Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri anabatic. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri anabatic. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Mengenai Saham IPO: PT Anabatic Technologies Tbk - Siap Mengakuisisi Tiga Perusahaan di Dua Negara

Image result for "PT Anabatic Technologies Tbk"

PT Anabatic Technologies ingin fokus memperluas pangsa pasarnya di kawasan regional. Tahun ini, perusahaan teknologi informasi (TI) tersebut berencana mengakuisisi tiga perusahaan TI di Malaysia dan Hong Kong dengan nilai investasi sekitar Rp 79,2 miliar.

Dana akuisisi dari hasil initial public offering (IPO). Handojo Sutjipto, Direktur Utama Anabatic, mengatakan, akuisisi satu perusahaan membutuhkan US$ 2 juta. Selain itu, Anabatic berencana mengakuisisi perusahaan TI yang sudah beroperasi. Ada juga rencana membuka kantor cabang baru di Vietnam untuk memperluas pasar.

Anabatic tertarik menyasar negera ini lantaran memiliki pangsa pasar besar. Anabatic memiliki rencana menjalin kerjasama dengan perusahaan e-commerce China. "Ini baru tahap pembicaraan, kami belum masuk hitung-hitungan investasi," kata Handojo.

Anabatic akan IPO sebanyak 642,85 juta setara 30% di Rp 650-Rp 800 per saham. Alhasil, ia bisa meraup Rp 417,8 miliar-Rp 514,2 miliar.

 





















Catatan:

PT Anabatic Technologies adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa teknolgi informasi terkemuka di Indonesia. Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution.  Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelangganAnabatic.

Anabatic Technologies diketahui telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas saham Anabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.

Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution. Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelanggan Anabatic.

Perusahaan yang berdiri pada 2002 tersebut sudah berkembang pesat dan telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas sahamAnabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.

PT Anabatic Technologies Tbk akan menjual maksimal 30% saham baru perusahaan atau 642.857.200 unit saham dengan nilai nominal Rp 650-800 per saham. Book building direncanakan pada 4-12 juni dan penentuan harga pada 15 Juni. Penawaran perdana direncanakan pada 29 Juni-21 Juli 2015 dan penjatahan pada 2 Juli. Sedangkan listing akan dilakukan pada 6 Juli 2015.

Hasil penawaran saham menurut rencana sebesar 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas bisnis anak meliputi pengembangan produk dan perluasan pasar. Sebesar 20% untuk melunasi utang perusahaan dan 20% sisanya digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

Pertimbangan Investasi

• PT Anabatic Technologies Tbk memiliki portofolio produk dan jasa yang komprehensif, yang ditopang oleh pengalaman dan kemampuan tim yang memiliki track record kuat.
PT Anabatic Tech Tbk.

PT Anabatic Technologies Tbk adalah perusahaan teknologi informasi yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia. Anabatic menduduki peringkat kedua dari sisi revenue bila dibandingkan dengan 3 emiten lain yang tercatat di BEI untuk sub sektor computer dan jasa pendukung, yaitu Multipolar, Astra Graphia, dan Metrodata.

http://investasi.kontan.co.id/news/anabatic-siapkan-akuisisi-3-perusahaan-di-2-negara

saham . bursajkse

Kamis, 11 Juni 2015

IPO: PT Anabatic Technologies Tbk - Siap Lepas 642.857.200 Lembar Sahamnya ke Publik

Image result for profil   PT Anabatic Technologies Tbk


PT Anabatic Technologies berniat mencatatkan sahamnya di bursa dengan menjual sebanyak-banyaknya 642.857.200 lembar saham, atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

"Rencananya 30% saham untuk publik," kata Direktur Investment Banking Bahana Securities, Novita Lubis ketika ditemui dalam acara public exposeAnabatic Technologies di Intercontinental Jakarta Mid Plaza, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2015.

Novita menyebutkan, dalam penawaran umum perdana saham atauinitial public offering (IPO) ini, Anabatic bakal menawarkan harga Rp650-Rp800 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Artinya, dengan menawarkan harga tersebut perseroan bisa meraih dana Rp417,85-Rp514,28 miliar.

Rencananya hasil dari IPO, sebanyak 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas anak meliputi pengembangan produk dan perluasan pasar. Sisanya sebesar 20% untuk melunasi utang, dan 20% lagi akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan dan entitas anak.

Demi meloloskan langkah IPO ini, Anabatic Technologies telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

Masa penawaran awal atau book building akan dilakukan pada 5-16 Juni dan penentuan harga pada 17 Juni. Masa penawaran umum direncanakan pada 29 Juni-1 Juli 2015, dan penjatahan pada 2 Juli 2015. Sedangkanlisting direncanakan pada tanggal 6 Juli 2015.

Sebagai informasi, Anabatic Technologies berdiri pada 2002 telah berkembang pesat dan telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti, Singapura, Malaysia, India dan Filipina. Mayoritas saham Anabatic Technologies saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26%, dan Anabatic Technologies saat ini memiliki tujuh anak perusahaan.

Total aset Anabatic Technologies sebesar Rp1,974 triliun di 2014. Penjualan di tahun lalu juga melejit mencapai Rp2,57 triliun, dan laba komprehensif yang diraih mencapai Rp81,85 miliar.

















Catatan:

PT Anabatic Technologies adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa teknolgi informasi terkemuka di Indonesia. Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution.  Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelanggan Anabatic.

Anabatic Technologies diketahui telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas saham Anabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.

Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution. Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelanggan Anabatic.

Perusahaan yang berdiri pada 2002 tersebut sudah berkembang pesat dan telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas saham Anabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.

PT Anabatic Technologies Tbk akan menjual maksimal 30% saham baru perusahaan atau 642.857.200 unit saham dengan nilai nominal Rp 650-800 per saham. Book building direncanakan pada 4-12 juni dan penentuan harga pada 15 Juni. Penawaran perdana direncanakan pada 29 Juni-21 Juli 2015 dan penjatahan pada 2 Juli. Sedangkan listing akan dilakukan pada 6 Juli 2015.

Hasil penawaran saham menurut rencana sebesar 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas bisnis anak meliputi pengembangan produk dan perluasan pasar. Sebesar 20% untuk melunasi utang perusahaan dan 20% sisanya digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

Pertimbangan Investasi

• PT Anabatic Technologies Tbk memiliki portofolio produk dan jasa yang komprehensif, yang ditopang oleh pengalaman dan kemampuan tim yang memiliki track record kuat.
PT Anabatic Tech Tbk.

PT Anabatic Technologies Tbk adalah perusahaan teknologi informasi yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia. Anabatic menduduki peringkat kedua dari sisi revenue bila dibandingkan dengan 3 emiten lain yang tercatat di BEI untuk sub sektor computer dan jasa pendukung, yaitu Multipolar, Astra Graphia, dan Metrodata.


saham . bursajkse

Sabtu, 27 Juni 2015

IPO: Jadwal Penawaran Umum Perdana PT Anabatic Technologies Tbk

Image result for profil PT Anabatic Technologies Tbk

Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT Anabatic Technologies Tbk dilakukan oleh PT Bahana Securities selaku Penjamin Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
25 Jun 2015
Masa Penawaran
29 Jun – 02 Jul 2015
Tanggal Penjatahan
06 Jun 2015
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
07 Jun 2015
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
07 Jun 2015
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
08 Jun 2015

Jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum ini adalah sebanyak 375.000.000 lembar saham dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp700,- per saham.

PT Anabatic Technologies didirikan pada tahun 2012. Kantor pusat PT Anabatic Technologies berlokasi di Graha BIP Lantai 7 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 23 Jakarta 12930.

Ruang lingkup kegiatan PT Anabatic Technologies adalah bergerak di bidang usaha Sistem Integrasi Teknologi Informasi yang terdiri dari solusi system integrasi, layanan business process outsourcing, layanan teknologi informasi outsourcing, dan layanan distribusi dengan nilai tambah dan bisnis pendukungnya.Dalam pengembangan sistem integrasi PT Anabatic Technologies bekerjasama dengan IBM, Temenos, Microsoft, SAP, Oracle, Sungard, Huawei dan Altova:

Untuk diketahui, sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Anabatic Technologies dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya (50,26%), Handoko Anindya Tanuadji (17,89%), PT Sam Investama (9,08%), PT Cahaya Fajar Mentari (5,34%), PT Flaminggo Mandiri (4,23%), Handojo Sutjipto (3,56%), A.F. Warsito Hans Tanudjaja (3,20%), PT Multi Sarana Edukasi (2,68%), Rosy Merianti Tanuadji (2,13%), dan Adrian Anindya Tanuadji (1,63%).

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan, antara lain: 1). sekitar 50% untuk pengembangan bisnis perseroan dan entitas anak meliputi pengembangan produk dan pengembangan pasar; 2). sekitar 30% untuk membayar utang dari PT Bank Resona Perdania, demand loan dari Bank OCBC Nisp Tbk ( NISP.JK ), dan invoice financing dari Bank Permata Tbk ( BNLI.JK ); 3). sisanya sekitar 20% untuk kebutuhan modal kerja.





Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=anabatic&max-results=20&by-date=true




Catatan:

PT Anabatic Technologies adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa teknolgi informasi terkemuka di Indonesia. Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution.  Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelangganAnabatic.

Anabatic Technologies diketahui telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas saham Anabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.

Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution. Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelanggan Anabatic.

Perusahaan yang berdiri pada 2002 tersebut sudah berkembang pesat dan telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas sahamAnabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp 1,974 triliun.

PT Anabatic Technologies Tbk akan menjual maksimal 30% saham baru perusahaan atau 642.857.200 unit saham dengan nilai nominal Rp 650-800 per saham. Book building direncanakan pada 4-12 juni dan penentuan harga pada 15 Juni. Penawaran perdana direncanakan pada 29 Juni-21 Juli 2015 dan penjatahan pada 2 Juli. Sedangkan listing akan dilakukan pada 6 Juli 2015.

Hasil penawaran saham menurut rencana sebesar 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas bisnis anak meliputi pengembangan produk dan perluasan pasar. Sebesar 20% untuk melunasi utang perusahaan dan 20% sisanya digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

Pertimbangan Investasi

• PT Anabatic Technologies Tbk memiliki portofolio produk dan jasa yang komprehensif, yang ditopang oleh pengalaman dan kemampuan tim yang memiliki track record kuat.
PT Anabatic Tech Tbk.

PT Anabatic Technologies Tbk adalah perusahaan teknologi informasi yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia. Anabatic menduduki peringkat kedua dari sisi revenue bila dibandingkan dengan 3 emiten lain yang tercatat di BEI untuk sub sektor computer dan jasa pendukung, yaitu Multipolar, Astra Graphia, dan Metrodata.


saham . bursajkse

Rabu, 08 Juli 2015

IPO: PT Anabatic Technologies Tbk ( ATIC.JK ) - Listing Perdana, Saham Langsung Naik 70 Poin

Image result for PT Anabatic Technologies Tbk

Pada pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mengalami kenaikan 70 poin menjadi Rp770 per saham atau lebih tinggi dari harga penawaran Rp700 per saham.

Harga saham ATIC melanjutkan kenaikan menjadi Rp825 per saham yang merupakan harga tertinggi, sedangkan harga terendah pada posisi Rp740. Sementara frekuensi perdagangan saham perseroan tercatat sebanyak 99 kali, dengan volume transaksi saham 14.493 lot senilai Rp1,1 miliar.

"Kami bangga menjadi bagian dari Bursa Efek Indonesia, sehingga akan meningkatkan kinerja menjadi lebih baik," kata Presiden Direktur Anabatic, Handojo Soetjipto di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7).

Dia mengatakan, perseroan melepas sebanyak 375 juta saham saat melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga penawaran Rp700 per saham.

Total dana dari IPO yang mencapai Rp265 miliar, sebesar 60 persen akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan dan entitas anak. Sedangkan, sebesar 20 persen untuk refinancing dan sisanya untuk working capital.
 
Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.


September, Anabatic Akan Akuisisi Dua Perusahaan Lokal Dan Internasional

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC)  berencana untuk mengakuisisi dua perusahaan. Pasalnya, perusahaan tersebut merupakan lokal dan asing.

"September kita akan targetkan deal antara satu atau dua perusahaan tersebut," ucap Senior Director Adriansyah Adnan, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Tahap akuisisi, Dia menjelaskan sudah melewati beberapa kali pertemuan dan akan melakukan proses due diligent setelah ini. "Kita harapkan sekitar bulan september kita bisa deal satu atau dua perusahaan tersebut,"tuturnya.

Dia menambahkan dana yang di anggarkan sudah ada. Namun, belum bisa disebutkan. Nilainya pun bervariasi dan lumayan signifikan.

Akuisisi di luar negeri, lanjutnya, kantor perseroan di Singapura,Filipina,dan India sedang mengkaji untuk ekspansi ke market lain salah satunya di Malaysia.

"Disana kita cari perusahaan yang mirip dengan kita atau perusahaan yang dapat menunjang bisnis perseroan,"ucapnya.

Selain itu, saat ini perseroan memiliki target ekspansi ke Gulf Country Council (GCC).

"Kita belum punya kantor di sana, kita baru deal untuk proyek sebuah bank untuk proyek teknologi mobility banknya terletak di dubai," ucapnya.

Diakuinya, jika nilai proyeknya tersebut tidak terlalu tinggi. "Tapi ini penglaris lah dan untuk pertama kali kita dapat bisnis di timur tengah,"tambah dia.

Dia menambahkan, untuk proyek GCC perseroan tidak melihat untung besarnya dulu. Namun, lebih melihat bahwa bank ini adalah bagian dari jaringan bank internasional yang besar.

"Kita harpakan jika proyek ini berjalan dengan lancar bisa menjadi referensi yang bagus, tidak hanya di negaranya tapi juga di negara lain,"tuturnya.



Anabatic Gandeng TIS Perkuat Sektor Keuangan Di Kawasan Indonesia

PT Anabatic Techologies Tbk (ATIC) hari ini mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia. Emiten ke-10 di tahun ini pun menggandeng anak perusahan IT Holdings Corporation yaitu TIS guna memperkuat pelanggan dalam menyediakan sektor jasa keuangan di kawasan Indonesia.

"Perseroan sangat bangga telah mendapatkan kepercayaan untuk melakukan perjanjian kerjasama bisnis dengan TIS. Salah satu dasar kerjasama ini adalah kemampuan perseroan yang diakui secara luas untuk menyediakan solusi IT di sektor jasa keuangan di kawasan Indonesia," ucap Direktur Utama Anabatic Handoyo Sutjipto, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Menurutnya, TIS menyediakan beragam solusi IT beragam solusi IT di antaranya layanan sistem integrase, custom-developed system, data center dan cloud.

Selain itu, lanjutnya, TIS memiliki sistem dukungan global yang luas terutama di China dan negara-negara ASEAN.

"Jadi salah satu alasan TIS menjadi rekan bisnis kami, pengakuan terhadap kehadiran perseroan yang kuat di Indonesia, kualitas layanan yang tinggi dalam memberikan solusi dan basis pelanggan yang unggul di Indonesia. Khususnya dalam sektor perbankan Indonesia dan lembaga jasa keuangan," jelasnya.

"Melalui kerjasama ini, kami (TIS dan Anabatic) akan memandatkan kekuatan masing-masing untuk memfokuskan upaya pada penguatan bisnis global," tambah dia.



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=anabatic&max-results=20&by-date=true



Catatan:

Anabatic Technologies Tbk (ATIC) didirikan tanggal 01 Nopember 2001 dan mulai beroperasi komersial pada tahun 2002. Kantor pusat ATIC berlokasi di Graha BIP Lantai 7 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 23 Jakarta 12930.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Anabatic Technologies Tbk, antara lain: PT Artha Investama Jaya (40,20%), Handoko Anindya Tanuadji (14,31%) dan PT Sam Investama (7,26%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ATIC adalah bergerak di di bidang usaha sistem integrasi teknologi informasi yang terdiri dari solusi system integrasi, layanan business process outsourcing, layanan teknologi informasi outsourcing, dan layanan distribusi dengan nilai tambah dan bisnis pendukungnya. Saat ini, ATIC bekerjasama dengan IBM, Temenos, Microsoft, SAP, WKFS, Clear2pay, Sungard dan MSI Global dalam penyedia solusi teknologi informasi untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Pada tanggal 25 Juni 2015, ATIC memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ATIC (IPO) kepada masyarakat sebanyak 375.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp700,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 08 Juli 2015.





saham . bursajkse

Kamis, 28 Mei 2015

IPO Semester I - 2015: Delapan Perusahaan Siap Masuk Bursa



Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sedikitnya akan ada 8 perusahaan siap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di semester I-2015. Delapan perusahaan tersebut menggunakan buku Desember 2014 sebagai dasar valuasinya.

"Ada 8 perusahaan yang sudah mengajukan. Mereka semuanya pakai buku Desember 2014. Semester I-2015 mungkin bisa realisasi," kata‎ Deputi Komisioner Bidang Pasar Modal OJK Noor Rachman saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Dia menyebutkan, 8 perusahaan tersebut adalah PT PP Properti Tbk ( PPRO.JK ) , PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Puradelta Lestari, PT Mega Manunggal Property Tbk, PT Garuda Metalindo Tbk, PT Binakarya Jaya Abadi Tbk, PT Vallianz Offshore Maritim Tbk, dan PT Anabatic Technologies Tbk.

Selain IPO, OJK juga mencatat ada 4 emiten yang akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) yaitu ‎PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Surya Toto Indonesia Tbk, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk).

Dua emiten lainnya siap menawarkan obligasi syariah alias sukuk yaitu‎ PT Bank BNI Syariah dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (PUB Sukuk Mudharabah II Tahap I).

Sementara itu, jumlah PUB Obligasi Tahap I yang sudah masuk ke OJK ada 7 emiten yaitu PT Telekomunikasi indonesia (Persero) Tbk, PT Adira Dinamika Multifinance Tbk, PT Modernland Realty Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Jumlah PUB Obligasi tahap II ada 2 emiten yaitu PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Panorama Sentrawisata Tbk.

Namun sayangnya, OJK belum mau menyebutkan nilai keseluruhan emisi penerbitan saham maupun obligasi tersebut.

"Semua ‎in processing, mereka mengajukan. Sudah pra efektif, bookbuilding, masukin harga, terus baru efektif," imbuhnya.






saham . bursajkse