Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri brms.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri brms.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Agustus 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Fokus Pangkas Utang Seiring Dengan Jatuhnya Nilai Saham di Rp. 50

Image result for PT Bumi Resources Tbk

Manajemen PT Bumi Resources Tbk akhirnya angkat bicara terkait jebloknya harga saham perseroan ke level terendah yaitu Rp 50 per saham. Perseroan mengakui adanya permasalahan kinerja karena kondisi ekonomi dan terpuruknya harga batubara, serta menumpuknya utang.

Seperti diketahui, harga saham anak usaha Grup Bakrie tersebut mentok di level Rp 50 per saham sejak Senin (27/9). Bumi menambah daftar harga saham Grup Bakrie yang mentok menjadi enam dari 10 perusahaan grup tersebut yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebelumnya, kelima saham grup Bakrie yang harganya telah mentok di level terendah adalah PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP).

"Kami percaya harga saham ini mencerminkan dampak gabungan dari kondisi sektor ekonomi dan batubara yang melemah. Selain itu juga adanya utang tidak berkelanjutan yang tinggi dalam situasi saat ini," ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Dileep Srivastava kepada CNN Indonesia, Rabu (29/7).

Dileep menyatakan manajemen Bumi telah memanfaatkan pengalaman di masa lalu untuk melakukan diversifikasi portofolio pertambangan dan berinvestasi untuk pertumbuhan di masa depan, termasuk salah satunya dalam proyek pembangkit listrik.

"Sejak 2012 kami tidak mampu memberikan dividen kepada para pemegang saham terutama karena beban bunga pinjaman yang tinggi, pengeluaran tinggi yang telah dilakukan dan adanya penghapusan utang melalui penurunan aset yang tidak bisa dihindari," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini perseroan tidak memiliki perubahan tujuan utama, yakni untuk mengurangi besaran utang antara US$ 2 miliar hingga US$ 3 miliar pada tahun. Hal itu, lanjutnya, untuk memulihkan kesehatan keuangan dan memotong biaya bunga yang sangat signifikan.

"Kami melakukan upaya terbaik untuk mencapai ini. Hal itu juga terkait proses pengadilan yang melibatkan pemegang obligasi kami. Sebenarnya sulit untuk berkomentar tapi mudah-mudahan ketika restrukturisasi ini selesai, maka arah strategis kami akan menjadi jelas kepada para investor kami. Selain itu, jika terdapat kemajuan, dalam hal kondisi sektor batubara terkait permintaan dan harga, maka hal itu bakal memperkuat rencana kami ke depan," kata Dileep.

Secara fundamental operasional, Dileep menyatakan posisi perseroan masih kuat. Ia menyatakan Bumi telah mengurangi biaya tunai produksi, memangkas biaya operasional, menurunkan rasio pengupasan dan melakukan perbaikan sisi logistik di dua tambang batubara utama miliknya.

"Kemampuan pertambangan batubara kami adalah sebesar 100 juta ton, tetapi kami membatasi diri di level yang sama dengan 2014. Hal itu bisa kami tingkatkan ketika harga batubara dan kondisi pasar membaik," ungkapnya.

Konversi Proyek

Selain fokus utama penyelesaian utang dan restrukturisasi, Dileep mengungkapkan perusahaan memiliki berbagai rencana untuk melakukan konversi dan diversifikasi usaha. Melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Bumi ingin mempercepat konversi ke proyek lain seperti zinc dan timah di Dairi, Sumatera. Kemudian, juga tembaga dan emas di Gorontalo, Sulawesi dan emas di Citra Palu, Sulawesi melalui proses kemitraan strategis.

"Melalui anak usaha, PT Pendopo Energi Batubara (PEB), visi strategis kami adalah untuk mendorong dan berpartisipasi dalam proyek-proyek di mulut tambang dengan mencari mitra yang kuat, di mana kami menyediakan batubara secara jangka panjang dengan mereka," jelasnya.

Lebih lanjut, Dileep mengatakan penguatan dasar operasi batubara (logistik, biaya dan volume) ditambah dengan rencana masuk ke proyek pembangkit listrik mulut tambang besar serta mempercepat pendapatan dari proyek-proyek pembangunan logam di BRMS adalah fokus manajemen saat ini dan jangka menengah.

"Hal itu secara paralel dilakukan untuk mengejar restrukturisasi utang guna memulihkan kesehatan keuangan di Bumi," jelasnya.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengatakan kegagalan kebanyakan perusahaan tambang batubara Indonesia adalah karena kurang bijaknya pengelolaan dana ketika harga batubara sedang menguat, seperti pada 2008.

"Salah satunya adalah Bumi, yang punya kebiasaan membeli aset dengan cara berutang. Pada akhirnya hal itu menjadi senjata makan tuan karena sejak awal manajemen kurang bijak," ujar Satrio.

Hal itu lanjutnya, membuat investor menjadi tidak memberi apresiasi kepada saham perusahaan. Padahal Satrio menilai, investor Bumi beberapa kali telah memberikan kesempatan kepada manajemen untuk berbenah diri.

"Salah satunya pada saat Bumi melakukan right issue pada 2014 lalu. Nyatanya tetap saja tidak ada perubahan berarti," kata Satrio.







Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajks

Rabu, 29 Juli 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Susul Emiten Grup Bakrie Yang Lain, Saham BUMI Masuk Harga 50 Perakan

Image result for saham bumi resources

Pernah menjadi jawara pasar modal saat booming komoditas tahun 2008, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Senin (27/7/2015) ini akhirnya masuk kelompok "gocapan" lantaran saham emiten batu bara itu diperdagangkan hanya dengan harga Rp 50 per saham.

Pada perdagangan hari ini, saham BUMI turun sebesar 3,85 persen dari hari sebelumnya, dan diperdagangkan di harga Rp 50 per saham. Dalam sebulan terakhir ini, saham Bumi Resources tak pernah beranjak melampaui Rp 60 per saham. Artinya, harga saham emiten tersebut hanya berkutat di kisaran Rp 50 per saham.

Selain tertekan oleh harga batu bara yang tak juga membaik, Bumi Resources juga terbelit utang yang membuat lemahnya fundamental perusahaan.

Saham Bumi Resources sempat menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia pada 2008. Pada pertengahan tahun itu, harga saham perusahaan batu bara milik Grup Bakrie ini pernah bertengger di kisaran Rp 8.500 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 163,9 triliun. Sementara itu, pada hari ini, kapitalisasi pasar Bumi Resources hanya Rp 1,9 triliun.

Turunnya harga saham Bumi Resources itu sekaligus melengkapi harga saham perusahaan-perusahaan yang masuk Grup Bakrie yang sebagian besar masuk dalam kategori saham "gocapan". Sebelumnya, perusahaan-perusahaan Grup Bakrie yang telah terlebih dulu masuk ke kelompok "gocapan" antara lain PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Bakrie Telecom Tbk, dan Darma Henwa Tbk.








Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

Kamis, 23 Juli 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Saham Tambang Bakrie Nyaris Sentuh Harga Terendah, Masih Bisa Naik Lagi?

Image result for PT Bumi Resources Tbk

Saham tambang Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) nyaris menyentuh harga terendah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham BUMI berada di level Rp 52 per saham.

Apa penyebab saham Grup Bakrie berguguran? Mungkinkah bisa naik lagi?

Analis NH Koorindo Reza Priyambada mengungkapkan, banyak faktor yang mempengaruhi naik-turunnya harga saham. Selain kinerja dan fundamental yang baik, faktor sentimen juga sangat mempengaruhi pergerakan harga saham sebuah perusahaan.

Meskipun secara fundamental perusahaan tambang Grup Bakrie ini masih bagus, namun kinerja dan tata kelola perusahaan masih menyisakan sentimen negatif di mata investor.

"Secara fundamental masih bagus, cadangan batu bara ada, tapi masyarakat menghindari," terang dia kepada detikFinance, Rabu (22/7/2015).

Selain itu, kinerja perusahaan yang sedang turun ditambah lesunya harga komoditas juga menjadi faktor negatif yang tidak bisa dihindari.

"Kinerja cenderung turun, ditambah kondisi pasar kurang bagus. Kinerja nggak kunjung baik sehingga persepsi di masyarakat mereka salah kelola," ucap Reza.

Selain itu, Reza menjelaskan, harga komoditas saat ini tengah melemah. Hal ini membuat investor lebih mencari saham-saham yang memberikan imbal hasil atau return lebih tinggi.

"Orang kan melihat mana yang bisa memberi return bagus, nah salah satunya melihat perputaran likuiditas perusahaan yang baik, potensi saham yang juga masih baik," katanya.

Reza menyebutkan, hingga semester pertama tahun depan, harga komoditas seperti batu bara belum akan membaik sehingga kinerja saham-saham perusahaan tambang juga masih akan tertekan.

"Semester pertama tahun depan belum melihat adanya peningkatan harga komoditas, baik dari sisi demand maupun sentimen yang menggerakkan pasar komoditas," kata dia.







Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

Rabu, 01 Juli 2015

PT Bumi Resources Minerals Tbk ( BRMS.JK ) - Terancam Gagal Membayar Hutang Senilai USD$ 450 Juta

Image result for PT Bumi Resources Minerals Tbk

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tengah bernegosiasi dengan kreditor terkait pembiayaan ulang (refinancing) utang senilai USD450 juta yang jatuh tempo tahun ini. Bila negosiasi gagal, perseroan dapat terancam gagal bayar. BRMS tetap akan mencoba melunasi utang dengan pinjaman baru dan berharap bunga yang diperoleh dapat lebih murah. Perseroan kini juga mengkaji pembayaran utang dengan aset.

Sementara itu, induk usaha BRMS, yaitu PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ), akan segera menyelesaikan restrukturisasi utang senilai USD3,7 miliar. Sesuai rencana, kesepakatan dengan para kreditor diharapkan tercapai pada kuartal II-2015.





Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) didirikan dengan nama PT Panorama Timur Abadi tanggal 06 Agustus 2003. Kegiatan usaha utama PT Panorama Timur Abadi adalah bergerak di bidang perdagangan dan penyedia pelumas bagi industri pertambangan. Kemudian pada pertengahan tahun 2009 PT Panorama Timur Abadi diambil alih oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan namanya diubah menjadi PT Bumi Resources Minerals. Kantor pusat BRMS terletak di Gedung Bakrie Tower lantai 10, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta 12940.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Resources Minerals Tbk (29/05/2015), antara lain: Bumi Resources Tbk (BUMI) (pengendali) (25,52%), PT Prudential Life Assurance – IGCEF IDR (9,91%) dan PT DMS Investama (9,51%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BRMS adalah bergerak dalam bidang eksplorasi dan pengembangan pertambangan atas sumber daya mineral. BRMS saat ini memiliki cadangan-cadangan mineral termasuk tembaga, emas, timah hitam, zinc, bijih besi, phosphate dan berlian yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia dan Afrika Barat. Saat ini (31/03/2015), pendapatan BRMS hanya berasal dari anak usaha (Bumi Resources Japan Company Limited) dari memasarkan batubara dan pendapatan dari entitas asosiasi, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Dimana BRMS secara efektif memiliki 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Pada tanggal 26 Nopember 2010, BRMS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRMS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.300.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp635,- per saham disertai dengan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif sebanyak 2.200.000.000 dengan pelaksanaan sebesar Rp700,- per saham. Setiap pemegang saham Waran berhak membeli satu saham perusahaan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 09 Juni 2011 sampai dengan 07 Desember 2012. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Desember 2010.






saham . bursajkse

Selasa, 30 Juni 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - BEI Memberlakukan SUSPENSI, Merugi Hingga Rp. 5 T dan Kondisi Status Utangnya Default !

Image result for PT Bumi Resources Tbk

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (Selasa, 30 Juni 2015) melakukan suspensi selama sesi pertama perdagangan bursa atas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan akhir 2014.

BUMI akhirnya pagi ini telah selesai menyampaikan laporan keuangan ke otoritas bursa, tetapi suspensi atas saham masih tetap berlaku. Dalam surat yang disampaikan kepada BEI 8 April lalu perihal keterbukaan informasi, manajemen BUMI menyatakan alasan keterlambatan tersebut terjadi karena masih menunggu konfirmasi utang dari beberapa kreditor.

Dalam laporan keuangan 2014, seluruh utang jangka panjang senilai $3,58 miliar milik perusahaan tambang batu bara milik grup Bakrie ini sudah masuk dalam kategori default berdasar ketentuan cross default. Sebab gagal bayar oleh kelompok usaha  atas pembayaran pokok dan bunga.

Akibatnya ada beberapa utang yang jatuh temponya seharusnya masih lebih dari satu tahun berubah menjadi utang berjangka waktu kurang dari satu tahun. Akibatnya working capital BUMI per akhir 2014 negatif $4,45 miliar atau sekitar negatif Rp60 triliun (asumsi nilai tukar Rp13.500/$).

Artinya secara arus kas, BUMI tidak sanggup membayar utang-utangnya dengan aset lancar yang dimiliki saat ini. Per akhir 2014 juga BUMI kembali melaporkan kerugian $387,9 juta atau sekitar Rp5,23 triliun (asumsi nilai tukar Rp13.500/$).

Sebelum disuspensi, harga saham BUMI berada pada posisi Rp60 per saham per 29 Juni 2015, level terendah sepanjang 2015.

Selain BUMI, BEI juga mensuspensi saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk ( BORN.JK ), PT Benakat Integra Tbk ( BIPI.JK ) dan PT Permata Prima Sakti Tbk ( TKGA.JK ) akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan 2014.

Atas alasan yang sama BEI juga melakukan perpanjangan suspensi saham PT Berau Coal Energy Tbk ( BRAU.JK ) dan PT Inovisi Infracom Tbk ( INVS.JK ).







Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

PT Bumi Resources Minerals Tbk ( BRMS.JK ) - Sering Merugi, Baktrie Group Menaruh Harapan Besar di Proyek Gorontalo

Image result for PT Bumi Resources Minerals Tbk

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) [95 -4 (-4,0%)] mengaku menaruh harapan besar pada proyek barunya di Gorontalo, Sulawesi Utara. Proyek tersebut dianggap dapat membangkitkan laba perusahaan yang selama ini merugi.

Investor Relations BRMS [95 -4 (-4,0%)] Erwin Hidayat menyatakan, saat ini perseroan sedang melakukan beberapa aktivitas pemboran di Gorontalo. Proyek tersebut diprediksi dapat meningkatkan produksi sumber daya alam dan mineral.

"Diharapkan lagi ada pekerjaan sedang difinalisasikan tembaga dan emas di Gorontalo, kita sedang melakukan aktivitas pemboran tidak besar, estimasi kembali, akan ada peningkatan sumber daya alam dan mineral, total 292 juta bijih kapasitasnya," ujar Erwin di Epiwalk, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Selama ini, perusahaan tambang milik Bakrie tersebut memang selalu dalam keadaan merugi. Hal ini diakibatkan terhentinya produksi Newmont sejak 2013 karena negosiasi smelter.

Namun, Erwin menyatakan, ada ekspektasi besar dari Newmont pada 2015 untuk meningkatkan produksinya, dikarenakan izin ekspor sudah kembali diberikan.

"Sekarang sudah disetujui dan izin ekspor sudah diberikan ke pemerintah 2014 kuartal IV. Jadi kinerja keuangan BNRS diharapkan membaik," tandas dia.



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=brms.jk&max-results=20&by-date=true





Catatan:


Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) didirikan dengan nama PT Panorama Timur Abadi tanggal 06 Agustus 2003. Kegiatan usaha utama PT Panorama Timur Abadi adalah bergerak di bidang perdagangan dan penyedia pelumas bagi industri pertambangan. Kemudian pada pertengahan tahun 2009 PT Panorama Timur Abadi diambil alih oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan namanya diubah menjadi PT Bumi Resources Minerals. Kantor pusat BRMS terletak di Gedung Bakrie Tower lantai 10, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta 12940.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Resources Minerals Tbk (29/05/2015), antara lain: Bumi Resources Tbk (BUMI) (pengendali) (25,52%), PT Prudential Life Assurance – IGCEF IDR (9,91%) dan PT DMS Investama (9,51%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BRMS adalah bergerak dalam bidang eksplorasi dan pengembangan pertambangan atas sumber daya mineral. BRMS saat ini memiliki cadangan-cadangan mineral termasuk tembaga, emas, timah hitam, zinc, bijih besi, phosphate dan berlian yang tersebar di beberapa lokasi di Indonesia dan Afrika Barat. Saat ini (31/03/2015), pendapatan BRMS hanya berasal dari anak usaha (Bumi Resources Japan Company Limited) dari memasarkan batubara dan pendapatan dari entitas asosiasi, yakni PT Newmont Nusa Tenggara. Dimana BRMS secara efektif memiliki 18% saham PT Newmont Nusa Tenggara.

Pada tanggal 26 Nopember 2010, BRMS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRMS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.300.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp635,- per saham disertai dengan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif sebanyak 2.200.000.000 dengan pelaksanaan sebesar Rp700,- per saham. Setiap pemegang saham Waran berhak membeli satu saham perusahaan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 09 Juni 2011 sampai dengan 07 Desember 2012. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Desember 2010.






saham . bursajkse

Kamis, 11 Juni 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Berapakah Total Liabilitas Bumi Resources ?

Image result for pt bumi resources tbk

Emiten tambang batu bara Group Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. telah mendapatkan perpanjangan utang dari pengadilan Singapura. Berapa sebenarnya total utang BUMI?

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis terakhir pada kuartal III/2014, total liabilitas BUMI  mencapai US$6,91 miliar setara dengan Rp89,83 triliun, turun dari periode akhir 2013 sebesar US$7,3 miliar.

Pinjaman jangka pendek BUMI mencapai USid="mce_marker"33,04 juta dari sebelumnya USid="mce_marker"95,89 juta. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu setahun mencapai US$3,58 miliar, membengkak dari sebelumnya USid="mce_marker",56 miliar.

Obligasi konversi jangka pendek juga meningkat menjadi US$375 juta dari sebelumnya US$371,83 juta. Sehingga, liabilitas jangka pendek BUMI  membengkak menjadi US$6,51 miliar dari sebelumnya US$4,71 miliar.

Sementara itu, total liabilitas jangka panjang perseroan turun tajam menjadi US$404,91 juta dari sebelumnya US$2,58 miliar. Hal itu terjadi karena penurunan liabilitas jangka panjang setelah dikurangi yang jatuh tempo dalam setahun US$330,85 juta dari sebelumnya US$2,03 miliar.

Manajemen BUMI sebelumnya berjanji bakal merestrukturisasi utang senilai US$3,7 miliar setara dengan Rp48,1 triliun pada kuartal II/2015.

Utang yang membelit Bumi Resources a.l. guaranteed senior secured notes yang diterbitkan oleh Bumi Capital Pte. Ltd. senilai US$300 juta, Bumi Investment Pte. Ltd. senilai US$700 juta, danguaranteed convertible bonds oleh Enercoal Resources Pte. Ltd. sebanyak US$375 juta.

Tidak hanya itu, BUMI  juga tercatat berutang kepada Country Forest Limited Facility 2009 senilai USid="mce_marker",03 miliar, Credit Suisse 2010 dan 2014 Facility US$231,8 juta, UBS AG Facility sebanyak US$62,5 juta, Axis Bank Limited Facility 2011 senilai USid="mce_marker"40 juta, Deutsche Bank 2011 Facility senilai US$54 juta, dan China Development Bank Facility US$600 juta.

BUMI juga tercatat memiliki pinjaman fasilitas dari RBI Loan dan Castleford Investment Holdings Ltd. senilai masing-masing US$80,6 juta dan USid="mce_marker"50 juta. Utang-utang tersebut jatuh tempo pada 2014-2017.

Akan tetapi, pada November 2014 silam, pengadilan Singapura telah mengabulkan permohonan moratorium kewajiban pembayaran sebagian utang Bumi Resources. Moratorium itu untuk restrukturisasi utang perseroan senilai total USid="mce_marker",37 miliar.

Bumi Resources tidak diperbolehkan melakukan aksi korporasi selama moratorium berlangsung, yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi pembayaran utang lainnya.

Sejumlah transaksi yang ditunda misalnya, pelunasan kepada China Investment Corporation (CIC) senilai USid="mce_marker",03 miliar, rencana refinancing pinjaman US$275 juta, serta penjualan saham PT Fajar Bumi Sakti senilai USid="mce_marker"30 juta.




























Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.

http://market.bisnis.com/read/20150526/192/437374/grup-bakrie-berapa-total-utang-bumi-resources

saham . bursajkse

Rabu, 27 Mei 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Menerima Perpanjangan Waktu "Moratorium" Selama Lima Bulan



PT Bumi Resources Tbk menyatakan, telah menerima perpanjangan waktu perlindungan utang (moratorium) selama lima bulan dari Pengadilan Tinggi Singapura.


Direktur BUMI Dileep Srivastava menuturkan, moratorium ini dari segala upaya hukum atau upaya paksa yang dapat dilakukan kreditor tersebut sedianya diperoleh perseroan pada 24 November 2014 dan berakhir 24 November 2015.

"Dan, telah diperpanjang hingga 24 Oktober 2015," ujar Dileep melalui keterangan tertulis kepada BEI, Selasa (26/5).

Perpanjangan waktu moratorium tersebut diharapkan mampu memfasilitasi upaya yang tengah berjalan dalam rangka merestrukturisasi kewajiban utang Bumi dan beberapa anak perusahaan.

Adapun tiga anak usaha Bumi yang menerima perpanjangan waktu moratorium adalah:
1. Bumi Capital Pte. Ltd senilai US$300 juta berkupon 12%
2. Bumi Investment Pte. Ltd senilai US$700 juta berkupon 10,75%
4. Enercoal Resources Pte Ltd senilai US$375 juta berkupon 9,25%.
















Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

Sabtu, 02 Mei 2015

PT Bumi Resources Minerals Tbk. ( BRMS.JK ) - GROUP BAKRIE: Rugi Bersih Kian Bengkak

Image result for PT Bumi Resources Minerals Tbk
Emiten Group Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) [153 2 (+1,3%)] masih membukukan rugi bersih US$17,8 juta setara dengan Rp231,4 miliar pada kuartal I/2015, membengkak 35% dari rugi periode yang sama tahun sebelumnya US$13,17 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Kamis (30/4/2015), disebutkan pendapatan merosot 35% menjadi US$3,15 juta dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun lalu US$4,89 juta.

Emiten berkode saham BRMS [153 2 (+1,3%)] tersebut berhasil menekan beban usaha menjadi US$1,3 juta dari US$1,99 juta. Namun, laba usaha perseroan merosot menjadi US$1,84 juta dari US$2,9 juta.

Rugi sebelum pajak mengecil menjadi US$27,46 juta dari US$28,91 juta. Rugi neto tercatat melorot menjadi US$19,2 juta dari US$28,18 juta.

Hingga akhir kuartal I/2015, total aset Bumi Resources Minerals mencapai US$1,87 miliar dari akhir tahun lalu US$1,86 miliar. Liabilitas mencapai US$732,89 juta dari US$703,75 juta dan ekuitas US$1,13 miliar daari US$1,15 miliar.

Per 31 Maret 2015, saham Bumi Resources Minerals dikuasai oleh PT Bumi Resources Tbk.(BUMI) [72 4 (+5,9%)] sebesar 87,09%, PT Prudential Life Assurance 8,54%, dan publik 4,37%.

saham . bursajkse