Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri tembaga. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri tembaga. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Fokus Pangkas Utang Seiring Dengan Jatuhnya Nilai Saham di Rp. 50

Image result for PT Bumi Resources Tbk

Manajemen PT Bumi Resources Tbk akhirnya angkat bicara terkait jebloknya harga saham perseroan ke level terendah yaitu Rp 50 per saham. Perseroan mengakui adanya permasalahan kinerja karena kondisi ekonomi dan terpuruknya harga batubara, serta menumpuknya utang.

Seperti diketahui, harga saham anak usaha Grup Bakrie tersebut mentok di level Rp 50 per saham sejak Senin (27/9). Bumi menambah daftar harga saham Grup Bakrie yang mentok menjadi enam dari 10 perusahaan grup tersebut yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, kelima saham grup Bakrie yang harganya telah mentok di level terendah adalah PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP).

"Kami percaya harga saham ini mencerminkan dampak gabungan dari kondisi sektor ekonomi dan batubara yang melemah. Selain itu juga adanya utang tidak berkelanjutan yang tinggi dalam situasi saat ini," ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava kepada CNN Indonesia, Rabu (29/7).

Dileep menyatakan manajemen Bumi telah memanfaatkan pengalaman di masa lalu untuk melakukan diversifikasi portofolio pertambangan dan berinvestasi untuk pertumbuhan di masa depan, termasuk salah satunya dalam proyek pembangkit listrik.

"Sejak 2012 kami tidak mampu memberikan dividen kepada para pemegang saham terutama karena beban bunga pinjaman yang tinggi, pengeluaran tinggi yang telah dilakukan dan adanya penghapusan utang melalui penurunan aset yang tidak bisa dihindari," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini perseroan tidak memiliki perubahan tujuan utama, yakni untuk mengurangi besaran utang antara US$ 2 miliar hingga US$ 3 miliar pada tahun. Hal itu, lanjutnya, untuk memulihkan kesehatan keuangan dan memotong biaya bunga yang sangat signifikan.

"Kami melakukan upaya terbaik untuk mencapai ini. Hal itu juga terkait proses pengadilan yang melibatkan pemegang obligasi kami. Sebenarnya sulit untuk berkomentar tapi mudah-mudahan ketika restrukturisasi ini selesai, maka arah strategis kami akan menjadi jelas kepada para investor kami. Selain itu, jika terdapat kemajuan, dalam hal kondisi sektor batubara terkait permintaan dan harga, maka hal itu bakal memperkuat rencana kami ke depan," kata Dileep.

Secara fundamental operasional, Dileep menyatakan posisi perseroan masih kuat. Ia menyatakan Bumi telah mengurangi biaya tunai produksi, memangkas biaya operasional, menurunkan rasio pengupasan dan melakukan perbaikan sisi logistik di dua tambang batubara utama miliknya.

"Kemampuan pertambangan batubara kami adalah sebesar 100 juta ton, tetapi kami membatasi diri di level yang sama dengan 2014. Hal itu bisa kami tingkatkan ketika harga batubara dan kondisi pasar membaik," ungkapnya.

Konversi Proyek

Selain fokus utama penyelesaian utang dan restrukturisasi, Dileep mengungkapkan perusahaan memiliki berbagai rencana untuk melakukan konversi dan diversifikasi usaha. Melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Bumi ingin mempercepat konversi ke proyek lain seperti zinc dan timah di Dairi, Sumatera. Kemudian, juga tembaga dan emas di Gorontalo, Sulawesi dan emas di Citra Palu, Sulawesi melalui proses kemitraan strategis.

"Melalui anak usaha, PT Pendopo Energi Batubara (PEB), visi strategis kami adalah untuk mendorong dan berpartisipasi dalam proyek-proyek di mulut tambang dengan mencari mitra yang kuat, di mana kami menyediakan batubara secara jangka panjang dengan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, Dileep mengatakan penguatan dasar operasi batubara (logistik, biaya dan volume) ditambah dengan rencana masuk ke proyek pembangkit listrik mulut tambang besar serta mempercepat pendapatan dari proyek-proyek pembangunan logam di BRMS adalah fokus manajemen saat ini dan jangka menengah.

"Hal itu secara paralel dilakukan untuk mengejar restrukturisasi utang guna memulihkan kesehatan keuangan di Bumi," jelasnya.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan kegagalan kebanyakan perusahaan tambang batubara Indonesia adalah karena kurang bijaknya pengelolaan dana ketika harga batubara sedang menguat, seperti pada 2008.

"Salah satunya adalah Bumi, yang punya kebiasaan membeli aset dengan cara berutang. Pada akhirnya hal itu menjadi senjata makan tuan karena sejak awal manajemen kurang bijak," ujar Satrio.

Hal itu lanjutnya, membuat investor menjadi tidak memberi apresiasi kepada saham perusahaan. Padahal Satrio menilai, investor Bumi beberapa kali telah memberikan kesempatan kepada manajemen untuk berbenah diri.

"Salah satunya pada saat Bumi melakukan right issue pada 2014 lalu. Nyatanya tetap saja tidak ada perubahan berarti," kata Satrio.







Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajks

Kamis, 23 Juli 2015

Harga Tembaga Melemah Karena Permintaan Dari China Lesu



Harga tembaga turun ke level terendah dalam dua pekan setelah Goldman Sachs Group Inc. memangkas prediksinya dan menyatakan permintaan China akan tumbuh pada level terendah dalam kurun hampir dua dekade.

Goldman Sachs menurunkan prediksi harga tembaga hingga 44% hingga 2018 setelah tingkat konsumsi di China menurun dan stok meningkat tajam melebihi perkiraan. Prediksi yang lesu itu muncul di tengah membanjirnya komoditas itu di pasar pada saat harga logam termasuk emas dan biji besi anjlok.

"Kondisi pasar lesu dan terus melesu sampai kami melihat perubahan kami tidak akan melihat harga komoditas menggeliat naik," ujar David Lennox, Resources Analyst Fat Prophets sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (23/7/2015).

Harga tembaga turun hingga 0,9% ke posisi US$5.311 per metrik ton atau yang terendah sejak 8 Juli dan diperdagangkan pada US$5.364 pukul 10:17 pagi waktu Hong Kong. Sedangkan di Shanghai harga tembaga naik 0,2%.




saham . bursajkse
http://market.bisnis.com/read/20150723/94/455679/permintaan-china-lesu-tembaga-melemah

Rabu, 08 Juli 2015

TEMBAGA: Setelah Menurun Tajam, Harga Mulai Bergerak Naik

Image result for tembaga

Harga tembaga untuk kontrak September pukul 07:31 WIB pagi ini menguat 0,33% atau bertengger di posisi US$245,45 per pound di bursa Comex seiring naiknya permintaan setelah krisis Yunani mulai menunjukkan titik terang.

Penguatan itu terjadi setelah bergerak di kisaran 245,35 hingga 246,35 yen per pound.

Sedangkan kemarin (7/7/2015), harga komoditas  yang digunakan investor sebagai indikator penguatan ekonomi dunia itu melemah 3,6% atau berada di level US$244,65 per pound sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (8/7/2015).

Penguatan harga tembaga terjadi seiring dengan penguatan harga minyak mentah global yang dipicu oleh sentimen krisis Yunani yang mulai menunjukkan titik terang.


Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=tembaga&max-results=20&by-date=true



saham . bursajkse
http://market.bisnis.com/read/20150708/94/451269/harga-tembaga-setelah-anjlok-mulai-bergerak-menguat-

Kamis, 02 Juli 2015

TEMBAGA: Lanjutkan Penguatan Harga, Ditopang Peningkatan Knerja Manufaktur AS

Image result for raw copper

Harga tembaga melanjutkan penguatan setelah data manufaktur Amerika Serikat menunjukkan peningkatan.

Positifnya data industri itu memberikan harapan bahwa permintaan logam industri akan mulai membaik.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 11.30 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,4% menjadi US$5.795 per metrik ton, sedangkan harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (Comex) naik 0,13% menjadi US$2,63 per pon.

Ekonom senior National Australia Bank Ltd.,  James Gleen mengatakan semakin banyak investasi di sektor industri dan konstuksi, harusnya bisa terus mengerek harga komoditas logam industri termasuk tembaga.

"Apalagi, tampaknya pertumbuhan ekonomi AS akan terus berada di jalur positif," ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Kamis (2/7).

Menurut data Institute for Supply Management (ISM) hari ini, data indeks produksi pabrik AS pada Juni naik menjadi 53,5 dibandingkan dengan Mei sebesar 52,8.

Dengan begitu, ISM menyimpulkan laju manufaktur AS pada Juni menjadi yang tercepat dalam lima bulan terakhir.

Sebelumnya, Commerce Department melaporkan belanja konstruksi pada Mei meningkat 0,8% dan peningkatan itu menjadi level tertinggi sejak Oktober 2008.



saham . bursajkse
http://market.bisnis.com/read/20150702/94/449513/harga-tembaga-2-juli-terus-menguat-ditopang-positifnya-manufaktur-as

Semester I - 2015, Pendapatan Negara Mencapai Rp697,4 Triliun Atau 39% dari Target

Image result for Kemenkeu

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghitung pendapatan negara sepanjang semester I tahun ini mencapai Rp697,4 triliun atau mencapai 39 persen dari target yang ditetapkan dalam
APBN Perubahan 2015 sebesar Rp1.761,6 triliun.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan realisasi tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan yang tercatat mencapai Rp555,2 triliun atau 37,3 persen dari target. Secara nominal penerimaan ini lebih tinggi dari semester I tahun lalu.

"Secara presentase peneriman pajak di bawah tahun lalu karena penerimaan perpajakan tahun ini dipatok lebih tinggi," kata dia dalam rapat kerja bersama Banggar DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2015).

Untuk Pajak Penghasilan (PPh) migas tercapai Rp27 triliun atau 54,5 persen dari target. Sedangkan untuk PPh nonmigas sudah mencapai Rp263,1 triliun atau 41,8 persen.

Relaisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) realisasinya Rp600 miliar atau 2,3 persen karena PPB dari migas baru masuk di semester kedua. Selain itu perpajakan lainnya baru terealisasi Rp2,5 triliun atau 21,7 persen dari target.

Dari sisi bea cukai yang terkumpul sudah mencapai Rp10,8 triliun atau 41,7 persen. Sementara bea masuk sebesar Rp15,5 triliun atau 41,8 persen. Sedangkan bea keluar diakui masih rendah, karena hanya didapat dari tembaga sedangkan untuk sawit bea keluarnya nol persen.

PNBP Menurun Akibat Harga Minyak

Pemerintah juga mencatat adanya penurunan PNBP karena adanya pelemahan harga minyak. Hal ini tercermin dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang sebesar Rp142 triliun atau mencapai 52,8 persen dari target.

PNBP dari migas yang telah tercapai Rp43 triliun atau 52,9 persen dari target Rp81,4 triliun. Untuk PNBP non migas sudah mencapai Rp14,8 triliun atau 39,3 persen yang berasal dari minerba Rp12,4 triliun. Sedangkan dividen BUMN sudah mencapai Rp31,5 triliun atau 85,25 persen dari target Rp37 triliun. Serta PNBP lainnya yang sudah terealisasi sebesar Rp 39,9 persen atau 44 persen.

"Dibanding periode yang sama tahun lalu, secara nominal dan presentase memang di bawah, karena perbedaan cukup tajam di harga minyak pada tahun ini," terang dia.

 

Rabu, 01 Juli 2015

PT Bumi Resources Minerals Tbk ( BRMS.JK ) - Terancam Gagal Membayar Hutang Senilai USD$ 450 Juta

Image result for PT Bumi Resources Minerals Tbk

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tengah bernegosiasi dengan kreditor terkait pembiayaan ulang (refinancing) utang senilai USD450 juta yang jatuh tempo tahun ini. Bila negosiasi gagal, perseroan dapat terancam gagal bayar. BRMS tetap akan mencoba melunasi utang dengan pinjaman baru dan berharap bunga yang diperoleh dapat lebih murah. Perseroan kini juga mengkaji pembayaran utang dengan aset.

Sementara itu, induk usaha BRMS, yaitu PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ), akan segera menyelesaikan restrukturisasi utang senilai USD3,7 miliar. Sesuai rencana, kesepakatan dengan para kreditor diharapkan tercapai pada kuartal II-2015.





Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) didirikan dengan nama PT Panorama Timur Abadi tanggal 06 Agustus 2003. Kegiatan usaha utama PT Panorama Timur Abadi adalah bergerak di bidang perdagangan dan penyedia pelumas bagi industri pertambangan. Kemudian pada pertengahan tahun 2009 PT Panorama Timur Abadi diambil alih oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan namanya diubah menjadi PT Bumi Resources Minerals. Kantor pusat BRMS terletak di Gedung Bakrie Tower lantai 10, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta 12940.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Resources Minerals Tbk (29/05/2015), antara lain: Bumi Resources Tbk (BUMI) (pengendali) (25,52%), PT Prudential Life Assurance – IGCEF IDR (9,91%) dan PT DMS Investama (9,51%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BRMS adalah bergerak dalam bidang eksplorasi dan pengembangan pertambangan atas sumber daya mineral. BRMS saat ini memiliki cadangan-cadangan mineral termasuk tembaga, emas, timah hitam, zinc, bijih besi, phosphate dan berlian yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia dan Afrika Barat. Saat ini (31/03/2015), pendapatan BRMS hanya berasal dari anak usaha (Bumi Resources Japan Company Limited) dari memasarkan batubara dan pendapatan dari entitas asosiasi, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Dimana BRMS secara efektif memiliki 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Pada tanggal 26 Nopember 2010, BRMS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRMS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.300.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp635,- per saham disertai dengan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif sebanyak 2.200.000.000 dengan pelaksanaan sebesar Rp700,- per saham. Setiap pemegang saham Waran berhak membeli satu saham perusahaan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 09 Juni 2011 sampai dengan 07 Desember 2012. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Desember 2010.






saham . bursajkse

Selasa, 30 Juni 2015

PT Bumi Resources Minerals Tbk ( BRMS.JK ) - Sering Merugi, Baktrie Group Menaruh Harapan Besar di Proyek Gorontalo

Image result for PT Bumi Resources Minerals Tbk

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) [95 -4 (-4,0%)] mengaku menaruh harapan besar pada proyek barunya di Gorontalo, Sulawesi Utara. Proyek tersebut dianggap dapat membangkitkan laba perusahaan yang selama ini merugi.

Investor Relations BRMS [95 -4 (-4,0%)] Erwin Hidayat menyatakan, saat ini perseroan sedang melakukan beberapa aktivitas pemboran di Gorontalo. Proyek tersebut diprediksi dapat meningkatkan produksi sumber daya alam dan mineral.

"Diharapkan lagi ada pekerjaan sedang difinalisasikan tembaga dan emas di Gorontalo, kita sedang melakukan aktivitas pemboran tidak besar, estimasi kembali, akan ada peningkatan sumber daya alam dan mineral, total 292 juta bijih kapasitasnya," ujar Erwin di Epiwalk, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Selama ini, perusahaan tambang milik Bakrie tersebut memang selalu dalam keadaan merugi. Hal ini diakibatkan terhentinya produksi Newmont sejak 2013 karena negosiasi smelter.

Namun, Erwin menyatakan, ada ekspektasi besar dari Newmont pada 2015 untuk meningkatkan produksinya, dikarenakan izin ekspor sudah kembali diberikan.

"Sekarang sudah disetujui dan izin ekspor sudah diberikan ke pemerintah 2014 kuartal IV. Jadi kinerja keuangan BNRS diharapkan membaik," tandas dia.



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=brms.jk&max-results=20&by-date=true





Catatan:


Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) didirikan dengan nama PT Panorama Timur Abadi tanggal 06 Agustus 2003. Kegiatan usaha utama PT Panorama Timur Abadi adalah bergerak di bidang perdagangan dan penyedia pelumas bagi industri pertambangan. Kemudian pada pertengahan tahun 2009 PT Panorama Timur Abadi diambil alih oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan namanya diubah menjadi PT Bumi Resources Minerals. Kantor pusat BRMS terletak di Gedung Bakrie Tower lantai 10, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta 12940.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Resources Minerals Tbk (29/05/2015), antara lain: Bumi Resources Tbk (BUMI) (pengendali) (25,52%), PT Prudential Life Assurance – IGCEF IDR (9,91%) dan PT DMS Investama (9,51%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BRMS adalah bergerak dalam bidang eksplorasi dan pengembangan pertambangan atas sumber daya mineral. BRMS saat ini memiliki cadangan-cadangan mineral termasuk tembaga, emas, timah hitam, zinc, bijih besi, phosphate dan berlian yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia dan Afrika Barat. Saat ini (31/03/2015), pendapatan BRMS hanya berasal dari anak usaha (Bumi Resources Japan Company Limited) dari memasarkan batubara dan pendapatan dari entitas asosiasi, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Dimana BRMS secara efektif memiliki 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Pada tanggal 26 Nopember 2010, BRMS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRMS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.300.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp635,- per saham disertai dengan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif sebanyak 2.200.000.000 dengan pelaksanaan sebesar Rp700,- per saham. Setiap pemegang saham Waran berhak membeli satu saham perusahaan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 09 Juni 2011 sampai dengan 07 Desember 2012. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Desember 2010.






saham . bursajkse

Selasa, 23 Juni 2015

TEMBAGA: Harga Dunia Menguat Seiring Data PMI China


Harga tembaga dan logam industri lainnya berpotensi menguat seiring data manufaktur China versi HSBC dan Markit Economic pada bulan ini mulai mendekati 50 dan lebih tinggi dari proyeksi. Apalagi, polemik Yunani sudah mengarah ke arah yang lebih positif.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 10:06 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,9% menjadi US$5.760, sedangkan harga tembaga berjangka di New York Commodity Exchange (Comex) naik 1,83% menjadi US$2,61 per pon atau US$5.742 per ton.

 Michael McCharty, CMC Market Asia Pasifik Pty., mengatakan Peformance of Manufacturing Index (PMI) yang mulai mendekati 50 menandakan terjadi pertumbuhan dan menjadi positif untuk harga logam industri.

 "Apalagi, dukungan sentimen Yunani yang mulai mendapatkan titik terang untuk lepas dari ancaman defaultnya pada awal perdagangan hari ini melengkapi penguatan harga logam industri termasuk tembaga," ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Selasa (23/6).

 Hari ini, HSBC dan Markit Economic merilis data PMI China untuk bulan ini yang berada di level 49,6. Meskipun masih terkontraksi, tetapi angka itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi ekonom dan analis di level 49,4. Hasil PMI China ini juga lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Sementara itu, aroma positif sudah mulai tampak dalam negosiasi Yunani setelah para pemimpin Eropa menilai Negeri Para Dewa itu serius untuk menyelesaikan polemik utangnya tersebut.

 Sebelumnya, Morgan Stanley dan Barclays Plc. Menilai krisis Yunani bisa membawa dampak negatif terhadap harga komoditas logam industri. Pasalnya, krisis di negara Eropa Selatan itu bisa membuat permintaan logam industri terganggu seiring dengan perekonomian zona Euro yang terancam.

 
 






http://market.bisnis.com/read/20150623/94/446229/harga-tembaga-menguat-didorong-pmi-china-dekati-50



saham . bursajkse

Jumat, 19 Juni 2015

IPO: PT Merdeka Copper Gold Tbk. ( MDKA.JK ) - Harga Saham Langsung Melesat 25% Menjadi Rp2.500 per Lembar

Image result for PT Merdeka Copper Gold Tbk

Harga saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) langsung melesat 25% ke level Rp2.500 per lembar pada listing perdana di PT Bursa Efek Indonesia.

Pencatatan perdana saham (initial public offering/IPO) PT Merdeka Copper Gold Tbk. dilakukan hari ini, Jumat (19/6/2015). Sesaat setelah dicatat di BEI, saham MDKA langsung melesat Rp500 dari harga IPO Rp2.000 per lembar.

Saham MDKA dibuka langsung melompat ke level Rp2.300 per lembar, dengan harga tertinggi Rp2.530 per lembar dan terendah Rp2.260 per lembar. Hingga pukul 09:05 WIB, saham MDKA  ditransaksikan sebanyak 2,07 juta lembar.

Emiten tambang emas di Banyuwangi Jawa Timur, PT Merdeka Copper Gold Tbk. mencatatkan saham perdana di PT Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-512 dengan kode saham .

Merdeka Copper Gold mencatatkan 3,04 miliar lembar saham di BEI dengan kapitalisasi pasar Rp6,09 triliun. Emiten ini bergerak pada sektor pertambangan emas, perak, tembaga, dan mineral lainnya.

Dalam IPO tersebut, perseroan menerbitkan saham baru sebanyak 419,65 juta lembar dengan saham yang dimiliki sebelumnya oleh pemegang saham sebanyak 2,29 miliar lembar.

Emiten yang kini berkode saham MDKA  itu menawarkan harga perdana Rp2.000 per lembar dengan nilai Rp100 setiap saham. Perseroan mengantongi dana segar dari IPO sebesar Rp839,3 miliar.



















Catatan:

PT Merdeka Copper Gold didirikan pada tanggal 05 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya. Kantor pusat PT Merdeka Copper Gold berlokasi di Gedung International Financial Centre, lantai 12A Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23 Jakarta Selatan 12920. Sedangkan lokasi pertambangan berada di Desa Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi – Jawa Timur.

Ruang lingkup kegiatan PT Merdeka Copper Gold meliputi bidang meliputi bidang perdagangan, pertambangan, pembangunan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan usaha utama yang dijalankan PT Merdeka Copper Gold adalah memproduksi emas dan perak, melalui Anak Usaha yaitu PT Bumi Suksesindo dan PT Damai Suksesindo.

Untuk diketahui, sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Merdeka Copper Gold dimiliki oleh PT Trimitra Karya Jaya (25,7%), PT Mitra Daya Mustika (25,7%), Maya Miranda Ambarsari (14,2%), Garibaldi Thohir (10,6%), Pemda Kabupaten Banyuwangi (10,00%), PT Srivijaya Kapital (7,1%), Andreas Reza Nazaruddin (3,5%) dan Sakti Wahyu Trenggono (3,2%).

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan, antara lain: 1). sekitar 50% akan digunakan untuk pengembangan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo antara lain untuk pembangunan fasilitas pengelolaan dan fasilitas pendukung; 2). sekitar 40% akan digunakan untuk pembayaran kembali fasilitas pinjaman yang diperoleh PT Bumi Suksesindo dari PT Bank DBS Indonesia dan United Overseas Bank Ltd.; 3). sisanya sekitar 10% akan digunakan untuk modal kerja seperti biaya gaji dan biaya administrasi dan umum.

Bersamaan dengan Penawaran Umum Sahan Perdana, PT Merdeka Copper Gold akan menerbitkan Saham Baru (i) dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond senilai US$70.000.000 yang diterbitkan berdasarkan Master Settlement Deed tanggal 17 Februari 2014 (MCB Emperor) sebesar 339.458.823 saham biasa atas nama pada Tanggal Penjatahan dan 122.389.916 saham biasa atas nama pada Tanggal Pencatatan; dan (ii) dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond senilai US$10.000.000 yang diterbitkan berdasarkan Tujuh Bukit Willis Settlement Deed tanggal 10 April 2014 (MCB Willis) sebesar 327.142.857 saham biasa atas nama pada Tanggal Pencatatan, sesuai konfirmasi terkait pelaksanaan MCB Emperor dan MCB Willis yang diterima dari masing-masing pemegang MCB Emperor dan MCB Willis melalui Irrevocable Acknowledgement and Notice.


http://market.bisnis.com/read/20150619/192/445017/ipo-mdka-saham-merdeka-copper-melesat-25-jadi-rp2.500

saham . bursajkse

Prospek Yang Cerah, Mendorong Emiten Kabel Perbesar Divisi Produk Serat Optik

Image result for fiber optic cable

Sejumlah emiten kabel mulai memperbesar porsi penjualan serat optik seiring dengan permintaan produk tersebut yang kian meningkat.

PT Supreme Cable Manfuacturing & Commerce Tbk ( SCCO.JK ) turut mengemukakan bahwa prospek bisnis serat optik pada tahun ini memang baik seiring denga kebutuhan internet yang semakin tinggi.

Sementara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk( TLKM.JK ) tengah menggalakan penggantian kabel tembaga menjadi serat optik untuk menyediakan layanan internet pita lebar (broad band).

Adapun PT Voksel Electric Tbk ( VOKS.JK ) juga tertarik untuk memperbesar bisnis serat optik. Perseroan menargetkan kontribusi dari lini bisnis serat optik hingga 25% pada tahun ini.

Salah satu indikasi permintaan serat optik yang kian besar juga terlihat dari langkah PT Indoritel Makmur Internasional Tbk ( DNET.JK ) yang mendirikan anak usaha baru bernama Indoritel Pesada Nusantara. Anak usaha dengan modal Rp130 miliar tersebut akan berbisnis jaringan fiber optik.





saham . bursajkse

Selasa, 12 Mei 2015

IPO: PT Merdeka Copper Gold Tbk - Akan Tawarkan Harga IPO di Kisaran Harga Rp.1.800 - Rp 2.100 per Saham

Image result for PT Merdeka Copper Gold Tbk

PT Merdeka Copper Gold Tbk menawarkan harga penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada kisaran Rp1.800-2.100 per lembar saham.

Presiden Direktur Merdeka, Adi Adriansyah Sjoekri di Jakarta, Selasa (12/5) mengatakan langkah melakukan IPO ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat visi sebagai perusahaan tambang mineral kelas dunia yang dimiliki oleh entitas bisnis terkemuka di Indonesia. 

"IPO merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Merdeka dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis," katanya. 

Dijelaskan, perseroan yakin dengan aset dan prospek bisnis yang sangat baik, aksi korporasi ini akan mendapat respon positif dari para investor.

Merdeka merupakan perusahaan tambang mineral pertama di Indonesia yang belum berproduksi, dimana akan memulai produksi pada lapisan oksida yang menghasilkan emas dan perak secara komersial pada 2016 dengan produksi bijih rata-rata sebesar 3.000.000 ton per tahun. 

Target perseroan adalah meraih produksi tahunan emas hingga 90.000 oz dan perak hingga 1.000.000 oz.

Sumber daya mineral milik Merdeka berupa emas, perak dan tembaga berada di Proyek Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Pada lapisan oksidasi dan porfiri memiliki sumber daya mineral dalam jumlah besar untuk mendukung umur tambang dalam jangka waktu yang panjang, sehingga dapat melindungi Perseroan terhadap volatilitas harga emas dan tembaga dari tahun ke tahun.

Jumlah sumber daya mineral ini menempatkan perseroan sebagai perusahaan tambang mineral di Indonesia yang berkelas dunia.

Melalui IPO Merdeka akan memiliki ruang yang lebih luas dan fleksibel dalam mengembangkan perusahaan dengan dukungan sumber pendanaan yang lebih baik. 

"Langkah korporasi ini juga memastikan bahwa perseroan akan selalu menjalankan tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG)," urainya.

Masa penawaran saham akan berlangsung dari 4-8 Juni 2015. 

Adapun dana dari hasil IPO ini akan digunakan seluruhnya untuk disalurkan ke entitas anak PT Bumi Suksesindo (BSI) yang sahamnya dimiliki 99,9% oleh Merdeka. 

Dana tersebut selanjutnya akan digunakan BSI untuk belanja modal sekitar 50%, untuk pelunasan utang sekitar 40% dan modal kerja sebesar 10%.

Untuk mendukung keberhasilan IPO ini, perseroan menunjuk PT Indopremier Securities dan PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi saham.





saham . bursajkse