Selasa, 04 Agustus 2015

PT Adhi Karya Tbk ( ADHI.JK ) - Akan Melakukan Right Issue Sejumlah 1,817 Miliar Saham

Image result for PT Adhi Karya Tbk

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan melakukan penawaran umum saham terbatas I (PUT I) atau right issue pada 2015. Adapun harga pelaksanaan yang ditawarkan perseroan antara Rp1.510-Rp2.400 per saham.

Mengutip prospektus yang dikeluarkan ADHI di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2015), perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,817 miliar saham baru atau sebanyak-banyaknya sebesar 50,2 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Jumlah saham baru itu ditawarkan dengan cara penerbitan hak memesan efek terlebh dahulu (HMETD). Di mana jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam PUT I itu adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp2,745 triliun.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi sampai dengan 50,2 persen. Perseroan merencanakan akan menggunakan seluruh dana hasil PUT I untuk proyek transportasi massal berbasis rel kereta beserta stasiun dan properti pendukungnya.

Namun demikian, sebelum rencana right issue ini disetujui, perseroan akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 27 Agustus 2015 untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham terhadap aksi korporasi itu.

Seperti diketahui, perseroan memiliki kegiatan usaha konstruksi, EPC (engineering, procurement, and construction). perkeretaapian, pariwisata, perdagangan, industri, properti, real estate, investasi infrastruktur. Saat ini, perseroan memiliki tujuh divisi konstruksi berdasarkan daerah operasi, satu divisi operasional dan satu divisi hotel yang berlokasi di Jakarta, Palembang, Medan, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Semarang. 

Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=adhi.jk&max-results=20&by-date=true



Catatan:


Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) didirikan tanggal 1 Juni 1974 dan memulai usaha secara komersial pada tahun 1960. Kantor pusat ADHI berkedudukan di Jl. Raya Pasar Minggu KM.18, Jakarta. Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam SK Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960. Kemudian berdasarkan PP No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi Perusahaan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan, yaitu Associate NV, dilebur ke dalam Perusahaan.

Pemegang saham pengendali Adhi Karya adalah Negara Republik Indonesia, dengan persentase kepemilikan sebesar 51%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Ruang lingkup bidang usaha ADHI meliputi:

Konstruksi,
Konsultasi manajemen dan rekayasa industri (Engineering Procurement and Construction/EPC),
Perdagangan umum, jasa pengadaan barang, industri pabrikasi, jasa dalam bidang teknologi informasi, real estat dan agro industri.

Saat ini kegiatan utama ADHI dalam bidang konstruksi, EPC, real estat dan jasa pengadaan barang.Adhi Karya memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1960.

Pada tanggal 8 Maret 2004, ADHI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat atas 441.320.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp150,- per saham. Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesar 10% atau sebanyak 44.132.000 saham biasa atas nama baru dijatahkan secara khusus kepada manajemen (Employee Management Buy Out / EMBO) dan karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee Stock Allocation/ESA). Kemudian pada tanggal 18 Maret 2004 seluruh saham ADHI telah tercatat pada Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia).



saham . bursajkse
#ADHI

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.