Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri admf.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri admf.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Adira Dinamika Multi Tbk ( ADMF.JK ) - Laba bersih Turun Sebesar 60% - Semester I 2015

Image result for PT Adira Dinamika Multi Tbk

Emiten pembiayaan konsumen dari anak usaha Bank Danamon PT Adira Dinamika Multi Tbk (ADMF) membukukan penurunan laba bersih sebesar 60% YoY (Year on Year) menjadi Rp197,96 miliar atau Rp198 per saham dibandingkan Rp541,58 miliar atau Rp542 per saham pada Semester I tahun 2014.

Penurunan kinerja ADMF pada semester I 2015 tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha Perseroan pada Semester I 2015 yaitu sebesar 3,68% menjadi Rp3,93 triliun dibandingkan dengan Pendapatan usaha Semester I 2014 yaitu Rp4,08 triliun. Di bawah ini adalah rincian pendapatan usaha Perseroan pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 yaitu

  1. Pembiayaan konsumen – Rp2,82 triliun dan Rp2,80 triliun.
    • Kendaraan roda 2 / Motor – Rp2,02 triliun dan Rp2,03 triliun
    • Mobil – Rp0,80 triliun dan Rp0,78 triliun
  2. Sewa pembiayaan – Rp0,14 triliun dan Rp0,11 triliun.
  3. Lain-lain – Rp0,97 triliun dan Rp1,17 triliun.

Beban Keuangan dan Bunga Perseroan meningkat dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,13 triliun, sedangkan Beban usaha dan lainnya mengalami penurunan sedikit dari Rp2,57 triliun menjadi Rp2,57 miliar.

Total aset Adira pada SemesterI 2015 mencapai Rp29,86 triliun, turun sedikit dari Total aset pada tahun 2014 yaitu Rp29,93 triliun. Total Utang perseroan mencapai Rp25,94 triliun naik sedikit dari total utang pada tahun 2014 yaitu Rp25,90 triliun.



Catatan:

Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) (ADMF) yang didirikan pada tanggal 13 Nopember 1990 dan memulai operasi secara komersial tahun 1991. Kantor pusat ADMF berdomisili di The Landmark I Lantai 26-31, Jl. Jend. Sudirman No.1, Jakarta Selatan. Saat ini, Adira Finance memiliki 645 jaringan usaha yang terdiri dari kantor cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sejak Januari 2004, Bank Danamon Indonesia Tbk / BDMN menjadi pemegang saham pengendali di ADMF, yakni dengan persentase kepemilikan sebesar 95% saham yang ditempatkan dan disetor penuh Adira Finance.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ADMF dalam bidang pembiayaan meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan usaha kartu kredit serta kegiatan dengan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah (mulai tahun 2012). Saat ini kegiatan utama Adira Finance adalah bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen.

Pada tanggal 23 Maret 2004, ADMF memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ADMF (IPO) kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah 100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham, dengan harga penawaran perdana sebesar Rp2.325,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 31 Maret 2004.



saham . bursajkse
#ADMF

Rabu, 08 Juli 2015

PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( BDMN.JK ) - Meluncurkan Layanan Belanja Online

Image result for PT Bank Danamon Indonesia Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk meluncurkan layanan pembayaran E-Commerce atau transaksi belanja online, seiring dengan meningkatnya transaksi berbelanja melalui internet.

Menurut Direktur Consumer Banking Bank Danamon, Michellina Triwardhany, E-commerce merupakan bisnis yang menjanjikan di Tanah Air karena populasi pengguna internet yang semakin meningkat sehingga potensi transaksi belanja online juga sangat tinggi. 

"Danamon menghadirkan layanan pembayaran transaksi belanja online melalui Danamon Online Banking untuk mendukung kebutuhan belanja online bagi masyarakat dan nasabah Danamon khususnya agar bisa bertransaksi dengan aman dan nyaman. Sampai dengan 31 Mei 2015 tercatat sebanyak 275.571 nasabah telah terdaftar di Danamon Online Banking," kata Michellina melalui siaran pers yang diterima d Jakarta, Rabu (8/7).

Pembayaran transaksi belanja online ini dapat dilakukan melalui Danamon Online Banking yang merupakan layanan internet banking Danamon, bekerja sama dengan merchant- merchant yang memiliki kategori bisnis online beragam.

Saat ini, terdapat 21 merchant online yang telah bekerja sama dengan Danamon dalam pembayaran transaksi belanja online yaitu Bhinneka, Citilink, Electronic City, Jakarta Notebook, Kereta Api Indonesia (KAI), Dinomarket, Foodpanda, Perkakasku, Klik Hotel, eVoucher, Metrox, IT KLIK, Idgameland, Hartono Elektronika, InstanTicket.

Selanjutnya, Padiciti, Dewaweb, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Blibur, Gogo Mal, dan Sriwijaya Air. Danamon juga akan terus melakukan penambahan merchant-merchant secara berkala di sepanjang tahun ini dan pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Alternative Channel Head Danamon Vincent S Tee menambahkan, layanan pembayaran transaksi belanja online melalui Danamon Online Banking ini, selain memberi kemudahan bagi para nasabah dalam belanja online juga mendukung gerakan menuju cashless society.

"Selama setahun terakhir, Danamon terus meningkatkan layanan electronic channel guna mendukung gerakan transaksi tanpa tunai ini seperti peluncuran aplikasi smartphone D-Mobile dan tampilan baru situs Danamon Online Banking yang semakin memudahkan nasabah untuk bertransaksi," ungkap Vincent. 

Nasabah Danamon yang ingin memanfaatkan pembayaran belanja atau melakukan transaksi online harus menjadi pengguna Danamon Online Banking lebih dulu. 

Pendaftarannya dapat dilakukan dengan mudah melalui situs Danamon Online Banking, ATM Danamon atau mesin "EDC Pinpad" (Electronic Data Capture) Danamon yang tersedia di kantor-kantor cabang Danamon.






Catatan:

Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) didirikan 16 Juli 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia. Kantor pusat BDMN berlokasi di gedung Menara Bank Danamon, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. E4 No.6 Mega Kuningan, Jakarta. Saat ini (31/03/2015), BDMN memiliki 61 kantor cabang utama domestik, 1.283 kantor cabang pembantu domestik dan danamon simpan pinjam, 50 kantor cabang utama dan kantor cabang pembantu syariah.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bank Danamon (29/05/2015), antara lain: Asia Financial Indonesia Pte. Ltd (induk usaha) (67,37%) dan JPMCB – Franklin Templeton Investment Funds (6,83%). Dimana pemegang saham akhir dari Asia Financial Indonesia Pte. Ltd adalah Temasek Holding Pte. Ltd, sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan di Singapura dan dimiliki oleh Kementerian Keuangan Singapura.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BDMN adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan dan melakukan kegiatan perbankan lainnya berdasarkan prinsip Syariah. BDMN mulai melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah tersebut sejak tahun 2002 dan pada tahun 2004 mulai melakukan kegiatan usaha mikro dengan nama Danamon Simpan Pinjam.

Selain itu, Bank Danamon juga menjalankan usaha diluar perbankan melalui anak usahanya, yakni bidang pembiayaan (Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dan PT Adira Quantum Multifinance) dan bidang asuransi (PT Asuransi Adira Dinamika).

Pada tanggal 24 Oktober 1989, BDMN memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BDMN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 12.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp12.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Desember 1989.

Sejarah

Bank Danamon didirikan pada tanggal 16 Juli 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia[2]. Pada tahun 1976 nama bank ini berubah menjadi PT Bank Danamon Indonesia[2]. Bank ini menjadi bank pertama yang memelopori pertukaran mata uang asing pada tahun 1976[2]dan tercatat sahamnya di bursa sejak tahun 1989[2].

Pada tahun 1997, sebagai akibat dari krisis finansial di Asia, Bank Danamon mengalami kesulitan likuiditas dan akhirnya oleh pemerintah ditaruh di bawah pengawasan BPPN atau Badan Penyehatan Perbankan Nasional (dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama IBRA) sebagai Bank yang diambil alih Pemerintah (BTO - Bank Take Over)[2]. Pada tahun 1999, pemerintah melalui BPPN melakukan rekapitalisasiBank Danamon sebesar Rp 32 miliar dalam bentuk Surat Hutang Pemerintah (Government Bonds). Pada tahun yang sama, beberapa bank BTO akhirnya digabung menjadi satu dengan Bank Danamon sebagai salah satu bagian dari rencana restrukturisasi BPPN[2].

Pada tahun 2000, Bank Danamon kembali melebarkan sayapnya dengan menjadi bank utama dalam penggabungan 8 Bank BTO lainnya. Pada saat inilah Bank Danamon mulai muncul sebagai salah satu pilar ekonomi di Indonesia.

Pada 3 tahun berikutnya, Bank Danamon mengalami restrukturisasi besar-besaran mulai dari bidang manajemen, sumber daya manusia,organisasi, sistem informasi, anggaran dasar dan logo perusahaan. Usaha keras yang dilakukan ini akhirnya berbuah hasil dalam membentuk pondasi dan infrastruktur bagi Bank Danamon dalam tujuannya untuk meraih pertumbuhan yang maksimal berdasarkan transparansi kerja,tanggung jawab kepada masyarakat, integritas sebagai salah satu pilar ekonomi di Indonesia dan sikap profesional dalam menjalankan tugasnya sebaga salah satu bank terbesar di Indonesia (atau lebih dikenal dengan istilah TRIP).

Pada tahun 2003, Bank Danamon diambil alih mayoritas kepemilikan sahamnya oleh konsorsium Asia Finance Indonesia[2] --- di bawah kendali Temasek Holdings. Dengan hadirnya manajemen baru, maka dicanangkanlah penata ulangan model bisnis dan strategi usaha Bank Danamon dalam usahanya untuk terus melakukan perubahan total dalam disain yang sudah dirancang untuk menjadikan Bank Danamon sebagai salah satu bank nasional terkemuka di Indonesia dan bank pemain utama di kawasan Asia.

Sejak tahun 2008, Bank Danamon yang kemudian dikenal dengan nama Danamon mulai menggerakan masyarakat Indonesia lewat kampanye "Untuk Anda, Bisa". Bahkan sejak 2010, Danamon meluncurkan program Semangat Bisa. Musim 1 dari Semangat Bisa ditayangkan oleh Trans 7 serta dipandu oleh Pandji Pragiwaksono dan Musim 2 ditayangkan oleh Global TV serta dipandu oleh Soraya Hylmi.

Anak perusahaan[sunting | sunting sumber]

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) 95%
PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) 90%
PT Adira Quantum Multifinance (Adira Kredit) 99%

Per 31 Maret 2013[1]




saham . bursajske

Jumat, 26 Juni 2015

PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( BDMN.JK ) - Akan Merevisi Target Pertumbuhan Kredit Mikro

Image result for PT Bank Danamon Indonesia Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk tengah mengkaji untuk menurunkan target pertumbuhan kredit di segmen mikro seiring dampak perlambatan ekonomi yang sudah merembet ke segmen ini.

Muliadi Rahardja, Wakil Direktur Utama Bank Danamon, mengatakan perseroan masih mengamati kondisi permintaan kredit untuk menghitung besaran perubahan target. "Kelihatannya memang ada penurunan demand ya," ungkapnya di Jakarta, Kamis (25/6).

Menurut Muliadi, perlambatan permintaan kredit mikro perseroan terutama terjadi di daerah yang memiliki basis produksi komoditas. Penurunan harga komoditas membuat pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah seperti Kalimantan dan Sumatera turut melambat.

Menurut Muliadi, di awal tahun target pertumbuhan kredit mikro melalui unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) mencapai 9%. Adapun, per Maret 2015, total portofolio DSP mencapai Rp18,2 triliun, turun 9% secara tahunan.

Bisnis mencatat, sejak 2011, pertumbuhan kredit mikro Bank Danamon tidak pernah melampaui 15%. Sejak 2012, secara konsisten pertumbuhan kredit mikro Bank Danamon mengalami penurunan. Per Desember 2014, penyaluran kredit mikro turun 5% setelah pada 2013 tumbuh 5,85%. Adapun pada 2012 pertumbuhan kredit mikro mencapai 14,63%

Untuk menjaga tingkat pertumbuhan, Bank Danamon menggelar program undian berhadiah dengan total hadiah uang tunai mencapai Rp6 miliar. Muliadi mengatakan, program undian berlangsung dengan sistem poin yang dikumpulkan oleh pengusaha mikro DSP melalui program pinjaman baru, penambahan plafon, pembayaran tepat waktu, maupun referensi nasabah baru.





Catatan:

Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) didirikan 16 Juli 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia. Kantor pusat BDMN berlokasi di gedung Menara Bank Danamon, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. E4 No.6 Mega Kuningan, Jakarta. Saat ini (31/03/2015), BDMN memiliki 61 kantor cabang utama domestik, 1.283 kantor cabang pembantu domestik dan danamon simpan pinjam, 50 kantor cabang utama dan kantor cabang pembantu syariah.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bank Danamon (29/05/2015), antara lain: Asia Financial Indonesia Pte. Ltd (induk usaha) (67,37%) dan JPMCB – Franklin Templeton Investment Funds (6,83%). Dimana pemegang saham akhir dari Asia Financial Indonesia Pte. Ltd adalah Temasek Holding Pte. Ltd, sebuah perusahaan investasi yang berkedudukan di Singapura dan dimiliki oleh Kementerian Keuangan Singapura.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BDMN adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan dan melakukan kegiatan perbankan lainnya berdasarkan prinsip Syariah. BDMN mulai melakukan kegiatan berdasarkan prinsip Syariah tersebut sejak tahun 2002 dan pada tahun 2004 mulai melakukan kegiatan usaha mikro dengan nama Danamon Simpan Pinjam.

Selain itu, Bank Danamon juga menjalankan usaha diluar perbankan melalui anak usahanya, yakni bidang pembiayaan (Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dan PT Adira Quantum Multifinance) dan bidang asuransi (PT Asuransi Adira Dinamika).

Pada tanggal 24 Oktober 1989, BDMN memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BDMN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 12.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp12.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Desember 1989.

Sejarah

Bank Danamon didirikan pada tanggal 16 Juli 1956 dengan nama PT Bank Kopra Indonesia[2]. Pada tahun 1976 nama bank ini berubah menjadi PT Bank Danamon Indonesia[2]. Bank ini menjadi bank pertama yang memelopori pertukaran mata uang asing pada tahun 1976[2]dan tercatat sahamnya di bursa sejak tahun 1989[2].

Pada tahun 1997, sebagai akibat dari krisis finansial di Asia, Bank Danamon mengalami kesulitan likuiditas dan akhirnya oleh pemerintah ditaruh di bawah pengawasan BPPN atau Badan Penyehatan Perbankan Nasional (dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan nama IBRA) sebagai Bank yang diambil alih Pemerintah (BTO - Bank Take Over)[2]. Pada tahun 1999, pemerintah melalui BPPN melakukan rekapitalisasiBank Danamon sebesar Rp 32 miliar dalam bentuk Surat Hutang Pemerintah (Government Bonds). Pada tahun yang sama, beberapa bank BTO akhirnya digabung menjadi satu dengan Bank Danamon sebagai salah satu bagian dari rencana restrukturisasi BPPN[2].

Pada tahun 2000, Bank Danamon kembali melebarkan sayapnya dengan menjadi bank utama dalam penggabungan 8 Bank BTO lainnya. Pada saat inilah Bank Danamon mulai muncul sebagai salah satu pilar ekonomi di Indonesia.

Pada 3 tahun berikutnya, Bank Danamon mengalami restrukturisasi besar-besaran mulai dari bidang manajemen, sumber daya manusia,organisasi, sistem informasi, anggaran dasar dan logo perusahaan. Usaha keras yang dilakukan ini akhirnya berbuah hasil dalam membentuk pondasi dan infrastruktur bagi Bank Danamon dalam tujuannya untuk meraih pertumbuhan yang maksimal berdasarkan transparansi kerja,tanggung jawab kepada masyarakat, integritas sebagai salah satu pilar ekonomi di Indonesia dan sikap profesional dalam menjalankan tugasnya sebaga salah satu bank terbesar di Indonesia (atau lebih dikenal dengan istilah TRIP).

Pada tahun 2003, Bank Danamon diambil alih mayoritas kepemilikan sahamnya oleh konsorsium Asia Finance Indonesia[2] --- di bawah kendali Temasek Holdings. Dengan hadirnya manajemen baru, maka dicanangkanlah penata ulangan model bisnis dan strategi usaha Bank Danamon dalam usahanya untuk terus melakukan perubahan total dalam disain yang sudah dirancang untuk menjadikan Bank Danamon sebagai salah satu bank nasional terkemuka di Indonesia dan bank pemain utama di kawasan Asia.

Sejak tahun 2008, Bank Danamon yang kemudian dikenal dengan nama Danamon mulai menggerakan masyarakat Indonesia lewat kampanye "Untuk Anda, Bisa". Bahkan sejak 2010, Danamon meluncurkan program Semangat Bisa. Musim 1 dari Semangat Bisa ditayangkan oleh Trans 7 serta dipandu oleh Pandji Pragiwaksono dan Musim 2 ditayangkan oleh Global TV serta dipandu oleh Soraya Hylmi.

Anak perusahaan[sunting | sunting sumber]

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) 95%
PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) 90%
PT Adira Quantum Multifinance (Adira Kredit) 99%

Per 31 Maret 2013[1]



saham . bursajske

Senin, 25 Mei 2015

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk ( ADMF.JK ) - Jadwal Dividen Tunai 2015, Sebesar Rp. 396,- per Saham


Dividen tunai ADMF / Adira Dinamika Multi Finance Tbk 2015 sebesar Rp396.000.000.000,- atau Rp396,- per saham akan dibayarkan kepada pemegang saham, dengan jadwal pelaksanaan dan pembayaran sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Nego
28 Mei 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Reguler dan Pasar Nego
29 Mei 2015
Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
03 Jun 2015
Ex Cum dividen tunai pada Pasar Tunai
04 Jun 2015
Daftar Pemegang Saham berhak atas dividen Tunai (Recording Date)
03 Jun 2015
Tanggal Pembayaran
19 Jun 2015















Catatan:

Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) (ADMF) yang didirikan pada tanggal 13 Nopember 1990 dan memulai operasi secara komersial tahun 1991. Kantor pusat ADMF berdomisili di The Landmark I Lantai 26-31, Jl. Jend. Sudirman No.1, Jakarta Selatan. Saat ini, Adira Finance memiliki 645 jaringan usaha yang terdiri dari kantor cabang, kantor perwakilan, kios dan dealer outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sejak Januari 2004, Bank Danamon Indonesia Tbk / BDMN menjadi pemegang saham pengendali di ADMF, yakni dengan persentase kepemilikan sebesar 95% saham yang ditempatkan dan disetor penuh Adira Finance.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ADMF dalam bidang pembiayaan meliputi sewa guna usaha, anjak piutang, pembiayaan konsumen dan usaha kartu kredit serta kegiatan dengan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah (mulai tahun 2012). Saat ini kegiatan utama Adira Finance adalah bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen.

Pada tanggal 23 Maret 2004, ADMF memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ADMF (IPO) kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah 100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham, dengan harga penawaran perdana sebesar Rp2.325,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 31 Maret 2004.



saham . bursajkse