Umum atas seluruh saham biasa atas nama Perusahaan sebanyak 420.188.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Januari 1999.




saham . bursajkse
#CTRS

PT Wijaya Karya Tbk ( WIKA.JK ) - Memutuskan Untuk Menunda IPO Wika Realty

Image result for PT Wijaya Karya Tbk

Emiten konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menunda pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) anak usahanya, PT Wika Realty. 

Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro, keada pers di Jakarta, Kamis (30/7) mengatakan kondisi perekonomian yang tidak kondusif mendorong perseroan menunda IPO Wika Realty menjadi tahun depan.

"IPO Wika Realty pada tahun depan dari rencana akhir tahun ini. Untuk 
eksekusi, tergantung kondisi di pasar modal dan bisnis," katanya.

Adji menambahkan situasi ekonomi yang sedang melambat tercermin dari kinerja perseroan pada semester I-2015 ini. 

"Semester I tidak terlalu menggembirakan, karena ekonomi lemah, meski demikian kita Optimis semester II akan berjalan sesuai estimasi target," jelas Adji.







Catatan:

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) adalah salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia. Dari hasil nasionalisasi perusahaan Belanda, Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co atau NV Vis en Co, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 1960 dan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) No. 5 tanggal 11 Maret 1960, WIKA lahir dengan nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja.

Dimulai sebagai sub-kontraktor, di akhir 1960-an WIKA berkembang menjadi pemborong pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, menengah, dan tinggi. Di awal tahun 1970, WIKAmemperluas usahanya menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan perumahan.

Perusahaan memasuki babak baru pada 20 Desember 1972. Melalui Akta No. 110, dibuat di hadapan Notaris Djojo Muljadi, perusahaan berubah status menjadi Perseroan Terbatas Wijaya Karya (Persero).

Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) didirikan tanggal 29 Maret 1961 dengan nama Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961. Kantor pusat perusahaan beralamat di Jl. D.I Panjaitan Kav.9, Jakarta Timur dengan lokasi kegiatan utama di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pada tanggal 11 Oktober 2007, WIKA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WIKA (IPO) kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham seri B baru, dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp420,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2007.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Kemudian tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO). Selanjutnya pada tanggal 20 Desember 1972 Perusahaan ini dinamakan PT Wijaya Karya.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan WIKA adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa engineering dan perencanaan.

WIKA selalu melakukan terobosan. Berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan. Diantaranya WIKA Beton, WIKA Intrade, danWIKA Realty.

Pertumbuhan WIKA sebagai perusahaan infrastruktur terintegrasi yang kuat semakin mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Perseroan sukses dalam melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 35% kepada public pada 29 Oktober 2007, di Bursa Efek Indonesia. Setelah IPO, pemerintah Republik Indonesia memegang 68,4%, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat, termasuk karyawan, melalui Management Stock Ownership Program (MSOP), Employee Stock Allocation (ESA), dan Employee/ Management Stock Option (E/MSOP).

Perolehan dana segar dari IPO dipergunakan untuk mendukung pertumbuhan dan inovasi yang dilakukan oleh WIKA. Posisi WIKA menjadi kuat, dimana saat itu krisis ekonomi dunia mulai memperlihatkan dampaknya di dalam negeri. Struktur permodalan yang kuat sangat mendukungWIKA dalam meluaskan operasinya ke luar negeri dan terus mengembangkan Engineering Procurement and Construction (EPC), serta berinvestasi dan mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur, khususnya proyek-proyek yang menjadi program pemerintah terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

WIKA saat ini memiliki 6 Strategic Business Unit (SBU) yang meliputi konstruksi (Kontruksi sipil dan konstruksi Bangunan Gedung), Mekanikal elektrikal, Industri Beton Pra cetak, Real Estate dan Industri Lainnya yang ke depannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.


Konstruksi Sipil

SBU Konstruksi Sipil dikelola dibawah Departemen Sipil Umum dan Departemen Wilayah & Luar Negeri yang terdiri dari sub-sub bidang usaha: jalan dan jembatan, pengairan, prasarana perhubungan, dan ketenagaan. Saat ini, kegiatan usaha SBU Konstruksi Sipil tidak sekadar kontraktor. Didukung oleh Tim Enjinering yang mumpuni, SBU ini berkemampuan mengerjakan rancang bangun (design and build) dari mulai proses perencanaan sampai proses konstruksi. Beberapa proyek yang telah dikerjakan diantaranya adalah Jetty Batubara PLTU Cilacap, Jetty Wood Chip Pulau Laut, serta Removable Trashrack Banjir Kanal Manggarai.

Untuk sub bidang usaha jalan, jalan tol, dan jembatan, SBU ini telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek berskala besar dan berteknologi tinggi, diantaranya:• 

Jembatan Layang Sudirman dan KS Tubun dengan menggunakan teknologi Incremental Launching Method (ILM).

• Jembatan Layang Pasupati Bandung yang merupakan jembatan layang terpanjang di Indonesia dengan teknologi Cable Stayed.

• Jembatan Layang Cikubang-Tol Cipularang Jawa Barat yang merupakan jembatan dengan pilar tertinggi di Indonesia.

• Jembatan Surabaya Madura

Sub bidang pengairan meliputi pembangunan prasarana dan sarana dasar bidang pengairan antara lain bendung, bendungan/dam, saluran irigasi, penyediaan air baku, instalasi pengolahan air bersih, dan penanggulangan banjir.

Di bidang ini, WIKA berhasil merampungkan sejumlah proyek antara lain:

• Bendung Gerak Klambu Barrage dan Bendung Gerak Serayu di propinsi Jawa Tengah.

• Banjir Kanal Timur, Normalisasi Sungai Bengawan Solo, Bendung Amandit di Kalimantan, dan Waduk Jatigede di Jawa Barat.

Sub bidang usaha prasarana perhubungan meliputi jasa konstruksi prasarana perhubungan darat, laut, dan udara, seperti bandara, pelabuhan laut, termasuk jetty dan terminal peti kemas, dan stasiun kereta api. Beberapa proyek yang telah diselesaikan antara lain:

• Pelabuhan Peti Kemas dan Car Terminal Tanjung Priok.

• Double Track Parujakan Cirebon.

• Jalan Tol Surabaya - Mojokerto.


Konstruksi Bangunan Gedung

SBU Konstruksi Bangunan Gedung dikelola oleh Departemen Bangunan Gedung untuk pasar Pemerintah dan BUMN, sedangkan untuk pasar swasta dikelola oleh anak perusahaan tersendiri,WIKA Gedung. SBU konstruksi bangunan gedung meliputi Sub Bidang Usaha Bangunan Hunian dan Bangunan Fasilitas. Saat ini, dengan dukungan kemampuan di bidang enjinering, telah melakukan pekerjaan rancang bangun atau design and build, yaitu melakukan pekerjaan sejak proses perencanaan sampai proses konstruksi.

Sub bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian, meliputi pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah susun, dan kompleks perumahan. Sejumlah proyek yang dikerjakan diantaranya:

• Bangunan Hunian: Asrama Universitas Negeri Semarang.

• Bangunan Hotel: Hotel Paragon City, Semarang.


Sub bidang usaha bangunan fasilitas menggarap bangunan fasilitas seperti rumah sakit, terminal penumpang bandara dan stasiun, sarana pendidikan, sarana olahraga, perkantoran, mal dan sarana rekreasi lainnya. Sejumlah proyek yang dikerjakan antara lain:

• Terminal Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru, Terminal Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang.

• Terminal Bandar Udara Ngurah Rai, Bali dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.

• Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta, Perpustakaan Universitas Medan, Manufacturing Research Center UI Depok.


Mekanikal Elektrikal

SBU Mekanikal Elektrikal dikelola oleh Departemen Industrial Plant yang meliputi sub bidang usaha Minyak & Gas, Sarana Industri, dan Pabrik Fabrikasi Baja. Sub bidang usaha Minyak & Gas meliputi EPC Mekanikal Elektrikal di sektor hulu, sektor hilir, dan distribusi dari kegiatan operasi di sektor minyak & gas. Di sektor hulu terkait dengan pekerjaan processing gas plant, crude oil & gas pipeline distribution. Di sektor hilir terkait dengan pekerjaan kilang minyak, pipanisasi, dan tank terminal. Sejumlah Proyek EPC yang sedang dikerjakan saat ini antara lain:

• Proyek EPC Pembangunan Terminal LPG Pressurized di Tanjung Sekong -Banten

• Proyek EPC Pembangunan DPPU Kualanamu – Medan

• Proyek EPC Penggantian Fasilitas DPPU Soekarno – Hatta

• Proyek EPC Relokasi Depot LPG Tanjung Priok

• Proyek EPC Pembangunan pipa Minyak Mentah Tempino – Plaju

• Proyek EPC Penggantian Pipanisasi CB-I Tasikmalaya - Ujung Berung

• Pekerjaan EPC Tie-in PLTP Dieng (Geodipa)

Sub bidang usaha Sarana Industri meliputi Jasa Konstruksi & EPC di bidang industri (pabrik) dan material handling seperti pabrik Pengolahan Kelapa Sawit, pabrik biofuels, pabrik granulasi pupuk NPK, pabrik semen, pabrik farmasi, serta instalasi pengolahan air bersih & limbah.

Sejumlah Proyek EPC yang sedang dikerjakan saat ini antara lain:

a. Design and Build (Turnkey) 2500 MT per Day Palm Oil Refinery Pulau Laut

b. Out of Pit Crushing & Conveying (OPCC) System ADARO

c. ANTAM Belt Conveyor MOP – PP FeNi 1 Pomala

Sub bidang usaha Pabrik Fabrikasi Baja pada awalnya merupakan sarana pabrikasi pendukung. Namun sejak tahun 2009 ditingkatkan menjadi sub bidang usaha yang dapat mengelola sendiri usahanya mulai dari pemasaran, produksi, dan pengiriman dengan rentang produk yang besar dalam menghasilkan Produk Konstruksi Baja seperti struktur rangka baja, conveyor, pipe rack, tower telekomunikasi, tower transmisi listrik, jembatan rangka baja, tanki baja, silo, hopper, pressure vessel, welded beam, dan steel plate work lainnya. Selain memproduksi produk-produk di atas, saat ini sedang dijajaki produk-produk baja lainnya terkait dengan industri perminyakan dengan target pasar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), misalnya pekerjaan onshore steel platform, dan komponen industri alat berat (heavy equipment).

SBU Mekanikal Elektrikal juga dikelola oleh Departemen Energi yang menjalankan usaha dalam bidang konstruksi berbasis EPC (Engineering Procurement Construction) yang terintegrasi. Lingkup pekerjaan yang dilakukan mulai dari pekerjaan rekayasa dasar, rekayasa proses, rekayasa detil, procurement terkait pengadaan equipment, dan construction atau pelaksanaan konstruksi dari proyek-proyek yang telah direncanakan. Saat ini, yang dikerjakan adalah EPC Power Plant, baik yang terkait dengan konstruksi sipil maupun EPC dari Power Plant. Beberapa proyek yang dikerjakan terkait power plant antara lain:

• Kontruksi Sipil Power Plant: PLTU Labuhan Angin, PLTU Labuan, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTG Muara Karang, PLTGU Tanjung Priok, dan PLTU Pacitan.

• EPC Power Plant: PLTU Amurang 2 x 25 MW, PLTD Bali 50 MW, PLTU Asam-Asam 2x65MW, Kalimantan Selatan.


Anak perusahaan yang mendukung SBU Mekanikal Elektrikal adalah PT WIKA Insan Pertiwi yang bergerak dibidang instalasi, operasi dan pemeliharaan pembangkit dan peralatan industri. Di bidang energi terbarukan WIKA memiliki anak perusahaan PT WIKA Jabar Power yang bergerak di bidang pengusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Tampomas, Sumedang, Jawa Barat. Investasi pembangkit lainnya yang dikelola di bawah Biro Investasi dengan pola BOT (Build Operate Transfer) PLTD Bali dan PLTG Borang di Palembang, sedangkan dengan pola BOO (Build Operate Owned) PLTMG Rengat, Riau dan PLTD Ambon.

Untuk industri beton pracetak (precast) dikelola oleh anak perusahaan PT WIKA Beton, untuk industri dan perdagangan dikelola oleh PT WIKA Intrade, untuk bisnis realti dikelola oleh anak perusahaan PT WIKA Realty, sedangkan penyertaan pada usaha patungan pengusahaan jalan tol dikelola oleh PT MNA untuk tol Surabaya-Mojokerto, PT MKC untuk tol Cengkareng-Kunciran, PT Jasa Marga Bali Tol untuk tol Tanjung Benoa, Bali dan untuk bisnis energi terbarukan dikelola oleh PT WINNER.


Karena peraturan pemerintah yang mengharuskan BUMN kembali kebisnis intinya. Maka usaha usaha di luar konstruksi dipecah menjadi anak perusahaan, yaitu :



1. PT Wijaya Karya Beton (WIKA BETON) 

PRODUK WIKA BETON

WIKA BETON adalah salah satu dari anak perusahaan yang telah berdiri sejak 11 Maret 1997, anak perusahaan ini merupakan perluasan WIKA di bidang industri beton pracetak. WIKA telah memulai konsentrasi pada industri beton pracetak pada tahun 1977 dengan mengembangkan produk beton pracetak untuk teras perumahan. Sejak saat itu, WIKA bertekad mempertahankan pengembangan produk tersebut untuk mengantisipasi adanya pengembangan perencanaan dan datangnya proyek-proyek infrastuktur lain.

Pengembangan produk tersebut telah menciptakan beberapa hasil seperti tiang beton untuk jalur pendistribusian energi dan bantalan beton pracetak serta produk lainnya seperti bantalan - bantalan rel kereta api, produk beton untuk jembatan, pipa, dinding penahan tanah dan bangunan gedung dan perumahan yang diimplementasikan untuk berbagai macam proyek. Produk-produk ini dihasilkan pada waktu yang tepat dan diprediksikan akan menjadi produk pemimpin di pasaran.

Terlepas dari usaha keras dalam pengembangan produk, WIKA juga melanjutkan pengembangan produk-produk infrastruktur dengan menambah jumlah pabrik di beberapa lokasi. Kini, WIKA BETON telah memiliki 7 pabrik di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera Utara, Lampung, Bogor, Majalengka, Boyolali, Pasuruan dan Sulawesi Selatan. Didukung dengan kepemilikan pabrik sendiri, produk yang bervariasi seperti halnya manajemen yang profesional, WIKA BETON telah menjadi penghasil utama dan pemimpin dalam industri beton pracetak di Indonesia. Dalam hal konsistensi jaminan kualitas, WIKA BETON telah melaksanakan "Quality Management System" yang selaras dengan ISO 9000.


2. PT Wijaya Karya Realty (WIKA REALTY) 

WIKA REALTY

WIKA REALTY fokus pada pengembangan bisnis realty dan property yang juga meliputi layanan konsultasi, perencanaan, layanan konstruksi dan pembukaan lahan. WIKA REALTY telah membangun beberapa perumahan sejak tahun 1985.

Ribuan unit rumah telah dibangun dengan konsep Tamansari, yaitu konsep taman perumahan dengan dukungan fasilitas terbaik bagi keluarga. Lokasinya berada di: Tamansari Pesona Bali di selatan Jakarta, Tamansari Persada Bogor, Tamansari Bukit Damai di Parung, Bogor, Tamansari Bukit Bandung, Tamansari Manglayang Regency di Bandung, Tamansari Bukit Mutiara di Balikpapan.

WIKA Realty telah meraih beberapa penghargaan untuk kesuksesannya dalam pengembangan bidang realty baik dalam skala regional maupun nasional, seperti: The Winner of Ecologically Environment Real Estate in West Java pada tahun 1993, The Winner of Enchantment Tour in Bekasi Region pada tahun 1995, The Winner of Wirastana Adistana Environmental Design of REI National Grade 1995, The Winner of Nusa Adikualita, National Application Award pada tahun1997, The Winner of Environmental Garden Estate in Bandung Region pada tahun 1997.

Pada tahun 2012, segmen bisnis real estate Wika Realty berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp1,46 triliun. Secara keseluruhan, jumlah nilai kontrak yang dihadapi oleh bisnis real estate perusahaan pada tahun 2012 adalah sebesar Rp1,83 triliun, 72,64% lebih tinggi dari jumlah kontrak yang dihadapi tahun 2011 sebesar Rp1,06 triliun.

Jumlah penjualan bersih segmen real estate mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 61,10% menjadi Rp842,04 miliar pada tahun 2012 dibandingkan penjualan bersih tahun 2011 sebesar Rp522,69 miliar.

Untuk memastikan pengembangan kualitas dan kepuasan konsumen, WIKA REALTY telah melaksanakan Manajemen Kualitas ISO 9001 di setiap produknya, hal ini merupakan jawaban dari setiap tantangan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dibuktikan melalui perolehan peningkatan pertumbuhan).



3. PT Wijaya Industri & Konstruksi (WIK) 

WIKA INDUSTRI & KONSTRUKSI

WIKA Industri & Konstruksi adalah anak perusahaan PT WIKA yang berasal dari penggabungan dua divisi yaitu Divisi Produk Metal dan Divisi Perdagangan PT WIKA. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perhatian pada manajemen bisnis, untuk lebih mandiri dan untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih baik.

Tiga bisnis unit terdiri dari: Perdaganan Umum, Metal dan Konversi Energi. Yakin bahwa "quality is our way of live" menjadi aset mendasar dalam membangun kepercayaan konsumen akan kualitas produk WIKA Industri & Konstruksi. Ini dibuktikan dengan konsistensi komitmen manajemen dalam menjalankan ISO 9000, QS 9000, 5R, K3 dan Total Quality Management (TQM) sebagai salah satu parameter kesuksesan bisnis. Karenanya, telah dibentuk penempatan bisnis dan diferensiasi di setiap SBU agar dapat bertahan dalam era persaingan pasar global yang semakin kompetitif.



4. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA GEDUNG) 

WIKA GEDUNG

Pada tanggal 24 Oktober 2008, WIKA secara resmi mendirikan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung/WG). WG berdiri dengan modal dasar sebesar Rp 200 miliar, serta modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 50 miliar dengan komposisi kepemilikan saham oleh WIKAsebesar 99 persen dan Koperasi Karyawan WIKA sebesar satu (1) persen. Dengan dijadikannya WG sebagai entitas tersendiri, gerak langkah dan pengambilan keputusan dalam rangka perolehan proyek menjadi lebih ringkas dan cepat. Sehingga akan memperkuat kinerja fundamental WIKAselaku perusahaan induk.

Jenis pekerjaan yang menjadi lingkup bisnis WG adalah :

Gedung Fasilitas meliputi pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan gedung bukan tempat tinggal seperti gedung perkantoran, pendidikan, tempat peribadatan, sarana kesehatan, penginapan, pusat perdagangan, kawasan industri/pabrik, gedung terminal/stasiun, gedung olah raga, gedung kesenian/hiburan, bangunan gudang, hanggar dan lain sebagainya.

Gedung Hunian meliputi usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan gedung yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal, seperti rumah, perumahan, dan rumah susun.




5. PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK) 

WIKA REKAYASA KONSTRUKSI

Pada 18 November 2008, WIKA merampungkan proses akusisi PT Catur Insan Pertiwi (CIP). CIP adalah salah satu perusahaan tiga besar di Indonesia yang bergerak di bidang erection dan installation mekanikal elektrikal untuk proyek industrial dan power plant. WIKA mengakuisisi 70,08 persen saham CIP dengan nilai valuasi sebesar Rp 23 miliar, ekuivalen dengan 438 lembar saham yang bersumber dari kas internal perseroan. Tujuan dilakukan akuisi perusahaan ini adalah untuk memperkuat pertumbuhan non-organiknya dengan cara meningkatkan efisiensi biaya dan efektivitas operasi, dalam pekerjaan mekanikal dan elektrikal. Setelah akuisisi nama perusahaan berubah menjadi PT WIKA Insan Pertiwi (WIP).

Kondisi pemasaran khususnya terkait dengan perolehan kontrak baru berdasarkan bidang usaha dapat digambarkan sebagai berikut: Industrial Plant: 11,9 persen Power Plant & ME: 46,6 persen Pabrikasi: 6,7 persen Operation & Maintenance: 6,8 persen Mining Equipment: 27,9 persen



6. PT Sarana Karya (SAKA) 

Header-sarana-karya

PT Sarana Karya memiliki binis inti dalam bidang pertambangan aspal Buton dengan menyediakan aspal olahan dan siap pakai untuk keperluan konstruksi jalan dan lainnya. BUMN ini juga memiliki jaringan distribusi untuk pasar dalam maupun luar negeri yang diyakini akan sangat mendukung rencana pengembangan kegiatan usaha WIKA.

Tahun 2013, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengakuisisi 100 % saham PT Sarana Karya (Persero), yaitu sebanyak 5.000 lembar saham milik Pemerintah Republik Indonesia atau senilai Rp 50 miliar. Transaksi ini sebagai langkah tindak lanjut setelah terbitnya Peraturan Pemerintah No. 91 Tahun 2013 tentang Penjualan Saham Milik Negara Republik Indonesia pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Karya tertanggal 24 Desember 2013.





saham . bursajkse

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Fokus Pangkas Utang Seiring Dengan Jatuhnya Nilai Saham di Rp. 50

Image result for PT Bumi Resources Tbk

Manajemen PT Bumi Resources Tbk akhirnya angkat bicara terkait jebloknya harga saham perseroan ke level terendah yaitu Rp 50 per saham. Perseroan mengakui adanya permasalahan kinerja karena kondisi ekonomi dan terpuruknya harga batubara, serta menumpuknya utang.

Seperti diketahui, harga saham anak usaha Grup Bakrie tersebut mentok di level Rp 50 per saham sejak Senin (27/9). Bumi menambah daftar harga saham Grup Bakrie yang mentok menjadi enam dari 10 perusahaan grup tersebut yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, kelima saham grup Bakrie yang harganya telah mentok di level terendah adalah PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP).

"Kami percaya harga saham ini mencerminkan dampak gabungan dari kondisi sektor ekonomi dan batubara yang melemah. Selain itu juga adanya utang tidak berkelanjutan yang tinggi dalam situasi saat ini," ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava kepada CNN Indonesia, Rabu (29/7).

Dileep menyatakan manajemen Bumi telah memanfaatkan pengalaman di masa lalu untuk melakukan diversifikasi portofolio pertambangan dan berinvestasi untuk pertumbuhan di masa depan, termasuk salah satunya dalam proyek pembangkit listrik.

"Sejak 2012 kami tidak mampu memberikan dividen kepada para pemegang saham terutama karena beban bunga pinjaman yang tinggi, pengeluaran tinggi yang telah dilakukan dan adanya penghapusan utang melalui penurunan aset yang tidak bisa dihindari," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini perseroan tidak memiliki perubahan tujuan utama, yakni untuk mengurangi besaran utang antara US$ 2 miliar hingga US$ 3 miliar pada tahun. Hal itu, lanjutnya, untuk memulihkan kesehatan keuangan dan memotong biaya bunga yang sangat signifikan.

"Kami melakukan upaya terbaik untuk mencapai ini. Hal itu juga terkait proses pengadilan yang melibatkan pemegang obligasi kami. Sebenarnya sulit untuk berkomentar tapi mudah-mudahan ketika restrukturisasi ini selesai, maka arah strategis kami akan menjadi jelas kepada para investor kami. Selain itu, jika terdapat kemajuan, dalam hal kondisi sektor batubara terkait permintaan dan harga, maka hal itu bakal memperkuat rencana kami ke depan," kata Dileep.

Secara fundamental operasional, Dileep menyatakan posisi perseroan masih kuat. Ia menyatakan Bumi telah mengurangi biaya tunai produksi, memangkas biaya operasional, menurunkan rasio pengupasan dan melakukan perbaikan sisi logistik di dua tambang batubara utama miliknya.

"Kemampuan pertambangan batubara kami adalah sebesar 100 juta ton, tetapi kami membatasi diri di level yang sama dengan 2014. Hal itu bisa kami tingkatkan ketika harga batubara dan kondisi pasar membaik," ungkapnya.

Konversi Proyek

Selain fokus utama penyelesaian utang dan restrukturisasi, Dileep mengungkapkan perusahaan memiliki berbagai rencana untuk melakukan konversi dan diversifikasi usaha. Melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Bumi ingin mempercepat konversi ke proyek lain seperti zinc dan timah di Dairi, Sumatera. Kemudian, juga tembaga dan emas di Gorontalo, Sulawesi dan emas di Citra Palu, Sulawesi melalui proses kemitraan strategis.

"Melalui anak usaha, PT Pendopo Energi Batubara (PEB), visi strategis kami adalah untuk mendorong dan berpartisipasi dalam proyek-proyek di mulut tambang dengan mencari mitra yang kuat, di mana kami menyediakan batubara secara jangka panjang dengan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, Dileep mengatakan penguatan dasar operasi batubara (logistik, biaya dan volume) ditambah dengan rencana masuk ke proyek pembangkit listrik mulut tambang besar serta mempercepat pendapatan dari proyek-proyek pembangunan logam di BRMS adalah fokus manajemen saat ini dan jangka menengah.

"Hal itu secara paralel dilakukan untuk mengejar restrukturisasi utang guna memulihkan kesehatan keuangan di Bumi," jelasnya.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan kegagalan kebanyakan perusahaan tambang batubara Indonesia adalah karena kurang bijaknya pengelolaan dana ketika harga batubara sedang menguat, seperti pada 2008.

"Salah satunya adalah Bumi, yang punya kebiasaan membeli aset dengan cara berutang. Pada akhirnya hal itu menjadi senjata makan tuan karena sejak awal manajemen kurang bijak," ujar Satrio.

Hal itu lanjutnya, membuat investor menjadi tidak memberi apresiasi kepada saham perusahaan. Padahal Satrio menilai, investor Bumi beberapa kali telah memberikan kesempatan kepada manajemen untuk berbenah diri.

"Salah satunya pada saat Bumi melakukan right issue pada 2014 lalu. Nyatanya tetap saja tidak ada perubahan berarti," kata Satrio.







Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajks

PT Garuda Indonesia Tbk ( GIAA.JK ) - Telah Membukukan Laba Bersih USD 27,73 Juta - Semester I 2015

Image result for PT Garuda Indonesia Tbk

Emiten penerbangang terbesar di Indonesia PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada semester I 2015 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD27,73 juta, kinerja tersebut gemilang bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang masih membukukan kerugian yang sangat besar yaitu USD201,32 juta.

Pencapaian kinerja GIAA pada Semester I 2015 tersebut didukung oleh Pendapatan yang meningkat dari USD1,76 miliar pada Semester I 2014 menjadi USD1,84 miliar pada Semester I 2015, dan juga adanya penurunan harga minyak dunia yang tercermin dari penurunan Biaya Operasional Penerbangan Perseroan sebesar 11,67% menjadi USD1,06 miliar dari Biaya operasional pada Semester I 2014 sebesar USD1,20 miliar, serta untuk biaya atau beban usaha dan lainnya mengalami penurunan dari USD 777,04 miliar menjadi USD736,91 juta.

Di bawah ini adalah rincian Pendapatan Garuda Indonesia pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Penerbang berjadwal – USD1,61 miliar dan USD1,59 miliar.
  2. Penerbang tidak berjadwal – USD58,09 juta dan USD5,99 juta.
  3. Lainnya – USD174,06 juta dan USD159,43 juta.

Rincian Beban Usaha dan Lainnya pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Pemeliharaan dan Perbaikan – USD173,08 juta dan USD163,10 juta.
  2. Tiket, Penjualan dan Promosi – USD152,47 juta dan USD171,19 juta.
  3. Bandara – USD146,47 juta dan USD146,98 juta.
  4. Pelayanan Penumpang – USD130,78 juta dan USD146,57 juta.
  5. Administrasi dan Umum – USD105,96 juta dan USD115,63 juta.
  6. Operasional Hotel – USD14,84 juta dan USD16,65 juta.
  7. Operasional Jaringan – USD5,45 juta dan USD8,49 juta.

Garuda juga berhasil membukukan keuntungan kurs sebesar USD22,45 juta pada Semester I 2015, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 masih mencetak kerugian kurs sebesar USD18,08 juta. Beban keuangan Perseroan menurun dari USD32,44 juga menjadi USD30,89 juta.

Hingga akhir Juni 2015, Garuda Indonesia telah operasikan 174 armada terbang (pesawat), dengan total seluruh aset mencapai USD3,20 miliar, meningkat 2,89% dari aset pada tahun 2014 yaitu USD3,11 miliar.
Total utang Perseroan meningkat dari USD2,23 miliar pada tahun 2014 menjadi USD2,32 miliar pada Semester I 2015.








Catatan:

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) didirikan tanggal 31 Maret 1950 dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1950. Kantor pusat Garuda beralamat di Jl. Kebon Sirih No. 44, Jakarta.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan GIAA terutama adalah sebagai berikut:

Angkutan udara niaga berjadwal untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri;
Angkutan udara niaga tidak berjadwal untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri;
Reparasi dan pemeliharaan pesawat udara, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa penunjang operasional angkutan udara niaga, meliputi catering dan ground handling baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa layanan sistem informasi yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa layanan konsultasi yang berkaitan dengan industri penerbangan;
Jasa layanan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa layanan kesehatan personil penerbangan, baik untuk keperluan sendiri maupun pihak ketiga.

Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia resmi bergabung dengan aliansi SkyTeam sebagai anggota ke-20 yang peresmiannya berlangsung di Denpasar, Bali.[5]Pada bulan Juni 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama dengan klub sepak bola Liverpool FC, Inggris dan kini merupakan sponsor global untuk Liverpool FC.[6] Pada tanggal 30 Mei 2014, Garuda Indonesia melayani rute ke Amsterdam dengan nonstop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki kabin terbaru dari semua armada. Pada tanggal 8 September 2014, Garuda Indonesia membuka kembali rute Eropa kedua mereka yaitu London dengan armada yang sempat digunakan untuk menerbangi rute nonstop menuju Belanda.[7] Pada tanggal 11 Desember 2014, bertepatan dengan mundurnya Dirut Garuda indonesia saat itu, Emirsyah Satar. Garuda Indonesia mendapat Anugerah sebagai maskapai berbintang 5 se-Dunia dan menjadi anggota 7 maskapai (termasuk GIA) yang mendapat penghargaan tersebut. Direncankan, Garuda Indonesia akan membuka rutenya lagi sebanyak 2 titik di Eropa, Frankfurt dan Paris.

Pada tanggal 01 Februari 2011, GIAA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukanPenawaran Umum Perdana Saham GIAA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.335.738.000 lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp500,- per saham, dengan harga penawaran Rp750,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Februari 2011.
Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; IDX:GIAA ) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung tunggangan Dewa Wisnudalam legenda pewayangan. Pada tahun 2007, maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya (termasuk anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink), dilarang terbang menuju Eropa karena kejadian yang menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200.[2] Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional.[3] Pada tanggal 1 Juni 2010, Garuda Indonesia melakukan pembukaan kembali rute Amsterdam yang sebelumnya ditutup pada tahun 2004, dengan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas sebanyak 222 penumpang dengan perhentian di Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Garuda Indonesia mulai tertarik dalam membuka kembali rute ke Eropa. Pada tahun 2010, Garuda mendapatkan penghargaan dari Skytrax yaitu "World's Most Improved Airline" atas langkah Garuda yang dipimpin oleh Emirsyah Satar dalam merombak maskapai nasional tersebut.[4] Pada tahun 2013, Garuda Indonesia mendapat dua penghargaan dari Skytrax yaitu "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat". Pada pertengahan tahun 2014, Garuda Indonesia mendapat penghargaan "World's Best Cabin Crew".

Asal nama Garuda Indonesia

Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar(KMB) dan meminta kepada dia memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu").

Maka pada tanggal 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah menggunakan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai PresidenRepublik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Garuda Indonesian Airways, yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Sejarah

Dekade 1940-1950-an: Awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional[sunting | sunting sumber]

Tanggal 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi Garuda Indonesia, dimana maskapai bernama Indonesian Airways terbang dari Yogjakarta menuju Jakarta dengan pesawat yang bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat seharga 120.000 Dollar Malaya ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari KLM. Selain itu, Pemerintah Birma juga membantu mendirikan maskapai ini. Garuda Indonesia pada awalnya adalah hasil joint venture antara pemerintah Indonesia dengan KLM dengan kalkulasi pemerintah Indonesia memiliki 51% saham. Selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Tetapi karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke Pemerintah Indonesia dan pada waktu yang bersamaan, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956, Garuda Indonesia meresmikan pelayanan penerbangan haji menuju Mekkah dengan pesawat Convair CV-340.

Garuda Indonesia menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada pemerintah negara Birma untuk membalas budi bantuan mereka. Saat itu, Garuda Indonesia telah memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara, dan jadwal penerbangan. Kesiapan Garuda Indonesia ini membuat mereka berbeda dengan maskapai pionir lainnya di Asia.
Dekade 1960-1970-an: Perkembangan signifikan dan berekspansi[sunting | sunting sumber]

Convair 990 "Majapahit" Garuda Indonesian Airways di Bandar Udara Internasional Schiphol, Amsterdam pada tahun 1965.

Dekade ini merupakan dekade pembangunan sekaligus kemajuan untuk Garuda. Pada tahun 1961, Garuda mendatangkan pesawat turboprop Lockheed L-188C Electra, ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 dan diberi nama "Pulau Bali", "Candi Borobudur" dan "Danau Toba", yang merupakan nama tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal di luar negeri, tahun 1963, Garuda membuka rute penerbangan menuju Tokyo dengan pesawat L-188 dengan perhentian diHongkong, rute ini kemudian dikenal dengan nama "Emerald Route". Garuda memasuki era jet pada tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990A yang diberi nama "Majapahit", "Pajajaran" dan "Sriwijaya", yang merupakan nama kerajaan kuno di Indonesia dan menjadikan Garuda Indonesia maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8. Dengan pesawat ini pula Garuda membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdammelewati Medan, Bombay, Beirut dan Roma. Pada tahun 1966, Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru seperti,Fokker F27. Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dari hasil penjualan beberapa pesawat berbadan lebar untuk memenuhi pasar domestik yang terus berkembang.

Dekade 1970-1980-an: Berkembang maju dan mendunia

Boeing 747-200 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Zurich pada bulan Mei 1985.
Douglas DC-10-30 Garuda Indonesia di Bandara Internasional Schiphol Amsterdam.

Dilanjutkan pada dekade 1970-1980-an. Wiweko Soepono Dirut Garuda Indonesia, melakukan program revitalisasi perusahaan yang mencakup perbaikan layanan, mengganti sistem manajemen, anti-KKN, memperbarui dan menambah armada serta menambah rute Domestik dan Internasional kemudian, beberapa pesawat di jual untuk menggarap pasar domestik dengan Fokker F-27 dan Fokker F-28 dan pada pertengahan 1970an, muncul dimana sebuah tren kenaikan jumlah penumpang yang naik pesawat dan tren tersebut tidak disia-siakan oleh Wiweko untuk membeli pesawat berbadan lebar dengan jarak jangkauan yang jauh dan penumpang yang banyak yaitu, Boeing B747-200 dan Douglas DC-10-30 yang di peruntukkan Garuda menerbangi rute baru di Benua Asia, Australia danEropa dan pada tahun 1982 Garuda Indonesia menjadi maskapai pengguna pertama Airbus A300B4-600 FFCC (Modifikasi kokpit dengan 2 awak).Memiliki inisiatif dan inovasi yang menarik di Garuda Indonesia, Wiweko yang menjabat menjadi Dirut selama 16 tahun berhasil membawa GIA menjadi maskapai terbesar ke 2 se Asia setelah Japan Airlines serta menjadi maskapai terbesar dan berpengaruh di belahan bumi bagian selatan.

Kemudian di tahun 1985, pimpinan GIA digantikan oleh R.A.J Lumenta. Kemudian, Ia melakukan re-branding terhadap maskapai dengan merubah nama dari Garuda Indonesian Airways menjadi Garuda Indonesia dan memindahkan pangkalan utama yang sebelumnya berada di Bandara Kemayoran danBandar Udara Halim Perdanakusuma dipindahkan ke Soekarno Hatta dan melakukan perbaikan sistem manajemen dan penambahan rute. Pada tahun 1985, Garuda Indonesia berhasil merintis penerbangan menuju Amerika Serikat dengan Douglas DC-10-30 bersama maskapai Continental Airlines dengan destinasi Los Angeles dan berhenti di Denpasar-Biak-Hawaii dengan menggunakan logo spesial gabungan dari Continental Airlines dan Garuda Indonesia.

Dekade 1990-2000-an: Kecelakaan beruntun, kesulitan ekonomi dan reputasi buruk

Boeing 747-400 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Frankfurt.
McDonnell Douglas MD-11 Garuda Indonesia mendarat di Hawaii sebelum melanjutkan penerbangan ke Los Angeles.

Sepanjang dekade 1990, Garuda yang saat itu dipimpin oleh Wage Mulyono melakukan pembelian armada pesawat 9 unit McDonnell-Douglas MD-11 (datang tahun 1991 sebagai pengganti DC-10),Boeing 737 seri -300 , -400, dan -500 (datang tahun 1992, sebagai pengganti DC-9), serta Boeing 747-400 (datang tahun 1994, 2 dibeli langsung dari Boeing, 1 dibeli dari Varig) dan Airbus A330-300(datang tahun 1996, pembeli pertama). Tetapi, pada masa ini Garuda mengalami dua musibah besar yang terjadi di dua tempat, yang pertama di Fukuoka dan satunya lagi terjadi di desa Sibolangit, Sumatera Utara. Musibah yang kedua ini ini menewaskan seluruh penumpangnya, disamping itu, maskapai ini juga terkena imbas Krisis Finansial Asia yang juga membuat keuangan Indonesia menjadi lesu. Hal ini membuat Garuda harus memotong semua rute yang tidak menguntungkan, terutama rute jarak jauh menuju ke Eropa maupun Amerika (meski beberapa rute ke Eropa seperti Frankfurt, London dan Amsterdam sempat dibuka kembali, namun akhirnya kembali ditutup.). Disamping menutup rute jarak jauh yang tidak menguntungkan, maskapai ini juga mengembangkan rute domestik yang bisa membantu meningkatnya neraca keuangan.Memasuki tahun 2000-an, maskapai ini membentuk anak perusahaan bernama Citilink yang menyediakan penerbangan berbiaya murah dari Surabaya ke kota-kota lain di Indonesia. Namun, Garuda masih saja bermasalah, selain menghadapi masalah keuangan, Beberapa peristiwa internasional (juga di Indonesia) juga memperburuk kinerja Garuda, seperti Serangan 11 September 2001, Bom Bali I dan Bom Bali II, wabah SARS, dan Bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah peristiwaGaruda Indonesia Penerbangan 200, akibat hal ini, Uni Eropa memberi surat larangan terbang ke Eropa bagi semua maskapai Indonesia. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini yang bertugas untuk memastikan segala kemungkinan yang ada untuk memulai pembukaan kembali rute dengan merekomendasikan pembukaan rute Jakarta - Amsterdam.[8]

Quantum Leap dan ambisi menjadi maskapai bintang 5

Seragam baru awak kabin Garuda Indonesia menampilkan kebaya dan kain batik motif lereng untuk wanita dan stelan jas abu-abu, kemeja biru, dan dasi untuk pria.
Sebuah pesawat Garuda IndonesiaBoeing 737-800 dengan Livery Baru bermanuver Bandara Internasional Ngurah Rai pada tahun 2010.

Di angkatnya perintah larangan terbang Uni Eropa Terhadap Garuda Indonesia dan 3 maskapai penerbangan Indonesia lainnya, membuat Garuda Indonesia meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun yang agresif dengan nama Quantum Leap, rencana ini mencakup rencana re-branding maskapai dengan mengubah livery maskapai, memperkenalkan seragam staf baru,menggandakan armadanya dari 62 menjadi 116 pesawat dan menaikkan 10,1 juta penumpang per tahun menjadi 27.6 juta dalam periode yang sama serta menaikkan pertambahan jumlah rute domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62. Hal yang diimplementasikan oleh manajemen perusahaan ini juga muncul dalam perkenalan profil perusahaan GIA dan berbagai anak perusahaan mereka di jejaring sosial media,YouTube dengan nama "Garuda Indonesia Corporate Profile 2014".[9] Rute ekspansi di awali dari pembukaan rute ke Amsterdam, dengan transit di Abu Dhabi oleh pesawat Airbus A330-200. Pada tahun 2014, Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER, direncanakan tahun ini maskapai akan membuka rute menuju Frankfurt dan Paris.[10]

Sebuah Inisiatif akan lambang baru dikembangkan oleh konsultan merek Landor Associates yang berpusat pada sebuah ide baru tentang "sayap alam" yang bertujuan untuk mengganti logo lama Garuda yang terpasang selam 27 tahun, yang dapat diharapkan untuk dapat "menangkap semangat keramahan Indonesia dan profesionalisme" oleh Garuda Indonesia.

Tanggal 10 Juni 2009, Garuda Indonesia menampilkan sebuah skema warna baru logo pada sirip Airbus A330-200 baru setelah memakai desain yang sama selama lebih dari puluhan tahun. Logo pada ekor pesawat yang mengalami re-branding ini terdiri dari nuansa warna biru yang berbeda beda dengan tulisan Garuda Indonesia di tengah lambung pesawat. Sementara itu, Garuda Indonesia tetap menggunakan simbol garuda yang didesain Landor di lambung pesawat dan terus menggunakannya sebagai identitas perusahaan.

Pada tanggal 28 Mei 2010, Garuda Indonesia secara resmi meluncurkan seragam baru bagi pramugari/pramugaranya untuk memperbarui citra akan pelayanan Garuda Indonesia yang terinspirasi dari kebaya tradisional Gondosuli dengan motif batik lereng dilengkapi dengan kebaya warna biru gaya Kartini di bagian atas dan kostum tambahan bagi pramugari, termasuk sebuah batik bermotiflereng berwarna jingga dengan kebaya berwarna jingga. laki laki memakai jas abu abu, kemeja biru dan dasi bermerek, yang didesain oleh Josephine Komara.

Konsep pelayanan baru Garuda Indonesia bernama "Garuda Indonesia Experience", termasuk aspek dari kebudayaan, masakan, dan keramahan Indonesia. Diperkenalkannya Mini Nasi TumpengNusantara dan jus martebe(markisa dan terong belanda) sebagai menu baru merupakan langkah awal ACS dalam memberikan layanan makanan yang berkelas seperti pada bulan Februari 2011, maskapai ini memperkenalkan tempe dalam menu masakannya dalam penerbangannya menuju Tokyo, Jepang. (tempe masuk dalam menu makanan penerbangan menuju Jepang karena, terdapat pengrajin tempe yang memperkenalkan sebagai pengganti makanan daging dan menurut penelitian di sana, tempe baik untuk di makan)

Sistem IOCS Garuda Indonesia

Pada bulan November 2010, Garuda Indonesia menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operational Control System/IOCS) yang merupakan salah satu dari program Quantum Leap. Sistem terpadu ini menggabungkan sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan manajemen penumpang yang bertujuan untuk mempermudah jalannya maskapai dalam mengantar dan menjemput, Fakta Teknologi IOCS Garuda:

Sistem ini merupakan gabungan sistem yang memantau pergerakan pesawat, penjadwalan awak kabin, dan manajemen penumpang
Sistem IOCS ini berharga US$ 1.5 juta (update: sebelumnya tertulis US$15 juta)
Sistem IOCS ini menangani 81 pesawat, 580 pilot, 2000 awak kabin and 2000 penerbangan per minggu

Pada tanggal 19 November 2010, selama 4 jam sistem IOCS tidak bisa diakses dan menyebabkan beberapa hal seperti:

Jadwal kru pesawat yang kacau, jadwal pilot yang bertabrakan, sampai-sampai ada pilot yang sedang sakit mendapat jadwal menerbangkan pesawat
Pada tanggal 21 November 2010, terjadi delay masal penerbangan Garuda
Pada tanggal 22 November 2010, penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang and Padang dibatalkan
Pada tanggal 23 November 2010, sejumlah 13 jadwal penerbangan dibatalkan
Pemesanan tiket ditutup dari tanggal 22-24 November 2010
5000 jemaah haji terlantar di Arab Saudi. Menurut Direktur Operasi Garuda, keterlambatan disebabkan terbatasnya pintu keberangkatan di bandara

Barulah pada tanggal 25 November 2010 penerbangan kembali normal, baru baru ini Garuda merencanakan perubahan sistem dan nama IOCS menjadi "Garuda Altea" yang dirancang oleh Amadeus untuk meningkatkan cakupan utama pada pekerjaan di lapangan.

Garuda memasuki pasar saham

Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda melakukan IPO di IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan, Jakarta) sebagai langkah lebih lanjut perusahaan dalam pelaksanaan tranformasi bisnis.[11] Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp750 per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9,362 miliar lembar ke 6,3 miliar lembar saham dengan susunan, Pemerintah Indonesia (69,14%); Investor Swasta Domestik (24,34%); dan Investor Internasional (6,12%) serta Karyawan (0,4%).

Pada 27 April 2012, CT Corp melalui PT Trans Airways membeli 10.9% saham Garuda Indonesia di harga Rp620 per lembar dengan total sebesar Rp 1,53 triliun. Harga ini lebih rendah dari harga terendah yaitu Rp395 per lembar, tapi masih dibawah harga IPO sebesar Rp750 per lembar.[12]

Unit pelatihan terpadu & unit bisnis strategis

Diikuti dengan berlakunya Quantum Leap, Garuda Indonesia juga mendirikan beberapa UBS dan menggaet beberapa usaha strategis untuk mendukung operasional, seperti[13]:

PT Abacus Distribution Systems Indonesia[14]
PT Aero Systems Indonesia[15]

Dan berikut beberapa Unit Bisnis Strategis yang Garuda Indonesia bawahi:

Garuda Indonesia Training Center[16]
Garuda Indonesia Cargo[17]
Garuda Sentra Medika[18]

Kerjasama dengan Liverpool FC

Poster Garuda Indonesia dengan Liverpool FC

Pada bulan Juli 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian sponsorship selama 3 tahun dengan klub Liga Inggris Liverpool FC. Persetujuan tersebut memberi Garuda hak sebagai Official Partner Liverpool Football Club (Mitra Resmi Liverpool FC) dan Official Global Airline Partner of Liverpool Football Club (Mitra Maskapai Penerbangan Global Resmi Liverpool FC). Tambahannya, selama musim kompetisi 2012-2013, setiap pertandingan kandang Liverpool di Anfield, akan diputar video iklan Garuda berdurasi 6 menit.Kerjasama dengan Liverpool ini akan memberikan Garuda Indonesia media exposure untuk meningkatkan brand awareness di pasar internasional secara lebih efektif dengan manfaat yang lebih maksimal, mengingat brand Garuda Indonesia akan mendapatkan frekuensi penayangan yang lebih tinggi dengan durasi tayang lebih lama. Pada tahun 2013, Liverpool melakukan tur Asia dengan salah satu negara tujuannya adalah Indonesia. Melalui kunjungan tour tersebut, diharapkan kunjungan ini akan meningkatkan kualitas persepakbolaan di Indonesia.[19]

Garuda Indonesia Experience

Layanan sebelum penerbangan

Layanan dalam penerbangan

Pada tahun 2010, Garuda dalam rencana Quantum Leap yang salah satunya bertujuan untuk melakukan re-branding, mulai melakukan perbaikan layanan dalam kursi pesawat selama penerbangan jarak jauh maupun dekat dengan mendatangkan pesawat baru berkursikan nyaman nan empuk dan di lengkapi fasilitas AVOD serta colokan listrik dalam memberikan kenyamanan dalam penerbangan untuk menyamakan kualitas fasilitas kursi dalam penerbangan dengan maskapai internasional kelas dunia seperti KLM, Air France dan Singapore Airlines. Garuda juga memperkenalkan kursi baru dalam memberi kenyamanan penumpang dalam pesawat.

Kelas utama/first class

First Class Garuda Indonesia di Boeing 777-300ER.

Pada pesawat Boeing 777-300ER, tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas utama memiliki fasilitas yang mewah seperti:[20]

Sliding door disetiap suite.
Kursi ergonomis yang dirancang secara optimal, dengan luas 82 inci dan lebar 22 inci yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar (180°) dan dilengkapi dengan matras, selimut, bantal, dan lengkap dengan ottoman.
Meja yang bisa digunakan untuk menikmati hidangan menu yang disajikan.
Seat control dengan panel layar sentuh untuk kemudahan penggunaan.
Pembatas untuk suite pada lini tengah yang dapat disesuaikan untuk mempermudah percakapan dengan penumpang suite yang berada di sebelahnya.
In-flight entertainment dengan 23.5 inci touch screen LCD, dilengkapi dengan remote control dan headphone kedap suara.
Lemari penyimpanan pribadi.
Lampu baca pribadi.

Kelas bisnis/executive class

Executive Class terbaru Garuda di Boeing 777-300ER.

Terdapat beberapa fasilitas dari Executive Class, yaitu:

Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74" dan dapat disandarkan hingga 180 derajat dan dilengkapi dengan sandaran tangan 11 inci.
Layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi,
Colokan listrik di setiap kursi dan lampu baca pribadi.

Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46"-48" dengan panjang kursi 16". Sementara di Boeing 737, termasuk seri -300, -400, -500, dan seri -800 terbaru memiliki ruang kaki 41" hingga 44" dengan panjang 19". Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi.

Kelas ekonomi/economy class

Economy Class terbaru di armada Airbus A330-200/300.

Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30" hingga 35" tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17". Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 NG memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD.

Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.

Pelayanan imigrasi dalam penerbangan

Garuda juga menawarkan Immigration on Board (IoB) yang merupakan hasil kerjasama dari Dirjen Keimigrasian dan Kemenkumham yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan nilai tambah maskapai bagi penumpang dan Garuda juga memberlakukan IoB ini di beberapa tujuan Garuda, yaitu:[21]

Bandara Internasional Pudong (PVG), Shanghai – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Incheon (ICN) Seoul – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
Bandara Internasional Kansai (KIX), Osaka - Ngurah Rai International Airport (DPS), Denpasar

Penghargaan maskapai

Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai dari 7 maskapai dunia yang meraih 5 Stars Airlines.

Terdapat beberapa penghargaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia antara lain, yaitu:

Four Star Rated Airlines (Skytrax Rating Awards 2010).[22]
World's Most Improved Airlines (Skytrax Awards 2010).[23]
Asia's Leading Airlines Services Quality (CAPA Awards 2010).
Best International Airlines (Roy Morgan Survey in January, February & July 2012).
The World's Best Regional Airline (Skytrax Awards 2012).
ASEAN Premium Airlines (Frost& Sullivan Survey 2012).[24]
Best Asia & Australasia Airlines (Passanger Choice Awards 2013).[25]
World Best Airline Food on Long Haul Flight & Top 5 Airline Food on Short Haul Flight (Asia Pacific Airline Food Awards 2013).[26]
The World's Best Economy Class & Best Economy Class Airline Seat (Skytrax Awards 2013).[27]
World's Best Cabin Crew (Skytrax Awards 2014).[28]
Five Star Airlines (Skytrax Rating Awards 2014).[29]

Diharapkan dengan di raihnya penghargaan tersebut, Garuda Indonesia sebagai maskapai terbesar nasional dan kebanggaan Indonesia bisa memberikan pelayanan yang lebih di dalam penerbangan.

Armada

Boeing 737-800 Garuda melintas diBandar Udara Internasional Changi Singapura.
Beoing 747-400 Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia.
Boeing 777-300 Garuda Indonesia baru saja mendarat di Bandara Internasional Narita , Tokyo.
Airbus A330-200 Garuda Indonesia bersiap menjelang pendaratan diBandara Internasional Hong Kong.
Airbus A330 milik Garuda melintas seusai mendarat di Bandara Internasional Kansai.
ATR 72-600 ini beroperasi di bawah Garuda Indonesia dengan nama Garuda Explore
Bombardier CRJ 1000 NextGen milik Garuda ini di gunakan untuk melayani rute terpencil di Indonesia timur.

Saat ini, Armada Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-200;Airbus A330-300 dan Boeing 777-300ER untuk menerbangi rute Amsterdam, Asia Timur (China,Korea Selatan dan Jepang) dan Australia (Perth,Melbourne dan Sydney) kemudian, ATR 72-600, Boeing 737-800 dan Bombardier CRJ1000 NextGen digunakan untuk menerbangi rute domestik dan Regional.




saham . bursajkse

PT Delta Dunia Makmur Tbk ( DOID.JK ) - Akankah Senasib Dengan BUMI.JK, BRAU.JK dan BORN.JK ?



Akankah DOID (Delta Dunia Makmur Tbk) bernasib sama dengan BUMI (Bumi Resources Tbk), BRAU (Berau Coal Energy Tbk) dan BORN (Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk)?, muncul pertanyaan demikian ini, dikarenakan DOID memiliki struktur modal yang hampir sama dengan BUMI, BRAU dan BORN, yakni besar di hutang daripada modal yang menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan kewajibannya (hutang) dan pada akhir membuat harga saham ketiga emiten tersebut bertengger di Rp50,-.

Dua dari tiga emiten ini telah disuspen oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni BORN dan BRAU, dikarenakan belum menyampaikan laporan keuangan tahunan 2014. Keterlambatan laporan keuangan ini terjadi karena BRAU masih berusaha melakukan refinancing hutang sebesar USD450 juta.

Ya… untuk saat ini, kondisi keuangan DOID masih lebih baik bila dibandingkan dengan BUMI, BRAU dan BORN yang telah mengalami defisiensi modal (modal negatif). DOID memiliki modal yang positif dan aset lancar lebih besar bila dibandingkan hutang jangka pendek. Selain itu, hutang jangka panjang DOID (hutang kepada Sumitomo Mitsui Banking Corporation sebesar 591.643.763) baru akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2019. Lebih detailnya struktur modal masing-masing emiten bisa dilihat pada tabel laporan keuangan:

Kenapa kita tertarik membahas ini, walaupun DOID masih memiliki aset lancar yang lebih besar dari hutang jangka pendek dan jatuh tempo hutang jangka panjang masih lama. Ini dikarenakan dalam aset lancar (terutama piutang usaha) terdapat piutang usaha dari PT Berau Coal sebesar USD92.919.735. Selain itu, 52% pendapatan DOID di semester I 2015 ini berasal dari PT Berau Coal. Untuk diketahui, saat ini PT Berau Coal sedang dimohon pailit oleh PT Cakra Sinegi Investama.

Perlu diketahui, PT Berau Coal merupakan anak usaha tidak langsung dari BRAU (saat ini mengalami defisiensi modal), dimana berdasarkan laporan keuangan Q3 2014 BRAU memiliki secara tidak langsung 90% saham PT Berau Coal.

Pada semester I 2015 DOID membukukan kerugian bersih sebesar USD10,14 juta, hal ini sebabkan lesu sektor batubara, yang dimana kegiatan utama DOID adalah kontraktor dan pertambangan batubara melalui anak usahanya yaitu, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Dari gambaran diatas, dapat disimpulkan potensi DOID mengalami nasib seperti BUMI, BRAU dan BORN, sangat besar. Apabila kondisi sektor batubara tidak membaik, yakni harga batubara bertahan lama dikisaran USD60 per metrik ton dan bila terjadi pailit pada PT Berau Coal.

Tabel Laporan Keuangan

Keterangan
BORN *)
BRAU *)
BUMI *)
DOID *)
Aset Lancar
169.185.660
933.674.000
2.346.891.707
331.592.809
Aset Tidak Lancar
880.913.534
942.979.000
4.153.637.211
533.798.509
Kewajiban Jangka Pendek
1.490.804.040
1.380.638.000
6.798.673.348
112.768.896
Kewajiban Jangka Panjang
100.902.721
525.472.000
434.896.928
667.305.736
Modal yang diatribusikan kepada pemilik induk
-541.610.234
-85.054.000
-844.549.286
85.316.550
Kepentingan nonpengendali
2.666
55.597.000
111.507.928
136
Modal Bersih
-541.607.568
-29.457.000
-733.041.358
85.316.686
Current Ratio (Rasio Lancar)
0,11
0,68
0,35
2,94
Debt Ratio (Rasio Hutang)
1,52
1,02
1,11
0,90
Debt to Equity Ratio 
(Rasio Hutang terhadap Modal)
-2,94
-22,41
-8,57
9,14

*) Sumber dari laporan keuangan: BORN (Q3 2014), BRAU (Q3 2014), BUMI (laporaan keuangan tahunan 2014) dan BORN (laporaan keuangan Q2 2015)







Catatan:

Delta Dunia Makmur Tbk (dahulu PT Delta Dunia Property Tbk) (DOID) didirikan tanggal 26 Nopember 1990 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1992. Kantor pusat DOIDberalamat di Cyber 2 Tower, Lantai 28, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13, Jakarta.

PT. Delta Dunia Makmur Tbk (IDX: DOID) merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi tekstil yang bermarkas di Sragen, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun1994. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam bahan pakaian.

Pada 2008, perseroan telah melakukan perubahan bisnis inti dari industri dan perdagangan garment menjadi perusahaan properti yang mengakibatkan penjualan saham anak perusahaan, PT Delta Marin Sandang Tekstile dan perseroan melakukan pembelian 99,9% saham PT Margamas Griya Realti dan 99,9% saham PT Nusamakmur Citpasentosa.

Pemegang saham mayoritas DOID adalah Northstar Tambang Persada Ltd., dengak persentase kepemilikan sebesar 39,723. Northstar Tambang Persada Ltd merupakan sebuah konsorsium pemegang saham yang terdiri dari TPG Capital, Government of Singapore Investment Corporation Pte. Ltd., China Investment Corporation dan Northstar Equity Partners.

Pada awal didirikan DOID bergerak di bidang tekstil yang memproduksi berbagai jenis benang rayon, katun dan poliester untuk memenuhi pasar ekspor. Kemudian pada tahun 2008, DOID mengubah usahanya menjadi pengembangan properti komersial dan industrial di Indonesia.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan DOID adalah jasa, pertambangan, perdagangan dan pembangunan. Sejak tahun 2009 kegiatan utama DOID adalah jasa penambangan batubara dan jasa pengoperasian tambang melalui anak usaha utamanya yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Pada tanggal 29 Mei 2001, DOID memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DOID (IPO) kepada masyarakat sebanyak 72.020.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp150,- per saham dan disertai 9.002.500 Waran seri I dan batas akhir pelaksanaan tanggal 14 Juni 2004 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp150,- per saham. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Juni 2001.


saham . bursajkse