Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri apartemen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri apartemen. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

PT Waskita Karya (Persero) Tbk ( WSKT.JK ) - Anak Usaha Waskita Realty, Akan Garap Lima Proyek Apartemen dan Hotel

Image result for PT Waskita Realty

PT Waskita Realty  tahun depan bakal menggarap lima proyek apartemen dan hotel dengan total nilai proyek sekitar Rp4,3 triliun pada 2016.

Direktur Utama Waskita Realty Didiet Oemar Pribadi mengatakan sebagian proyek apartemen dan hotel tersebut digarap bersama dengan pengembang lainnya.

"Tahun depan ada lima proyek yang akan kami garap. Salah satunya ada yang milik kami sendiri, kami ada lahan di BSD Serpong nanti akan dibangun apartemen nilai proyeknya Rp1,2 triliun," katanya di sela-sela acara Soft Opening 88 Avenue di Surabaya, Minggu (28/6/2015) malam.

Untuk empat proyek lainnya adalah apartemen dua menara senilai Rp1,6 triliun di kawasan SCBD Jakarta, apartemen di kawasan Kamal Jakarta senilai Rp400 miliar yang bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pengembangan apartemen Brooklyn tahap II senilai Rp700 miliar serta proyek apartemen dan hotel di Bali senilai Rp400 miliar.

"Hotel dan apartemen Bali nanti lokasinya di wilayah pantai Lepang, Klungkung. Proyek Bali ini juga joiny dengan pengembang lainnya yang sudah berkembang," imbuh Didiet.

Pada tahun ini, katanya, Waskita Realty hanya menggarap tiga proyek properti dengan total nilai proyek Rp1,5 triliun, antara lain proyek perkantoran di Cawang Jakarta, proyek apartemen Brooklyn di Alam Sutera dan superblok 88Avenue Surabaya garapan pengembang PT Darmo Permai.




Catatan:


PT Waskita Karya (Persero) Tbk

DIDIRIKAN PADA 1 JANUARI 1961 WASKITA KARYA ADALAH SALAH SATU BUMN TERKEMUKA DI INDONESIA YANG MEMAINKAN PERAN UTAMA DALAM PEMBANGUNAN NEGARA. BERASAL DARI SEBUAH PERUSAHAAN BELANDA BERNAMA "VOLKER MAATSCHAPPIJ NV AANNEMINGS", YANG DIAMBIL ALIH BERDASARKAN KEPUTUSAN PEMERINTAH NO.62/1961, WASKITA KARYA SEMULA BERPARTISIPASI DALAM PERKEMBANGAN AIR YANG TERKAIT TERMASUK REKLAMASI, PENGERUKAN PELABUHAN, DAN IRIGASI.

Sejak 1973, status hukum Waskita Karya telah diubah menjadi "Persero" PT. Waskita Karya, dengan lebih familliar memanggil "Waskita". Sejak saat itu, perusahaan mulai mengembangkan usahanya sebagai kontraktor umum terlibat dalam jangkauan yang lebih luas dalam kegiatan konstruksi termasuk jalan raya, jembatan, pelabuhan, bandara, bangunan, tanaman pembuangan limbah, pabrik semen, pabrik dan fasilitas industri lainnya.

Pada tahun 1980, Waskita mulai melakukan berbagai proyek yang melibatkan teknologi canggih. Transfer teknologi dilakukan melalui aliansi bisnis dalam bentuk operasi bersama dan joint venture dengan perusahaan asing terkemuka. Prestasi signifikan dan beredar yamg menjadi kebanggaan nasional adalah Sukarno-Hatta, Siwabessy Reaktor Serbaguna, dan Muara Karang Coal Fired Power Plant di Jakarta.

Memasuki tahun 1990, Waskita telah menyelesaikan banyak bangunan bertingkat dengan reputasi baik diterima seperti BNI City (bangunan tertinggi di Indonesia), Bank Indonesia Bangunan Kantor, Graha Niaga Tower, Mandiri Plaza Tower, Shangri-La Hotel dan beberapa apartemen bertingkat bangunan di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Waskita telah mencapai kinerja dalam pembangunan jembatan beton bentang panjang dengan menggunakan sistem kantilever bebas dan berhasil menyelesaikan tiga jembatan: Raja Mandala, Rantau Berangin, dan Barelang IV. Prestasi besar menggunakan teknologi serupa terbentuk dalam pembangunan jalan layang "Pasteur-Cikapayang-Surapati" dan jembatan cable stayed di Bandung. Kisah sukses yang sama juga dicapai dalam pembangunan bendungan besar beberapa seperti Pondok, Grogkak, Tilong., Gapit, dan Sumi, yang telah selesai lebih cepat dari jadwal dengan kualitas memuaskan.

Dalam upaya selalu mengutamakan kualitas terdepan apa pun telah memungkinkan Waskita dalam memperoleh sertifikasi ISO 9002:1994 pada bulan November 1995; yang menjadi pengakuan internasional meyakinkan tentang Sistem Manajemen Mutu ISO dilaksanakan oleh perusahaan dan titik awal menuju era global kompetisi. Pada bulan Juni 2003, Waskita telah berhasil memperbarui Sistem Manajemen Mutu dan mampu mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000. Ini menjadi indikasi yang kuat tentang bagaimana perusahaan memahami dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.






saham . bursajkse

Senin, 01 Juni 2015

PT Ciputra Development Tbk ( CTRA.JK ) - "Nilai Acuan Pajak Properti Mewah, Akan Membuat Pembeli Berpikir"

PT Ciputra Development Tbk menilai perubahan kriteria barang sangat mewah yang mencakup acuan nilai (treshold) apartemen dalam penentuan pajak penghasilan (PPh 22) tidak logis, dan malah menunjukkan bentuk pemiskinan. Ciputra menyatakan aturan baru tersebut bakal berdampak buruk terhadap kinerja perseroan.

"Sebenarnya itu bukan aturan baru. Karena sebelumnya nilai acuan yang dipakai Rp10 miliar untuk kategori sangat mewah, kemudian jadi Rp5 miliar. Tetapi kan ini tidak logis, artinya kita malah semakin miskin," kata Direktur Ciputra Development, Tulus Santoso, di Jakarta, Minggu (31/5).

Pernyataan Tulus terkait Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 90/PMK.03/2015 tentang Wajib Pajak Badan Tertentu sebagai Pemungut Pajak Penghasilan dari Pembeli atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah. Regulasi itu mengatur tentang penurunan treshold atas hunian kelas premium yang terkena PPh 22 dari yang semula Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar.

Kemudian soal luas bangunan yang terkena PPh 22 berdasarkan aturan baru, jauh lebih kecil dibandingkan aturan sebelumnya, yaitu 500 meter persegi untuk rumah tapak, dan 400 meter persegi untuk apartemen, kondominium, dan sejenisnya.

Tulus menjelaskan, logikanya, setiap tahun nilai dari suatu properti bakal bertambah, apalagi terjadi inflasi yang membuat harga terus meningkat. Atas dasar itu, maka menurutnya, penurunan nilai acuan dalam kategori barang sangat mewah tidak masuk akal.

"Idealnya kalau dulu acuannya Rp10 miliar, sekarang jadi Rp13 miliar misalnya. Kalau turun begini kan malah seperti pemiskinan," tutur dia.

Dia menilai, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, seharusnya melakukan dialog terlebih dahulu dengan para pelaku bisnis sebelum memutuskan peraturan. Pasalnya, jangan sampai target pajak yang dicatat dengan tinggi malah membuat ekonomi melesu.

"Harus ada dialog. Apalagi kita semua tahu kemarin saja pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi melambat. Properti juga melemah pada kuartal pertama 2015. Harusnya ada insentif pajak, bukannya disinsentif pajak seperti ini," ungkap Tulus.

Tulus mengungkapkan, peraturan tersebut juga dinilai bakal menghambat kinerja penjualan Ciputra [CTRA 1,440 10 (+0,7%)]. "Pasti memiliki efek. Karena rata-rata apartemen kami yang ada di Jakarta berada di kisaran harga tersebut," jelas dia.

Tulus pun mengungkap, kontribusi penjualan apartemen terhadap total pendapatan Ciputra Development ada di kisaran 15 persen. Atas dasar itu, maka menurutnya penjualan di masa mendatang bakal terganggu.

"Masalahnya kan ini dibebankan kepada pembeli sebesar lima persen. Hal itu pasti bakal membuat pembeli berpikir ulang untuk memiliki apartemen," katanya.































Catatan:

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) didirikan 22 Oktober 1981 dengan nama PT Citra Habitat Indonesia dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1984. Kantor pusat CTRA berlokasi di Ciputra World 1 DBS Bank Tower Lantai 39, Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5, Jakarta 12940.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham CTRA adalah PT Sang Pelopor (30,63%) dan Credit Suisse AG Singapore Trust A/C Clients-2023904000 (7,91%). PT Sang Pelopor merupakan induk usaha terakhir dari CTRA.

PT Ciputra Development Tbk (IDX:CTRA ) adalah salah satu perusahaan properti Indonesia terkemuka. Didirikan pada tahun 1981, pengembangan properti perumahan skala besar dan komersial adalah keahlian bisnis dan inti perusahaan.

Berkantor pusat di Jakarta, perusahaan telah memperluas operasinya dan saat ini mengembangkan dan mengoperasikan properti perumahan dan komersial dalam kota besar di seluruh Indonesia maupun proyek internasional yang terletak di Cina. Properti komersial Dikembangkan meliputi pusat perbelanjaan, hotel, apartemen dan lapangan golf. Rentang properti luas dan jaringan yang kuat mempromosikan perusahaan untuk menjadi salah satu perusahaan properti yang terdiversifikasi dalam hal produk, lokasi dan segmentasi pasar.

Saat ini, CTRA memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: PT Ciputra Property Tbk (CTRP) dan PT Ciputra Surya Tbk (CTRS).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CTRA adalah mendirikan dan menjalankan usaha di bidang pembangunan dan pengembangan perumahan (real estat), rumah susun (apartemen), perkantoran, pertokoan, pusat niaga, tempat rekreasi dan kawasan wisata beserta fasilitas-fasilitasnya serta mendirikan dan menjalankan usaha-usaha di bidang yang berhubungan dengan perencanaan, pembuatan serta pemeliharaan sarana perumahan, termasuk tapi tidak terbatas pada lapangan golf, klub keluarga, restoran dan tempat hiburan lain beserta fasilitas-fasilitasnya. Saat ini perusahaan mengembangkan dan mengoperasikan 33 properti perumahan, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, pergudangan kompleks dan lapangan golf di 20 kota besar di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 18 Februari 1994, CTRA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham CTRA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 50.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp5.200,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Maret 1994.

Proyek

Citra Green Dago Bandung
CitraGarden City Jakarta
CitraRaya Tangerang
Citra Grand Cibubur
Citra Indah Jonggol
Citra Sun Garden Semarang
Citra Sun Garden Yogyakarta
CitraLand Surabaya
CitraHarmoni Sidoarjo
CitraGarden Sidoarjo
CitraIndah Sidoarjo
The Taman Dayu Pandaan
CitraGarden Lampung
CitraGarden Banjarmasin
CitraLand Banjarmasin
CitraLand City Samarinda
Citra BukitIndah Balikpapan
CitraGrand City Palembang
CitraLand Celebes Makassar
CitraGarden Makassar
CitraSun Garden Semarang
CitraLand NGK Jambi
CitraLand Pekanbaru
CitraLand Kendari




saham . bursajske

Selasa, 16 Juni 2015

PT PP Properti Tbk ( PPRO.JK ) - Mencatatkan Kenaikan Penjualan Fantastis Sebesar 304%

Image result for PT PP Properti Tbk

PT PP Properti Tbk (PPRO)  mencatatkan lonjakan pertumbuhan kenaikan pra-penjualan (marketing sales) sebesar 304 persen secara year-on-year menjadi Rp883,61 miliar per Mei 2015 dibanding Mei 2014 sebesar Rp290,64 miliar.

Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya penjualan Perseroan selama lima bulan pertama 2015. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP)  yang listing pada Mei 2015 saat ini tengah mengembangkan 11 proyek yang terbagi dalam tiga segmen portofolio pra penjualan yang beragam mulai dari residensial, komersial dan Hospitality, yakni segmen developer, total ada delapan proyek yang memberikan kontribusi pra-pendapatan posisif terhadap perseroan. Proyek utama PP Properti pada segmen ini adalah superblok Grand Kamala Lagoon, Bekasi seluas 25 ha dan Grand Sungkono Lagoon, Surabaya seluas 3,5 ha.

Lalu segmen properti, kontribusi pra-penjualan diberikan oleh Mall KAZA City, Park Hotel dan properti lainnya. Serta segmen KSO-developer, kerjasama operasi atau joint operation antara PP Properti dengan mitra strategis yakni Apartemen Paladian Park, Kelapa Gading.

"Proyek-proyek yang kami kembangkan memberikan kontribusi positif terhadap pra-penjualan PP Properti. Segmen developer menjadi kontribusi terbesar yakni sebesar Rp838,39 miliar atau 94,8 persen dari total pra-penjualan Perseroan," jelasDirektur dan Sekretaris Perusahaan PP Properti Indaryanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Kuatnya penjualan PP Properti tidak lepas dari strategi Perseroan untuk selalu mengembangkan proyek di daerah-daerah strategis yang sedang berkembang seperti Bogor, Serpong, Bekasi, Semarang dan Surabaya. Selain lokasi yang strategis, proyek-proyek PP Properti selalu mendekatkan diri ke akses pintu toll, sentra pendidikan, sentra komersial, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti rumah sakit.

Selain pra-penjualan dari segmen developer, PP Properti juga memiliki dua segmen yang berkontribusi positif terhadap kinerja perseroan yakni segmen properti yang berkontribusi sebesar Rp28,79 miliar dan segmen KSO-properti sebesar Rp16,45 miliar.  menargetkan pada akhir Juni mendatang pencapaian pra-penjualan kami mencapai Rp1 triliun dari target Rp2,5 triliun pada akhir tahun 2015. Segmen Developer menjadi andalan Perseroan untuk mencapai target penjualan." ungkap Indaryanto.





























Catatan:

PP Properti Tbk (PPRO) didirikan tanggal 12 Desember 2013. Kantor Pusat PPRO beralamat di Plaza PP – Wisma Subiyanto, Lantai 2, Jl. Letjend TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta 13760, Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham PP Properti Tbk adalah Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) (induk usaha) (64,96%) ( PTPP).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PPRO adalah bergerak dalam jasa, pembangunan, dan perdagangan. Kegiataan utama PP Properti adalah melakukan pengembangan properti seperti apartemen, hotel, perkantoran, mall, pusat perdagangan dan perumahan untuk dijual dan disewakan.

Proyek-proyek PP Properti Tbk, meliputi: apartemen Grand Sungkono Langoon – Surabaya, apartemen Grand Kamala Lagoon – Bekasi, Gunung Putri Square – Bogor (Rusunami 1 & 2 rencana bangun 2015), The Ayoma Apartment – Serpong (rencana bangun 2015), Payon Amartha – Semarang (rencana bangun 2015), Dharmahusada – Surabaya (rencana bangun 2016), Apartemen Pavilion Permata 1 & 2 – Surabaya, Bukit Permata Puri 1 – Semarang, Apartemen Permata Puri Cibubur – Depok (rencana bangun 2017), Apartemen Permata Puri Laguna – Depok (rencana bangun 2019), Kaza City – Surabaya (rencana bangun 2015), Commercial area I Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2015), Commercial area II Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2017) dan Mall Grand Sungkono Lagoon – Surabaya.

Pada tanggal 08 Mei 2015, PPRO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PPRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.912.346.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp185,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Mei 2015.


http://economy.okezone.com/read/2015/06/16/470/1166164/pp-properti-catatkan-kenaikan-marketing-sales-304

saham. bursajkse

Selasa, 19 Mei 2015

IPO / Initial Public Offering: PT PP Properti Tbk ( PPRO.JK ) - Melantai di Bursa Pada Hari Ini - Selasa, 19 Mei 2015 !


Penawaran Umum Perdana (IPO / Initial Public Offering) Saham PT PP Properti Tbk / PPRO dilakukan oleh PT Bahana Securities, PT CIMB Securities Indonesia, PT CLSA Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun Jadwal Penawaran Umum Perdana Saham sebagai berikut:

Kegiatan
Tanggal
Tanggal Efektif
08 Mei 2015
Masa Penawaran
11 – 13 Mei 2015
Tanggal Penjatahan
15 Mei 2015
Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik
18 Mei 2015
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan
18 Mei 2015
Tanggal Pencatatan Saham pada BEI
19 Mei 2015

Jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum ini adalah sebanyak 4.912.346.000 lembar saham dengan Nilai Nominal Rp100,- dan Harga Penawaran Rp185,- per saham.

PP Properti didirikan pada tanggal 17 Desember 2013Kantor pusat PT PP Properti berlokasi di Plaza PP – Wisma Subiyanto, Lantai 2 Jl. Letjend TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta 13760.

Kegiatan utama PP Properti adalah bergerak dalam jasa, pembangunan, dan perdagangan. Saat ini kegiataan PP Properti adalah melakukan pengembangan properti seperti apartemen, hotel, perkantoran, mall, pusat perdagangan dan perumahan yang dijual dan disewakan.

Untuk diketahui, sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PP Properti dimiliki oleh PP (Persero) Tbk (PTPP) sebesar 99,90% dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (YKKPP) sebesar 0,10%.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan, antara lain:

  1. Sekitar 75% untuk berbagai rencana investasi yang mendukung rencana ekspansi PP Properti yang terdiri dari sebagai berikut:
    • Sekitar 27% untuk investasi properti berupa mall atas lahan yang telah dimiliki oleh PP Properti berlokasi di Surabaya dan Bekasi, dan akuisisi mall yang telah beroperasi dan berlokasi di Kalimantan;
    • Sekitar 23% untuk membeli beberapa bidang tanah di sekitar Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali;
    • Sekitar 21% untuk melakukan akuisisi hotel yang telah beroperasi di Kalimantan, dan juga untuk membangun hotel di atas tanah yang telah dimiliki oleh PP Properti di Sumatera, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Jawa; dan
    • Sekitar 4% untuk melakukan pengembangan kegiatan usaha melalui Entitas Anak dan/atau Entitas Asosiasi dan/atau penyertaan modal.
  2. Sekitar 15% untuk modal kerja Perseroan dalam proses pengembangan berbagai proyek Perseroan yang sedang berjalan, yaitu untuk proyek Grand Kamala Lagoon (Bekasi), Grand Sungkono Lagoon (Surabaya), Pavilion Permata 2 (Surabaya), Kawasan Dharma Husada (Surabaya), The Ayoma (Serpong), Gunung Putri Square (Bogor) dan Payon Amartha (Semarang), dan
  3. Sekitar 10% untuk pelunasan sebagian pinjaman kepada PP (Persero) Tbk (PTPP) atas hutang yang digunakan untuk modal kerja dan pembangunan Park Hotel Jakarta dan Park Hotel Bandung.
















Catatan:

PP Properti Tbk (PPRO) didirikan tanggal 12 Desember 2013. Kantor Pusat PPRO beralamat di Plaza PP – Wisma Subiyanto, Lantai 2, Jl. Letjend TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta 13760, Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham PP Properti Tbk adalah Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) (induk usaha) (64,96%) ( PTPP).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PPRO adalah bergerak dalam jasa, pembangunan, dan perdagangan. Kegiataan utama PP Properti adalah melakukan pengembangan properti seperti apartemen, hotel, perkantoran, mall, pusat perdagangan dan perumahan untuk dijual dan disewakan.

Proyek-proyek PP Properti Tbk, meliputi: apartemen Grand Sungkono Langoon – Surabaya, apartemen Grand Kamala Lagoon – Bekasi, Gunung Putri Square – Bogor (Rusunami 1 & 2 rencana bangun 2015), The Ayoma Apartment – Serpong (rencana bangun 2015), Payon Amartha – Semarang (rencana bangun 2015), Dharmahusada – Surabaya (rencana bangun 2016), Apartemen Pavilion Permata 1 & 2 – Surabaya, Bukit Permata Puri 1 – Semarang, Apartemen Permata Puri Cibubur – Depok (rencana bangun 2017), Apartemen Permata Puri Laguna – Depok (rencana bangun 2019), Kaza City – Surabaya (rencana bangun 2015), Commercial area I Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2015), Commercial area II Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2017) dan Mall Grand Sungkono Lagoon – Surabaya.

Pada tanggal 08 Mei 2015, PPRO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PPRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.912.346.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp185,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Mei 2015.




saham. bursajkse

Mengenai IPO - PT PP Properti Tbk ( PPRO.JK ) Pada Perdaganan Saham Hari Ini.

Image result for PT PP Properti Tbk

PT PP Properti Tbk mengklaim penawaran umum saham perdana perseroan, telah kelebihan permintaan sebanyak 18 kali atas penawaran saham perdananya.

Direktur Utama PPRO, Galih Prahananto di Jakarta, Selasa (19/5) mengatakan adanya kelebihan permintaan ini merupakan salah satu bentuk kepercayaan investor institusi domestik dan internasional maupun ritel terhadap kondisi perseroan.

"Ini juga keyakinan investor atas potensi pertumbuhan kami dimasa mendatang," katanya.

Ditambahkan, pencatatan saham ini merupakan bukti komitmen perseroan kepada pemegang kepentingan dan rekanan usaha.

Dalam aksi korporasi ini menetapkan harga IPO di posisi Rp185 per saham.

Perseroan menawarkan sebanyaknya 4.912.346.000 saham atau setara 34,98% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dana hasil IPO setelah dikurangi seluruh biaya emisi, sekitar 75% akan digunakan untuk berbagai rencana investasi yang mendukung rencana ekspansi.

Adapun sebesar 15% digunakan untuk modal kerja dalam proses pengembangan berbagai proyek yang sedang berjalan seperti proyek Grand Kamala Lagoon (Bekasi), Grand Sungkono (Surabaya) dan lainnya.

"Sisanya 10% digunakan untuk pelunasan sebagian pinjaman," terangnya.

Dalam pelaksanaan IPO ini perseroan menunjuk PT Bahana Securities, PT‎ CIMB Securities Indonesia, PT CLSA Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.


PPRO, menargetkan pra penjualan tahun ini, sebesar Rp. 2,5 triliun.


Emiten Properti PT PP Properti Tbk (PPRO) yang baru melantai di bursa menargetkan perolehan pra-penjualan atau marketing sales properti pada 2015 dapat mencapai angka Rp2,5 triliun. Penjualan ini didapatkan, dari kawasan industri dan penjualan apartemen.

PPRO sejauh ini telah memperoleh marketing sales sebesar Rp600 miliar pada kuartal I. Menurutnya, meski banyak pemberitaan yang menyatakan bisnis properti tengah melesu, namun dia optimis bila sektor properti akan membaik pada semester II.

Perseroan telah memiliki jangkauan (range) produk yang lebar yang diperuntukkan bagi kalangan menengah atas di Surabaya, maupun hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Bogor.

Perseroan telah memiliki proyek hunian di Gunung Putri Square di kawasan industri selatan Cikeas kita punya produk yang diluncurkan pada saat pembukaan harga Rp156 juta. Dari satu tower 886 unit, sudah terjual hampir 800 unit.


PP Properti Tbk, siap membangun 2 hotel di Sumatra dan NTB tahun ini.


PT PP Properti Tbk (PPRO) akan mendirikan dua hotel baru di Sumatra dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2015 untuk dijadikan tujuan baru pengembangan bisnis hotelnya. Dengan demikian pada tahun 2016 perseroan akan memiliki dan mengelola 4 hotel yang tersebar di wilayah Bandung, Jakarta, Sumatra dan NTB. Hal ini sebagai salah satu strategi perusahaan untuk meningkatkan porsi pendapatan berulang. Perseroan akan mengucurkan dana investasi sekitar Rp130 miliar untuk setiap unit hotel.

Kebutuhan lahan untuk pembangunan hotel sekitar 6.000 – 7.000 meter persegi setiap hotel. Perseroan menargetkan kelas pekerja dan wisatawan yang berkunjung di wilayah tersebut sebagai target pasarnya. Perseroan juga tengah mengkaji untuk mengakuisisi pusat perbelanjaan (mal) dan hotel di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur. Perseroan tengah dalam proses pembangunan Mal di proyek Grand Kemala Lagoon, Bekasi, Jawa Barat.

PP Properti mencatatkan saham perdananya di BEI pada hari ini dengan kode saham PPRO. Perseroan mencatatkan total 14.04 miliar lembar saham, sementara sebanyak 4.91 miliar saham diantaranya dilepas ke publik dengan harga perdana sebesar Rp185/saham.















Catatan:

PP Properti Tbk (PPRO) didirikan tanggal 12 Desember 2013. Kantor Pusat PPRO beralamat di Plaza PP – Wisma Subiyanto, Lantai 2, Jl. Letjend TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta 13760, Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham PP Properti Tbk adalah Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) (induk usaha) (64,96%) ( PTPP).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PPRO adalah bergerak dalam jasa, pembangunan, dan perdagangan. Kegiataan utama PP Properti adalah melakukan pengembangan properti seperti apartemen, hotel, perkantoran, mall, pusat perdagangan dan perumahan untuk dijual dan disewakan.

Proyek-proyek PP Properti Tbk, meliputi: apartemen Grand Sungkono Langoon – Surabaya, apartemen Grand Kamala Lagoon – Bekasi, Gunung Putri Square – Bogor (Rusunami 1 & 2 rencana bangun 2015), The Ayoma Apartment – Serpong (rencana bangun 2015), Payon Amartha – Semarang (rencana bangun 2015), Dharmahusada – Surabaya (rencana bangun 2016), Apartemen Pavilion Permata 1 & 2 – Surabaya, Bukit Permata Puri 1 – Semarang, Apartemen Permata Puri Cibubur – Depok (rencana bangun 2017), Apartemen Permata Puri Laguna – Depok (rencana bangun 2019), Kaza City – Surabaya (rencana bangun 2015), Commercial area I Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2015), Commercial area II Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2017) dan Mall Grand Sungkono Lagoon – Surabaya.

Pada tanggal 08 Mei 2015, PPRO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PPRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.912.346.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp185,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Mei 2015.




saham. bursajkse

Kamis, 11 Juni 2015

PT PP Properti Tbk ( PPRO.JK ) - Lanjutkan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Yang Positif



PT PP Properti Tbk (PPRO) masih akan melanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan yang tinggi ke depannya. Pada kuartal I-2015, laba bersih anak usaha PT PP Tbk (PTPP) itu melonjak hingga 23 kali lipat menjadi Rp 80,32 miliar.


Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, prospek PP Properti positif, karena perseroan fokus pada hunian terutama apartemen. "Prospeknya masih oke, terlebih didukung oleh kebutuhan hunian yang terus meningkat," kata dia di Jakarta, Senin (8/6).


William menegaskan, kinerja PP Properti juga didukung oleh PP selaku induk usaha. PP banyak menggarap proyek konstruksi dan infrastruktur milik pemerintah dan swasta. "Jadi, anak usaha bisa digandeng, jika ada proyek konstruksi dan properti," jelas dia.



Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto dalam keterangan resmi, mengungkapkan, lonjakan laba bersih pada kuartal I-2015 seiring pertumbuhan pendapatan perseroan. Hingga akhir Maret, pendapatan usaha PP Properti tumbuh 12 kali lipat menjadi Rp 387,89 miliar. Kontribusi pendapatan terbesar bersumber dari segmen penjualan properti, yang menyumbang 96% atau sebesar Rp 373,12 miliar dari total pendapatan usaha. Sedangkan segmen pendapatan berulang (recurring income) berkontribusi 4% atau sebesar Rp 14,77 miliar.


Pertumbuhan pendapatan kuartal I-2015 lebih tinggi ketimbang beban pokok penjualan PP Properti yang tercatat sebesar Rp 270,18 miliar. Hal itu mendorong pertumbuhan laba kotor hingga 13 kali lipat menjadi Rp 117,7 miliar dibandingkan pencapaian kuartal I-2014 sebesar Rp 8,71 miliar. Setelah dikurangi beban usaha sebesar Rp 9,2 miliar, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 108,5 miliar atau tumbuh 23 kali lipat year on year.


"Pertumbuhan dan pencapaian kinerja sepanjang kuartal I-2015 berada pada jalurnya. Kami telah mengamankan 25% dari target pendapatan 2015 sebesar Rp 1,64 triliun. Pertumbuhan kinerja hingga akhir 2015 akan ditopang oleh penjualan unit-unit properti unggulan kami yang tersebar di Jakarta, Bogor, Semarang, Surabaya, dan Pekanbaru," tutur Indaryanto.





PP Properti (PPRO) Prediksi Kapitalisasi Pasar Capai Rp4,5 Triliun

PT PP Properti Tbk., anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., memperkirakan dapat membukukan kapitalisasi pasar Rp3,09 triliun-Rp4,5 triliun pada akhir tahun ini.

Berdasarkan dokumen milik manajemen Pembangunan Perumahan, perkiraan kapitalisasi itu dengan perkiraan nilai saham Rp220 sampai Rp320 per lembar.

Dana yang diperoleh dari penawaran saham perdana itu bakal digunakan untuk investasi dengan porsi 75%, sisanya modal kerja 15% dan pengembalian utang kepada induk perusahaan sebesar 10%.

Pada tahun ini, setelah IPO, perusahaan memperkirakan bakal mengantongi ekuitas sebesar Rp3,02 triliun atau meningkat lebih dari 100% dibandingkan dengan Rp1,03 triliun pada tahun lalu.

Emiten baru ini juga memperkirakan dapat membukukan peningkatan untung lebih dari 100% pada tahun ini. PP Properti menargetkan dapat mengantongi kontrak Rp2,47 triliun atau meningkat 87% dibandingkan dengan Rp1,32 triliun pada 2014.

Dari pemasaran tersebut, perseroan memperkirakan dapat mengantongi pendapatan Rp1,66 triliun atau meningkat 200% dibandingkan dengan Rp555 miliar. Dari pendapatan itu, perusahaan memprediksi perolehan laba bersih Rp325 miliar atau meningkat 206% dibandingkan dengan Rp106 miliar.

Peningkatan laba bersih itu juga diperkirakan akan diikuti oleh peningkatan dividen. Mengacu kepada perhitungan pembagian dividen 30% dari laba bersih maka pada PP Properti memperkirakan dapat membagi dividen Rp97,5 miliar.

Pada tahun depan, dividen itu diperkirakan dapat mencapai Rp121,8 miliar kemudian Rp157,8 miliar pada 2017 di mana perusahaan menargetkan dapat membukukan laba bersih Rp406 miliar (2016) dan Rp526 miliar

























Catatan:

PP Properti Tbk (PPRO) didirikan tanggal 12 Desember 2013. Kantor Pusat PPRO beralamat di Plaza PP – Wisma Subiyanto, Lantai 2, Jl. Letjend TB Simatupang No. 57 Pasar Rebo, Jakarta 13760, Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham PP Properti Tbk adalah Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) (induk usaha) (64,96%) ( PTPP).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PPRO adalah bergerak dalam jasa, pembangunan, dan perdagangan. Kegiataan utama PP Properti adalah melakukan pengembangan properti seperti apartemen, hotel, perkantoran, mall, pusat perdagangan dan perumahan untuk dijual dan disewakan.

Proyek-proyek PP Properti Tbk, meliputi: apartemen Grand Sungkono Langoon – Surabaya, apartemen Grand Kamala Lagoon – Bekasi, Gunung Putri Square – Bogor (Rusunami 1 & 2 rencana bangun 2015), The Ayoma Apartment – Serpong (rencana bangun 2015), Payon Amartha – Semarang (rencana bangun 2015), Dharmahusada – Surabaya (rencana bangun 2016), Apartemen Pavilion Permata 1 & 2 – Surabaya, Bukit Permata Puri 1 – Semarang, Apartemen Permata Puri Cibubur – Depok (rencana bangun 2017), Apartemen Permata Puri Laguna – Depok (rencana bangun 2019), Kaza City – Surabaya (rencana bangun 2015), Commercial area I Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2015), Commercial area II Grand Kamala Lagoon – Jakarta (rencana bangun 2017) dan Mall Grand Sungkono Lagoon – Surabaya.

Pada tanggal 08 Mei 2015, PPRO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PPRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.912.346.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp185,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Mei 2015.


http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/pp-properti-lanjutkan-tren-positif/118519

saham. bursajkse

Senin, 29 Juni 2015

Peroyeksi Kinerja Emiten Properti Setelah Pemangkasan Kebijakan LTV

Image result for Kebijakan LTV

Pelonggaran aturan uang muka (loan to value/LTV)  kredit pemilikan rumah (KPR) oleh Bank Indonesia dipercaya akan mendorong demand terhadap properti di Indonesia tetapi dampakya terbatas kepada konsumen pemebeli pertama rumah murah hunian (apartemen di bawah 70 m2). Uang muka properti jenis ini turun jadi 10% dari sebelumnya 20%. 

Sedangkan dampak demand terhadap hunian properti menengah atas akan menjadi ciut karena pengembang sudah siap dengan tawaran skema pembayaran lunak uang muka selama 24 -36 kali sejak awal tahun 2014. Hal ini untuk mengatasi aturan uang muka pada aturan sebelumnya. 

Sedangkan demand properti untuk spekulasi investasi diperkirakan tidak ada masalah karena masalah larangan finansial bukan penentu demand bagi beberapa konsumen.ta 

Lebih signifikan adalah pengumuman rencana pemerintah mengizinkan orang asing membeli aset properti di Indonesia, meskipun dibatasi hanya pada properti hunian bertingkat. Percepatan aturan ini akan menolong emiten properti seperti Pakuwon Jati PWON , Lippo Karawaci LPKR , Agung Podomoro APLN  dan Ciputra Property CTRP  mencapai target marketing sales tahun 2015, kecuali ada penundaan penerbitan regulasi tersebut. 

Agen properti menyatakan konsumen potensial menjadi lebih selektif saat membeli properti karena perlambatan pertumbuhan ekonomi serta harga jual yang turun di pasar sekunder. Sebagai contoh, apartemen siap huni Mall of Indonesia yang berlokasi di Kelapa Gading menawarkan harga sangat menarik Rp18,9 juta per m2 vs 31,4 per m2 pada proyek baru yang digarap oleh Agung Sedayu dilokasi berdekatan. 

Hal yang sama pada harga second apartemen Green Pramuka dan apartemen Taman Anggrek dapat dibeli dengan harga diskon Rp15 juta hingga Rp21 juta per m2. Harga ini tergolong di bawah apartemen baru di lokasi berdekatan. "Turunnya harga properti di pasar sekunder sebagai tantangan bagi developert untuk menaikkan harga jual di masa yang akan datang," kata Analis PT Indo Premier Securities, Natalia Sutanto dalam risetnya, Jumat pekan lalu. 

Menurutnya PWON dan ASRI  sekarang sebagai saham-saham top picks karena diyakini 2 emiten ini tampak lebih mendekati target estimasi laba dan marketing sales tahun 2015 dibanding emiten properti lain seperti BSDE  dan Ciputra Development CTRA  meskipun  tanpa dampak positif regulasi baru. 

Kata dia, PWON disukai dengan recurring revenue dari tingkat hunian apartemen disamping penjualan yang berasal dari pengembangan proyek yang sudah siap. Sedangkan ASRI, diperkirakan mampu meraih pertumbuhan laba yang kuat didukung oleh penjualan lahan pada 2014 dan valuasi saham yang atraktif dengan PER 8,9 kali di tahun 2015 atau diskon 71% terhadap RNAV.  




saham . bursajkse

Jumat, 12 Juni 2015

PT Summarecon Agung Tbk ( SMRA.JK ) - Optimistis Dengan Penjualan Marketing Bertumbuh 20%



Emiten properti, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada tahun ini membidik penjualan marketing mencapai Rp5,5 triliun atau meningkat 20% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,6 triliun. 

Direktur Utama SMRA, Adrianto P. Adhi kepada pers di Jakarta mengatakan meski tahun ini penuh tantangan diantaranya perlambatan perekonomian global dan domestik, namun perseroan optimis mempertahankan kinerja dan mencapai target penjualan marketing.

"Penjualan marketing tahun ini akan disumbang dari apartemen Serpong dan milik perseroan di Bekasi," katanya.

Adapun hingga tiga bulan pertama 2015 perseoan telah meraih penjualan marketing mencapai Rp2 triliun. 

"Per Maret 2015, kami sudah mencatatkan penjualan marketing Rp2 triliun, jadi kami optimis ini sebesar Rp 5,5 triliun akan tercapai," paparnya.



























Catatan:

Summarecon Agung Tbk (SMRA) didirikan tanggal 26 November 1975 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Kantor pusat SMRA berkedudukan di Plaza Summarecon, Jl. Perintis Kemerdekaan Kav. No. 42, Jakarta.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Summarecon, antara lain: PT Semarop Agung (pengendali) (25,43%), PT Sinarmegah Jayasentosa (6,60%) dan Mel BK NA S/A Stichting Dep Apg Str Real Est (5,31%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SMRA bergerak dalam bidang pengembangan real estat, penyewaan properti dan pengelolaan fasilitas rekreasi dan restoran. Saat ini Summarecon mengembangkan 3 proyek pembangunan kota terpadu yaitu kawasan Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong dan Summarecon Bekasi.

Summarecon Agung (IDX: SMRA) adalah sebuah perusahaan pengembang yang menjadi pioneer dalam mengembangkan wilayah Kelapa Gading, Jakarta. Summarecon Agung didirkan oleh Soetjipto Nagaria. Perusahaan ini juga mengembangkan sayapnya menjangkau wilayahSerpong, Tangerang dengan proyek Summarecon Serpongnya dan di wilayah Bekasi denganSummarecon Bekasi. Perusahaan ini telah menjadi perusahaan terbuka sejak go public dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada tanggal 1 Maret 1990, SMRA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana SMRA kepada masyarakat sebanyak 6.667.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran Rp6.800 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 07 Mei 1990.

Pada tanggal 7 Juli 2007, SMRA memperoleh Pernyataan Efektif dari BAPEPAM-LK dalam rangka melaksanakan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I / Right Issue I). Rasio PUT I adalah setiap pemegang 6 saham lama berhak atas 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan Harga Pelaksanaan Rp900 per saham, dimana pada setiap 2 Saham baru melekat 1 Waran Seri I. Jumlah Waran Seri I. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp1.100 per saham yang dapat dilakukan selama masa berlaku pelaksanaan yaitu mulai tanggal 26 Desember 2007 sampai dengan 21 Juni 2010.

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 25 April 2008, para pemegang saham menyetujui pembagian saham bonus melalui kapitalisasi tambahan modal disetor sebesar Rp321.789.380.000, dengan ketentuan untuk setiap saham yang ada akan mendapatkan 1 (satu) saham bonus. Sehubungan dengan pembagian saham bonus tersebut, maka harga pelaksanaan Waran Seri I disesuaikan dari Rp1.100 per saham menjadi Rp550 per saham dan jumlah sisa Waran Seri I dari 224.714.603 lembar menjadi 449.429.206 lembar.

Sejarah

Berdiri pada tahun 1961 dan mulai mengembangkan kawasan Kelapa Gading pada Agustus 1962 dengan Taman Rekreasi dan PerumahanKelapa Gading Permai. Perlahan tapi pasti, perkembangan perumahan diikuti oleh area ekonomi. Summarecon Agung juga mendirikan Rukodi sepanjang jalan Bulevar Kelapa Gading. Tahun 1967 mulai menjangkau daerah Gading Serpong.

Pada tahun 1970 Klub Kelapa Gading yang merupakan klub olah raga (sport club) yang terlengkap dan terbesar di Indonesia pada saat itu berdiri. Tahun 1973-1974 membangun kompleks perumahan eksklusif di Bukit Gading Villa. Pada tanggal 7 Mei 1976, PT Summarecon Agung mencatatkan sahamnya di BEJ dan BES.

Sementara itu tahun 1975, mulai membangun Plaza Kelapa Gading yang menjadi cikal bakal Mal Kelapa Gading. Tahun 1977 membangun apartemen pertamanya yaitu Summerville Apartments beserta Plaza Summarecon yang menjadi kantor pusatnya yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur.

Sampai saat ini, pembangunan terus berlanjut, baik itu apartemen, kompleks perumahan, bursa mobil, Mall dan hotel. Saat ini Summarecon Agung telah menghasilkan hampir 20.000 unit rumah, apartemen, pusat perbelanjaan dan berbagai fasilitas lainnya di Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, dan Summarecon Bekasi. Ke depannya, Summarecon Agung juga akan memperluas usahanya ke Bandung dan Bogor.[2]

Proyek

Dengan memiliki tiga lokasi utama yaitu Summarecon Kelapa Gading yang memiliki luas lahan 500 hektare, Summarecon Serpong yang mempunyai luas area sebesar 1500 hektare dan Summarecon Bekasi yang mempunyai luas 240 hektare perusahaan ini memiliki belasan proyek properti.

Summarecon Kelapa Gading

Daftar proyek yang ada di Kelapa Gading adalah:

Perumahan - Landed House

Kelapa Gading Permai
Bukit Gading Villa
Gading Nirwana
Gading Kusuma
Gading Riviera
Gading Park View
Grand Orchard
Royal Gading Mansion
The Kew

Apartemen

Summerville Apartments
Sherwood Residence
Wisma Gading Permai
The Summit

Hotel

Harris Hotel Kelapa Gading

Sentra Kelapa Gading

Mal Kelapa Gading (MKG) tahap 1-5
La Piazza
Gading Food City
Gading Walk
Menara Satu Sentra Kelapa Gading
Pasar Mandiri Kelapa Gading

The Kensington Commercial
Taman Jogging
Graha RB & PPE
Graha Bulevar
Orchard Square
Orchard Square 2
Sports Mall Kelapa Gading
Graha Bulevar Timur
Bursa Mobil

Bursa Mobil tahap 1 - 3
AXC (Car Automobile Exhibition Center Stock)

Pusat Makanan

Gading Food City
La Piazza
Gading Walk

Gading Batavia
Klub Kelapa Gading

Summarecon Serpong

Daerah Summarecon Serpong sekarang sedang berkembang dengan pesat. Berikut daftar proyek yang ada:

Perumahan - Landed House

The Springs: Pelican, Goldfinch, Starling, Scarlet, Canary, Grisea
Scientia Garden: Maxwell, Volta, Faraday, The Aristoteles, Darwin, Dalton, Newton
Pondok Hijau Golf: Amethyst, The Tiara, Ruby, The Crown, Turquoise, Topaz, Aquamarine, Chalcedony, Chryscocolla, Emerald, Garnet, Sapphire
Crystal Residence
Beryl Residence
New Jasmine Residence
Alexandrite Residence
Opal Residence
Fluorite Residence
Emerald Cove

Apartemen

Scientia Residences
Serpong Midtown

Lapangan Golf Gading Raya
Sentra Gading Serpong

Summarecon Mall Serpong (SMS) tahap 1-2
Downtown Walk
Salsa Food City
Pasar Modern Sinpasa

The Springs Boulevard Commercial
Darwin Commercial
Scientia Commercial
Dalton Commercial
Pascal Commercial
Newton Commercial
Graha Boulevard Commercial
New Jasmine Extension Commercial
Golden 8 Extension Commercial
Golden 8 Commercial
Beryl Commercial
New Jasmine Commercial
Alexandrite Commercial
Fluorite Commercial
Bursa Mobil

Bursa Mobil Summarecon
Bursa Mobil Emerald

Dormitory Universitas Multimedia Nusantara
Universitas Multimedia Nusantara
Surya University
Surya Research Education Center
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya
Surya Institute
Scientia Convention Center
Plaza Summarecon Serpong
Scientia Square Park
Summarecon Digital Center
Tunas Bangsa Christian School
Sekolah Terpadu Pahoa
BPK Penabur Summarecon Serpong
BPK Tarakanita Summarecon Serpong
Mitra10 Summarecon Serpong
Pusat Makanan

Downtown Walk
Salsa Food City
Garden Walk & Food Village

Gading Raya Golf and Country Club
RSIA St. Carolus Summarecon Serpong
The Springs Club

Summarecon Bekasi

Daerah Summarecon Bekasi adalah township Summarecon pertama di timur Jakarta. Berikut daftar proyek yang ada:

Perumahan - Landed House

Maple Residence
Palm Residence
Vernonia Residence
Magnolia Residence
Acacia Residence
Lotus Residence
Bluebell Residence

Sentra Summarecon Bekasi

Summarecon Mal Bekasi
Downtown Walk
Bekasi Food City
Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bekasi

Sekolah Islam Al-Azhar Summarecon Bekasi
SMAK/SMPK Penabur Summarecon Bekasi
Harris Hotel Summarecon Bekasi
Rukan SINPASA Commercial
Rukan Emerald Commercial
Rukan Topaz Commercial
Rukan Graha Bulevar
Pusat Makanan

Downtown Walk
Bekasi Food City

Apartemen The Spring Lake





saham . bursajkse

Senin, 29 Juni 2015

Rusun & Apartemen Jadi Tren di Jakarta

Image result for Rusun Dan Apartemen

Minat masyarakat kota-kota besar untuk tinggal di hunian vertikal seperti rumah susun (rusun) dan apartemen disebut semakin meningkat. Hal ini terbukti dari tren pembangunan vertical house yang naik signifikan.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy menyatakan, membangun mindset masyarakat untuk tinggal di rusun khususnya di kota Jakarta cukup sulit pada mulanya. Namun, belakangan ini vertical house jadi tren masyarakat sebagai alternatif hunian.

"Kita memang tidak ada angkanya, tapi makin hari makin tren itu karena jumlah pembangunannya signifikan," kata Eddy saat ditemui di Perumahan Taman Banten Lestari, Sabtu (27/6/2015).

Meski demikian, tren tersebut diakuinya hanya terdapat di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Sebab, kota-kota tersebut selain memiliki jumlah penduduk yang besar, harga tanahnya juga sudah cukup mahal.

"Harga di Jakarta, tanah kan mahal. Pemerintah Provinsi itu bangun rusun salah satunya supaya kebutuhan rumah terpenuhi," jelas dia.

Eddy juga menyatakan, dari 34 Provinsi di Indonesia sekira enam hingga tujuh provinsi sudah menuju pembangunan vertical house.

"Untuk kota padat penduduk yang tanahnya sudah mahal, sudah waktunya dirujuk ke vertikal," tuturnya.