Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri auto.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri auto.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Astra International Tbk ( ASII.JK ) - Membukukan Penurunan Laba Bersih Sebesar 18%

Image result for astra tbk

PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penurunan laba bersih pada semester I 2015 sekitar 18% menjadi Rp8,052 triliun dari Rp9,820 triliun pada periode serupa tahun lalu.

Direktur Utama Astra Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (31/7), menuturkan kondisi ini dipicu oleh melemahnya pendapatan usaha perseroan sekitar 8,88% dari Rp101,528 triliun pada periode yang berakhir 30 Juni 2014 menjadi Rp92,505 triliun periode serupa tahun ini. 

Kendati demikian, perseroan berhasil menurunkan beban pokok pendapatan sekitar 9,4% menjadi 74,587 triliun per Juni 2015 dari Rp82,384 triliun periode serupa tahun lalu. Walaupun beban dapat menyusut, namun laba bruto menurun dari Rp19,144 triliun menjadi Rp17,918 triliun.

Kerugian selisih kurs juga berhasil ditekan dari Rp305 miliar, kini menjadi Rp74 miliar. Perseroan juga mampu memeroleh peningkatan penghasilan lain-lain dari Rp1,463 triliun menjadi Rp1,6 triliun. 

Hingga periode Juni 2015, total aset perusahaan otomotif ini tercatat Rp242 triliun, dengan ekuitasnya Rp123,631 triliun dan liabilitas Rp119,122 triliun.



Catatan:

Astra International (IDX: ASII) merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi otomotif yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Pada tahun 1990, perseroan mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage's sebesar 50,1%.

Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di JI. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta. Ruang lingkup kegiatan Perseroan seperti yang tertuang dalam anggaran dasarnya adalah perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor dengan suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

Astra International Tbk (ASII) didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Kantor pusat ASII berdomosili di Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta.

Pemegang saham terbesar Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd (50,09%), perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd merupakan entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.

Saat ini, Astra International Tbk memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Astra Graphia Tbk (ASGR), Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan United Tractors Tbk (UNTR).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ASII bergerak di bidang perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama entitas anak meliputi perakitan dan penyaluran mobil (Toyota, Daihatsu, Izusu, UD Trucks, Peugeot dan BMW), sepeda motor (Honda) berikut suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

Pada tahun 1990, ASII memperoleh Pernyataan efektif BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ASII (IPO) kepada masyarakat sebanyak 30.000.000 saham dengan nominal Rp1.000,- per saham, dengan Harga Penawaran Perdana Rp14.850,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 April 1990.

Divisi Usaha dan Anak Perusahaan

Otomotif

PT Toyota Astra Motor (Toyota dan Lexus)
PT Toyota Auto2000 (Auto 2000)
PT Astra Daihatsu Motor (Daihatsu)
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (Isuzu)
PT Astra Nissan Diesel Indonesia (Truk Nissan Diesel)
PT Tjahja Sakti Motor (BMW dan Peugeot)
PT Serasi Autoraya (TRAC)
PT Serasi Auto Raya (Mobil 88)
PT Astra Honda Motor (Honda)
PT Astra Otoparts Tbk
PT Tunas Mobilindo Perkasa (Daihatsu)

Agro industri

PT Astra Agro Lestari Tbk

Pelayanan Finansial

PT Astra Credit Company
PT Toyota Astra Financial Services
PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto)
PT Federal International Finance
PT Surya Artha Nusantara Finance
PT Bank Permata
PT Astra Aviva Life (Astra Life)

Alat-alat Berat

PT United Tractors Tbk (Scania)
PT Traktor Nusantara
PT Pamapersada Nusantara
PT Kalimantan Prima Persada

Teknologi Informasi

PT Astragraphia Tbk
PT Astra Graphia Information Technologies-AGIT

Infrastruktur

PT Astratel Nusantara
PT Intertel Nusaperdana

Sejarah

1957

Astra memulai usaha sebagai perusahaan dagang

1969

Astra menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia

1970

Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di Indonesia
Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal mesin perkantoran Xerox di Indonesia

1971

Astra di tunjuk sebagai distributor tunggal Daihatsu
Mendirikan PT Federal Motor, agen tunggal sepeda motor Honda
Mendirikan PT Toyota Astra Motor (TAM), agen tunggal Toyota
Peluncuran produk sepeda motor Honda 90 Z (90cc)

1972

Mendirikan PT United Tractors (UT) yang mengelola bidang usaha alat berat

1973

Mendirikan PT Multi Agro Corporation yang mengelola divisi agribisnis Astra

1974

Mendirikan Yayasan Toyota & Astra yang bergerak di bidang pendidikan
TAM meluncurkan Toyota Corolla

1977

Toyota meluncurkan mobil Kijang pertama
Mendirikan PT Daihatsu Indonesia

1980

Astra mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membantu perusahaan kecil dan menengah

1981

Toyota meluncurkan mobil Kijang sebagai mobil keluarga

1982

Astra mendirikan PT Raharja Sedaya, sebuah perusahaan kredit konsumen

1983

Mendirikan PT Astra Agro Niaga, cikal bakal PT Astra Agro Lestari

1986

Daihatsu meluncurkan Zebra, sebagai mobil niaga andalan
Toyota menyempurnakan Kijang-nya yang dikenal dengan Super Kijang

1988

Menerbitkan obligasi berjangka waktu 5 tahun senilai Rp 60 miliar dan tercatat di Bursa Efek Surabaya
Mengambil alih PT Pantja Motor, Distribtor kendaraan Isuzu

1989

Mendirikan Astra Executive Training Centre (AETC) yang kemudian menjadi Astra Management Development Institute (AMDI) pada tahun 1993

1990

Menerbitkan 30 juta lembar saham dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya
Mendirikan Koperasi Astra International untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan

1991

Mendirikan PT Astra Dian Lestari yang mengelola bidang usaha komponen
PT Pantja Motor meluncurkan Isuzu Panther
Tahun 1991 Astra mendirikan PT.Astra Microtronics Technology di Muka Kuning Batam yang bergerak di Semiconductor Manufacturing
Mendirikan Astra Mitra Ventura yang menyediakan fasilitas pinjaman modal bagi UKM

1994

Daihatsu meluncurkan Zebra Espass yang merupakan hasil penyempurnaan dari Zebra sebelumnya

1995

Mendirikan Politeknik Manufaktur Astra yang menyediakan pendidikan formal tingkat diploma di bidang manufaktur

1997

Toyota kembali menyempurnakan Kijang-nya

1999

Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap pertama
Daihatsu meluncurkan SUV Daihatsu Taruna

2000

Isuzu menyempurnakan Panther-nya
Merestrukturisasi bisnis sepeda motor
Merestrukturisasi bisnis BMW

2001

Menerbitkan Panduan dalam Etika Bisnis dan Etika Kerja

2002

Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap kedua
Merestrukturisasi bisnis Daihatsu
Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas sebanyak 1,4 miliar lembar saham
Mendivestasi perusahaan infrastruktur telekomunikasi Astra, PT Pramindo Ikat Nusantara
Mendivestasi bisnis perkayuan Astra yang dikelola oleh PT Sumalindo Lestari Jaya

2003

Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas II
Merestrukturisasi bisnis Toyota
Toyota dan Daihatsu meluncurkan MPV keluarga Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang merupakan produk bersama, dan dipasarkan awal 2004

2004

Melakukan percepatan pembayaran restrukturisasi hutang Astra
Mengambilalih 31,5% kepemilikan di PT Bank Permata Tbk

2006

Mendirikan Toyota Astra Financial Services yang menawarkan fasilitas pembiayaan mobil Toyota
Astra Honda Motor meluncurkan Vario, produk skuter otomatis
Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang merupakan kelanjutan Daihatsu Taruna

2007

Astra Honda Motor meluncurkan Revo

2008

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memulai ekspor kendaraan komersil Gran Max ke Jepang dalam bentuk CBU, setelah sebelumnya Gran Max diluncurkan awal tahun 2008
PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Isuzu Motors Limited melakukan reorganisasi atas PT Pantja Motor menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia
Astra canangkan program 'Go Green With Astra: Satu Karyawan Satu Pohon' untuk menanam 116.867 pohon sepanjang tahun
Museum dan Perpustakaan Astra dibuka secara resmi
PT Astra Honda Motor meluncurkan Beat

2009

Astra Group luncurkan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia yang menjadi payung program seluruh kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa
PT Astra Honda Motor memproduksi sepeda motor yang ke-25 juta
PT Toyofuji Serasi Indonesia—anak perusahaan PT Serasi Autoraya—luncurkan kapal yang ketiga, MV SERASI III
PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, operasikan PT Patria Maritime Lines

2010

Toyota perkenalkan 5 varian baru Toyota Dyna
Penerbitan obligasi PT Astra Sedaya Finance XI
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Astra International Tbk
PT United Tractors Tbk luncurkan ekskavator dengan teknologi KOMTRAX
PT Astra Agro Lestari Tbk bangun pabrik baru di Kalimantan Timur
Penerbitan obligasi PT Federal International Finance X
PT Isuzu Astra Motor Indonesia luncurkan Isuzu Bison
Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) secara resmi mengubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Astra-Michael D.Ruslim
PT Astra Honda Motor perkenalkan skutik retro modern, Honda Scoopy
PT Astra Graphia Tbk luncurkan mesin cetak multifungsi yang ramah lingkungan Fuji Xerox Color
UT selesaikan akuisisi atas PT Agung Bara Prima
PT Astra Honda Motor (AHM) umumkan `One Heart` sebagai slogan barunya
Satu Indonesia Jelajahi Dunia Astra pecahkan rekor MURI
Astra Daihatsu Motor capai produksi dua juta unit mobil
Kepemilikan Astra di Astra Sedaya Finance (ASF) meningkat menjadi 100%
Peresmian kapal MV Serasi V milik TFSI
PermataBank selesaikan akuisisinya yang pertama di Indonesia
Astra tingkatkan kepemilikan saham di PALYJA menjadi 49%

2011

PT Astra Honda Motor meluncurkan skutik Honda Spacy
Toyota dan Daihatsu menyempurnakan Avanza dan Xenia-nya menjadi Toyota New Avanza dan Daihatsu Xenia All New

2012

PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, mengambil alih galangan PT Perkasa Melati (PT Patria Maritim Perkasa) sebagai penguat industri maritim bagi Astra dan Indonesia

2013

Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Agya dan Daihatsu Ayla, mobil kecil yang hemat dan ekonomis



saham . bursajkse
#ASII

PT Astra Otoparts Tbk ( AUTO.JK ) - Laba Bersih Menurun Menjadi Rp. 152,21 Miliar - Semester I 2015

Image result for PT Astra Otoparts Tbk

Emiten industri komponen kendaraan bermotor PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp152,21 miliar atau Rp32 per saham. Kinerja Perseroan Semester I 2015 anjilok 66,70% bila dibandingkan kinerja pada Semester I 2014 yang membukukan laba bersih sebesar Rp454,04 miliar atau Rp94 per saham.

Penurunan kinerja AUTO pada Semester I 2015 tersebut disebabkan oleh Pendapatan pokok perseroan mengalami penurunan sebesar 8,19% menjadi Rp5,72 triliun dari pendapatan pada Semester I 2014 yaitu Rp6,23 triliun, dan adanya Keuntungan dari Laba asosiasi sebessasr Rp242,70 miliar pada Semester I 2014, sedangkan pada Semester I 2015 hanya sebesar Rp72,00 miliar. Di bawah ini adalah rincian Pendapatan pokok Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu:

  1. Perdagangan – Rp2,58 triliun dan Rp2,43 triliun.
  2. Manufaktur Komponen Otomotif – Rp3,35 triliun dan Rp4,30 triliun.
  3. Eliminasi – Rp(201,68) miliar dan Rp(503,49) miliar.

Beban Pokok Perseroan menurun dari Rp5,30 triliun menjadi Rp4,90 triliun, dan Beban usaha perseroan mengalami penurunan dari Rp557,94 miliar menjadi Rp669,18 miliar, serta Pendapatan (beban) keuangan turun dari Rp18,58 miliar menjadi Rp(36,68) miliar.

Total aset AUTO pada Semester I 2015 mencapai Rp14,45 triliun, meningkat sedikit dari aset pada tahun 2014 yaitu Rp14,39 triliun. Utang Perseroan meningkat dari Rp4,24 triliun menjadi Rp4,41 triliunpada Semester I 2015.



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=auto.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

Astra Otoparts Tbk (AUTO) didirikan tanggal 20 September 1991 dan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1991. Kantor pusat AUTO beralamat di Jalan Raya Pegangsaan Dua Km. 2,2, Kelapa Gading, Jakarta, dan pabrik berlokasi di Jakarta dan Bogor.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Otoparts adalah Astra International Tbk / ASII(80,00%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AUTO terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, baik lokal maupun ekspor, dan manufaktur dalam bidang industri logam, plastik dan suku cadang kendaraan bermotor. Saat ini kegiatan pemasaranAUTO meliputi dalam dan luar negeri, termasuk Asia, Timur Tengah, Oceania, Amerika, Eropa dan Afrika, dan memiliki divisi perdagangan yang beroperasi di Singapura dan entitas anak di Australia.

Pada tanggal 29 Mei 1998, AUTO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AUTO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 75.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp575,- per saham. Pada tanggal 15 Juni 1998, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.



saham . bursajkse

Selasa, 07 Juli 2015

PT Astra Otoparts Tbk ( AUTO.JK ) - Bersama Bridgestone Bentuk Perusahaan Patungan

Image result for PT Astra Otoparts Tbk

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan Bridgestone Corporation akan membentuk perusahaan patungan dan pengembangan bisnis komponen otomotif produk anti-vibration.

Direktur Keuangan AUTO, Hugeng Gozali, menuturkan Bridgestone menguasai 51% saham dan sisanya 49% dimiliki oleh AUTO. Investasi usaha patungan ini diperkirakan mencapai Rp174 miliar.

Perusahaan patungan ini rencananya berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, dan akan memproduksi engine mounting, body mounting, dan suspension parts untuk pasar kendaraan roda empat atau lebih.

"Permulaan produksi massal akan dilaksanakan pada Januari 2016," kata Hugeng melalui publikasi BEI di Jakarta, Senin (6/7).

Saat ini, AUTO telah mengekspor komponen ke lebih dari tiga negara di Timur Tengah, Asia Oseania, Afrika, Eropa, dan Amerika. 

Sementara itu, Bridgestone memiliki 170 fasilitas manufaktur di 26 negara dengan total penjualan bersih JPY3,67 triliun pada 2014. Bridgestone telah mengembangkan produk anti-vibration untuk otomotif sejak 1940.






Catatan:

Astra Otoparts Tbk (AUTO) didirikan tanggal 20 September 1991 dan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1991. Kantor pusat AUTO beralamat di Jalan Raya Pegangsaan Dua Km. 2,2, Kelapa Gading, Jakarta, dan pabrik berlokasi di Jakarta dan Bogor.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Otoparts adalah Astra International Tbk / ASII(80,00%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AUTO terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, baik lokal maupun ekspor, dan manufaktur dalam bidang industri logam, plastik dan suku cadang kendaraan bermotor. Saat ini kegiatan pemasaranAUTO meliputi dalam dan luar negeri, termasuk Asia, Timur Tengah, Oceania, Amerika, Eropa dan Afrika, dan memiliki divisi perdagangan yang beroperasi di Singapura dan entitas anak di Australia.

Pada tanggal 29 Mei 1998, AUTO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AUTO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 75.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp575,- per saham. Pada tanggal 15 Juni 1998, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.



saham . bursajkse

Kamis, 25 Juni 2015

PT Astra Otoparts Tbk ( AUTO.JK ) - Kebutuhan Suku Cadang Akan Meningkat Menjelang Lebaran

Image result for T Astra Otoparts Tbk

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)  meyakini permintaan suku cadang kendaraan roda empat dan dua pada semester II 2015 nanti akan meningkat menyusul perayaan Hari Raya Lebaran.

"Para pemudik, baik yang menggunakan mobil atau motor pasti menginginkan kondisi kendaraannya prima selama perjalanan dan untuk pemakaian selanjutnya, yang artinya membutuhkan komponen yang berkualitas sempurna," kata Direktur AUTO Yusak Kristian, Rabu (24/6).

Ia menambahkan bahwa pada semester dua tahun ini perekonomian Indonesia diyakini juga akan bergerak positif dan akan berdampak pada peningkatan permintaan suku cadang kendaraan bermotor ke depannya.

"Penjualan komponen Astra Otoparts di pasar suku cadang pengganti (aftermarket) pada semester dua diyakini akan mengalami peningkatan di atas 10% dari semester satu 2015," paparnya.

Ia mengakui bahwa sejak awal semester satu tahun 2015 ini perseroan menghadapi tantangan akibat penurunan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya persaingan di sektor pemasaran suku cadang otomotif.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, seluruh 'stakeholders' Astra Otoparts tetap berkomitmen menjadi yang terbaik dan berdiri di posisi terdepan sebagai pilihan utama konsumen, khususnya di bidang distribusi komponen mobil dan motor untuk pasar suku cadang pengganti.

Ia mengemukakan bahwa produk-produk komponen otomotif Astra Otoparts yang sudah dipasarkan yakni produk aki dengan merek GS Astra dan Incoe, spare parts ASPIRA dan Federal Parts, "shock absorber" KYB. Tidak ketinggalan produk ban dengan merek Aspira dan Pirelli serta oli mobil dengan merek Astra Shell.

"Produk-produk itu dipasarkan melalui 'authorized workshop' grup Astra dan jaringan ritel modern milik Astra Otoparts yaitu Shop&Drive. Jaringan Shop&Drive sendiri sekarang ini sudah menyebar di Indonesia dan berjumlah 354 outlet. Shop&Drive memberikan layanan penggantian aki bergaransi, oli, dan beberapa kebutuhan kecil lainnya," katanya.

Selain menjual produk dan pelayanan, lanjut dia, Shop&Drive juga memberikan pelayanan antar aki 24 jam untuk konsumen yang mengalami kesulitan men-starter kendaraannya.

"Di saat liburan panjang Idul Fitri, layanan antar aki dari Shop&Drive akan selalu siaga membantu konsumen, karena kami tidak ingin konsumen setia kami dan masyarakat pada umumnya terganggu aktivitas liburannya hanya karena masalah pada aki mobilnya," ujar Yusak Kristian.

 




Catatan:

Astra Otoparts Tbk (AUTO) didirikan tanggal 20 September 1991 dan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1991. Kantor pusat AUTO beralamat di Jalan Raya Pegangsaan Dua Km. 2,2, Kelapa Gading, Jakarta, dan pabrik berlokasi di Jakarta dan Bogor.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Otoparts adalah Astra International Tbk / ASII(80,00%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AUTO terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, baik lokal maupun ekspor, dan manufaktur dalam bidang industri logam, plastik dan suku cadang kendaraan bermotor. Saat ini kegiatan pemasaranAUTO meliputi dalam dan luar negeri, termasuk Asia, Timur Tengah, Oceania, Amerika, Eropa dan Afrika, dan memiliki divisi perdagangan yang beroperasi di Singapura dan entitas anak di Australia.

Pada tanggal 29 Mei 1998, AUTO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AUTO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 75.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp575,- per saham. Pada tanggal 15 Juni 1998, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.



saham . bursajkse

Selasa, 16 Juni 2015

PT Astra Otoparts Tbk ( AUTO.JK ) - Menambah Kepemilikan Sahamnya di PT SKF Indonesia

Image result for PT Astra Otoparts Tbk

Dalam rangka menambah saham di PT SKF Indonesia, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) telah membeli 22.969 saham atau setara 25,8 persen saham PT SKF Indonesia.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6/2015), Direktur Astra Otoparts Hugeng Gozali menyebutkan, perseroan telah membeli saham tersebut pada 11 Juni 2015. Saham yang dibeli itu dari AKTIEBOLAGET SKF (SKF) perusahaan asal Swedia. Nilai transaksi pembelian mencapai Rp67,10 miliar.

"Dengan adanya pembelian saham tersebut, maka kepemilikan saham AUTO di PT SKF Indonesia menjadi 35.607 saham, atau 40 persen dari total saham, dari total sebelumnya yang mencapai 14,2 persen," ungkap dia. Sedangkan kepemilikan SKF berkurang menjadi 53.411 saham atau 60 persen di PT SKF Indonesia.

Saat ini, lanjut dia, SKF Indonesia memiliki kegiatan usaha di bidang produksi bantalan peluru kendaraan roda dua maupun roda empat. Peningkatan prosentase kepimilikan saham perseroan dalam SKFI dimaksudkan untuk mengembangkan bearing guna memenuhi pasar domestik dan international, meningkatkan produktifitas operasional dan pemasaran SKFI, serta meningkatkan kerja sama antara perseroan dengan SKF.

Pembelian saham yang dilakukan perseroan, dia menambahkan, tidak mengandung unsur kepentingan dilihat dari sisi direksi, komisaris dan pemegang saham utama perseroan dan nilainya tidak cukup material yaitu kurang 20 persen dari ekuitas. 




















Catatan:

Astra Otoparts Tbk (AUTO) didirikan tanggal 20 September 1991 dan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1991. Kantor pusat AUTO beralamat di Jalan Raya Pegangsaan Dua Km. 2,2, Kelapa Gading, Jakarta, dan pabrik berlokasi di Jakarta dan Bogor.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Otoparts adalah Astra International Tbk / ASII(80,00%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AUTO terutama bergerak dalam perdagangan suku cadang kendaraan bermotor, baik lokal maupun ekspor, dan manufaktur dalam bidang industri logam, plastik dan suku cadang kendaraan bermotor. Saat ini kegiatan pemasaran AUTO meliputi dalam dan luar negeri, termasuk Asia, Timur Tengah, Oceania, Amerika, Eropa dan Afrika, dan memiliki divisi perdagangan yang beroperasi di Singapura dan entitas anak di Australia.

Pada tanggal 29 Mei 1998, AUTO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AUTO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 75.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp575,- per saham. Pada tanggal 15 Juni 1998, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.




saham . bursajkse

Kamis, 28 Mei 2015

PT Lippo General Insurance Tbk ( LPGI.JK ) - Akan Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp. 180 per Saham



Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Lippo General Insurance Tbk(LPGI) [5,300 50 (+1,0%)] menyetujui pembagian dividen tahun buku 2014 sebesar Rp180 per saham atau senilai total Rp27 miliar.

Presiden Direktur LPGI [5,300 50 (+1,0%)], Agus Benjamin kepada pers di Jakarta, Rabu (27/5) mengatakan pembagaian dividen ini merupakan setara 21,1% dari total raihan laba bersih sepanjang 2014 lalu senilai Rp127,87 miliar.

"Pembagian dividen sebesar Rp27 miliar atau setara Rp180 per saham," katanya. 

Terkait kinerja, sepanjang 2014 lalu perseroan membukukan laba bersih mencapai Rp127,87 miliar atau meningkat 58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp80,91 miliar. 

Adapun premi bruto juga tumbuh 27,24% menjadi Rp1 triliun di 2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp790,2 miliar. 

"Pencapaian tersebut terbilang sukses mengingat rata-rata industri asuransi umum hanya mencetak pertumbuhan 17,9% pada periode yang sama, seperti yang dilansir AAUI," urainya Agus.


















Catatan:

PT. Lippo General Insurance, Tbk. (IDX:LPGI ) adalah sebuah perusahaan asuransi di Indonesia yang didirikan pada 1963 dengan nama PT Asuransi Brawijaya.

PT Lippo General Insurance Tbk. pada awalnya didirikan pada tanggal 6 September 1963 dengan nama PT Asuransi Brawijaya. Kemudian pada tanggal 24 Januari 1964 nama perusahaan diganti menjadi PT Maskapai Asuransi Marga Suaka. Setelah berjalan selama delapan belas tahun,pada tanggal 1 Oktober 1982 nama perusahaan disempurnakan menjadi PT Asuransi Marga Pusaka. Pada tanggal 9 Januari 1991perusahaan mengubah kedudukan usaha yang semula di Surabaya menjadi di Jakarta. Kemudian pada tanggal 6 Juli 1991 nama perusahaan diubah menjadi PT Lippo General Insurance.

Lippo General Insurance Tbk (Lippo Insurance) (LPGI) memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1983. Kantor pusat Lippo Insurance berdomisili di Gedung Lippo Kuningan Lt 27, Unit A & F, Jl. H.R Rasuna Said Kav. B-12, Jakarta Selatan 12940.

Saat ini LPGI memiliki cabang dan Kantor pemasaran yang berlokasi di Karawaci, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pekanbaru, Cikarang, Makassar dan Balikpapan.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Lippo Insurance, antara lain: Pacific Asia Holdings Limited (pengendali) (21,33%) dan Star Pacific Tbk (LPLI) (19,80%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Lippo Insurance adalah berusaha dalam bidang asuransi kerugian. Saat ini, Lippo Insurance melayani asuransi kesehatan, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan dan asuransi miscellaneous.

Pada tahun 1997, LPGI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham LPGI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 51.000.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp2.225,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 22 Juli 1997.


Setelah Penawaran Umum Saham Perseroan kepada masyarakat,pada tanggal 21 April 1997 PT Lippo General Insurance menjadi perusahaan terbuka dan nama perusahaan dilengkapi menjadi PT Lippo General Insurance Tbk. dan pada tanggal 22 Juli 1997 saham dari PT Lippo General Insurance Tbk. dicatatkan di Bursa Efek Indonesia "IDX" (d/h Bursa Efek Jakarta)

Produk

Travel Protection Plus
Health Plus+
Motor Vehicle Insurance

Auto Protection
Motor Protection

Property Insurance

Home Protection
Bussiness Care
Bussiness Care SPBU
Cafe Safe

Personal Accident Insurance(PESONA)

saham . bursajkse

Senin, 25 Mei 2015

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk ( MPMX.JK ) - Telah Serap Dana IPO Rp. 1,19 Triliun


Perusahaan consumer otomotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) [725 -25 (-3,3%)] telah merealisasikan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sekitar 88% atau Rp1,19 triliun per akhir Desember 2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Pengembangan Usaha MPMX [725 -25 (-3,3%)], Agung C Kusumo mengungkapkan, dari 88% dana hasil IPO itu mayoritas telah digunakan untuk pengembangan unit-unit usaha dan sisanya sebanyak 12% atau Rp 160 miliar, mulai digunakan tahap awal untuk pembangunan pabrik pelumas kendaraan bermotor merk Federal Oil melalui anak usaha yakni PT Federal Karyatama (FKT).

















Catatan:


PT MITRA PINASTHIKA MUSTIKA AUTO (MPMAUTO)

Pembawa Perubahan.

MPMAuto menetapkan standar baru dalam dinamika bisnis kendaraan roda empat di Indonesia. MPMAuto menawarkan penjualan dan layanan purnajual komprehensif untuk semua kendaraan merek Nissan & Datsun di seluruh penjuru negeri dengan fitur-fitur baru yang tiada duanya.

Kamis, 23 April 2015

Dividen Tunai AUTO.JK / Astra Otoparts Tbk 2015

Image result for Astra Otoparts Tbk
Dividen tunai AUTO / Astra Otoparts Tbk 2015 sebesar Rp231.347.184.000,- atau Rp48,- per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham, dengan jadwal pelaksanaan dan pembayaran sebagai berikut:
Kegiatan
Tanggal
Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Nego
27 Apr 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Pasar Nego
28 Apr 2015
Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
30 Apr 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
04 Mei 2015
Daftar Pemegang Saham berhak atas dividen Tunai (Recording Date)
30 Apr 2015
Tanggal Pembayaran
22 Mei 2015
Catatan:
Total Dividen AUTO sebesar Rp347.020.776.000,- atau Rp72,- per saham. Telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp115.673.592.000,- atau Rp24,- per saham yang telah dibayarkan pada tanggal 28 Oktober 2014, maka sisa dividen tunai sebesar Rp231.347.184.000,- atau Rp48,- per saham akan dibayarkan pada 22 Mei 2015.


saham . bursajkse