Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri meta.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri meta.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Nusantara Infrastructure Tbk ( META.JK ) - Telah Membukukan Laba Bersih Naik 41%



PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) hingga enam bulan pertama 2015 membukukan laba bersih mencapai Rp70,04 miliar atau melonjak 41% dibandingkan periode yang sama 2014 senilai Rp49,68 miliar.

General Manager Corporate Affairs META, Deden Rochmawaty di Jakarta, Jumat (31/7) mengatakan seiring laba, pendapatan usaha juga naik 9% menjadi Rp258 miliar.

"Kami sangat bersyukur telah berhasil membukukan keuangan positif yang tumbuh secara berkelanjutan sejalan dengan pertumbuhan bisnis Perseroan dan anak usaha yang semakin solid," katanya.

Ditambahkan, strategi pengembangan bisnis melalui merger dan akuisisi telah memberikan hasil yang sangat signifikan bagi peningkatan kinerja perusahaan.

"Kontribusi anak usaha terhadap kinerja perseroan menjadi bukti bahwa strategi yang kami lakukan sudah dijalur yang tepat," tambahnya.

Kinerja positif perseroan telah berhasil meningkatkan total aset dari Rp4,07 triliun menjadi Rp4,30 triliun. 

Debt to Equity Ratio meningkat menjadi 73,5% dan Debt to EBITDA dapat diturunkan sebesar 173,1% menjadi 9,88%. 

"Kami optimis dengan kerja keras seluruh manajemen, nilai perusahaan akan terus meningkat dan memposisikan Perseroan menjadi salah satu perusahaan infrastruktur terintegrasi terpercaya dan terkemuka di Indonesia," papar Deden.




Catatan:

Nusantara Infrastructure Tbk (META) didirikan 01 September 1995 dengan nama PT Sawitia Bersama Darma dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 02 Januari 2000. Kantor pusat META berlokasi di Menara Equity lantai 38, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190.

META beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain:

  1. PT Sawitia Bersama Darma, 01-Sept-1995
  2. PT Wahana Tradindo Jaya, 10-Jun-1998
  3. PT Metamedia Technologies Tbk, 22-Feb-2001
  4. PT Nusantara Infrastructure Tbk, 04-Jul-2006

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham META, antara lain: CS AG Singapore Trust Account client PT Hijau Makmur Sejahtera (pengendali) (21,00%), CS AG Singapore Trust Account client Eagle Infrastructure Fund Ltd. (22,32%) dan CGML Proprietary Securities (9,12%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan META terutama bergerak dalam bidang jasa, perdagangan dan pembangunan yang berhubungan dengan bidang usaha infrastruktur, pertambangan, minyak dan gas bumi. Saat ini kegiatan utama META adalah melakukan investasi pada beberapa Perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan jalan tol (Jakarta dan Makassar), jasa pelabuhan, perdagangan, jasa dan pembangunan.

Pada tanggal 29 Juni 2001, META memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham META (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp200,- per saham dan disertai Waran Seri I sebanyak 60.000.000. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 18 Juli 2001.




saham . bursajkse
#META

Senin, 13 Juli 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - Rajawali dan Felda Akan Memperkuat Aliansi Dengan Bangun Pabrik Oleokimia

Image result for felda oleochemicals

Rajawali Corpora bersama Felda Global Ventures Holdings Bhd berencana membangun pabrik oleokimia di Indonesia. Ekspansi itu akan dilaksanakan setelah Felda merampungkan akuisisi 37 persen saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) ]dari Rajawali.

Managing Director Rajawali Corpora Darjoto Setyawan mengatakan, pabrik oleokimia kemungkinan dibangun di dekat lahan perkebunan sawit milik Eagle High di Kalimantan, Sumatera, atau Jawa. Pembangunan pabrik bisa dilakukan secara langsung oleh Eagle High bersama Felda atau pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV).

"Saat ini nilai investasinya masih dihitung. Kami ingin memperbesar bisnis hilir, karena biasanya harga produk hilir lebih stabil dibandingkan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO)," kata Darjoto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Darjoto menegaskan, saat ini, pihaknya bersama Felda tengah fokus menyelesaikan transaksi akuisisi 37 persen saham Eagle High senilai US$ 680 juta. Felda harus mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada September 2015.

Langkah Felda untuk meyakinkan pemegang saham mengenai akuisisi ini cukup serius. Felda memboyong sejumlah pemegang saham berikut perwakilan dari pemerintah dan sejumlah jurnalis media Malaysia datang ke perkebunan sawit milik Eagle High, pekan lalu. Deputy Minister of Prime Minister Malaysia YB Dato Razali Ibrahim turut serta dalam rombongan tersebut.

Sebelumnya, anggota parlemen dari partai oposisi di Malaysia sempat mendesak Felda membatalkan rencana akuisisi. Sejumlah analis di negeri Jiran tersebut pun berpendapat nilai transaksi akuisisi terlampau mahal dan dapat menekan kinerja Felda.

Selama kuartal I­2015, laba bersih Felda merosot 97,5 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, CEO Felda Global Mohd Emir Mavani Abdullah mengatakan, perseroan optimistis proses akuisisi akan berjalan lancar, sehingga dapat meningkatkan kinerja termasuk pangsa pasar perseroan.

Setelah akuisisi, Felda mengincar pangsa pasar global meningkat menjadi 12 persen dari saat ini 7 persen. Adapun, saat ini, Felda telah mengelola 450.000 hektare (ha) lahan tertanam di Malaysia dan Indonesia.

"Kami melihat kolaborasi yang menjanjikan dengan Rajawali ataupun Eagle High ke depan. Kami akan menjadikan Indonesia tempat ekspansi kedua yang kami tuju," jelas dia.

Seperti diketahui, Felda akan membayar 30 persen saham Eagle High milik Rajawali pada harga US$ 632 juta dalam bentuk tunai. Lalu, Felda juga menukar 2,55 persen saham dengan 7 persen saham Eagle High milik Rajawali. Nilai penukaran saham sebesar US$ 48 juta.

Felda akan terlebih dulu membayar uang muka (down payment) akuisisi sebesar US$ 174,5 juta. Selama Juli ini, Felda bakal mengirim lima tim yang terdiri atas 29 orang untuk melakukan due diligence transaksi akuisisi.

Setelah divestasi saham, kepemilikan Rajawali pada Eagle High tersisa 28,54 persen. Menurut Darjoto, di antara pemegang saham lain, Felda akan menjadi single majority. Namun, Felda tidak memegang kendali manajemen Eagle High. Hal tersebut sudah tercantum dalam perjanjian khusus transaksi akuisisi.

Rajawali akan memberikan satu kursi komisaris Eagle High untuk perwakilan dari Felda Global. Darjoto mengatakan, ada kemungkinan Felda Global menambah kepemilikan saham pada Eagle High melalui pasar. Saat ini, investor publik masih menggenggam saham emiten berkode BWPT  tersebut sebanyak 34,46 persen.

Nusantara Infrastructure
Sementara itu, Rajawali juga tengah mematangkan rencana divestasi saham PT Nusantara Infrastructure Tbk ( META.JK ) . Lima calon pembeli Nusantara sudah mengajukan penawaran harga. "Bulan depan (Agustus), due diligence lima perusahaan tersebut kemungkinan selesai," kata Darjoto.

Rajawali memiliki 21 persen saham Nusantara Infrastructure melalui PT Hijau Makmur Sejahtera. Selain itu, Eagle Infrastructure menguasai 22,32 persen saham Nusantara. Darjoto membenarkan kabar Eagle Infrastructure yang juga berniat melepas kepemilikan sahamnya. Dengan begitu, jumlah saham Nusantara Infrastructure yang ditawarkan kepada investor baru mencapai 43,32 persen.

Namun, Darjoto membantah Eagle Infrastructure adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Rajawali. "Meski nama perusahaan itu ada Eagle­nya, perusahaan itu tidak ada hubungan apapun dengan Pak Peter Sondakh atau Rajawali," ujar dia.













Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.


http://www.beritasatu.com/pasar-modal/290655-rajawali-dan-felda-akan-perkuat-aliansi.html


saham . bursajkse

Jumat, 12 Juni 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - Rajawali Grup, Berencana Menjual Sahamnya Kepada Investor Malaysia

Image result for PT Eagle High Plantations Tbk

Rencana Grup Rajawali menjual sebagian saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)  semakin jelas. Sumber KONTAN yang mengetahui transaksi itu menceritakan, Rajawali akan menjual 30% saham BWPT. Saat ini, PT Rajawali Capital International memegang 65,54% saham BWPT . Dengan asumsi divestasi 30% saham, maka kepemilikan Rajawali pasca transaksi sebesar 35,54%.

"Lumayan signifikan. Tapi Rajawali masih memegang kendali," ucap sumber KONTAN, Kamis, (11/6).

Sumber tadi mengatakan, perusahaan yang mengambil 30% saham BWPTdisebut-sebut perusahaan asal Malaysia, Felda Global Ventures Berhad (FGV). Tapi, dia tidak bersedia mengungkapkan harga BWPT  yang disepakati FGV dan Rajawali.

Asal tahu saja, FGV memiliki enam bisnis utama yakni kelapa sawit hulu dan hilir, karet, gula, riset dan pengembangan jasa agri, transportasi, logistik dan pemasaran. FGV beroperasi di 10 negara di Asia, Amerika Utara dan Eropa. Akhir tahun lalu, Rajawali mengakuisisi BWPT ]di harga Rp 400 per saham melalui skema right issue.

Dengan asumsi Rp 400 per saham, nilai jual beli 9,45 juta saham atau 30% saham bisa mencapai Rp 3,78 triliun. Grup Rajawali dikabarkan masih bernegosiasi dengan FGV. Apabila proses negosiasi berhasil, Rajawali dan FGV akan meneken perjanjian jual beli saham pada hari ini (12/6) di Jakarta.

General Manager Investment Rajawali Corpora Adam Jayaputra enggan berkomentar. Manajemen BWPT  juga mengaku belum mengetahui kabar tersebut. "Saya belum mendapatkan informasi. Kalau saya sudah tahu, nanti saya kabari," kata Rudy Suhendra, Sekretaris Perusahaan BWPT , kepada KONTAN, kemarin.

Pada kuartal I 2015, laba BWPT  anjlok 91,61% year-on-year (yoy) menjadi Rp 7,13 miliar. Padahal pendapatannya tumbuh 43,23% (yoy) menjadi Rp 734,94 miliar.

Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe memprediksi, kinerja BWPT tahun ini tak berbeda jauh daripada kuartal pertama. Pasalnya, harga crude palm oil (CPO) masih rendah, yakni di rentang RM 2.000 hingga RM 2.500 per ton.

Kiswoyo menyarankan, jual BWPT jika sudah break event point (BEP). Menurut dia, saham perusahaan yang dikuasai Grup Rajawali biasanya menjadi saham tidur. Dia melihat kondisi yang sama pada saham PT Nusantara Infrastructure Tbk ( META.JK ) . Tapi ketika Rajawali ingin menjual, barulah saham tersebut menanjak.

Harga BWPT  kemarin naik 5,77% menjadi Rp 440 per saham. Kiswoyo menghitung, harga wajar BWPT adalah Rp 500 per saham.

 

Baca Juga:

http://bursajkse.blogspot.com/2015/06/ulasan-mengenai-prospek-saham-berbasis_12.html




















Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.



http://investasi.kontan.co.id/news/rajawali-jual-bwpt-ke-investor-malaysia

saham . bursajkse