Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kurs. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kurs. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Trada Maritime Tbk ( TRAM.JK ) - Membukukan Kerugian Usaha Sebesar USD 62,05 Juta - Semester I 2015

Image result for PT Trada Maritime Tbk

Emiten pelayaran yang dulu sangat hot transaksi sahamnya, PT Trada Maritime Tbk (TRAM) melaporkan kerugian pada Semester I 2015 yang mencapai USD62,05 juta (asumsi kurs saat ini adalah Rp13.500, maka kerugian Perseroan mencapai Rp837,68 miliar) atau USD0,00638 per saham. Kinerja TRAM pada Semester I tahun 2015 tersebut anjilok dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 yang masih membukukan Laba bersih sebesar USD4,21 juta atau USD0,000433 per saham.

Terpuruknya kinerja TRAM pada Semester I 2015 tersebut disebabkan oleh Penurunan nilai aset Perseroan dan Pendapatan Pokok Perseroan. Kerugian dari Penurunan nilai aset Perseroan mencapai USD57,41 juta pada Semester I 2015, sedangkan pada periode yang sama tidak ada. Pendapatan Pokok Perseroan mengalami penurunan dari USD30,09 juta menjadi USD16,88 juta atau turun 43,90%. Pendapatan Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari:

  1. Penyewaan dan Pengoperasian kapal – USD16,43 juta dan USD29,37 juta.
  2. Keangena Kapal – USD92,14 ribu dan USD97,15 ribu.
  3. Pengelolaan kapal – USD196,00 ribu dan USD306,42 ribu.
  4. Jasa Logistik – USD121,09 ribu dan USD234,69 ribu.
  5. Demurrage – USD- dan USD11,96 ribu.
  6. Jasa Handling – USD2,93 ribu dan USD9,08 ribu.
  7. Jasa Katering – USD32,18 ribu dan USD57,09 ribu.

Beban usaha Perseroan menurun dari USD1,53 juta menjadi USD1,21 juta. Sedangkan Beban Keuangan Perseroan meningkat dari USD3,90 juta menjadi USD4,03 juta, dan Pendapatan Operasional lainnya meningkat dari USD0,07 juta menjadi USD2,13 juta.

Akhir Juni 2015, aset TRAM mencapai USD218,52 juta, turun 23,49% dari aset tahun 2014 yaitu USD285,61 juta (aset turun karena manajemen menilai ulang aset, untuk memastikan aset tidak melambung terlalu tinggi), utang Perseroan menurun dari USD180,48 juta tahun 2014 menjadi USD175,44 miliar pada Semester I 2015.



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=tram.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

Trada Maritime Tbk (TRAM) didirikan tanggal 26 Agustus 1998 dengan nama PT Panji Adi Samudera dan memulai usahanya secara komersial pada bulan September 2000. Kantor pusat TRAM terletak di gedung Trada, Jl. Kyai Maja No. 4, Kebayoran Baru, Jakarta.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham TRAM, antara lain: PT Trada Resources Indonesia (21,76%) dan PT Trada International (16,25%), Bank Julius Baer and Co Ltd S/A Baywater Capital Resources Pte Ltd (7,40) dan Barclays Bank Plc, Singapore-Wealth Management (5,06%)..

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TRAM adalah dalam bidang pelayaran dan penyelenggaraan angkutan laut. Saat ini keigatan usaha TRAM meliputi angkutan muatan cair (liquid cargo), muatan curah kering (bulk carrier), gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), armada akomodasi (self propelled accommodation barge), serta sejumlah kapal penunjang seperti kapal tunda dan tongkang (tug and barge).

Pada tanggal 27 Agustus 2008, TRAM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TRAM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.000.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp125,- per saham disertai dengan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif sebanyak 1.000.000.000 dengan pelaksanaan sebesar Rp135,- per saham. Setiap pemegang saham Waran berhak membeli satu saham perusahaan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 10 Maret 2009 sampai dengan 9 September 2011. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 September 2008.


saham . bursajkse
#TRAM

Kinerja Reksadana Saham Catat Imbal Hasil Terburuk Dibandingkan Jenis Reksadana Lain

Image result for reksa dana

Bendera setengah tiang berkibar di pasar reksadana saham. Di periode Januari 2015-Juli 2015, reksadana saham mencatat imbal hasil terburuk dibandingkan jenis reksadana lain.

Data Infovesta Utama menyebutkan, rata-rata kinerja reksadana saham minus 11,59% secara year to date (ytd). Imbal hasil reksadana saham juga lebih buruk ketimbang performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang minus 8,12% pada periode sama.

Sejumlah produk reksadana saham tercatat membukukan imbal hasil lebih buruk. Misalnya, produk Treasure Fund Super Maxxi milik PT Treasure Fund Investama yang minus 23,43% secara ytd.

Analis Infovesta Utama, Viliawati menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyeret performa reksadana saham. Pertama, pergerakan reksadana saham memang lebih agresif ketimbang bursa. Sehingga, ketika IHSG terkoreksi, kinerja reksadana saham terlempar lebih dalam.

Kedua, koreksi harga saham yang memiliki bobot cukup besar dalam portofolio reksadana saham, terutama sektor infrastruktur dan industri dasar dan kimia. Salah satu alasannya, laporan keuangan emiten kuartal I-2015 tidak memuaskan. "Krisis Yunani dan gejolak bursa saham China turut menekan reksadana saham," kata Viliawati.

Ketiga, pelemahan harga obligasi akibat spekulasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat di September atau Desember 2015. Ridwan Soetedja, Direktur PT Panin Asset Management menambahkan, menyusutnya return reksadana saham merupakan imbas perlambatan ekonomi Indonesia. Pada kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi 4,7%. Perlambatan juga diprediksi terjadi di kuartal II.

Namun Ridwan masih optimistis, return reksadana saham bangkit menjelang akhir tahun 2015, menyusul realisasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur Indonesia. Penyerapan anggaran belanja pemerintah menyuntikkan tenaga bagi pasar modal. "Jenis reksadana yang akan rebound lebih dahulu adalah reksadana saham," ujarnya.

Senada, Senior Fund Manager PT BNI Asset Management Hanif Mantiq memprediksi, inflasi pada pengujung tahun 2015 di bawah 5%. Sehingga, pulihnya kurs rupiah dapat menggenjot kepercayaan investor. "Saya prediksi, return saham menjadi 0% di akhir tahun," ujarnya. (Maggie Quesada Sukiwan)



saham . bursajkse

PT Media Nusantara Citra Tbk ( MNCN.JK ) - Laba Bersih Menurun 28,43% - Semester I 2015



Pemilik media RCTI, CTPI, dan MNC TV, serta Global TV dari Grup MNC PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melaporkan laba bersih pada Semester I 2015 sebesarRp696,38 miliar atau Rp48,78 per saham, menurun 28,43% dari Rp972,98 miliar atau Rp69,93 per saham pada periode yang sama tahun 2014.

Penurunan kinerja MNCN pada Semester I 2015 disebabkan oleh kerugian Kurs sebesar Rp195,14 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 kerugian kurs hanya Rp1,15 miliar, dan Pendapatan Perseroan menurun dari Rp3,37 triliun menjadi Rp3,33 triliun atau turun 1,20%. Pendapatan Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari:

  1. Iklan dan Content – Rp3,30 triliun dan Rp3,35 triliun.
  2. Lainnya – Rp28,13 miliar dan Rp23,91 miliar.

Beban Pokok Pendapatan menurun sedikit dari Rp1,40 triliun menjadi Rp1,39 triliun, sedangkan beban usaha meningkat sedikit dari Rp607,63 miliar menjadi Rp615,61 miliar, dan Pendapatan (beban) bunga menurun dari Rp17,47 miliar menjadi Rp(39,67) miliar.

Total aset MNCN pada Semester I 2015 mencapai Rp14,02 triliun, tumbuh 3,01% dari Aset tahun 2014 yaitu Rp13,61 triliun. Utang mengalami peningkatan dari Rp4,22 triliun menjadi Rp4,76 triliun pada tahun Semester I 2015.



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=mncn.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

PT Media Nusantara Citra Tbk (IDX:MNCN )

Dikenal dengan namaMNC Media merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidangmedia yang berpusat di Jakarta, Indonesia, didirikan pada tahun 1997.

Satu dekade kemudian, 22 Juni 2007 perusahaan ini resmi melantai di bursa saham dengan kode emiten atau ticker MNCN.

Saat ini, mayoritas saham digenggam oleh Global Mediacom dengan porsi saham sekitar 65,12% dan masyarakat sekitar 34,9%[2] Saham MNC terhitung liquid dan memiliki tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun [3]

Di luar hal tersebut MNC Group juga memiliki indeks harga saham bernama Indeks MNC36. Indeks tersebut terdiri dari 36 emiten terpilih yang tercatat di BEI. Berdasarkan Price Earning Ratio (PER), Operating Profit Margin (OPM), Debt Equity Ratio (DER), Price Book To Value (PBV) tertinggi dalam IHSG. Metode penghitungan Indeks MNC36 menggunakan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar.

Peluncuran Indeks MNC36 bertujuan menjadi salah satu indikator bagi investor untuk berinvestasi saham di BEI sehingga investor dapat berinvestasi pada saham-saham emiten yang memiliki kinerja fundamental yang baik, kapitalisasi pasar yang besar, serta rasio keuangan yang positif [4]

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan,yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, MNC bergerak dibidang perdagangan umum, pembangunan, perindustrian, pertanian, pengangkutan, percetakan, multimedia melalui perangkat satelit dan perangkat telekomunikasi lainnya, jasa dan investasi.

Bisnis utama perseroan saat ini adalah media. Sumber pendapatan terbesar MNCN berasal dari tiga media televisi nasional yaitu RCTI, Global TV, dan MNC TV. Ketiga stasiun televisi nasional tersebut menawarkan acara beragam seperti film-film box office, acara olahraga, pencarian bakat, reality show, acara musik, berita, infotainment.




saham . bursajkse
#MNCN

PT United Tractor Tbk ( UNTR.JK ) - Semester I 2015 : Membukukan Laba Bersih Rp. 3,41 Triliun

Image result for PT United Tractor Tbk

Emiten Jasa Pertambangan dan pertambangan batubara, alat berat, Jasa Konstruksi dan Properti dari Grup Astra PT United Tractor Tbk (UNTR) memukukan pertumbuhan kinerja sebesar 3,65% yang tercermin dari laba berish yang mengalamipertumbuhan dari Rp3,41 triliun atau Rp913 per saham pada Semester I 2014 menjadi Rp3,29 triliun atau Rp881 per saham.

Pertumbuhan kinerja UNTR didukung oleh Keuntungan Kurs yang didapat pada Semester I 2015 yaitu Rp246,37 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 mengalami kerugian Kurs yang cukup besar yaitu Rp29,39 miliar, dan Beban Pokok juga mengalami penurunan dari Rp21,80 triliun Semester I 2014 menjadi Rp19,29 triliun Semester I 2015, serta Beban Usaha mengalami peningkatan sedikit dari Rp1,45 triliun menjadi Rp1,46 triliun.

Pendapatan utama perseroan mengalami penurunan sebesar 9,37% menjadi Rp27,53 triliun di Semester I 2015 dari Pendapatan utama perseroan di Semester I 2014 yaitu sebesar Rp24,95 triliun. Pendapatan Keuangan juga mengalami penurunan dari Rp68,37 miliar menjadi Rp52,26 miliar.

UNTR merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penjualan alat kontraktor, tambang, jasa konstruksi, serta perbaikan mesin konstraktor merk komatsu. Pendapatan terbesar perseroan berasal dari Pendapatan Jasa dengan Pendapatan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 masing-masing sebesar Rp16,22 triliun dan Rp17,10 triliun, dan Penjualan sebesar Rp8,73 triliun dan Rp10,43 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan perseroan antara lain

  1. Penjualan
    • Mesin Konstruksi – Rp6,36 triliun dan Rp7,53 triliun.
    • Batubara – Rp2,37 triliun dan Rp2,89 triliun.
  2. Pendapatan Jasa
    • Kontraktor Penambangan – Rp14,74 triliun dan Rp16,20 triliun.
    • Mesin Konstruksi – Rp0,93 triliun dan Rp0,90 triliun.
    • Kontraktor Konstruksi (dari ACST) – Rp546,35 miliar dan Rp0.

Pada awal tahun 2015, United Tractors Tbk membentuk pilar bisnis ke-empat yaitu Kontraktor Konstruksi. Realisasi tersebut salah satunya adalah dengan mengakuisi mayoritas saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), sebuah perusahaan publik di Indonesia yang menyediakan jasa manajemen konstruktis bangunan dan pondasi.

Total aset Perseroan pada Semester I 2015 sebesar Rp63,82 triliun, naik 5,82% dari Total aset 2014 yaitu Rp60,31 triliun, dan Total utang pada Semester I 2015 mencapai Rp23,12 triliun, naik 6,153% dari total utang 2014 yaitu Rp21,78 triliun.





Catatan:


United Tractors Tbk (UNTR) didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama PT Inter Astra Motor Works dan memulai kegiatan operasinya pada tahun 1973. Kantor pusat UNTRberlokasi di Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta. Saat ini, Perusahaan mempunyai 19 cabang, 22 kantor lokasi dan 11 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Induk usaha dari United Tractors Tbk adalah Astra International Tbk / ASII (59,50%), sedangkan induk utama dari United Tractors Tbk adalah Jardine Matheson Holdings Ltd, yang didirikan di Bermuda.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha UNTR dan entitas anak meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (mesin konstruksi) beserta pelayanan purna jual, pertambangan dan kontraktor pertambangan. Termasuk didalam kontraktor pertambangan adalah jasa kontraktor pertambangan terpadu.

Pada tahun 1989, UNTR melalui Penawaran Umum Perdana Saham menawarkan 2.700.000 lembar sahamnya kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp7.250,- per saham.






saham . bursajkse
#UNTR

PT Astra International Tbk ( ASII.JK ) - Membukukan Penurunan Laba Bersih Sebesar 18%

Image result for astra tbk

PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penurunan laba bersih pada semester I 2015 sekitar 18% menjadi Rp8,052 triliun dari Rp9,820 triliun pada periode serupa tahun lalu.

Direktur Utama Astra Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (31/7), menuturkan kondisi ini dipicu oleh melemahnya pendapatan usaha perseroan sekitar 8,88% dari Rp101,528 triliun pada periode yang berakhir 30 Juni 2014 menjadi Rp92,505 triliun periode serupa tahun ini. 

Kendati demikian, perseroan berhasil menurunkan beban pokok pendapatan sekitar 9,4% menjadi 74,587 triliun per Juni 2015 dari Rp82,384 triliun periode serupa tahun lalu. Walaupun beban dapat menyusut, namun laba bruto menurun dari Rp19,144 triliun menjadi Rp17,918 triliun.

Kerugian selisih kurs juga berhasil ditekan dari Rp305 miliar, kini menjadi Rp74 miliar. Perseroan juga mampu memeroleh peningkatan penghasilan lain-lain dari Rp1,463 triliun menjadi Rp1,6 triliun. 

Hingga periode Juni 2015, total aset perusahaan otomotif ini tercatat Rp242 triliun, dengan ekuitasnya Rp123,631 triliun dan liabilitas Rp119,122 triliun.



Catatan:

Astra International (IDX: ASII) merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi otomotif yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, perseroan mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage's sebesar 50,1%.

Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di JI. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta. Ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang tertuang dalam anggaran dasarnya adalah perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

Astra International Tbk (ASII) didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Kantor pusat ASII berdomosili di Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta.

Pemegang saham terbesar Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd (50,09%), perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd merupakan entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.

Saat ini, Astra International Tbk memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Astra Graphia Tbk (ASGR), Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan United Tractors Tbk (UNTR).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ASII bergerak di bidang perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil (Toyota, Daihatsu, Izusu, UD Trucks, Peugeot dan BMW), sepeda motor (Honda) berikut suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

Pada tahun 1990, ASII memperoleh Pernyataan efektif BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ASII (IPO) kepada masyarakat sebanyak 30.000.000 saham dengan nominal Rp1.000,- per saham, dengan Harga Penawaran Perdana Rp14.850,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 April 1990.

Divisi Usaha dan Anak Perusahaan

Otomotif

PT Toyota Astra Motor (Toyota dan Lexus)
PT Toyota Auto2000 (Auto 2000)
PT Astra Daihatsu Motor (Daihatsu)
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (Isuzu)
PT Astra Nissan Diesel Indonesia (Truk Nissan Diesel)
PT Tjahja Sakti Motor (BMW dan Peugeot)
PT Serasi Autoraya (TRAC)
PT Serasi Auto Raya (Mobil 88)
PT Astra Honda Motor (Honda)
PT Astra Otoparts Tbk
PT Tunas Mobilindo Perkasa (Daihatsu)

Agro industri

PT Astra Agro Lestari Tbk

Pelayanan Finansial

PT Astra Credit Company
PT Toyota Astra Financial Services
PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto)
PT Federal International Finance
PT Surya Artha Nusantara Finance
PT Bank Permata
PT Astra Aviva Life (Astra Life)

Alat-alat Berat

PT United Tractors Tbk (Scania)
PT Traktor Nusantara
PT Pamapersada Nusantara
PT Kalimantan Prima Persada

Teknologi Informasi

PT Astragraphia Tbk
PT Astra Graphia Information Technologies-AGIT

Infrastruktur

PT Astratel Nusantara
PT Intertel Nusaperdana

Sejarah

1957

Astra memulai usaha sebagai perusahaan dagang

1969

Astra menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia

1970

Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di Indonesia
Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal mesin perkantoran Xerox di Indonesia

1971

Astra di tunjuk sebagai distributor tunggal Daihatsu
Mendirikan PT Federal Motor, agen tunggal sepeda motor Honda
Mendirikan PT Toyota Astra Motor (TAM), agen tunggal Toyota
Peluncuran produk sepeda motor Honda 90 Z (90cc)

1972

Mendirikan PT United Tractors (UT) yang mengelola bidang usaha alat berat

1973

Mendirikan PT Multi Agro Corporation yang mengelola divisi agribisnis Astra

1974

Mendirikan Yayasan Toyota & Astra yang bergerak di bidang pendidikan
TAM meluncurkan Toyota Corolla

1977

Toyota meluncurkan mobil Kijang pertama
Mendirikan PT Daihatsu Indonesia

1980

Astra mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membantu perusahaan kecil dan menengah

1981

Toyota meluncurkan mobil Kijang sebagai mobil keluarga

1982

Astra mendirikan PT Raharja Sedaya, sebuah perusahaan kredit konsumen

1983

Mendirikan PT Astra Agro Niaga, cikal bakal PT Astra Agro Lestari

1986

Daihatsu meluncurkan Zebra, sebagai mobil niaga andalan
Toyota menyempurnakan Kijang-nya yang dikenal dengan Super Kijang

1988

Menerbitkan obligasi berjangka waktu 5 tahun senilai Rp 60 miliar dan tercatat di Bursa Efek Surabaya
Mengambil alih PT Pantja Motor, Distribtor kendaraan Isuzu

1989

Mendirikan Astra Executive Training Centre (AETC) yang kemudian menjadi Astra Management Development Institute (AMDI) pada tahun 1993

1990

Menerbitkan 30 juta lembar saham dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya
Mendirikan Koperasi Astra International untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan

1991

Mendirikan PT Astra Dian Lestari yang mengelola bidang usaha komponen
PT Pantja Motor meluncurkan Isuzu Panther
Tahun 1991 Astra mendirikan PT.Astra Microtronics Technology di Muka Kuning Batam yang bergerak di Semiconductor Manufacturing
Mendirikan Astra Mitra Ventura yang menyediakan fasilitas pinjaman modal bagi UKM

1994

Daihatsu meluncurkan Zebra Espass yang merupakan hasil penyempurnaan dari Zebra sebelumnya

1995

Mendirikan Politeknik Manufaktur Astra yang menyediakan pendidikan formal tingkat diploma di bidang manufaktur

1997

Toyota kembali menyempurnakan Kijang-nya

1999

Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap pertama
Daihatsu meluncurkan SUV Daihatsu Taruna

2000

Isuzu menyempurnakan Panther-nya
Merestrukturisasi bisnis sepeda motor
Merestrukturisasi bisnis BMW

2001

Menerbitkan Panduan dalam Etika Bisnis dan Etika Kerja

2002

Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap kedua
Merestrukturisasi bisnis Daihatsu
Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas sebanyak 1,4 miliar lembar saham
Mendivestasi perusahaan infrastruktur telekomunikasi Astra, PT Pramindo Ikat Nusantara
Mendivestasi bisnis perkayuan Astra yang dikelola oleh PT Sumalindo Lestari Jaya

2003

Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas II
Merestrukturisasi bisnis Toyota
Toyota dan Daihatsu meluncurkan MPV keluarga Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang merupakan produk bersama, dan dipasarkan awal 2004

2004

Melakukan percepatan pembayaran restrukturisasi hutang Astra
Mengambilalih 31,5% kepemilikan di PT Bank Permata Tbk

2006

Mendirikan Toyota Astra Financial Services yang menawarkan fasilitas pembiayaan mobil Toyota
Astra Honda Motor meluncurkan Vario, produk skuter otomatis
Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang merupakan kelanjutan Daihatsu Taruna

2007

Astra Honda Motor meluncurkan Revo

2008

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memulai ekspor kendaraan komersil Gran Max ke Jepang dalam bentuk CBU, setelah sebelumnya Gran Max diluncurkan awal tahun 2008
PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Isuzu Motors Limited melakukan reorganisasi atas PT Pantja Motor menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia
Astra canangkan program 'Go Green With Astra: Satu Karyawan Satu Pohon' untuk menanam 116.867 pohon sepanjang tahun
Museum dan Perpustakaan Astra dibuka secara resmi
PT Astra Honda Motor meluncurkan Beat

2009

Astra Group luncurkan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia yang menjadi payung program seluruh kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa
PT Astra Honda Motor memproduksi sepeda motor yang ke-25 juta
PT Toyofuji Serasi Indonesia—anak perusahaan PT Serasi Autoraya—luncurkan kapal yang ketiga, MV SERASI III
PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, operasikan PT Patria Maritime Lines

2010

Toyota perkenalkan 5 varian baru Toyota Dyna
Penerbitan obligasi PT Astra Sedaya Finance XI
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Astra International Tbk
PT United Tractors Tbk luncurkan ekskavator dengan teknologi KOMTRAX
PT Astra Agro Lestari Tbk bangun pabrik baru di Kalimantan Timur
Penerbitan obligasi PT Federal International Finance X
PT Isuzu Astra Motor Indonesia luncurkan Isuzu Bison
Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) secara resmi mengubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Astra-Michael D.Ruslim
PT Astra Honda Motor perkenalkan skutik retro modern, Honda Scoopy
PT Astra Graphia Tbk luncurkan mesin cetak multifungsi yang ramah lingkungan Fuji Xerox Color
UT selesaikan akuisisi atas PT Agung Bara Prima
PT Astra Honda Motor (AHM) umumkan `One Heart` sebagai slogan barunya
Satu Indonesia Jelajahi Dunia Astra pecahkan rekor MURI
Astra Daihatsu Motor capai produksi dua juta unit mobil
Kepemilikan Astra di Astra Sedaya Finance (ASF) meningkat menjadi 100%
Peresmian kapal MV Serasi V milik TFSI
PermataBank selesaikan akuisisinya yang pertama di Indonesia
Astra tingkatkan kepemilikan saham di PALYJA menjadi 49%

2011

PT Astra Honda Motor meluncurkan skutik Honda Spacy
Toyota dan Daihatsu menyempurnakan Avanza dan Xenia-nya menjadi Toyota New Avanza dan Daihatsu Xenia All New

2012

PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, mengambil alih galangan PT Perkasa Melati (PT Patria Maritim Perkasa) sebagai penguat industri maritim bagi Astra dan Indonesia

2013

Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla, mobil kecil yang hemat dan ekonomis



saham . bursajkse
#ASII

PT Indofood Sukses Makmur Tbk ( INDF.JK ) - Laba Bersih Anjlok 25,3%

Image result for PT Indofood Sukses Makmur Tbk

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat penurunan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2015 sekitar 25,3% menjadi Rp1,73 triliun dari Rp2,32 triliun periode serupa tahun lalu. 

"Hal ini disebabkan oleh rugi selisih kurs yang belum terealisasi sebagai akibaat melemahnya nilai tukar rupiah," tutur Direktur Utama Anthoni Salim melalui publikasi BEI, Jumat (31/7).

Menurut dia, penurunan laba bersih membuat marjin laba bersih turun menjadi 5,3% dari 7,4%. Core profit yang mencerminkan kinerja operasional turun 8,2% menjadi Rp2,08 triliun dari Rp2,27 triliun.

Kendati demikian, perseroan mencatat penjualan pada periode yang berakhir 30 Juni 2015 sekitar Rp32,63 triliun, lebih tinggi 3,7% dari Rp31,48 triliun periode serupa tahun lalu. 

Pencapaian ini didukung oleh kelompok usaha strategis (grup) produk konsumen bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi masing-masing sekitar 50%, 24%, 18%, dan 8% terhadap penjualan neto konsolidasi. 

Laba usaha naik sedikit sebesar 0,5% menjadi 3,85 triliun dari Rp3,83 triliun, sedangkan marjin laba usaha turun 40 basis poin menjadi 11,8%, terutama karena melemahnya kinerja Agribisnis sebagai akibat dari penurunan harga jual rata-rata produk sawit. 

"Model bisnis kami yang tangguh telah memberikan pondasi yang kokoh di tengah perkembangan konsidi makro yang kurang menggembirakan. Kami akan terus menjalankan strategis kami untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan serta menghadapi tantangan ke depannya," papar dia.





Catatan:

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. (IDX:INDF ) merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990 oleh Sudono Salimdengan nama PT. Panganjaya Intikusuma yang pada tanggal 5 Februari1994 menjadi Indofood Sukses Makmur. Perusahaan ini mengekspor bahan makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa.

Dalam beberapa dekade ini Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.

Sejarah

1968 - PT Lima Satu Sankyu (selanjutnya berganti nama menjadi PT Supermi Indonesia) didirikan, pertama kali memproduksi Supermi sebagai mi instan pertama di Indonesia.
1970 - PT Sanmaru Foods Manufacturing Co Ltd (PT Sanmaru) didirikan sebagai salah satu anak perusahaan Jangkar Jati Group.
1972 - PT Sanmaru mulai memproduksi Indomie.
1982 - PT Sarimi Asli Jaya didirikan dan mulai memproduksi Sarimi.
1984 - PT Sarimi Asli Jaya diakuisisi oleh PT Sanmaru dan bersama dengan Salim Group membentuk perusahaan dengan nama PT Indofood Interna Corporation.
1986 - PT Supermi Indonesia diakuisisi oleh PT Indofood Interna Corporation melalui anak perusahaannya PT Lambang Insan Makmur.
1987 - PT Sanmaru meluncurkan mi instan dalam bentuk cup bermerek Pop Mie.
1989 - PT Sanmaru mengakuisi PT Sari Pangan Nusantara, yang memproduksi makanan bayi bermerek SUN.
1990 - PT Sanmaru membentuk perusahaan patungan dengan PepsiCo, Inc yang memiliki merek FritoLay yang pada tahun 1994 bernama PT Indofood Fritolay Makmur dan mulai memproduksi makanan ringan seperti Chitato, Chiki, Cheetos dan Jetz yang kemudian pada tahun 2000an disusul dengan Lay's dan Qtela.
1990 - Indofood didirikan oleh Sudono Salim dengan nama PT Panganjaya Intikusuma.
1992 - PT Sanmaru melalui anak perusahaan Jangkar Jati Group diambil alih seluruh sahamnya oleh Salim Group.
1993 - PT Panganjaya Intikusuma dan PT Sanmaru membentuk perseroan dengan nama PT Indomie Sukses Makmur Tbk.
1994 - PT Panganjaya Intikusuma berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
1995 - Mengakuisisi pabrik penggilingan gandum Bogasari.
1997 - Mengakuisisi 80% saham perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, agribisnis serta distribusi.
2005 - PT Indosentra Pelangi sebagai produsen bumbu, kecap dan sambal bermerek Indofood membentuk perusahaan patungan dengan Nestlé bernama PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia, mengakuisisi perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat.
2006 - Mengakuisisi 55% saham perusahaan perkapalan Pacsari Pte. Ltd.
2007 - Mencatatkan saham Grup Agribisnis di Bursa Efek Singapura dan menempatkan saham baru.
2008 - Mengakuisisi 100% saham Drayton Pte. Ltd. yang memiliki secara efektif 68,57% saham di PT Indolakto, sebuah perusahaan dairy terkemuka.
2009 - Memulai proses restrukturisasi internal Grup CBP melalui pembentukan PT. Indofood CBP Sukses Makmur dan pemekaran kegiatan usaha mi instan dan bumbu yang diikuti dengan penggabungan usaha seluruh anak perusahaan di Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP), yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan, ke dalam ICBP.
2010 - Menyelesaikan restrukturisasi internal Grup CBP melalui pengalihan kepemilikan saham anak perusahaan di Grup CBP dengan jumlah kepemilikan kurang dari 100% ke ICBP dan melakukan Penawaran Saham Perdana yang dilanjutkan dengan pencatatan saham ICBP di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Oktober 2010. Peningkatan kepemilikan di Pacsari Pte. Ltd sebesar 10% menjadi pemilik 100%.
2011 - Pada bulan Januari 2011, PT Indofood CBP Sukses Makmur, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur dan PT Ciptakemas Abadi digabung sepenuhnya dengan status perusahaan terbuka (Tbk.) menjadi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. PT Salim Ivomas Pratama (SIMP), anak perusahaan langsung dan tidak langsung Perseroan, melakukan IPO diikuti dengan pencatatan saham di BEI pada 9 Juni 2011.
2012 - Sudono Salim, pendiri ICBP meninggal dunia di Singapura pada tanggal 10 Juni 2012. Tidak lama sesudah meninggalnya, salah satu produk mi instan dari Indofood, Indomie, menyelenggarakan program ulang tahunnya yang ke-40 tahun, pada bulan Agustus 2012 di Jakarta.
2013 - Menyelesaikan akuisisi PT Pepsi-Cola Indobeverages, perusahaan yang memproduksi minuman ringan bermerek Pepsi, 7 Up dan sebagainya. Akuisisi ini dilakukan oleh PT Indofood Asahi Sukses Beverage dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur, yang masing-masing adalah 51% dan 49% dimiliki oleh ICBP.
2014 - Indofood masuk ke bisnis minuman bernama Indofood Asahi dan mulai mengimpor dua merek minuman dari Malaysia, yaitu Ichi Ocha dan Caféla Latte dan mengakuisisi merek air mineral Club dari PT Tirta Bahagia.


saham . bursajkse

#INDF

PT Cowell Development Tbk ( COWL.JK ) - Membukukan Laba Bersih Semester I 2015 Negative

Image result for PT Cowell Development Tbk

Emiten Properti PT Cowell Development Tbk (COWL) melaporkan kinerja pada Semester I dengan mencetak Kerugian bersih yang sangat besar yaitu Rp119,81 miliar atau Rp(24,59) per saham. Dengan kerugian tersebut, Kinerja Perseroan menjadi anjilok bila dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 yang masih mencetak laba bersih sebesar Rp13,08 miliar atau Rp2,68 per saham.

Kerugian yang sangat besar pada semester I 2015 yang dialami Perseroan disebabkan oleh Kerugian Kurs yang sangt besar yaitu Rp111,90 miliar. Beban Pokok Perseroan mengalami kenaikan dari Rp68,54 miliar menjadi Rp124,79 miliar, dan Beban usaha juga mengalami peningkatan dari Rp44,46 miliar menjadi Rp86,58 miliar, beban keuangan mengalami peningkatan dari Rp37,27 miliar menjadi Rp72,06 miliar.

Penjualan Pokok Perseroan meningkat 69,82% menjadi Rp290,80 miliar dibandingkan Rp171,24 miliar pada periode yang sama tahun 2014. Penjualan Pokok Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Rumah – Rp- dan Rp79,23 miliar.
  2. Apartemen – Rp189,18 miliar dan Rp0.
  3. Sewa – Rp72,36 miliar dan Rp66,84 miliar.
  4. Jasa pelayanan – Rp26,48 miliar dan Rp24,17 miliar.
  5. Lainnya– Rp2,79 miliar dan Rp0,99 miliar.

Aset Perseroan mengalami penurunan sedikit dari Rp3,68 triliun tahun 2014 menjadi Rp3,66 triliun pada Semester I 2015, utang Perseroan meningkat dari Rp2,33 triliun menjadi Rp2,44 triliun.





Catatan:

PT Cowell Development Tbk (COWL) didirikan tanggal 25 Maret 1981 dengan nama PT Internusa Artacipta dan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak 1981. Kantor pusat Cowell berlokasi di Graha Atrium. Lantai 6. Suite 6.01A. Jalan Senen Raya No. 135. Jakarta Pusat.

Induk usaha COWL adalah PT Gama Nusapala, merupakan perusahaan yang dimiliki oleh PT Lestari Investindo Mandiri (LIM). LIM merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Fransiscus Suciyanto.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan COWL bergerak dalam bidang jasa, pembangunan, dan perdagangan, terutama jasa pengelolaan gedung, pembangunan dan pengembangan perumahan, dan perdagangan real estat. Saat ini, kegiatan usaha COWL adalah pembangunan, pengembangan, dan penjualan unit Rumah, Ruko dan Kavling di perumahan Melati Mas Residence, Serpong Park dan Serpong Terrace, yang berlokasi di Serpong, Tangerang.

Pada tanggal 10 Desember 2007, COWL memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham COWL (IPO) kepada masyarakat sebanyak 250.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp130,- per saham dan disertai sebanyak 150.000.000 Waran Seri I. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Desember 2007.




saham . bursajske

PT Garuda Indonesia Tbk ( GIAA.JK ) - Telah Membukukan Laba Bersih USD 27,73 Juta - Semester I 2015

Image result for PT Garuda Indonesia Tbk

Emiten penerbangang terbesar di Indonesia PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada semester I 2015 berhasil membukukan laba bersih sebesar USD27,73 juta, kinerja tersebut gemilang bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 yang masih membukukan kerugian yang sangat besar yaitu USD201,32 juta.

Pencapaian kinerja GIAA pada Semester I 2015 tersebut didukung oleh Pendapatan yang meningkat dari USD1,76 miliar pada Semester I 2014 menjadi USD1,84 miliar pada Semester I 2015, dan juga adanya penurunan harga minyak dunia yang tercermin dari penurunan Biaya Operasional Penerbangan Perseroan sebesar 11,67% menjadi USD1,06 miliar dari Biaya operasional pada Semester I 2014 sebesar USD1,20 miliar, serta untuk biaya atau beban usaha dan lainnya mengalami penurunan dari USD 777,04 miliar menjadi USD736,91 juta.

Di bawah ini adalah rincian Pendapatan Garuda Indonesia pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Penerbang berjadwal – USD1,61 miliar dan USD1,59 miliar.
  2. Penerbang tidak berjadwal – USD58,09 juta dan USD5,99 juta.
  3. Lainnya – USD174,06 juta dan USD159,43 juta.

Rincian Beban Usaha dan Lainnya pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Pemeliharaan dan Perbaikan – USD173,08 juta dan USD163,10 juta.
  2. Tiket, Penjualan dan Promosi – USD152,47 juta dan USD171,19 juta.
  3. Bandara – USD146,47 juta dan USD146,98 juta.
  4. Pelayanan Penumpang – USD130,78 juta dan USD146,57 juta.
  5. Administrasi dan Umum – USD105,96 juta dan USD115,63 juta.
  6. Operasional Hotel – USD14,84 juta dan USD16,65 juta.
  7. Operasional Jaringan – USD5,45 juta dan USD8,49 juta.

Garuda juga berhasil membukukan keuntungan kurs sebesar USD22,45 juta pada Semester I 2015, sedangkan pada periode yang sama tahun 2014 masih mencetak kerugian kurs sebesar USD18,08 juta. Beban keuangan Perseroan menurun dari USD32,44 juga menjadi USD30,89 juta.

Hingga akhir Juni 2015, Garuda Indonesia telah operasikan 174 armada terbang (pesawat), dengan total seluruh aset mencapai USD3,20 miliar, meningkat 2,89% dari aset pada tahun 2014 yaitu USD3,11 miliar.
Total utang Perseroan meningkat dari USD2,23 miliar pada tahun 2014 menjadi USD2,32 miliar pada Semester I 2015.








Catatan:

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) didirikan tanggal 31 Maret 1950 dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1950. Kantor pusat Garuda beralamat di Jl. Kebon Sirih No. 44, Jakarta.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan GIAA terutama adalah sebagai berikut:

Angkutan udara niaga berjadwal untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri;
Angkutan udara niaga tidak berjadwal untuk penumpang, barang dan pos dalam negeri dan luar negeri;
Reparasi dan pemeliharaan pesawat udara, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa penunjang operasional angkutan udara niaga, meliputi catering dan ground handling baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa layanan sistem informasi yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa layanan konsultasi yang berkaitan dengan industri penerbangan;
Jasa layanan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan industri penerbangan, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk pihak ketiga;
Jasa layanan kesehatan personil penerbangan, baik untuk keperluan sendiri maupun pihak ketiga.

Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia resmi bergabung dengan aliansi SkyTeam sebagai anggota ke-20 yang peresmiannya berlangsung di Denpasar, Bali.[5]Pada bulan Juni 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama dengan klub sepak bola Liverpool FC, Inggris dan kini merupakan sponsor global untuk Liverpool FC.[6] Pada tanggal 30 Mei 2014, Garuda Indonesia melayani rute ke Amsterdam dengan nonstop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki kabin terbaru dari semua armada. Pada tanggal 8 September 2014, Garuda Indonesia membuka kembali rute Eropa kedua mereka yaitu London dengan armada yang sempat digunakan untuk menerbangi rute nonstop menuju Belanda.[7] Pada tanggal 11 Desember 2014, bertepatan dengan mundurnya Dirut Garuda indonesia saat itu, Emirsyah Satar. Garuda Indonesia mendapat Anugerah sebagai maskapai berbintang 5 se-Dunia dan menjadi anggota 7 maskapai (termasuk GIA) yang mendapat penghargaan tersebut. Direncankan, Garuda Indonesia akan membuka rutenya lagi sebanyak 2 titik di Eropa, Frankfurt dan Paris.

Pada tanggal 01 Februari 2011, GIAA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukanPenawaran Umum Perdana Saham GIAA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.335.738.000 lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp500,- per saham, dengan harga penawaran Rp750,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Februari 2011.
Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; IDX:GIAA ) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama burung tunggangan Dewa Wisnudalam legenda pewayangan. Pada tahun 2007, maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya (termasuk anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink), dilarang terbang menuju Eropa karena kejadian yang menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200.[2] Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional.[3] Pada tanggal 1 Juni 2010, Garuda Indonesia melakukan pembukaan kembali rute Amsterdam yang sebelumnya ditutup pada tahun 2004, dengan pesawat Airbus A330-200 dengan kapasitas sebanyak 222 penumpang dengan perhentian di Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Garuda Indonesia mulai tertarik dalam membuka kembali rute ke Eropa. Pada tahun 2010, Garuda mendapatkan penghargaan dari Skytrax yaitu "World's Most Improved Airline" atas langkah Garuda yang dipimpin oleh Emirsyah Satar dalam merombak maskapai nasional tersebut.[4] Pada tahun 2013, Garuda Indonesia mendapat dua penghargaan dari Skytrax yaitu "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat". Pada pertengahan tahun 2014, Garuda Indonesia mendapat penghargaan "World's Best Cabin Crew".

Asal nama Garuda Indonesia

Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar(KMB) dan meminta kepada dia memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu").

Maka pada tanggal 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah menggunakan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai PresidenRepublik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Garuda Indonesian Airways, yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Sejarah

Dekade 1940-1950-an: Awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional[sunting | sunting sumber]

Tanggal 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi Garuda Indonesia, dimana maskapai bernama Indonesian Airways terbang dari Yogjakarta menuju Jakarta dengan pesawat yang bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat seharga 120.000 Dollar Malaya ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari KLM. Selain itu, Pemerintah Birma juga membantu mendirikan maskapai ini. Garuda Indonesia pada awalnya adalah hasil joint venture antara pemerintah Indonesia dengan KLM dengan kalkulasi pemerintah Indonesia memiliki 51% saham. Selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Tetapi karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke Pemerintah Indonesia dan pada waktu yang bersamaan, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956, Garuda Indonesia meresmikan pelayanan penerbangan haji menuju Mekkah dengan pesawat Convair CV-340.

Garuda Indonesia menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada pemerintah negara Birma untuk membalas budi bantuan mereka. Saat itu, Garuda Indonesia telah memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara, dan jadwal penerbangan. Kesiapan Garuda Indonesia ini membuat mereka berbeda dengan maskapai pionir lainnya di Asia.
Dekade 1960-1970-an: Perkembangan signifikan dan berekspansi[sunting | sunting sumber]

Convair 990 "Majapahit" Garuda Indonesian Airways di Bandar Udara Internasional Schiphol, Amsterdam pada tahun 1965.

Dekade ini merupakan dekade pembangunan sekaligus kemajuan untuk Garuda. Pada tahun 1961, Garuda mendatangkan pesawat turboprop Lockheed L-188C Electra, ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 dan diberi nama "Pulau Bali", "Candi Borobudur" dan "Danau Toba", yang merupakan nama tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal di luar negeri, tahun 1963, Garuda membuka rute penerbangan menuju Tokyo dengan pesawat L-188 dengan perhentian diHongkong, rute ini kemudian dikenal dengan nama "Emerald Route". Garuda memasuki era jet pada tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990A yang diberi nama "Majapahit", "Pajajaran" dan "Sriwijaya", yang merupakan nama kerajaan kuno di Indonesia dan menjadikan Garuda Indonesia maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8. Dengan pesawat ini pula Garuda membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdammelewati Medan, Bombay, Beirut dan Roma. Pada tahun 1966, Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru seperti,Fokker F27. Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dari hasil penjualan beberapa pesawat berbadan lebar untuk memenuhi pasar domestik yang terus berkembang.

Dekade 1970-1980-an: Berkembang maju dan mendunia

Boeing 747-200 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Zurich pada bulan Mei 1985.
Douglas DC-10-30 Garuda Indonesia di Bandara Internasional Schiphol Amsterdam.

Dilanjutkan pada dekade 1970-1980-an. Wiweko Soepono Dirut Garuda Indonesia, melakukan program revitalisasi perusahaan yang mencakup perbaikan layanan, mengganti sistem manajemen, anti-KKN, memperbarui dan menambah armada serta menambah rute Domestik dan Internasional kemudian, beberapa pesawat di jual untuk menggarap pasar domestik dengan Fokker F-27 dan Fokker F-28 dan pada pertengahan 1970an, muncul dimana sebuah tren kenaikan jumlah penumpang yang naik pesawat dan tren tersebut tidak disia-siakan oleh Wiweko untuk membeli pesawat berbadan lebar dengan jarak jangkauan yang jauh dan penumpang yang banyak yaitu, Boeing B747-200 dan Douglas DC-10-30 yang di peruntukkan Garuda menerbangi rute baru di Benua Asia, Australia danEropa dan pada tahun 1982 Garuda Indonesia menjadi maskapai pengguna pertama Airbus A300B4-600 FFCC (Modifikasi kokpit dengan 2 awak).Memiliki inisiatif dan inovasi yang menarik di Garuda Indonesia, Wiweko yang menjabat menjadi Dirut selama 16 tahun berhasil membawa GIA menjadi maskapai terbesar ke 2 se Asia setelah Japan Airlines serta menjadi maskapai terbesar dan berpengaruh di belahan bumi bagian selatan.

Kemudian di tahun 1985, pimpinan GIA digantikan oleh R.A.J Lumenta. Kemudian, Ia melakukan re-branding terhadap maskapai dengan merubah nama dari Garuda Indonesian Airways menjadi Garuda Indonesia dan memindahkan pangkalan utama yang sebelumnya berada di Bandara Kemayoran danBandar Udara Halim Perdanakusuma dipindahkan ke Soekarno Hatta dan melakukan perbaikan sistem manajemen dan penambahan rute. Pada tahun 1985, Garuda Indonesia berhasil merintis penerbangan menuju Amerika Serikat dengan Douglas DC-10-30 bersama maskapai Continental Airlines dengan destinasi Los Angeles dan berhenti di Denpasar-Biak-Hawaii dengan menggunakan logo spesial gabungan dari Continental Airlines dan Garuda Indonesia.

Dekade 1990-2000-an: Kecelakaan beruntun, kesulitan ekonomi dan reputasi buruk

Boeing 747-400 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Frankfurt.
McDonnell Douglas MD-11 Garuda Indonesia mendarat di Hawaii sebelum melanjutkan penerbangan ke Los Angeles.

Sepanjang dekade 1990, Garuda yang saat itu dipimpin oleh Wage Mulyono melakukan pembelian armada pesawat 9 unit McDonnell-Douglas MD-11 (datang tahun 1991 sebagai pengganti DC-10),Boeing 737 seri -300 , -400, dan -500 (datang tahun 1992, sebagai pengganti DC-9), serta Boeing 747-400 (datang tahun 1994, 2 dibeli langsung dari Boeing, 1 dibeli dari Varig) dan Airbus A330-300(datang tahun 1996, pembeli pertama). Tetapi, pada masa ini Garuda mengalami dua musibah besar yang terjadi di dua tempat, yang pertama di Fukuoka dan satunya lagi terjadi di desa Sibolangit, Sumatera Utara. Musibah yang kedua ini ini menewaskan seluruh penumpangnya, disamping itu, maskapai ini juga terkena imbas Krisis Finansial Asia yang juga membuat keuangan Indonesia menjadi lesu. Hal ini membuat Garuda harus memotong semua rute yang tidak menguntungkan, terutama rute jarak jauh menuju ke Eropa maupun Amerika (meski beberapa rute ke Eropa seperti Frankfurt, London dan Amsterdam sempat dibuka kembali, namun akhirnya kembali ditutup.). Disamping menutup rute jarak jauh yang tidak menguntungkan, maskapai ini juga mengembangkan rute domestik yang bisa membantu meningkatnya neraca keuangan.Memasuki tahun 2000-an, maskapai ini membentuk anak perusahaan bernama Citilink yang menyediakan penerbangan berbiaya murah dari Surabaya ke kota-kota lain di Indonesia. Namun, Garuda masih saja bermasalah, selain menghadapi masalah keuangan, Beberapa peristiwa internasional (juga di Indonesia) juga memperburuk kinerja Garuda, seperti Serangan 11 September 2001, Bom Bali I dan Bom Bali II, wabah SARS, dan Bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah peristiwaGaruda Indonesia Penerbangan 200, akibat hal ini, Uni Eropa memberi surat larangan terbang ke Eropa bagi semua maskapai Indonesia. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini yang bertugas untuk memastikan segala kemungkinan yang ada untuk memulai pembukaan kembali rute dengan merekomendasikan pembukaan rute Jakarta - Amsterdam.[8]

Quantum Leap dan ambisi menjadi maskapai bintang 5

Seragam baru awak kabin Garuda Indonesia menampilkan kebaya dan kain batik motif lereng untuk wanita dan stelan jas abu-abu, kemeja biru, dan dasi untuk pria.
Sebuah pesawat Garuda IndonesiaBoeing 737-800 dengan Livery Baru bermanuver Bandara Internasional Ngurah Rai pada tahun 2010.

Di angkatnya perintah larangan terbang Uni Eropa Terhadap Garuda Indonesia dan 3 maskapai penerbangan Indonesia lainnya, membuat Garuda Indonesia meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun yang agresif dengan nama Quantum Leap, rencana ini mencakup rencana re-branding maskapai dengan mengubah livery maskapai, memperkenalkan seragam staf baru,menggandakan armadanya dari 62 menjadi 116 pesawat dan menaikkan 10,1 juta penumpang per tahun menjadi 27.6 juta dalam periode yang sama serta menaikkan pertambahan jumlah rute domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62. Hal yang diimplementasikan oleh manajemen perusahaan ini juga muncul dalam perkenalan profil perusahaan GIA dan berbagai anak perusahaan mereka di jejaring sosial media,YouTube dengan nama "Garuda Indonesia Corporate Profile 2014".[9] Rute ekspansi di awali dari pembukaan rute ke Amsterdam, dengan transit di Abu Dhabi oleh pesawat Airbus A330-200. Pada tahun 2014, Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER, direncanakan tahun ini maskapai akan membuka rute menuju Frankfurt dan Paris.[10]

Sebuah Inisiatif akan lambang baru dikembangkan oleh konsultan merek Landor Associates yang berpusat pada sebuah ide baru tentang "sayap alam" yang bertujuan untuk mengganti logo lama Garuda yang terpasang selam 27 tahun, yang dapat diharapkan untuk dapat "menangkap semangat keramahan Indonesia dan profesionalisme" oleh Garuda Indonesia.

Tanggal 10 Juni 2009, Garuda Indonesia menampilkan sebuah skema warna baru logo pada sirip Airbus A330-200 baru setelah memakai desain yang sama selama lebih dari puluhan tahun. Logo pada ekor pesawat yang mengalami re-branding ini terdiri dari nuansa warna biru yang berbeda beda dengan tulisan Garuda Indonesia di tengah lambung pesawat. Sementara itu, Garuda Indonesia tetap menggunakan simbol garuda yang didesain Landor di lambung pesawat dan terus menggunakannya sebagai identitas perusahaan.

Pada tanggal 28 Mei 2010, Garuda Indonesia secara resmi meluncurkan seragam baru bagi pramugari/pramugaranya untuk memperbarui citra akan pelayanan Garuda Indonesia yang terinspirasi dari kebaya tradisional Gondosuli dengan motif batik lereng dilengkapi dengan kebaya warna biru gaya Kartini di bagian atas dan kostum tambahan bagi pramugari, termasuk sebuah batik bermotiflereng berwarna jingga dengan kebaya berwarna jingga. laki laki memakai jas abu abu, kemeja biru dan dasi bermerek, yang didesain oleh Josephine Komara.

Konsep pelayanan baru Garuda Indonesia bernama "Garuda Indonesia Experience", termasuk aspek dari kebudayaan, masakan, dan keramahan Indonesia. Diperkenalkannya Mini Nasi TumpengNusantara dan jus martebe(markisa dan terong belanda) sebagai menu baru merupakan langkah awal ACS dalam memberikan layanan makanan yang berkelas seperti pada bulan Februari 2011, maskapai ini memperkenalkan tempe dalam menu masakannya dalam penerbangannya menuju Tokyo, Jepang. (tempe masuk dalam menu makanan penerbangan menuju Jepang karena, terdapat pengrajin tempe yang memperkenalkan sebagai pengganti makanan daging dan menurut penelitian di sana, tempe baik untuk di makan)

Sistem IOCS Garuda Indonesia

Pada bulan November 2010, Garuda Indonesia menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operational Control System/IOCS) yang merupakan salah satu dari program Quantum Leap. Sistem terpadu ini menggabungkan sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan manajemen penumpang yang bertujuan untuk mempermudah jalannya maskapai dalam mengantar dan menjemput, Fakta Teknologi IOCS Garuda:

Sistem ini merupakan gabungan sistem yang memantau pergerakan pesawat, penjadwalan awak kabin, dan manajemen penumpang
Sistem IOCS ini berharga US$ 1.5 juta (update: sebelumnya tertulis US$15 juta)
Sistem IOCS ini menangani 81 pesawat, 580 pilot, 2000 awak kabin and 2000 penerbangan per minggu

Pada tanggal 19 November 2010, selama 4 jam sistem IOCS tidak bisa diakses dan menyebabkan beberapa hal seperti:

Jadwal kru pesawat yang kacau, jadwal pilot yang bertabrakan, sampai-sampai ada pilot yang sedang sakit mendapat jadwal menerbangkan pesawat
Pada tanggal 21 November 2010, terjadi delay masal penerbangan Garuda
Pada tanggal 22 November 2010, penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang and Padang dibatalkan
Pada tanggal 23 November 2010, sejumlah 13 jadwal penerbangan dibatalkan
Pemesanan tiket ditutup dari tanggal 22-24 November 2010
5000 jemaah haji terlantar di Arab Saudi. Menurut Direktur Operasi Garuda, keterlambatan disebabkan terbatasnya pintu keberangkatan di bandara

Barulah pada tanggal 25 November 2010 penerbangan kembali normal, baru baru ini Garuda merencanakan perubahan sistem dan nama IOCS menjadi "Garuda Altea" yang dirancang oleh Amadeus untuk meningkatkan cakupan utama pada pekerjaan di lapangan.

Garuda memasuki pasar saham

Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda melakukan IPO di IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan, Jakarta) sebagai langkah lebih lanjut perusahaan dalam pelaksanaan tranformasi bisnis.[11] Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp750 per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9,362 miliar lembar ke 6,3 miliar lembar saham dengan susunan, Pemerintah Indonesia (69,14%); Investor Swasta Domestik (24,34%); dan Investor Internasional (6,12%) serta Karyawan (0,4%).

Pada 27 April 2012, CT Corp melalui PT Trans Airways membeli 10.9% saham Garuda Indonesia di harga Rp620 per lembar dengan total sebesar Rp 1,53 triliun. Harga ini lebih rendah dari harga terendah yaitu Rp395 per lembar, tapi masih dibawah harga IPO sebesar Rp750 per lembar.[12]

Unit pelatihan terpadu & unit bisnis strategis

Diikuti dengan berlakunya Quantum Leap, Garuda Indonesia juga mendirikan beberapa UBS dan menggaet beberapa usaha strategis untuk mendukung operasional, seperti[13]:

PT Abacus Distribution Systems Indonesia[14]
PT Aero Systems Indonesia[15]

Dan berikut beberapa Unit Bisnis Strategis yang Garuda Indonesia bawahi:

Garuda Indonesia Training Center[16]
Garuda Indonesia Cargo[17]
Garuda Sentra Medika[18]

Kerjasama dengan Liverpool FC

Poster Garuda Indonesia dengan Liverpool FC

Pada bulan Juli 2012, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian sponsorship selama 3 tahun dengan klub Liga Inggris Liverpool FC. Persetujuan tersebut memberi Garuda hak sebagai Official Partner Liverpool Football Club (Mitra Resmi Liverpool FC) dan Official Global Airline Partner of Liverpool Football Club (Mitra Maskapai Penerbangan Global Resmi Liverpool FC). Tambahannya, selama musim kompetisi 2012-2013, setiap pertandingan kandang Liverpool di Anfield, akan diputar video iklan Garuda berdurasi 6 menit.Kerjasama dengan Liverpool ini akan memberikan Garuda Indonesia media exposure untuk meningkatkan brand awareness di pasar internasional secara lebih efektif dengan manfaat yang lebih maksimal, mengingat brand Garuda Indonesia akan mendapatkan frekuensi penayangan yang lebih tinggi dengan durasi tayang lebih lama. Pada tahun 2013, Liverpool melakukan tur Asia dengan salah satu negara tujuannya adalah Indonesia. Melalui kunjungan tour tersebut, diharapkan kunjungan ini akan meningkatkan kualitas persepakbolaan di Indonesia.[19]

Garuda Indonesia Experience

Layanan sebelum penerbangan

Layanan dalam penerbangan

Pada tahun 2010, Garuda dalam rencana Quantum Leap yang salah satunya bertujuan untuk melakukan re-branding, mulai melakukan perbaikan layanan dalam kursi pesawat selama penerbangan jarak jauh maupun dekat dengan mendatangkan pesawat baru berkursikan nyaman nan empuk dan di lengkapi fasilitas AVOD serta colokan listrik dalam memberikan kenyamanan dalam penerbangan untuk menyamakan kualitas fasilitas kursi dalam penerbangan dengan maskapai internasional kelas dunia seperti KLM, Air France dan Singapore Airlines. Garuda juga memperkenalkan kursi baru dalam memberi kenyamanan penumpang dalam pesawat.

Kelas utama/first class

First Class Garuda Indonesia di Boeing 777-300ER.

Pada pesawat Boeing 777-300ER, tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas utama memiliki fasilitas yang mewah seperti:[20]

Sliding door disetiap suite.
Kursi ergonomis yang dirancang secara optimal, dengan luas 82 inci dan lebar 22 inci yang dapat diubah menjadi tempat tidur datar (180°) dan dilengkapi dengan matras, selimut, bantal, dan lengkap dengan ottoman.
Meja yang bisa digunakan untuk menikmati hidangan menu yang disajikan.
Seat control dengan panel layar sentuh untuk kemudahan penggunaan.
Pembatas untuk suite pada lini tengah yang dapat disesuaikan untuk mempermudah percakapan dengan penumpang suite yang berada di sebelahnya.
In-flight entertainment dengan 23.5 inci touch screen LCD, dilengkapi dengan remote control dan headphone kedap suara.
Lemari penyimpanan pribadi.
Lampu baca pribadi.

Kelas bisnis/executive class

Executive Class terbaru Garuda di Boeing 777-300ER.

Terdapat beberapa fasilitas dari Executive Class, yaitu:

Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74" dan dapat disandarkan hingga 180 derajat dan dilengkapi dengan sandaran tangan 11 inci.
Layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi,
Colokan listrik di setiap kursi dan lampu baca pribadi.

Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46"-48" dengan panjang kursi 16". Sementara di Boeing 737, termasuk seri -300, -400, -500, dan seri -800 terbaru memiliki ruang kaki 41" hingga 44" dengan panjang 19". Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi.

Kelas ekonomi/economy class

Economy Class terbaru di armada Airbus A330-200/300.

Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30" hingga 35" tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17". Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 NG memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD.

Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.

Pelayanan imigrasi dalam penerbangan

Garuda juga menawarkan Immigration on Board (IoB) yang merupakan hasil kerjasama dari Dirjen Keimigrasian dan Kemenkumham yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan nilai tambah maskapai bagi penumpang dan Garuda juga memberlakukan IoB ini di beberapa tujuan Garuda, yaitu:[21]

Bandara Internasional Pudong (PVG), Shanghai – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Incheon (ICN) Seoul – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Sydney (SYD), Sydney – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta
Bandara Internasional Narita (NRT), Tokyo – Bandara Internasional Ngurah Rai (DPS), Denpasar
Bandara Internasional Kansai (KIX), Osaka - Ngurah Rai International Airport (DPS), Denpasar

Penghargaan maskapai

Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai dari 7 maskapai dunia yang meraih 5 Stars Airlines.

Terdapat beberapa penghargaan yang diberikan kepada Garuda Indonesia antara lain, yaitu:

Four Star Rated Airlines (Skytrax Rating Awards 2010).[22]
World's Most Improved Airlines (Skytrax Awards 2010).[23]
Asia's Leading Airlines Services Quality (CAPA Awards 2010).
Best International Airlines (Roy Morgan Survey in January, February & July 2012).
The World's Best Regional Airline (Skytrax Awards 2012).
ASEAN Premium Airlines (Frost& Sullivan Survey 2012).[24]
Best Asia & Australasia Airlines (Passanger Choice Awards 2013).[25]
World Best Airline Food on Long Haul Flight & Top 5 Airline Food on Short Haul Flight (Asia Pacific Airline Food Awards 2013).[26]
The World's Best Economy Class & Best Economy Class Airline Seat (Skytrax Awards 2013).[27]
World's Best Cabin Crew (Skytrax Awards 2014).[28]
Five Star Airlines (Skytrax Rating Awards 2014).[29]

Diharapkan dengan di raihnya penghargaan tersebut, Garuda Indonesia sebagai maskapai terbesar nasional dan kebanggaan Indonesia bisa memberikan pelayanan yang lebih di dalam penerbangan.

Armada

Boeing 737-800 Garuda melintas diBandar Udara Internasional Changi Singapura.
Beoing 747-400 Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia.
Boeing 777-300 Garuda Indonesia baru saja mendarat di Bandara Internasional Narita , Tokyo.
Airbus A330-200 Garuda Indonesia bersiap menjelang pendaratan diBandara Internasional Hong Kong.
Airbus A330 milik Garuda melintas seusai mendarat di Bandara Internasional Kansai.
ATR 72-600 ini beroperasi di bawah Garuda Indonesia dengan nama Garuda Explore
Bombardier CRJ 1000 NextGen milik Garuda ini di gunakan untuk melayani rute terpencil di Indonesia timur.

Saat ini, Armada Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-200;Airbus A330-300 dan Boeing 777-300ER untuk menerbangi rute Amsterdam, Asia Timur (China,Korea Selatan dan Jepang) dan Australia (Perth,Melbourne dan Sydney) kemudian, ATR 72-600, Boeing 737-800 dan Bombardier CRJ1000 NextGen digunakan untuk menerbangi rute domestik dan Regional.




saham . bursajkse

PT Astra Agro Lestari Tbk ( AALI.JK ) - Rugi KURS, Laba Bersih Turun 67,53% - Semester I 2015



Salah satu emiten perkebunan sawit terbesar di Indonesia, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melaporkan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp444,43 miliar atau Rp282,22 per saham. Laba bersih pada Semester I tersebut anjilok bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp1,37 triliun atau Rp869,36 per saham.

Kinerja AALI yang lesu pada Semester I 2015 tersebut disebabkan oleh penurunan Pendapatan Utama Perseroan dan Kerugian Kurs yang cukup besar. AALI membukukan kerugian kurs pada Semester I 2015 sebesar Rp359,61 miliar, sedangkan pada Semester I 2014 AALI masih membukukan Keuntungan kurs sebesar Rp26,85 miliar. Pendapatan Pokok AALI menurun sebesar 9,73% (akibat harga jual rata2 cpo menurun 12,4% menjadi Rp7.642 per kg) menjadi Rp7,23 triliun dari pendapatan pada semester I tahun lalu yaitu sebesar Rp8,01 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan pokok Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu:

  1. Minyak sawit mentah dan turunannya – Rp6,39 triliun dan Rp6,99 triliun.
  2. Inti Sawit dan turunannya – Rp836,01 miliar dan Rp1,01 triliun.
  3. Lainnya – Rp1,59 miliar dan Rp8,85 miliar.

Beban Pokok Perseroan pada Semester I 2015 mencapai Rp5,59 triliun, meningkat dari beban pokok pada Semester I 2014 yaitu Rp5,51 miliar, dan Beban bunga Perseroan meningkat dari Rp31,45 miliar menjadi Rp41,98 miliar, serta beban usaha mengalami peningkatan dari Rp488,83 miliar menjadi Rp560,95 miliar.

Hingga Semester I 2015, aset AALI mencapai Rp20,71 triliun meningkat 11,58% dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp11,86 triliun, sedangka total utang AALI meningkat dari Rp6,73 triliun menjadi Rp9,19 triliun.







Catatan:


Astra Agro Lestari Tbk (AALI) didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala tanggal 3 Oktober 1988, yang kemudian berubah menjadi PT Astra Agro Niaga tanggal 4 Agustus 1989. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1995. Kantor pusat AALI dan entitas anak ("Grup") berlokasi di Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR no. 1, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Perkebunan kelapa sawit AALI saat ini berlokasi di Kalimantan Selatan dan pabrik minyak goreng berlokasi di Sumatra Utara. Perkebunan dan pabrik pengolahan entitas anak berlokasi di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

P
ada tanggal 30 Juni 1997, Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan PT Suryaraya Bahtera. Penggabungan usaha ini dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Setelah penggabungan usaha ini, nama Perusahaan diubah menjadi PT Astra Agro Lestari dan meningkatkan modal dasar dari Rp250 miliar menjadi Rp2 triliun yang terdiri dari 4.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500,-.


Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Agro Lestari Tbk (31/12/2015) adalah Astra International Tbk / ASII (induk usaha) (79,68%)

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AALI adalah perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, konsultan dan jasa. Saat ini kegiatan utama Astra Agro Lestari adalah bergerak dalam bidang usaha kelapa sawit.

Pada tanggal 21 Nopember 1997, AALI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AALI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 125.800.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp1.550,- per saham. Pada tanggal 09 Desember 1997, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Divisi Usaha dan Anak Perusahaan

Perusahaan Perkebunan kelapa sawit

Area Sumatera

PT Perkebunan Lembah Bhakti
PT Sari Lembah Subur
PT Eka Dura Indonesia
PT Tunggal Perkasa Plantations
PT Sawit Asahan Indah
PT Kimia Tirta Utama
PT Karya Tanah Subur
PT Sari Aditya Loka

Area Kalimantan Tengah

PT Agro Menara Rachmat
PT Gunung Sejahtera Dua Indah
PT Gunung Sejahtera Yoli Makmur
PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi
PT Gunung Sejahtera Puti Pesona
PT Surya Indah Nusantara Pagi
PT Gunung Sejahtera Raman Permai
PT Bhadra Cemerlang
PT Nirmala Agro Lestari
PT Persadabina Nusantara Abadi

Area Sulawesi

PT Letawa

PT. Tanjung Sarana Lestari

PT Suryaraya Lestari
PT Pasang Kayu
PT Mamuang
PT Bhadra Sukses
PT Lestari Tani Teladan
PT Agro Nusa Abadi
PT Sawit Jaya Abadi
PT Cipta Agro Nusantara
PT Rimbunan Alam Sentosa

Perusahaan Karet

PT Pandji Waringin di Banten

Perusahaan Lainnya

PT Eka Dura Perdana di Riau
PT Tanjung Sarana Lestari di Sulawesi Barat



saham . bursajkse