Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri apartemen. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri apartemen. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT MNC Land Tbk ( KPIG.JK ) - Laba Bersih Melonjak 3 Kali Lipat - Semester I 2015

Image result for PT MNC Land Tbk

Usaha property dari grup MNC, PT MNC Land Tbk (KPIG) mencetak laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp200,87 miliar atau Rp30,14 per saham. Laba bersih tersebut menunjukkan kinerja Perseroan mengalami pertumbuhan pesat sebesar 254,08% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Semester I 2014 yaitu sebesar Rp56,73 miliar atau Rp9,73 per saham.

Melonjaknya kinerja KPIG pada Semester I 2015 tersebut didukung oleh Pertumbuhan pendapatan dari Rp389,18 miliar pada Semester I 2014 menjadi Rp544,42 miliar pada Semester I 2015, dan juga adanya Keuntungan lain sebesar Rp62,49 miliar pada semester I 2015 (Tidak dijelaskan dari mana asalnya), sedangkan pada Semester I 2014 membukukan beban lain sebesar Rp13,03 miliar. Pendapatan Pokok perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 terdiri dari yaitu:

  1. Hotel, resor dan golf – Rp293,59 miliar dan Rp307,68 miliar.
  2. Apartemen dan properti lainnya – Rp148,29 miliar dan Rp5,57 miliar.
  3. Sewa ruang perkantoran – Rp80,51 miliar dan Rp57,61 miliar.
  4. Jasa keamanan dan Lainnya – Rp22,03 miliar dan Rp18,31 milair.

Beban pokok penjualan perseroan mengalami pertumbuhan dari Rp216,12 miliar menjadi Rp261,78 miliar, dan Beban usaha juga mengalami kenaikan dari Rp120,86 miliar menjadi Rp144,62 miliar, serta Beban keuangan naik dari Rp17,47 miliar menjadi Rp29,75 milair.

Laba entitas asosiasi pada Semester I 2015 turun 61,06% menjadi Rp53,98 miliar dari Rp38,39 miliar pada Semester I 2014.

Aset KPIG mengalami peningkatan dari Rp9,96 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp10,78 triliun pada Semester I 2015. Utang perseroan mengalami kenaikan dari Rp1,95 triliun menjadi Rp2,02 triliun.





Catatan:

MNC Land Tbk (dahulu Global Land Development Tbk / Kridaperdana Indahgraha Tbk) (KPIG) didirikan tanggal 11 Juni 1990 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1995. Kantor pusat KPIG berdomisili di MNC Tower, Lantai 17 unit 1703, Jl. Kebon Sirih No. 17-19, Jakarta.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham MNC Land Tbk (28/02/2015), antara lain: MNC Investama Tbk (BHIT) (20,21%), HT Investment Development Ltd (11,91%), MNC Media Investment Ltd (11,03%) dan Bhakti Investama International Ltd. (9,50%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MNC Land meliputi dalam bidang usaha pembangunan properti, perdagangan, perindustrian, dan jasa. Saat ini, kegiatan usaha yang dijalankan MNC Land meliputi persewaan ruang perkantoran, penyediaan jasa manajemen proyek, melakukan investasi pada entitas anak dan asosiasi dan sedang dalam pembangunan proyek gedung perkantoran MNC Financial Centre dan MNC Media Tower yang keduanya berlokasi di Jakarta.

Pada tanggal 25 Februari 2000, KPIG memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) KPIG kepada masyarakat sebanyak 30.000.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp500,- per saham dan disertai sebanyak 24.000.000 Waran Seri I. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Maret 2000.



saham . bursajkse
#KPIG

PT Ciputra Surya Tbk ( CTRS.JK ) - Kinerja Semester I 2015 : Laba Bersih Bertumbuh 23,61%

Image result for PT Ciputra Surya Tbk

Ciputra Surya Tbk (CTRS) membukukan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp307,89 miliar atau Rp156 per saham, meningkat 23,61% dari Laba bersih Semester I 2014 yaitu Rp248,43 miliar atau Rp126 per saham.

Pencapaian kinerja CTRS pada Semester I 2015 didukung oleh Pendapatan Pokok perseroan mencapai Rp963,97 miliar pada Semester I 2015, tumbuh 33,87% dari Pendapatan pokok CTRS pada Semester I 2014 yaitu sebesar Rp720,07 miliar. Pendapatan pokok perseroan terdiri dari penjualan properti dan penyewaan, dengan pendapatan terbesar diatribusikan dari Penjualan yaitu Rp826,27 miliar pada Semester I 2015 dan Rp604,62 miliar Semester I 2014, sedang pendapatan sewa yaitu Rp137,70 miliar dan Rp115,45 miliar. Di bawah ini adalah rincian pendapatannya tahun Semester I 2015 dan Semester I 2014:

  1. Penjualan
    • Rumah Hunian dan Ruko – Rp654,79 miliar dan Rp544,30 miliar.
    • Apartemen, Kondotel, dan SOHO – Rp137,32 miliar dan Rp36,95 miliar.
    • Kapling Tanah – Rp33,66 miliar dan Rp23,38 miliar.
  2. Pendapatan sewa
    • Sewa unit pusat niaga – Rp88,88 miliar dan Rp84,14 miliar.
    • Lapangan Golf dan Club Keluarga – Rp21,43 miliar dan Rp21,00 miliar.
    • Hotel – Rp19,50 miliar dan Rp0.
    • Rekreasi Keluarga – Rp7,89 miliar dan Rp10,31 miliar.

Beban pokok pendapatan mengalami kenaikan dari Rp370,39 miliar menjadi Rp494,57 miliar, dan beban usaha mengalami kenaikan juga dari Rp120,49 miliar menjadi Rp132,05 miliar, serta pendapatan keuangan mengalami penurunan dari Rp28,11 miliar menjadi Rp18,90 miliar.

CTRS pada Semester I 2015 mencatat aset sebesar Rp6,28 triliun, naik dari Rp6,12 triliun pada tahun 2014, Utang mencapai Rp3,01 triliun di Semester I 2015 turun dari Rp3,11 triliun di tahun 2014.




Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=ctrs.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) didirikan tanggal 21 Nopember 1989 dengan nama PT Bumi Citrasurya dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 1 Maret 1993. Kantor pusat CTRS berlokasi di Ciputra World 1 DBS Bank Tower Lantai 39 Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940. Sedangkan proyek berlokasi di Citra Raya Kav. 1, Jl. Citraraya Utama, Lakarsantri, Surabaya.

Pada tanggal 28 Desember 1990, nama PT Bumi Citrasurya diubah menjadi PT Citraland Surya. Selanjutnya tanggal 18 Pebruari 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Ciputra Surya.

Induk usaha dari CTRS adalah PT Ciputra Development Tbk ( CTRA,.JK ), sedangkan induk usaha terakhir dari CTRS adalah PT Sang Pelopor.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CTRS mencakup antara lain, perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan penjualan kawasan perumahan (real estat), perkantoran, pertokoan, pusat niaga beserta fasilitas-fasilitasnya.

Pada tanggal 29 Desember 1998, CTRS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk menjadi perusahaan publik tanpa Penawaran Umum atas seluruh saham biasa atas nama Perusahaan sebanyak 420.188.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Januari 1999.




saham . bursajkse
#CTRS

PT Ciputra Property Tbk ( CTRP.JK ) - Laba bersih Menurun 84,08% - Semester I 2015

Image result for PT Ciputra Property Tbk

Ciputra Property Tbk (CTRP) membukukan laba bersih pada Semester I 2015 sebesar Rp20,17 miliar atau Rp3 per saham, terkoreksi 84,08 % dari Laba bersih Semester I2014 yaitu Rp126,67 miliar atau Rp21 per saham.

Penurunan kinerja atau Laba bersih CTRP pada Semester I 2015 disebabkan oleh peningkatan bahan baku Perseroan yang tercermin dari penurunan laba kotor sebesar 6,36% menjadi Rp306,49 miliar dari Laba kotor pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp327,30 miliar. Laba kotor tersebut dari pendapatan pokok dikurangi Beban Pokok Perseroan. Pendapatan Pokok Perseroan menurun dari Rp688,66 miliar menjadi Rp679,88 miliar, dan Beban Pokok meningkat dari Rp361,36 miliar menjadi Rp364,39 miliar.

Beban Usaha Perseroan juga mengalam peningkatan dari Rp118,91 miliar menjadi Rp168,39 miliar, serta Beban keuangan mengalami kenaikan cukup tinggi yaitu sebesar 62,68% menjadi Rp120,11 miliar dari Beban Keuangan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp73,83 miliar.

Pendapatan usaha CTRP terdiri dari Penjualan Kondominium dan Residential, Sewa pusat niaga, hotel, sewa kantor, penjualan perkantoran, pelayanan apartemen. Pusat niaga atau Mall yang memberikan konstribusi terbesar ke pendapatan Perseroan dengan Pendapatan Semester I 2015 dan Semester I 2014 masing-masing sebesar Rp260,56 miliar dan Rp211,71 miliar, selain itu antara lain

  1. Penjualan Kondominium dan residential – Rp180,23 miliar dan Rp120,56 miliar.
  2. Hotel – Rp110,43 miliar dan Rp72,19 miliar.
  3. Sewa kantor – Rp53,39 miliar dan Rp48,91 miliar.
  4. Penjualan Perkantoran – Rp51,28 miliar dan Rp235,30 miliar.
  5. Pelayanan apartemen – Rp14,98 miliar dan Rp0.

Aset CTRP / Ciputra Property Tbk mencapai Rp9,50 triliun di Semester I 2015, tumbuh 7,22% dari aset di tahun 2014 yaitu Rp8,86 triliun, dan total utang Semester I 2015 mencapai Rp4,60 triliun, naik dari Rp3,97 triliun tahun 2014.




Catatan:

PT Ciputra Development Tbk (IDX: CTRA) adalah salah satu perusahaan properti Indonesia terkemuka. Didirikan pada tahun 1981, pengembangan properti perumahan skala besar dan komersial adalah keahlian bisnis dan inti perusahaan.

Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan telah memperluas operasinya dan saat ini mengembangkan dan mengoperasikan properti perumahan dan komersial dalam kota besar di seluruh Indonesia maupun proyek internasional yang terletak di Cina. Properti komersial Dikembangkan meliputi pusat perbelanjaan, hotel, apartemen dan lapangan golf. Rentang properti luas dan jaringan yang kuat mempromosikan perusahaan untuk menjadi salah satu perusahaan properti yang terdiversifikasi dalam hal produk, lokasi dan segmentasi pasar.

Perusahaan pertama kali terdaftar di pasar saham pada tahun 1994 dan juga telah mencatatkan anak perusahaan, PT Ciputra Surya Tbk ("CTRS") dan PT Ciputra Property Tbk ("CTRP"), yang memiliki bisnis inti yang sama.

Ciputra Property Tbk (CTRP) didirikan dengan nama PT Citraland Property tanggal 22 Desember 1994 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1984. Kantor pusat CTRP berlokasi di Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 34, Jakarta.

Induk usaha dari Ciputra Property Tbk adalah Ciputra Development Tbk (CTRA) (miliki 56,25% sahamCTRP), sedangkan induk usaha terakhir dari Ciputra Property Tbk adalah PT Sang Pelopor.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CTRP meliputi mendirikan dan menjalankan usaha-usaha pembangunan, pengelolaan, dan penyewaan di bidang perhotelan, rumah susun (apartemen), perkantoran, pertokoan, pusat niaga, dan pusat rekreasi beserta fasilitasnya. Proyek-proyek yang didirikan dan dijalankan oleh CTRP, antara lain: Ciputra World I Jakarta, Ciputra World II Jakarta, Ciputra World II Extention Jakarta, Hotel & Mal Ciputra Jakarta, Hotel & Mal Ciputra Semarang, Somerset Grand Citra Service Residence Jakarta, Dipo Business Center, Ciputra International dan Citradream Budget Hotel, Ciputra Beach Resort Bali.

Pada tanggal 30 Oktober 2007, CTRP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham CTRP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.010.000.000 dengan nilai nominal Rp250,- per saham dengan harga penawaran Rp700,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 07 Nopember 2007.

Proyek

Citra Green Dago Bandung
CitraGarden City Jakarta
CitraRaya Tangerang
Citra Grand Cibubur
Citra Indah Jonggol
Citra Sun Garden Semarang
Citra Sun Garden Yogyakarta
CitraLand Surabaya
CitraHarmoni Sidoarjo
CitraGarden Sidoarjo
CitraIndah Sidoarjo
The Taman Dayu Pandaan
CitraGarden Lampung
CitraGarden Banjarmasin
CitraLand Banjarmasin
CitraLand City Samarinda
Citra BukitIndah Balikpapan
CitraGrand City Palembang
CitraLand Celebes Makassar
CitraGarden Makassar
CitraSun Garden Semarang
CitraLand NGK Jambi
CitraLand Pekanbaru
CitraLand Kendari


saham . bursajkse
#CTRP

PT Wijaya Karya Tbk ( WIKA.JK ) - Memutuskan Untuk Menunda IPO Wika Realty

Image result for PT Wijaya Karya Tbk

Emiten konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan menunda pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) anak usahanya, PT Wika Realty. 

Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro, keada pers di Jakarta, Kamis (30/7) mengatakan kondisi perekonomian yang tidak kondusif mendorong perseroan menunda IPO Wika Realty menjadi tahun depan.

"IPO Wika Realty pada tahun depan dari rencana akhir tahun ini. Untuk 
eksekusi, tergantung kondisi di pasar modal dan bisnis," katanya.

Adji menambahkan situasi ekonomi yang sedang melambat tercermin dari kinerja perseroan pada semester I-2015 ini. 

"Semester I tidak terlalu menggembirakan, karena ekonomi lemah, meski demikian kita Optimis semester II akan berjalan sesuai estimasi target," jelas Adji.







Catatan:

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) adalah salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia. Dari hasil nasionalisasi perusahaan Belanda, Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co atau NV Vis en Co, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 1960 dan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) No. 5 tanggal 11 Maret 1960, WIKA lahir dengan nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja.

Dimulai sebagai sub-kontraktor, di akhir 1960-an WIKA berkembang menjadi pemborong pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, menengah, dan tinggi. Di awal tahun 1970, WIKAmemperluas usahanya menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan perumahan.

Perusahaan memasuki babak baru pada 20 Desember 1972. Melalui Akta No. 110, dibuat di hadapan Notaris Djojo Muljadi, perusahaan berubah status menjadi Perseroan Terbatas Wijaya Karya (Persero).

Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) didirikan tanggal 29 Maret 1961 dengan nama Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961. Kantor pusat perusahaan beralamat di Jl. D.I Panjaitan Kav.9, Jakarta Timur dengan lokasi kegiatan utama di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pada tanggal 11 Oktober 2007, WIKA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WIKA (IPO) kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham seri B baru, dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp420,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2007.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Kemudian tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO). Selanjutnya pada tanggal 20 Desember 1972 Perusahaan ini dinamakan PT Wijaya Karya.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan WIKA adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa engineering dan perencanaan.

WIKA selalu melakukan terobosan. Berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan. Diantaranya WIKA Beton, WIKA Intrade, danWIKA Realty.

Pertumbuhan WIKA sebagai perusahaan infrastruktur terintegrasi yang kuat semakin mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Perseroan sukses dalam melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 35% kepada public pada 29 Oktober 2007, di Bursa Efek Indonesia. Setelah IPO, pemerintah Republik Indonesia memegang 68,4%, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat, termasuk karyawan, melalui Management Stock Ownership Program (MSOP), Employee Stock Allocation (ESA), dan Employee/ Management Stock Option (E/MSOP).

Perolehan dana segar dari IPO dipergunakan untuk mendukung pertumbuhan dan inovasi yang dilakukan oleh WIKA. Posisi WIKA menjadi kuat, dimana saat itu krisis ekonomi dunia mulai memperlihatkan dampaknya di dalam negeri. Struktur permodalan yang kuat sangat mendukungWIKA dalam meluaskan operasinya ke luar negeri dan terus mengembangkan Engineering Procurement and Construction (EPC), serta berinvestasi dan mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur, khususnya proyek-proyek yang menjadi program pemerintah terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

WIKA saat ini memiliki 6 Strategic Business Unit (SBU) yang meliputi konstruksi (Kontruksi sipil dan konstruksi Bangunan Gedung), Mekanikal elektrikal, Industri Beton Pra cetak, Real Estate dan Industri Lainnya yang ke depannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.


Konstruksi Sipil

SBU Konstruksi Sipil dikelola dibawah Departemen Sipil Umum dan Departemen Wilayah & Luar Negeri yang terdiri dari sub-sub bidang usaha: jalan dan jembatan, pengairan, prasarana perhubungan, dan ketenagaan. Saat ini, kegiatan usaha SBU Konstruksi Sipil tidak sekadar kontraktor. Didukung oleh Tim Enjinering yang mumpuni, SBU ini berkemampuan mengerjakan rancang bangun (design and build) dari mulai proses perencanaan sampai proses konstruksi. Beberapa proyek yang telah dikerjakan diantaranya adalah Jetty Batubara PLTU Cilacap, Jetty Wood Chip Pulau Laut, serta Removable Trashrack Banjir Kanal Manggarai.

Untuk sub bidang usaha jalan, jalan tol, dan jembatan, SBU ini telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek berskala besar dan berteknologi tinggi, diantaranya:• 

Jembatan Layang Sudirman dan KS Tubun dengan menggunakan teknologi Incremental Launching Method (ILM).

• Jembatan Layang Pasupati Bandung yang merupakan jembatan layang terpanjang di Indonesia dengan teknologi Cable Stayed.

• Jembatan Layang Cikubang-Tol Cipularang Jawa Barat yang merupakan jembatan dengan pilar tertinggi di Indonesia.

• Jembatan Surabaya Madura

Sub bidang pengairan meliputi pembangunan prasarana dan sarana dasar bidang pengairan antara lain bendung, bendungan/dam, saluran irigasi, penyediaan air baku, instalasi pengolahan air bersih, dan penanggulangan banjir.

Di bidang ini, WIKA berhasil merampungkan sejumlah proyek antara lain:

• Bendung Gerak Klambu Barrage dan Bendung Gerak Serayu di propinsi Jawa Tengah.

• Banjir Kanal Timur, Normalisasi Sungai Bengawan Solo, Bendung Amandit di Kalimantan, dan Waduk Jatigede di Jawa Barat.

Sub bidang usaha prasarana perhubungan meliputi jasa konstruksi prasarana perhubungan darat, laut, dan udara, seperti bandara, pelabuhan laut, termasuk jetty dan terminal peti kemas, dan stasiun kereta api. Beberapa proyek yang telah diselesaikan antara lain:

• Pelabuhan Peti Kemas dan Car Terminal Tanjung Priok.

• Double Track Parujakan Cirebon.

• Jalan Tol Surabaya - Mojokerto.


Konstruksi Bangunan Gedung

SBU Konstruksi Bangunan Gedung dikelola oleh Departemen Bangunan Gedung untuk pasar Pemerintah dan BUMN, sedangkan untuk pasar swasta dikelola oleh anak perusahaan tersendiri,WIKA Gedung. SBU konstruksi bangunan gedung meliputi Sub Bidang Usaha Bangunan Hunian dan Bangunan Fasilitas. Saat ini, dengan dukungan kemampuan di bidang enjinering, telah melakukan pekerjaan rancang bangun atau design and build, yaitu melakukan pekerjaan sejak proses perencanaan sampai proses konstruksi.

Sub bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian, meliputi pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah susun, dan kompleks perumahan. Sejumlah proyek yang dikerjakan diantaranya:

• Bangunan Hunian: Asrama Universitas Negeri Semarang.

• Bangunan Hotel: Hotel Paragon City, Semarang.


Sub bidang usaha bangunan fasilitas menggarap bangunan fasilitas seperti rumah sakit, terminal penumpang bandara dan stasiun, sarana pendidikan, sarana olahraga, perkantoran, mal dan sarana rekreasi lainnya. Sejumlah proyek yang dikerjakan antara lain:

• Terminal Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru, Terminal Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang.

• Terminal Bandar Udara Ngurah Rai, Bali dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.

• Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta, Perpustakaan Universitas Medan, Manufacturing Research Center UI Depok.


Mekanikal Elektrikal

SBU Mekanikal Elektrikal dikelola oleh Departemen Industrial Plant yang meliputi sub bidang usaha Minyak & Gas, Sarana Industri, dan Pabrik Fabrikasi Baja. Sub bidang usaha Minyak & Gas meliputi EPC Mekanikal Elektrikal di sektor hulu, sektor hilir, dan distribusi dari kegiatan operasi di sektor minyak & gas. Di sektor hulu terkait dengan pekerjaan processing gas plant, crude oil & gas pipeline distribution. Di sektor hilir terkait dengan pekerjaan kilang minyak, pipanisasi, dan tank terminal. Sejumlah Proyek EPC yang sedang dikerjakan saat ini antara lain:

• Proyek EPC Pembangunan Terminal LPG Pressurized di Tanjung Sekong -Banten

• Proyek EPC Pembangunan DPPU Kualanamu – Medan

• Proyek EPC Penggantian Fasilitas DPPU Soekarno – Hatta

• Proyek EPC Relokasi Depot LPG Tanjung Priok

• Proyek EPC Pembangunan pipa Minyak Mentah Tempino – Plaju

• Proyek EPC Penggantian Pipanisasi CB-I Tasikmalaya - Ujung Berung

• Pekerjaan EPC Tie-in PLTP Dieng (Geodipa)

Sub bidang usaha Sarana Industri meliputi Jasa Konstruksi & EPC di bidang industri (pabrik) dan material handling seperti pabrik Pengolahan Kelapa Sawit, pabrik biofuels, pabrik granulasi pupuk NPK, pabrik semen, pabrik farmasi, serta instalasi pengolahan air bersih & limbah.

Sejumlah Proyek EPC yang sedang dikerjakan saat ini antara lain:

a. Design and Build (Turnkey) 2500 MT per Day Palm Oil Refinery Pulau Laut

b. Out of Pit Crushing & Conveying (OPCC) System ADARO

c. ANTAM Belt Conveyor MOP – PP FeNi 1 Pomala

Sub bidang usaha Pabrik Fabrikasi Baja pada awalnya merupakan sarana pabrikasi pendukung. Namun sejak tahun 2009 ditingkatkan menjadi sub bidang usaha yang dapat mengelola sendiri usahanya mulai dari pemasaran, produksi, dan pengiriman dengan rentang produk yang besar dalam menghasilkan Produk Konstruksi Baja seperti struktur rangka baja, conveyor, pipe rack, tower telekomunikasi, tower transmisi listrik, jembatan rangka baja, tanki baja, silo, hopper, pressure vessel, welded beam, dan steel plate work lainnya. Selain memproduksi produk-produk di atas, saat ini sedang dijajaki produk-produk baja lainnya terkait dengan industri perminyakan dengan target pasar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), misalnya pekerjaan onshore steel platform, dan komponen industri alat berat (heavy equipment).

SBU Mekanikal Elektrikal juga dikelola oleh Departemen Energi yang menjalankan usaha dalam bidang konstruksi berbasis EPC (Engineering Procurement Construction) yang terintegrasi. Lingkup pekerjaan yang dilakukan mulai dari pekerjaan rekayasa dasar, rekayasa proses, rekayasa detil, procurement terkait pengadaan equipment, dan construction atau pelaksanaan konstruksi dari proyek-proyek yang telah direncanakan. Saat ini, yang dikerjakan adalah EPC Power Plant, baik yang terkait dengan konstruksi sipil maupun EPC dari Power Plant. Beberapa proyek yang dikerjakan terkait power plant antara lain:

• Kontruksi Sipil Power Plant: PLTU Labuhan Angin, PLTU Labuan, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTG Muara Karang, PLTGU Tanjung Priok, dan PLTU Pacitan.

• EPC Power Plant: PLTU Amurang 2 x 25 MW, PLTD Bali 50 MW, PLTU Asam-Asam 2x65MW, Kalimantan Selatan.


Anak perusahaan yang mendukung SBU Mekanikal Elektrikal adalah PT WIKA Insan Pertiwi yang bergerak dibidang instalasi, operasi dan pemeliharaan pembangkit dan peralatan industri. Di bidang energi terbarukan WIKA memiliki anak perusahaan PT WIKA Jabar Power yang bergerak di bidang pengusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Tampomas, Sumedang, Jawa Barat. Investasi pembangkit lainnya yang dikelola di bawah Biro Investasi dengan pola BOT (Build Operate Transfer) PLTD Bali dan PLTG Borang di Palembang, sedangkan dengan pola BOO (Build Operate Owned) PLTMG Rengat, Riau dan PLTD Ambon.

Untuk industri beton pracetak (precast) dikelola oleh anak perusahaan PT WIKA Beton, untuk industri dan perdagangan dikelola oleh PT WIKA Intrade, untuk bisnis realti dikelola oleh anak perusahaan PT WIKA Realty, sedangkan penyertaan pada usaha patungan pengusahaan jalan tol dikelola oleh PT MNA untuk tol Surabaya-Mojokerto, PT MKC untuk tol Cengkareng-Kunciran, PT Jasa Marga Bali Tol untuk tol Tanjung Benoa, Bali dan untuk bisnis energi terbarukan dikelola oleh PT WINNER.


Karena peraturan pemerintah yang mengharuskan BUMN kembali kebisnis intinya. Maka usaha usaha di luar konstruksi dipecah menjadi anak perusahaan, yaitu :



1. PT Wijaya Karya Beton (WIKA BETON) 

PRODUK WIKA BETON

WIKA BETON adalah salah satu dari anak perusahaan yang telah berdiri sejak 11 Maret 1997, anak perusahaan ini merupakan perluasan WIKA di bidang industri beton pracetak. WIKA telah memulai konsentrasi pada industri beton pracetak pada tahun 1977 dengan mengembangkan produk beton pracetak untuk teras perumahan. Sejak saat itu, WIKA bertekad mempertahankan pengembangan produk tersebut untuk mengantisipasi adanya pengembangan perencanaan dan datangnya proyek-proyek infrastuktur lain.

Pengembangan produk tersebut telah menciptakan beberapa hasil seperti tiang beton untuk jalur pendistribusian energi dan bantalan beton pracetak serta produk lainnya seperti bantalan - bantalan rel kereta api, produk beton untuk jembatan, pipa, dinding penahan tanah dan bangunan gedung dan perumahan yang diimplementasikan untuk berbagai macam proyek. Produk-produk ini dihasilkan pada waktu yang tepat dan diprediksikan akan menjadi produk pemimpin di pasaran.

Terlepas dari usaha keras dalam pengembangan produk, WIKA juga melanjutkan pengembangan produk-produk infrastruktur dengan menambah jumlah pabrik di beberapa lokasi. Kini, WIKA BETON telah memiliki 7 pabrik di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera Utara, Lampung, Bogor, Majalengka, Boyolali, Pasuruan dan Sulawesi Selatan. Didukung dengan kepemilikan pabrik sendiri, produk yang bervariasi seperti halnya manajemen yang profesional, WIKA BETON telah menjadi penghasil utama dan pemimpin dalam industri beton pracetak di Indonesia. Dalam hal konsistensi jaminan kualitas, WIKA BETON telah melaksanakan "Quality Management System" yang selaras dengan ISO 9000.


2. PT Wijaya Karya Realty (WIKA REALTY) 

WIKA REALTY

WIKA REALTY fokus pada pengembangan bisnis realty dan property yang juga meliputi layanan konsultasi, perencanaan, layanan konstruksi dan pembukaan lahan. WIKA REALTY telah membangun beberapa perumahan sejak tahun 1985.

Ribuan unit rumah telah dibangun dengan konsep Tamansari, yaitu konsep taman perumahan dengan dukungan fasilitas terbaik bagi keluarga. Lokasinya berada di: Tamansari Pesona Bali di selatan Jakarta, Tamansari Persada Bogor, Tamansari Bukit Damai di Parung, Bogor, Tamansari Bukit Bandung, Tamansari Manglayang Regency di Bandung, Tamansari Bukit Mutiara di Balikpapan.

WIKA Realty telah meraih beberapa penghargaan untuk kesuksesannya dalam pengembangan bidang realty baik dalam skala regional maupun nasional, seperti: The Winner of Ecologically Environment Real Estate in West Java pada tahun 1993, The Winner of Enchantment Tour in Bekasi Region pada tahun 1995, The Winner of Wirastana Adistana Environmental Design of REI National Grade 1995, The Winner of Nusa Adikualita, National Application Award pada tahun1997, The Winner of Environmental Garden Estate in Bandung Region pada tahun 1997.

Pada tahun 2012, segmen bisnis real estate Wika Realty berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp1,46 triliun. Secara keseluruhan, jumlah nilai kontrak yang dihadapi oleh bisnis real estate perusahaan pada tahun 2012 adalah sebesar Rp1,83 triliun, 72,64% lebih tinggi dari jumlah kontrak yang dihadapi tahun 2011 sebesar Rp1,06 triliun.

Jumlah penjualan bersih segmen real estate mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 61,10% menjadi Rp842,04 miliar pada tahun 2012 dibandingkan penjualan bersih tahun 2011 sebesar Rp522,69 miliar.

Untuk memastikan pengembangan kualitas dan kepuasan konsumen, WIKA REALTY telah melaksanakan Manajemen Kualitas ISO 9001 di setiap produknya, hal ini merupakan jawaban dari setiap tantangan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dibuktikan melalui perolehan peningkatan pertumbuhan).



3. PT Wijaya Industri & Konstruksi (WIK) 

WIKA INDUSTRI & KONSTRUKSI

WIKA Industri & Konstruksi adalah anak perusahaan PT WIKA yang berasal dari penggabungan dua divisi yaitu Divisi Produk Metal dan Divisi Perdagangan PT WIKA. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perhatian pada manajemen bisnis, untuk lebih mandiri dan untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih baik.

Tiga bisnis unit terdiri dari: Perdaganan Umum, Metal dan Konversi Energi. Yakin bahwa "quality is our way of live" menjadi aset mendasar dalam membangun kepercayaan konsumen akan kualitas produk WIKA Industri & Konstruksi. Ini dibuktikan dengan konsistensi komitmen manajemen dalam menjalankan ISO 9000, QS 9000, 5R, K3 dan Total Quality Management (TQM) sebagai salah satu parameter kesuksesan bisnis. Karenanya, telah dibentuk penempatan bisnis dan diferensiasi di setiap SBU agar dapat bertahan dalam era persaingan pasar global yang semakin kompetitif.



4. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA GEDUNG) 

WIKA GEDUNG

Pada tanggal 24 Oktober 2008, WIKA secara resmi mendirikan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung/WG). WG berdiri dengan modal dasar sebesar Rp 200 miliar, serta modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 50 miliar dengan komposisi kepemilikan saham oleh WIKAsebesar 99 persen dan Koperasi Karyawan WIKA sebesar satu (1) persen. Dengan dijadikannya WG sebagai entitas tersendiri, gerak langkah dan pengambilan keputusan dalam rangka perolehan proyek menjadi lebih ringkas dan cepat. Sehingga akan memperkuat kinerja fundamental WIKAselaku perusahaan induk.

Jenis pekerjaan yang menjadi lingkup bisnis WG adalah :

Gedung Fasilitas meliputi pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan gedung bukan tempat tinggal seperti gedung perkantoran, pendidikan, tempat peribadatan, sarana kesehatan, penginapan, pusat perdagangan, kawasan industri/pabrik, gedung terminal/stasiun, gedung olah raga, gedung kesenian/hiburan, bangunan gudang, hanggar dan lain sebagainya.

Gedung Hunian meliputi usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan gedung yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal, seperti rumah, perumahan, dan rumah susun.




5. PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK) 

WIKA REKAYASA KONSTRUKSI

Pada 18 November 2008, WIKA merampungkan proses akusisi PT Catur Insan Pertiwi (CIP). CIP adalah salah satu perusahaan tiga besar di Indonesia yang bergerak di bidang erection dan installation mekanikal elektrikal untuk proyek industrial dan power plant. WIKA mengakuisisi 70,08 persen saham CIP dengan nilai valuasi sebesar Rp 23 miliar, ekuivalen dengan 438 lembar saham yang bersumber dari kas internal perseroan. Tujuan dilakukan akuisi perusahaan ini adalah untuk memperkuat pertumbuhan non-organiknya dengan cara meningkatkan efisiensi biaya dan efektivitas operasi, dalam pekerjaan mekanikal dan elektrikal. Setelah akuisisi nama perusahaan berubah menjadi PT WIKA Insan Pertiwi (WIP).

Kondisi pemasaran khususnya terkait dengan perolehan kontrak baru berdasarkan bidang usaha dapat digambarkan sebagai berikut: Industrial Plant: 11,9 persen Power Plant & ME: 46,6 persen Pabrikasi: 6,7 persen Operation & Maintenance: 6,8 persen Mining Equipment: 27,9 persen



6. PT Sarana Karya (SAKA) 

Header-sarana-karya

PT Sarana Karya memiliki binis inti dalam bidang pertambangan aspal Buton dengan menyediakan aspal olahan dan siap pakai untuk keperluan konstruksi jalan dan lainnya. BUMN ini juga memiliki jaringan distribusi untuk pasar dalam maupun luar negeri yang diyakini akan sangat mendukung rencana pengembangan kegiatan usaha WIKA.

Tahun 2013, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengakuisisi 100 % saham PT Sarana Karya (Persero), yaitu sebanyak 5.000 lembar saham milik Pemerintah Republik Indonesia atau senilai Rp 50 miliar. Transaksi ini sebagai langkah tindak lanjut setelah terbitnya Peraturan Pemerintah No. 91 Tahun 2013 tentang Penjualan Saham Milik Negara Republik Indonesia pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Karya tertanggal 24 Desember 2013.





saham . bursajkse

PT Cowell Development Tbk ( COWL.JK ) - Membukukan Laba Bersih Semester I 2015 Negative

Image result for PT Cowell Development Tbk

Emiten Properti PT Cowell Development Tbk (COWL) melaporkan kinerja pada Semester I dengan mencetak Kerugian bersih yang sangat besar yaitu Rp119,81 miliar atau Rp(24,59) per saham. Dengan kerugian tersebut, Kinerja Perseroan menjadi anjilok bila dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 yang masih mencetak laba bersih sebesar Rp13,08 miliar atau Rp2,68 per saham.

Kerugian yang sangat besar pada semester I 2015 yang dialami Perseroan disebabkan oleh Kerugian Kurs yang sangt besar yaitu Rp111,90 miliar. Beban Pokok Perseroan mengalami kenaikan dari Rp68,54 miliar menjadi Rp124,79 miliar, dan Beban usaha juga mengalami peningkatan dari Rp44,46 miliar menjadi Rp86,58 miliar, beban keuangan mengalami peningkatan dari Rp37,27 miliar menjadi Rp72,06 miliar.

Penjualan Pokok Perseroan meningkat 69,82% menjadi Rp290,80 miliar dibandingkan Rp171,24 miliar pada periode yang sama tahun 2014. Penjualan Pokok Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Rumah – Rp- dan Rp79,23 miliar.
  2. Apartemen – Rp189,18 miliar dan Rp0.
  3. Sewa – Rp72,36 miliar dan Rp66,84 miliar.
  4. Jasa pelayanan – Rp26,48 miliar dan Rp24,17 miliar.
  5. Lainnya– Rp2,79 miliar dan Rp0,99 miliar.

Aset Perseroan mengalami penurunan sedikit dari Rp3,68 triliun tahun 2014 menjadi Rp3,66 triliun pada Semester I 2015, utang Perseroan meningkat dari Rp2,33 triliun menjadi Rp2,44 triliun.





Catatan:

PT Cowell Development Tbk (COWL) didirikan tanggal 25 Maret 1981 dengan nama PT Internusa Artacipta dan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak 1981. Kantor pusat Cowell berlokasi di Graha Atrium. Lantai 6. Suite 6.01A. Jalan Senen Raya No. 135. Jakarta Pusat.

Induk usaha COWL adalah PT Gama Nusapala, merupakan perusahaan yang dimiliki oleh PT Lestari Investindo Mandiri (LIM). LIM merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Fransiscus Suciyanto.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan COWL bergerak dalam bidang jasa, pembangunan, dan perdagangan, terutama jasa pengelolaan gedung, pembangunan dan pengembangan perumahan, dan perdagangan real estat. Saat ini, kegiatan usaha COWL adalah pembangunan, pengembangan, dan penjualan unit Rumah, Ruko dan Kavling di perumahan Melati Mas Residence, Serpong Park dan Serpong Terrace, yang berlokasi di Serpong, Tangerang.

Pada tanggal 10 Desember 2007, COWL memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham COWL (IPO) kepada masyarakat sebanyak 250.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp130,- per saham dan disertai sebanyak 150.000.000 Waran Seri I. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Desember 2007.




saham . bursajske

Kamis, 23 Juli 2015

PT Waskita Karya Tbk ( WSKT.JK ) - Mmulai Mengakuisisi Aset PT Precast Concentrate Indonesia

Image result for PT Precast Concentrate Indonesia

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, Waskita Beton Precast, telah melaksanakan pembelian asset dari PT Precast Concentrate Indonesia.Perseroan membeli aset berupa tanah, bangunan, sarana pelengkap, mesin, mould cetakan dan alat lab. Proses pembelian aset ini masih dalam tahap pembayaran pajak dan segera akan dilanjutkan dengan penandatanganan akta jual beli terhadap objek tanah dan bangunan.




Catatan:


PT Waskita Karya (Persero) Tbk

DIDIRIKAN PADA 1 JANUARI 1961 WASKITA KARYA ADALAH SALAH SATU BUMN TERKEMUKA DI INDONESIA YANG MEMAINKAN PERAN UTAMA DALAM PEMBANGUNAN NEGARA. BERASAL DARI SEBUAH PERUSAHAAN BELANDA BERNAMA "VOLKER MAATSCHAPPIJ NV AANNEMINGS", YANG DIAMBIL ALIH BERDASARKAN KEPUTUSAN PEMERINTAH NO.62/1961, WASKITA KARYA SEMULA BERPARTISIPASI DALAM PERKEMBANGAN AIR YANG TERKAIT TERMASUK REKLAMASI, PENGERUKAN PELABUHAN, DAN IRIGASI.

Sejak 1973, status hukum Waskita Karya telah diubah menjadi "Persero" PT. Waskita Karya, dengan lebih familliar memanggil "Waskita". Sejak saat itu, perusahaan mulai mengembangkan usahanya sebagai kontraktor umum terlibat dalam jangkauan yang lebih luas dalam kegiatan konstruksi termasuk jalan raya, jembatan, pelabuhan, bandara, bangunan, tanaman pembuangan limbah, pabrik semen, pabrik dan fasilitas industri lainnya.

Pada tahun 1980, Waskita mulai melakukan berbagai proyek yang melibatkan teknologi canggih. Transfer teknologi dilakukan melalui aliansi bisnis dalam bentuk operasi bersama dan joint venture dengan perusahaan asing terkemuka. Prestasi signifikan dan beredar yamg menjadi kebanggaan nasional adalah Sukarno-Hatta, Siwabessy Reaktor Serbaguna, dan Muara Karang Coal Fired Power Plant di Jakarta.

Memasuki tahun 1990, Waskita telah menyelesaikan banyak bangunan bertingkat dengan reputasi baik diterima seperti BNI City (bangunan tertinggi di Indonesia), Bank Indonesia Bangunan Kantor, Graha Niaga Tower, Mandiri Plaza Tower, Shangri-La Hotel dan beberapa apartemen bertingkat bangunan di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Waskita telah mencapai kinerja dalam pembangunan jembatan beton bentang panjang dengan menggunakan sistem kantilever bebas dan berhasil menyelesaikan tiga jembatan: Raja Mandala, Rantau Berangin, dan Barelang IV. Prestasi besar menggunakan teknologi serupa terbentuk dalam pembangunan jalan layang "Pasteur-Cikapayang-Surapati" dan jembatan cable stayed di Bandung. Kisah sukses yang sama juga dicapai dalam pembangunan bendungan besar beberapa seperti Pondok, Grogkak, Tilong., Gapit, dan Sumi, yang telah selesai lebih cepat dari jadwal dengan kualitas memuaskan.

Dalam upaya selalu mengutamakan kualitas terdepan apa pun telah memungkinkan Waskita dalam memperoleh sertifikasi ISO 9002:1994 pada bulan November 1995; yang menjadi pengakuan internasional meyakinkan tentang Sistem Manajemen Mutu ISO dilaksanakan oleh perusahaan dan titik awal menuju era global kompetisi. Pada bulan Juni 2003, Waskita telah berhasil memperbarui Sistem Manajemen Mutu dan mampu mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000. Ini menjadi indikasi yang kuat tentang bagaimana perusahaan memahami dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.






saham . bursajkse

Selasa, 14 Juli 2015

PT Intiland Development Tbk ( DILD.JK ) - Telah Memasarkan Kondominium Graha Golf



Pengembang properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) telah berhasil menjual hunian di Surabaya, kondominium Sumatra36 dan Praxi.

Pada peluncuran perdana tersebut, perseroan memasarkan satu tower kondominum Graha Golf yang memiliki 9 unit berbagai tipe. Seluruh unit kondominium diserap pasar (sold out). 

"Kesuksesan ini menunjukkan bahwa meskipun kondisi pasar properti sedang tertekan, konsumen tetap meminati produk-produk hunian yang memiliki nilai tambah dari sisi fungsi maupun tujuan investasi," tutur Wakil Presiden Direktur Intiland Sinarto Dharmawan melalui publikasi BEI, Senin (13/7).

Menurut dia, keberhasilkan ini didukung oleh pesatnya perkembangan kawasan Surabaya Barat yang menjadi hunian favorit bagi masyarakat di Surabaya. Lokasi strategis yang ditunjang dengan ketersediaan, fasilitas lengkap, serta tingkat kepadatan hunia yang masih rendah menjadi dasar pertimbangan masyarakat.

Peluncuran tower kedua akan dilakukan pada tahun ini dengan mempertimbangkan kondisi dan daya serap pasar. Perseroan optimis penjualan tower kedua akan sukses karena masih banyak konsumen yang tidak mendpatkan unit kondominium di tower pertama. 

Kondominium Graha Golf merupakan pengembangan terbaru Intiland di Surabaya. Kondominium ini menjadi bagian dari pengembangan proyek Graha Golf yang lokasinya berada di kawasan perumahan prestisiun Graha Famili, Surabaya.

Di pengembangan tahap pertama, kata dia, Intiland akan membangun dua tower kondominium setinggi 20 lantai. Masing-masing tower memiliki 79 unit kondominium dengan dua tipe, yakni tiga kamar tidur dan empat kamar tidur dengan luas bangunan mulai 122 hingga 138 m2. 

Unit-unit kondominium Graha Golf dipasarkan dengan harga mulai Rp3,9 miliar. 

Pengembangan tahap pertama menempati lahan seluas 7.200 m2 dengan luas bangunan keseluruhan mencapai 50.167 m2. Kondominium ini juga dilengkapi dengan fasilitas parkir dua lantai basement yang bisa menampung 285 mobil. 

"Berbeda dengan konsep pengembangan mixed-use, fungsi hunian justru tidak boleh terlalu padar agar penghuni merasa nyaman ketika beristirahat maupun tinggal. Tingkat kepadatan rendah adalah kemewahan bagi hunian," paparnya.

Saat ini, untuk mendapatkan hunian di lingkungan dengan pemandatangan lapangan golf di kawasan Graha Famili, konsumen harus membeli rumah tipe Gold View yang harganya cukup tinggi.




Catatan:

PT Intiland Development Tbk adalah pengembang properti di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sejarah kepiawaian Intiland dimulai sejak tahun 1970-an, dimulai dari Jakarta dan Surabaya. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di industri properti, Intiland terkenal dalam pengembangan properti penggagas trend yang ikonik seperti Intiland Tower yang didesain oleh almarhum Paul Rudolph, Regatta yang didesain oleh Tom Wright dari Atkins dan Graha Famili, kawasan permukiman golf mewah yang merupakan kawasan elit di Surabaya.

Secara formal, perusahaan didirikan oleh Hendro S. Gondokusumo pada 10 Juni 1983 dengan nama PT Wisma Dharmala Sakti. Masuk ke Bursa Paralel pada tahun 1989, dilanjutkan ke Bursa Efek Surabaya dan Bursa Efek Jakarta. Setelah restrukturisasi pada 29 Juni 2007,nama perusahaan berubah menjadi PT Intiland Development Tbk.

Saat ini, Intiland mempunyai portofolio yang berkembang di Jakarta dan Surabaya terdiri dari perumahan, apartemen, perkantoran, hospitality dan kawasan industri. Dengan filosofi "living well",Intiland mewujudkan pengalaman hidup yang tiada bandingnya untuk masyarakat Indonesia.





saham . bursajkse

Rabu, 08 Juli 2015

PT Wijaya Karya Tbk ( WIKA.JK ) - Mencatatkan Kontrak Baru Senilai Rp. 10,59 Triliun

Image result for PT Wijaya Karya Tbk

Sampai dengan pekan pertama Juli 2015, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru senilai total Rp 10,59 triliun. Besaran tersebut setara dengan 33,47% dari target kontrak baru tahun ini yang mencapai Rp 31,64 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Suradi mengungkapkan, pada akhir semester pertama tahun ini perseroan berhasil memenangkan dua paket pekerjaan jalan tol. Keduanya merupakan bagian dari proyek tol Solo-Kertosono,"Total nilai kontrak sebesar Rp 625 miliar. Pendanaannya berasal dari APBN P 2015-2017,"ujar Suradi.

 





Catatan:

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) adalah salah satu perusahaan konstruksi di Indonesia. Dari hasil nasionalisasi perusahaan Belanda, Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co atau NV Vis en Co, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 1960 dan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) No. 5 tanggal 11 Maret 1960, WIKA lahir dengan nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja.

Dimulai sebagai sub-kontraktor, di akhir 1960-an WIKA berkembang menjadi pemborong pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, menengah, dan tinggi. Di awal tahun 1970, WIKAmemperluas usahanya menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan perumahan.

Perusahaan memasuki babak baru pada 20 Desember 1972. Melalui Akta No. 110, dibuat di hadapan Notaris Djojo Muljadi, perusahaan berubah status menjadi Perseroan Terbatas Wijaya Karya (Persero).

Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) didirikan tanggal 29 Maret 1961 dengan nama Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961. Kantor pusat perusahaan beralamat di Jl. D.I Panjaitan Kav.9, Jakarta Timur dengan lokasi kegiatan utama di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pada tanggal 11 Oktober 2007, WIKA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WIKA (IPO) kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham seri B baru, dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp420,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2007.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Kemudian tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO). Selanjutnya pada tanggal 20 Desember 1972 Perusahaan ini dinamakan PT Wijaya Karya.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan WIKA adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa engineering dan perencanaan.

WIKA selalu melakukan terobosan. Berevolusi menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi melalui pengembangan sejumlah anak perusahaan. Diantaranya WIKA Beton, WIKA Intrade, danWIKA Realty.

Pertumbuhan WIKA sebagai perusahaan infrastruktur terintegrasi yang kuat semakin mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Perseroan sukses dalam melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 35% kepada public pada 29 Oktober 2007, di Bursa Efek Indonesia. Setelah IPO, pemerintah Republik Indonesia memegang 68,4%, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat, termasuk karyawan, melalui Management Stock Ownership Program (MSOP), Employee Stock Allocation (ESA), dan Employee/ Management Stock Option (E/MSOP).

Perolehan dana segar dari IPO dipergunakan untuk mendukung pertumbuhan dan inovasi yang dilakukan oleh WIKA. Posisi WIKA menjadi kuat, dimana saat itu krisis ekonomi dunia mulai memperlihatkan dampaknya di dalam negeri. Struktur permodalan yang kuat sangat mendukungWIKA dalam meluaskan operasinya ke luar negeri dan terus mengembangkan Engineering Procurement and Construction (EPC), serta berinvestasi dan mengembangkan sejumlah proyek infrastruktur, khususnya proyek-proyek yang menjadi program pemerintah terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

WIKA saat ini memiliki 6 Strategic Business Unit (SBU) yang meliputi konstruksi (Kontruksi sipil dan konstruksi Bangunan Gedung), Mekanikal elektrikal, Industri Beton Pra cetak, Real Estate dan Industri Lainnya yang ke depannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi.


Konstruksi Sipil

SBU Konstruksi Sipil dikelola dibawah Departemen Sipil Umum dan Departemen Wilayah & Luar Negeri yang terdiri dari sub-sub bidang usaha: jalan dan jembatan, pengairan, prasarana perhubungan, dan ketenagaan. Saat ini, kegiatan usaha SBU Konstruksi Sipil tidak sekadar kontraktor. Didukung oleh Tim Enjinering yang mumpuni, SBU ini berkemampuan mengerjakan rancang bangun (design and build) dari mulai proses perencanaan sampai proses konstruksi. Beberapa proyek yang telah dikerjakan diantaranya adalah Jetty Batubara PLTU Cilacap, Jetty Wood Chip Pulau Laut, serta Removable Trashrack Banjir Kanal Manggarai.

Untuk sub bidang usaha jalan, jalan tol, dan jembatan, SBU ini telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek berskala besar dan berteknologi tinggi, diantaranya:• 

Jembatan Layang Sudirman dan KS Tubun dengan menggunakan teknologi Incremental Launching Method (ILM).

• Jembatan Layang Pasupati Bandung yang merupakan jembatan layang terpanjang di Indonesia dengan teknologi Cable Stayed.

• Jembatan Layang Cikubang-Tol Cipularang Jawa Barat yang merupakan jembatan dengan pilar tertinggi di Indonesia.

• Jembatan Surabaya Madura

Sub bidang pengairan meliputi pembangunan prasarana dan sarana dasar bidang pengairan antara lain bendung, bendungan/dam, saluran irigasi, penyediaan air baku, instalasi pengolahan air bersih, dan penanggulangan banjir.

Di bidang ini, WIKA berhasil merampungkan sejumlah proyek antara lain:

• Bendung Gerak Klambu Barrage dan Bendung Gerak Serayu di propinsi Jawa Tengah.

• Banjir Kanal Timur, Normalisasi Sungai Bengawan Solo, Bendung Amandit di Kalimantan, dan Waduk Jatigede di Jawa Barat.

Sub bidang usaha prasarana perhubungan meliputi jasa konstruksi prasarana perhubungan darat, laut, dan udara, seperti bandara, pelabuhan laut, termasuk jetty dan terminal peti kemas, dan stasiun kereta api. Beberapa proyek yang telah diselesaikan antara lain:

• Pelabuhan Peti Kemas dan Car Terminal Tanjung Priok.

• Double Track Parujakan Cirebon.

• Jalan Tol Surabaya - Mojokerto.


Konstruksi Bangunan Gedung

SBU Konstruksi Bangunan Gedung dikelola oleh Departemen Bangunan Gedung untuk pasar Pemerintah dan BUMN, sedangkan untuk pasar swasta dikelola oleh anak perusahaan tersendiri,WIKA Gedung. SBU konstruksi bangunan gedung meliputi Sub Bidang Usaha Bangunan Hunian dan Bangunan Fasilitas. Saat ini, dengan dukungan kemampuan di bidang enjinering, telah melakukan pekerjaan rancang bangun atau design and build, yaitu melakukan pekerjaan sejak proses perencanaan sampai proses konstruksi.

Sub bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian, meliputi pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah susun, dan kompleks perumahan. Sejumlah proyek yang dikerjakan diantaranya:

• Bangunan Hunian: Asrama Universitas Negeri Semarang.

• Bangunan Hotel: Hotel Paragon City, Semarang.


Sub bidang usaha bangunan fasilitas menggarap bangunan fasilitas seperti rumah sakit, terminal penumpang bandara dan stasiun, sarana pendidikan, sarana olahraga, perkantoran, mal dan sarana rekreasi lainnya. Sejumlah proyek yang dikerjakan antara lain:

• Terminal Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru, Terminal Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang.

• Terminal Bandar Udara Ngurah Rai, Bali dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.

• Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Yogyakarta, Perpustakaan Universitas Medan, Manufacturing Research Center UI Depok.


Mekanikal Elektrikal

SBU Mekanikal Elektrikal dikelola oleh Departemen Industrial Plant yang meliputi sub bidang usaha Minyak & Gas, Sarana Industri, dan Pabrik Fabrikasi Baja. Sub bidang usaha Minyak & Gas meliputi EPC Mekanikal Elektrikal di sektor hulu, sektor hilir, dan distribusi dari kegiatan operasi di sektor minyak & gas. Di sektor hulu terkait dengan pekerjaan processing gas plant, crude oil & gas pipeline distribution. Di sektor hilir terkait dengan pekerjaan kilang minyak, pipanisasi, dan tank terminal. Sejumlah Proyek EPC yang sedang dikerjakan saat ini antara lain:

• Proyek EPC Pembangunan Terminal LPG Pressurized di Tanjung Sekong -Banten

• Proyek EPC Pembangunan DPPU Kualanamu – Medan

• Proyek EPC Penggantian Fasilitas DPPU Soekarno – Hatta

• Proyek EPC Relokasi Depot LPG Tanjung Priok

• Proyek EPC Pembangunan pipa Minyak Mentah Tempino – Plaju

• Proyek EPC Penggantian Pipanisasi CB-I Tasikmalaya - Ujung Berung

• Pekerjaan EPC Tie-in PLTP Dieng (Geodipa)

Sub bidang usaha Sarana Industri meliputi Jasa Konstruksi & EPC di bidang industri (pabrik) dan material handling seperti pabrik Pengolahan Kelapa Sawit, pabrik biofuels, pabrik granulasi pupuk NPK, pabrik semen, pabrik farmasi, serta instalasi pengolahan air bersih & limbah.

Sejumlah Proyek EPC yang sedang dikerjakan saat ini antara lain:

a. Design and Build (Turnkey) 2500 MT per Day Palm Oil Refinery Pulau Laut

b. Out of Pit Crushing & Conveying (OPCC) System ADARO

c. ANTAM Belt Conveyor MOP – PP FeNi 1 Pomala

Sub bidang usaha Pabrik Fabrikasi Baja pada awalnya merupakan sarana pabrikasi pendukung. Namun sejak tahun 2009 ditingkatkan menjadi sub bidang usaha yang dapat mengelola sendiri usahanya mulai dari pemasaran, produksi, dan pengiriman dengan rentang produk yang besar dalam menghasilkan Produk Konstruksi Baja seperti struktur rangka baja, conveyor, pipe rack, tower telekomunikasi, tower transmisi listrik, jembatan rangka baja, tanki baja, silo, hopper, pressure vessel, welded beam, dan steel plate work lainnya. Selain memproduksi produk-produk di atas, saat ini sedang dijajaki produk-produk baja lainnya terkait dengan industri perminyakan dengan target pasar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), misalnya pekerjaan onshore steel platform, dan komponen industri alat berat (heavy equipment).

SBU Mekanikal Elektrikal juga dikelola oleh Departemen Energi yang menjalankan usaha dalam bidang konstruksi berbasis EPC (Engineering Procurement Construction) yang terintegrasi. Lingkup pekerjaan yang dilakukan mulai dari pekerjaan rekayasa dasar, rekayasa proses, rekayasa detil, procurement terkait pengadaan equipment, dan construction atau pelaksanaan konstruksi dari proyek-proyek yang telah direncanakan. Saat ini, yang dikerjakan adalah EPC Power Plant, baik yang terkait dengan konstruksi sipil maupun EPC dari Power Plant. Beberapa proyek yang dikerjakan terkait power plant antara lain:

• Kontruksi Sipil Power Plant: PLTU Labuhan Angin, PLTU Labuan, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTG Muara Karang, PLTGU Tanjung Priok, dan PLTU Pacitan.

• EPC Power Plant: PLTU Amurang 2 x 25 MW, PLTD Bali 50 MW, PLTU Asam-Asam 2x65MW, Kalimantan Selatan.


Anak perusahaan yang mendukung SBU Mekanikal Elektrikal adalah PT WIKA Insan Pertiwi yang bergerak dibidang instalasi, operasi dan pemeliharaan pembangkit dan peralatan industri. Di bidang energi terbarukan WIKA memiliki anak perusahaan PT WIKA Jabar Power yang bergerak di bidang pengusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Tampomas, Sumedang, Jawa Barat. Investasi pembangkit lainnya yang dikelola di bawah Biro Investasi dengan pola BOT (Build Operate Transfer) PLTD Bali dan PLTG Borang di Palembang, sedangkan dengan pola BOO (Build Operate Owned) PLTMG Rengat, Riau dan PLTD Ambon.

Untuk industri beton pracetak (precast) dikelola oleh anak perusahaan PT WIKA Beton, untuk industri dan perdagangan dikelola oleh PT WIKA Intrade, untuk bisnis realti dikelola oleh anak perusahaan PT WIKA Realty, sedangkan penyertaan pada usaha patungan pengusahaan jalan tol dikelola oleh PT MNA untuk tol Surabaya-Mojokerto, PT MKC untuk tol Cengkareng-Kunciran, PT Jasa Marga Bali Tol untuk tol Tanjung Benoa, Bali dan untuk bisnis energi terbarukan dikelola oleh PT WINNER.


Karena peraturan pemerintah yang mengharuskan BUMN kembali kebisnis intinya. Maka usaha usaha di luar konstruksi dipecah menjadi anak perusahaan, yaitu :



1. PT Wijaya Karya Beton (WIKA BETON) 

PRODUK WIKA BETON

WIKA BETON adalah salah satu dari anak perusahaan yang telah berdiri sejak 11 Maret 1997, anak perusahaan ini merupakan perluasan WIKA di bidang industri beton pracetak. WIKA telah memulai konsentrasi pada industri beton pracetak pada tahun 1977 dengan mengembangkan produk beton pracetak untuk teras perumahan. Sejak saat itu, WIKA bertekad mempertahankan pengembangan produk tersebut untuk mengantisipasi adanya pengembangan perencanaan dan datangnya proyek-proyek infrastuktur lain.

Pengembangan produk tersebut telah menciptakan beberapa hasil seperti tiang beton untuk jalur pendistribusian energi dan bantalan beton pracetak serta produk lainnya seperti bantalan - bantalan rel kereta api, produk beton untuk jembatan, pipa, dinding penahan tanah dan bangunan gedung dan perumahan yang diimplementasikan untuk berbagai macam proyek. Produk-produk ini dihasilkan pada waktu yang tepat dan diprediksikan akan menjadi produk pemimpin di pasaran.

Terlepas dari usaha keras dalam pengembangan produk, WIKA juga melanjutkan pengembangan produk-produk infrastruktur dengan menambah jumlah pabrik di beberapa lokasi. Kini, WIKA BETON telah memiliki 7 pabrik di seluruh Indonesia, seperti di Sumatera Utara, Lampung, Bogor, Majalengka, Boyolali, Pasuruan dan Sulawesi Selatan. Didukung dengan kepemilikan pabrik sendiri, produk yang bervariasi seperti halnya manajemen yang profesional, WIKA BETON telah menjadi penghasil utama dan pemimpin dalam industri beton pracetak di Indonesia. Dalam hal konsistensi jaminan kualitas, WIKA BETON telah melaksanakan "Quality Management System" yang selaras dengan ISO 9000.


2. PT Wijaya Karya Realty (WIKA REALTY) 

WIKA REALTY

WIKA REALTY fokus pada pengembangan bisnis realty dan property yang juga meliputi layanan konsultasi, perencanaan, layanan konstruksi dan pembukaan lahan. WIKA REALTY telah membangun beberapa perumahan sejak tahun 1985.

Ribuan unit rumah telah dibangun dengan konsep Tamansari, yaitu konsep taman perumahan dengan dukungan fasilitas terbaik bagi keluarga. Lokasinya berada di: Tamansari Pesona Bali di selatan Jakarta, Tamansari Persada Bogor, Tamansari Bukit Damai di Parung, Bogor, Tamansari Bukit Bandung, Tamansari Manglayang Regency di Bandung, Tamansari Bukit Mutiara di Balikpapan.

WIKA Realty telah meraih beberapa penghargaan untuk kesuksesannya dalam pengembangan bidang realty baik dalam skala regional maupun nasional, seperti: The Winner of Ecologically Environment Real Estate in West Java pada tahun 1993, The Winner of Enchantment Tour in Bekasi Region pada tahun 1995, The Winner of Wirastana Adistana Environmental Design of REI National Grade 1995, The Winner of Nusa Adikualita, National Application Award pada tahun1997, The Winner of Environmental Garden Estate in Bandung Region pada tahun 1997.

Pada tahun 2012, segmen bisnis real estate Wika Realty berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp1,46 triliun. Secara keseluruhan, jumlah nilai kontrak yang dihadapi oleh bisnis real estate perusahaan pada tahun 2012 adalah sebesar Rp1,83 triliun, 72,64% lebih tinggi dari jumlah kontrak yang dihadapi tahun 2011 sebesar Rp1,06 triliun.

Jumlah penjualan bersih segmen real estate mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 61,10% menjadi Rp842,04 miliar pada tahun 2012 dibandingkan penjualan bersih tahun 2011 sebesar Rp522,69 miliar.

Untuk memastikan pengembangan kualitas dan kepuasan konsumen, WIKA REALTY telah melaksanakan Manajemen Kualitas ISO 9001 di setiap produknya, hal ini merupakan jawaban dari setiap tantangan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dibuktikan melalui perolehan peningkatan pertumbuhan).



3. PT Wijaya Industri & Konstruksi (WIK) 

WIKA INDUSTRI & KONSTRUKSI

WIKA Industri & Konstruksi adalah anak perusahaan PT WIKA yang berasal dari penggabungan dua divisi yaitu Divisi Produk Metal dan Divisi Perdagangan PT WIKA. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perhatian pada manajemen bisnis, untuk lebih mandiri dan untuk menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih baik.

Tiga bisnis unit terdiri dari: Perdaganan Umum, Metal dan Konversi Energi. Yakin bahwa "quality is our way of live" menjadi aset mendasar dalam membangun kepercayaan konsumen akan kualitas produk WIKA Industri & Konstruksi. Ini dibuktikan dengan konsistensi komitmen manajemen dalam menjalankan ISO 9000, QS 9000, 5R, K3 dan Total Quality Management (TQM) sebagai salah satu parameter kesuksesan bisnis. Karenanya, telah dibentuk penempatan bisnis dan diferensiasi di setiap SBU agar dapat bertahan dalam era persaingan pasar global yang semakin kompetitif.



4. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA GEDUNG) 

WIKA GEDUNG

Pada tanggal 24 Oktober 2008, WIKA secara resmi mendirikan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung/WG). WG berdiri dengan modal dasar sebesar Rp 200 miliar, serta modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 50 miliar dengan komposisi kepemilikan saham oleh WIKAsebesar 99 persen dan Koperasi Karyawan WIKA sebesar satu (1) persen. Dengan dijadikannya WG sebagai entitas tersendiri, gerak langkah dan pengambilan keputusan dalam rangka perolehan proyek menjadi lebih ringkas dan cepat. Sehingga akan memperkuat kinerja fundamental WIKAselaku perusahaan induk.

Jenis pekerjaan yang menjadi lingkup bisnis WG adalah :

Gedung Fasilitas meliputi pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan gedung bukan tempat tinggal seperti gedung perkantoran, pendidikan, tempat peribadatan, sarana kesehatan, penginapan, pusat perdagangan, kawasan industri/pabrik, gedung terminal/stasiun, gedung olah raga, gedung kesenian/hiburan, bangunan gudang, hanggar dan lain sebagainya.

Gedung Hunian meliputi usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan gedung yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal, seperti rumah, perumahan, dan rumah susun.




5. PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi (WRK) 

WIKA REKAYASA KONSTRUKSI

Pada 18 November 2008, WIKA merampungkan proses akusisi PT Catur Insan Pertiwi (CIP). CIP adalah salah satu perusahaan tiga besar di Indonesia yang bergerak di bidang erection dan installation mekanikal elektrikal untuk proyek industrial dan power plant. WIKA mengakuisisi 70,08 persen saham CIP dengan nilai valuasi sebesar Rp 23 miliar, ekuivalen dengan 438 lembar saham yang bersumber dari kas internal perseroan. Tujuan dilakukan akuisi perusahaan ini adalah untuk memperkuat pertumbuhan non-organiknya dengan cara meningkatkan efisiensi biaya dan efektivitas operasi, dalam pekerjaan mekanikal dan elektrikal. Setelah akuisisi nama perusahaan berubah menjadi PT WIKA Insan Pertiwi (WIP).

Kondisi pemasaran khususnya terkait dengan perolehan kontrak baru berdasarkan bidang usaha dapat digambarkan sebagai berikut: Industrial Plant: 11,9 persen Power Plant & ME: 46,6 persen Pabrikasi: 6,7 persen Operation & Maintenance: 6,8 persen Mining Equipment: 27,9 persen



6. PT Sarana Karya (SAKA) 

Header-sarana-karya

PT Sarana Karya memiliki binis inti dalam bidang pertambangan aspal Buton dengan menyediakan aspal olahan dan siap pakai untuk keperluan konstruksi jalan dan lainnya. BUMN ini juga memiliki jaringan distribusi untuk pasar dalam maupun luar negeri yang diyakini akan sangat mendukung rencana pengembangan kegiatan usaha WIKA.

Tahun 2013, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengakuisisi 100 % saham PT Sarana Karya (Persero), yaitu sebanyak 5.000 lembar saham milik Pemerintah Republik Indonesia atau senilai Rp 50 miliar. Transaksi ini sebagai langkah tindak lanjut setelah terbitnya Peraturan Pemerintah No. 91 Tahun 2013 tentang Penjualan Saham Milik Negara Republik Indonesia pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Karya tertanggal 24 Desember 2013.




http://www.neraca.co.id/article/56041/wika-catatkan-kontrak-baru-rp-1059-triliun

saham . bursajkse