Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri wskt.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri wskt.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2015

Daftar Saham Indeks LQ-45 Untuk Periode: Agustus 2015 – Januari 2016

Image result for saham lq45

Daftar Saham Indeks LQ-45 Periode Agustus 2015 – Januari 2016

Kode
Nama Perusahaan
Tanggal IPO
Kapitalisasi Pasar 
Per 28-Jul-2015
AALI.JKAstra Agro Lestari Tbk
9-Des-97
32.242.903.875.000
ADHI.JKAdhi Karya (Persero) Tbk
18-Mar-04
4.665.418.800.000
ADRO.JKAdaro Energy Tbk
16-Jul-08
19.191.577.200.000
AKRA.JKAKR Corporindo Tbk
3-Okt-94
23.736.768.258.350
ASII.JKAstra International Tbk
4-Apr-90
257.070.562.439.000
ASRI.JKAlam Sutera Realty Tbk
18-Des-07
10.021.200.062.880
BBCA.JKBank Central Asia Tbk
31-Mei-00
317.309.968.560.000
BBNI.JKBank Negara Indonesia (Persero) Tbk
25-Nop-96
87.602.996.142.285
BBRI.JKBank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
10-Nop-03
229.571.221.572.000
BBTN.JKBank Tabungan Negara (Persero) Tbk
17-Des-09
12.554.184.600.000
BMRI.JKBank Mandiri (Persero) Tbk
14-Jul-03
216.562.499.990.625
BMTR.JKGlobal Mediacom Tbk
17-Jul-95
16.328.406.010.300
BSDE.JKBumi Serpong Damai Tbk
6-Jun-08
32.238.216.121.600
CPIN.JKCharoen Pokphand Indonesia Tbk
18-Mar-91
40.667.040.000.000
EXCL.JKExcelcomindo Pratama Tbk
29-Sep-05
23.787.747.950.950
GGRM.JKGudang Garam Tbk
27-Ags-90
92.308.121.800.000
ICBP.JKIndofood CBP Sukses Makmur Tbk
7-Okt-10
70.262.995.700.000
INCO.JKVale Indonesia Tbk
16-Mei-90
21.859.945.184.000
INDF.JKIndofood Sukses Makmur Tbk
14-Jul-94
52.902.069.662.500
INTP.JKIndocement Tunggal Prakasa Tbk
5-Des-89
77.029.773.301.575
ITMG.JKIndo Tambangraya Megah Tbk
18-Des-07
11.468.738.750.000
JSMR.JKJasa Marga (Persero) Tbk
12-Nop-07
37.570.000.000.000
KLBF.JKKalbe Farma Tbk
30-Jul-91
77.578.327.092.050
LPKR.JKLippo Karawaci Tbk
28-Jun-96
26.077.789.269.470
LPPF.JKMatahari Department Store Tbk
10-Ook-89
48.948.075.792.000
LSIP.JKPP London Sumatera Indonesia Tbk
5-Jul-96
9.176.752.032.925
MNCN.JKMedia Nusantara Citra Tbk
22-Jun-07
29.265.981.425.000
MPPA.JKMatahari Putra Prima Tbk
15-Des-03
15.596.092.120.000
PGAS.JKPerusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
15-Des-03
95.390.334.751.260
PTBA.JKTambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
23-Des-02
14.804.047.136.250
PTPP.JKPembangunan Perumahan (Persero) Tbk
9-Feb-10
18.982.351.080.000
PWON.JKPakuwon Jati Tbk
9-Oct-89
19.456.479.369.600
SCMA.JKSurya Citra Media Tbk
16-Jul-02
42.110.211.553.920
SILO.JKSiloam International Hospitals Tbk
12-Sep-03
18.150.770.000.000
SMGR.JKSemen Indonesia (Persero) Tbk
8-Jul-91
59.908.352.000.000
SMRA.JKSummarecon Agung Tbk
7-May-90
24.669.796.672.800
SRIL.JKSri Rejeki Isman Tbk *)
17-Jun-13
8.366.799.618.000
SSMS.JKSawit Sumbermas Sarana Tbk
12-Des-13
18.430.875.000.000
TBIG.JKTower Bersama Infrastructure Tbk
26-Okt-10
40.290.820.071.600
TLKM.JKTelekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
14-Nop-95
286.775.989.758.000
UNTR.JKUnited Tractors Tbk
19-Sep-89
66.955.925.691.200
UNVR.JKUnilever Indonesia Tbk
11-Jan-82
305.200.000.000.000
WIKA.JKWijaya Karya (Persero) Tbk
29-Okt-07
17.402.306.750.000
WSKT.JKWaskita Karya (Persero) Tbk
19-Des-12
23.539.566.626.600
WTON.JKWijaya Karya Beton Tbk *)
08-Apr-14
8.933.353.265.000
*) Emiten yang baru masuk dalam perhitungan Indeks LQ-45.


Emiten yang dikeluarkan dari perhitungan Indeks LQ-45, antara lain:

Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)

Ciputra Development Tbk (CTRA).



saham . bursajkse

Kamis, 23 Juli 2015

PT Waskita Karya Tbk ( WSKT.JK ) - Mmulai Mengakuisisi Aset PT Precast Concentrate Indonesia

Image result for PT Precast Concentrate Indonesia

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, Waskita Beton Precast, telah melaksanakan pembelian asset dari PT Precast Concentrate Indonesia.Perseroan membeli aset berupa tanah, bangunan, sarana pelengkap, mesin, mould cetakan dan alat lab. Proses pembelian aset ini masih dalam tahap pembayaran pajak dan segera akan dilanjutkan dengan penandatanganan akta jual beli terhadap objek tanah dan bangunan.




Catatan:


PT Waskita Karya (Persero) Tbk

DIDIRIKAN PADA 1 JANUARI 1961 WASKITA KARYA ADALAH SALAH SATU BUMN TERKEMUKA DI INDONESIA YANG MEMAINKAN PERAN UTAMA DALAM PEMBANGUNAN NEGARA. BERASAL DARI SEBUAH PERUSAHAAN BELANDA BERNAMA "VOLKER MAATSCHAPPIJ NV AANNEMINGS", YANG DIAMBIL ALIH BERDASARKAN KEPUTUSAN PEMERINTAH NO.62/1961, WASKITA KARYA SEMULA BERPARTISIPASI DALAM PERKEMBANGAN AIR YANG TERKAIT TERMASUK REKLAMASI, PENGERUKAN PELABUHAN, DAN IRIGASI.

Sejak 1973, status hukum Waskita Karya telah diubah menjadi "Persero" PT. Waskita Karya, dengan lebih familliar memanggil "Waskita". Sejak saat itu, perusahaan mulai mengembangkan usahanya sebagai kontraktor umum terlibat dalam jangkauan yang lebih luas dalam kegiatan konstruksi termasuk jalan raya, jembatan, pelabuhan, bandara, bangunan, tanaman pembuangan limbah, pabrik semen, pabrik dan fasilitas industri lainnya.

Pada tahun 1980, Waskita mulai melakukan berbagai proyek yang melibatkan teknologi canggih. Transfer teknologi dilakukan melalui aliansi bisnis dalam bentuk operasi bersama dan joint venture dengan perusahaan asing terkemuka. Prestasi signifikan dan beredar yamg menjadi kebanggaan nasional adalah Sukarno-Hatta, Siwabessy Reaktor Serbaguna, dan Muara Karang Coal Fired Power Plant di Jakarta.

Memasuki tahun 1990, Waskita telah menyelesaikan banyak bangunan bertingkat dengan reputasi baik diterima seperti BNI City (bangunan tertinggi di Indonesia), Bank Indonesia Bangunan Kantor, Graha Niaga Tower, Mandiri Plaza Tower, Shangri-La Hotel dan beberapa apartemen bertingkat bangunan di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Waskita telah mencapai kinerja dalam pembangunan jembatan beton bentang panjang dengan menggunakan sistem kantilever bebas dan berhasil menyelesaikan tiga jembatan: Raja Mandala, Rantau Berangin, dan Barelang IV. Prestasi besar menggunakan teknologi serupa terbentuk dalam pembangunan jalan layang "Pasteur-Cikapayang-Surapati" dan jembatan cable stayed di Bandung. Kisah sukses yang sama juga dicapai dalam pembangunan bendungan besar beberapa seperti Pondok, Grogkak, Tilong., Gapit, dan Sumi, yang telah selesai lebih cepat dari jadwal dengan kualitas memuaskan.

Dalam upaya selalu mengutamakan kualitas terdepan apa pun telah memungkinkan Waskita dalam memperoleh sertifikasi ISO 9002:1994 pada bulan November 1995; yang menjadi pengakuan internasional meyakinkan tentang Sistem Manajemen Mutu ISO dilaksanakan oleh perusahaan dan titik awal menuju era global kompetisi. Pada bulan Juni 2003, Waskita telah berhasil memperbarui Sistem Manajemen Mutu dan mampu mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000. Ini menjadi indikasi yang kuat tentang bagaimana perusahaan memahami dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.






saham . bursajkse

Senin, 13 Juli 2015

PT Jasa Marga Tbk ( JSMR.JK ) - Merencanakan Ekspansi Pada Sektor Properti Hingga Rp. 1 Triliyun

Image result for PT Jasa Marga Tbk property


PT Jasa Marga Tbk (JSMR)  bakal membangun proyek properti berkonsep mixed use (serbaguna) di Jakarta senilai Rp 600 miliar hingga Rp 1 triliun pada kuartal I-2016. Lokasi proyek tersebut berada di dekat jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga.

Vice President Corporate Planning Jasa Marga Dedi Krisnariawan mengatakan, lokasi proyekmixed use di daerah Ciledug, dekat Jakarta Outer Ringroad 2 (JORR 2). Saat ini, perseroan tengah menunggu izin pembangunan proyek tersebut. "Izin dari DKI Jakarta memang cukup lama, kurang lebih sembilan bulan," kata dia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Dedi, proyek tersebut merupakan salah satu proyek properti yang tengah direncanakan perseroan dalam lima tahun. Jasa Marga berencana mendorong kontribusi pendapatan sektor properti menjadi yang tertinggi dari bisnis non-tol.

Strategi yang akan dilakukan perseroan dalam bisnis properti adalah membangun proyek di kawasan-kawasan yang berdekatan dengan gerbang tol. Hal tersebut menjadi keunggulan Jasa Marga, karena perseroan tahu lokasi gerbang tol yang akan dibangun. "Bahkan, kami bercita-cita akan meng-IPO-kan anak usaha properti kami dalam lima hingga enam tahun mendatang," ujar dia.

Sementara itu, Jasa Marga telah menganggarkan sekitar Rp 200-300 miliar untuk pembebasan lahan dalam waktu lima tahun mendatang. Dedi menyatakan, perusahaan menargetkan capital gain (imbal hasil) bisnis properti mencapai 15-20 kali atau sekitar tambahan pendapatan hingga Rp 1 triliun hingga lima tahun ke depan.

"Kami berharap kontribusi pendapatan yang besar ke depan dari bisnis properti, sekitar 7-8 persen, yang terbesar masih tol sekitar 15-20 persen, dan sisanya bisnis Teknik Informasi Komunikasi (TIK)," ujar dia.

Dedi menambahkan, perusahaan tengah gencar membidik cadangan lahan di sejumlah lokasi strategis seperti Cilangkap, Ciledug, TB Simatupang, Sawangan, hingga Sidoarjo. Di Sawangan, Depok, perseroan telah memiliki 18 hektare (ha) lahan. Dalam lima tahun ke depan, perseroan menargetkan memiliki land bank seluas 60 ha. Perseroan juga menyasar segmen bawah hingga atas dengan harga produk mulai dari Rp 150 juta hingga lebih dari Rp 2,5 miliar.

"Tergantung lokasi, kalau di Sidoarjo sangat murah hanya Rp 150 juta, Cilangkap sekitar Rp 2,5 miliar, untuk di Jabodetabek kami harap nanti untuk gedung perkantoran juga, jual putus," kata dia.

Tahun ini, Jasa Marga menganggarkan dana sekitar Rp 150 miliar untuk sektor properti. Pengembangan sektor properti memiliki dua keuntungan, dari sisi capital gain dan menambah trafik jalan tol.

"Misalnya di Cibubur itu kan makin ramai trafiknya seiring maraknya properti. Intinya lokasi kami tidak akan jauh dari pintu-pintu tol. Land bank ini juga kami harap bisa jadi modal rencana IPO ke depan," ujar Dedi.

Baru-baru ini, Jasa Marga mengakuisisi ruas tol Cinere-Serpong dari PT Thiess Contractor Indonesia senilai Rp 200 miliar. Perseroan setelah menandatangani akta jual beli (AJB) saham PT Cinere Serpong Jaya.

Dengan demikian, Jasa Marga menguasai sekitar 316,06 kilometer (km) atau 78 persen dari total panjang jalan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang mencapai 406,4 km.

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengungkapkan, perseroan telah membayar biaya akuisisi tol sebesar Rp 200 miliar kepada Thiess. "Otomatis kalau sudah AJB kami harus bayar, karena semua dokumen sudah diserahkan kepada kami," kata dia.

Dengan rampungnya proses akuisisi tersebut, Jasa Marga menguasai 55 persen saham Cinere Serpong Jaya. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk ( WSKT.JK )  sebesar 35 persen, dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebesar 10 persen.








Catatan:

Jasa Marga (IDX:JSMR ) adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang penyelenggara jasa jalan tol. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 1978 setelah jalan tol pertama, yang menghubungkan Jakarta-Bogor selesai dibangun.

Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) didirikan tanggal 01 Maret 1978 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1978. Kantor pusat JSMR beralamat di Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 13550.

Pemegang saham mayoritas Jasa Marga adalah Negara Republik Indonesia, dengan persentase kepemilikan sebesar 70,00%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan JSMR adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya pembangunan dibidang pengusahaan jalan tol dengan sarana penunjangnya dengan menerapkan prinsip-prinsip perusahaan terbatas. Saat ini, Jasa Marga mengoperasikan 26 ruas jalan tol yang dikelola oleh 9 Kantor Cabang.

Selain itu, Jasa Marga juga menjalankan usaha lain melalui cabang (pengelolaan rest area di jalan tol dan SPBU; penyelenggara pelatihan dan pengembangan SDM) dan anak usaha (melalui PT Jasa Layanan Pemeliharaan menjalankan usaha jasa konstruksi, perdagangan dan persewaan kendaraan; dan PT Jasamarga Properti menjalankan usaha pembangunan, penjualan dan jasa properti).

Pada tanggal 01 Nopember 2007, JSMR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham JSMR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 2.040.000.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp1.700,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Nopember 2007.

Pada JSMR terdapat saham Seri A yang mempunyai hak istimewa tertentu sebagai tambahan atas hak yang diperoleh Pemegang Saham Seri B. Hak istimewa tersebut mencakup hak khusus untuk mencalonkan anggota direksi dan komisaris dan untuk memberikan persetujuan atas: peningkatan modal, perubahan anggaran dasar, penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan, pembubaran dan likuidasi, pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi dan komisaris.

Sebagai perusahaan jalan tol pertama di Indonesia, dengan pengalaman lebih dari 37 tahun dalam membangun dan mengoperasikan jalan tol, saat ini Jasa Marga adalah pimpinan dalamindustrinya dengan mengelola lebih dari 531 km jalan tol atau 76% dari total jalan tol di Indonesia.

Sebagai perusahaan infrastruktur penyedia jalan tol keberadaan Jasa Marga sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Pertumbuhan penjualan kendaraan yang tinggi serta kebijakan otoritas pengatur jalan tol yang semakin kondusif akan membuat posisi Jasa Marga semakin kuat dalam industri jalan tol di Indonesia.


Pengelolaan

Jalan Tol Jagorawi
Jalan Tol Ulujami-Serpong (bersama Nusantara Infrastructure)
Jalan Tol Cawang-Pluit
Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo
Jalan Tol Jakarta-Merak (bersama PT Marga Mandalasakti)
Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Jalan Tol Purbaleunyi
Jalan Tol Palimanan-Kanci-Pejagan (bersama PT MNC Infrastruktur Utama, anak perusahaan MNC Media)
Jalan Tol Dalam Kota Semarang
Jalan Tol Surabaya-Porong
Jalan Tol Belmera
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta (bersama PT Citra Marga Nushapala Persada)
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (bersama JLJ, JLB, dan MLJ)
Jalan Tol Lingkar Luar Bogor (Marga Sarana Jabar, salah satu anak perusahaan PT Jasa Marga bersama PT Citra Marga Nushapala Persada)
Jalan Tol Waru-Juanda (bersama PT Marga Nujyasumo Agung dan PT Citra Margatama Surabaya, anak perusahaan PT Citra Marga Nushapala Persada)
Jalan Tol Semarang-Solo (Trans Marga Jateng)
Jalan Tol Gempol-Pasuruan (Margabumi Adhikaraya)
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (perkiraan selesai tahun 2016)

Rencana jalur HOV

Jalan Tol Jagorawi (ruas Sentul Selatan-Cawang)
Jalan Tol Jakarta-Cikampek (ruas Cikarang Utama-Cawang)
Jalan Tol Jakarta-Tangerang
Jalan Tol Lingkar Dalam Kota Jakarta
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo
Jalan Tol Ulujami-Serpong
Jalan Tol Serpong-Balaraja

PT Adhi Karya Tbk ( ADHI.JK ) - Pada Semester I,Telah Meraih Kontrak Baru Senilai Rp. 6,1 Triliun

Image result for PT Adhi Karya Tbk

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)  berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp 6,1 triliun sepanjang semester I tahun ini. Sebagian besar kontrak baru perseroan terdiri atas kontrak konstrusi sebanyak 86 persen dan proyek-proyek dari lini bisnis lain sebesar 14 persen.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata (Kiki) menjelaskan, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak dari swasta sebanyak 49 persen, badan usaha milik negara (BUMN) sebanyak 15 persen dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) ebanyak 36 persen.

"Untuk tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari gedung sebanyak 58 persen, jalan dan jembatan sebesar 29 persen, deramaga serta infrastruktur lainnya sebesar 13 persen," jelas Kiki dalam keterangan resminya, di Jakarta, Minggu (13/7).

Realisasi kontrak yang terjadi pada Juni tahun ini antara lain, pembangunan Rusun Jawa Timur sebesar Rp 128 miliar serta pekerjaan lanjutan sarana air bersih sistem perkotaan tahap III Dinas Kabupaten Berau sebesar Rp 160,4 miliar.

Menurut Kiki, tahun ini Adhi Karya menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 18,7 triliun. Lini bisnis konstruksi ditargetkan meraih peroleha kontrak baru sebesar Rp 16,1 triliun, bisnsi EPC sebesar Rp 460,1 miliar, properti realti sebesar Rp 1,7 triliun dan bisnsi precast concrete sebesar Rp 389,4 miliar.

Sementara itu, dari jenis pekerjaannya, proyek gedung diperkirakan akan menyumbang sebesar 39 persen, jalan dan jembatan sebesar 34 persen dan sisanya proyek infrastruktur lainnya.

"Total pendapatan usaha tahun ini direncanakan sebesar Rp 13,8 triliun, laba bersih ditaretkan sebesar Rp 504,7 miliar," tutur Kiki.

Sebelumnya, dua emiten konstruksi pelat merah lainnya, PT Waskita Karya Tbk ( WSKT.JK )  dan PT PP ( PTPP.JK )  sepanjang semester I – 2015 membukukan kontrak baru masing-masing sebesar Rp 9,9 triliun dan Rp 13,45 triliun.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Antonius Yulianto Tyas Nugroho mengatakan nilai kontrak baru yang berhasil di raih perseroan hingga Juni 2015 naik 39,6 persen menjadi Rp 9,9 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,1 triliun. Besaran tersebut setara dengan 47,6 persen dari target tahun ini yang mencapai Rp 20,8 triliun.

"Target perseroan mengantongi Rp 9,9 triliun telah tercapai 100 persen per 15 Juni 2015," ujar Antonius.

Antonius melanjutkan, raihan kontrak baru tersebut berasal dari proyek join operation (JO) maupun proyek yang digarap sendiri oleh perseroan. Beberapa proyek yang dikerjakan sendiri oleh Waskita diantaranya adalah tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi (MKTT) senilai Rp 399,7 miliar.

Selain itu, proyek Ciawi-Sukabumi dan jalan tol Balikpapan-Simpang sepanjang 38 kilometer (km). Nilai proyek keduanya tercatat sebesar Rp 220 miliar dan Rp 285,5 miliar.

Di samping itu, perseroan juga menggarap beberapa proyek high-rise seperti The Ritz Condo di Medan senilai Rp 425 miliar. Adapun, di Bali perseroan menjadi kontraktor dari Zalakka Hotel senilai Rp 224,8 miliar.

"Sedangkan untuk proyek JO salah satunya adalah proyek Terminal Kuala Tanjung senilai Rp 734,5 miliar," jelas Antonius.

Sementara itu, sepanjang semester I-2015 PP membukukan kontrak baru sebesar Rp 13,45 triliun atau melesat 61,27 persen dibandingkan raihan semester I-2014 sebesar Rp 8,34 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT PP Taufik Hidayat mengatakan nilai tersebut setara dengan 49,8 persen dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 27 triliun. Adapun, carry over 2014 sebesar Rp 29 triliun. Sehingga, total order book mencapai Rp 42,45 triliun.

"Proyek terbesar sepanjang Juni dengan PT PLN yaitu PLTMG Gorontalo dengan kapasitas sebesar 120 mega watt (MW). Nilai kontrak sebesar Rp 1,63 triliun," kata dia.

Menurut catatan Investor Daily, emiten konstruksi pelat merah tersebut tengah mengikuti tender proyek pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) di Kalimantan Barat, Aceh, Pekanbaru dan satu IPP di daerah Sumatera.






Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=adhi.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:


Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) didirikan tanggal 1 Juni 1974 dan memulai usaha secara komersial pada tahun 1960. Kantor pusat ADHI berkedudukan di Jl. Raya Pasar Minggu KM.18, Jakarta. Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam SK Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960. Kemudian berdasarkan PP No. 65 tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi Perusahaan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga, berdasarkan PP yang sama Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan, yaitu Associate NV, dilebur ke dalam Perusahaan.

Pemegang saham pengendali Adhi Karya adalah Negara Republik Indonesia, dengan persentase kepemilikan sebesar 51%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Ruang lingkup bidang usaha ADHI meliputi:

Konstruksi,
Konsultasi manajemen dan rekayasa industri (Engineering Procurement and Construction/EPC),
Perdagangan umum, jasa pengadaan barang, industri pabrikasi, jasa dalam bidang teknologi informasi, real estat dan agro industri.

Saat ini kegiatan utama ADHI dalam bidang konstruksi, EPC, real estat dan jasa pengadaan barang.Adhi Karya memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1960.

Pada tanggal 8 Maret 2004, ADHI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat atas 441.320.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan harga penawaran Rp150,- per saham. Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesar 10% atau sebanyak 44.132.000 saham biasa atas nama baru dijatahkan secara khusus kepada manajemen (Employee Management Buy Out / EMBO) dan karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee Stock Allocation/ESA). Kemudian pada tanggal 18 Maret 2004 seluruh saham ADHI telah tercatat pada Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia).


http://www.beritasatu.com/pasar-modal/290667-semester-i-adhi-karya-raih-kontrak-baru-rp-61-triliun.html

saham . bursajkse