Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri hmsp.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri hmsp.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

PT HM Sampoerna Tbk ( HMSP.JK ) - Segera Lepas 5,68 % Sahamnya ke Publik

Image result for PT HM Sampoerna Tbk

PT HM Sampoerna Tbk akan melepas 5,68 persen saham milik PT Philip Morris Indonesia kepada publik dengan nilai ditaksir US$ 1 miliar. Komitmen tersebut wajib direalisasikan perseroan jika ingin tetap melantai di pasar modal Indonesia.

Rencana aksi korporasi itu mengacu pada Surat Keputusan Direksi PT BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014 yang mewajibkan semua perusahaan publik yang terdaftar untuk melepas minimal 7,5 persen dari total modal disetor ke publik paling lambat 30 Januari 2016.

Saat ini, Sampoerna merupakan anak perusahaan dari Philip Morris International Inc melalui kepemilikan saham Philip Morris Indonesia atas Sampoerna dengan total saham sebesar 98,2 persen. Artinya, saham publik masih berada di bawah angka 7,5 persen.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan sudah bertemu dengan manajemen Sampoerna dan menerima komitmen dari perseroan untuk tetap berada di lantai bursa saham.
"Mereka bilang sudah komitmen. Cuma memang ada waktu dan proses yang harus dilalui. Ada banyak cara yang bisa digunakan. Bisa rights issue, atau yang lainnya," ujarnya di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (7/7).

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, manajemen Sampoerna belum bisa membeberkan skema yang bakal ditempuh perseroan guna memenuhi peraturan bursa tersebut.

Head of Regulatory Affairs, International Trade and Communications Sampoerna Elvira Lianita mengatakan perseroan telah menunjuk bank investasi untuk mengevaluasi berbagai pilihan strategis dalam memenuhi ketentuan tersebut, termasuk hal-hal yang terkait berbagai potensi transaksi pasar modal.

"Ada beberapa pilihan strategis yang sedang kami eksplorasi dan saat ini pilihan-pilihan tersebut sedang dievaluasi oleh para bank investasi yang telah kami tunjuk. Untuk itu, kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut sampai seluruh tahapan-tahapan evaluasi yang diperlukan telah dilakukan, serta setelah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI," jelasnya kepada CNN Indonesia, Selasa (7/7).

Seperti dikutip dari Reuters, Philip Morris diketahui tengah menyeleksi perusahaan manajemen investasi untuk memfasilitasi aksi pelepasan saham tersebut. Perusahaan tersebut antara lain Goldman Sachs, Credit Suisse AG, JPMorgan, Citigroup, dan Mandiri Sekuritas.

Disebutkan, Philip Morris setidaknya akan menjual 5,68 persen saham miliknya sehingga saham Sampoerna yang beredar di pasar publik mencapai 7,5 persen. Saat ini, nilai kapitalisasi Sampoerna di lantai bursa mencapai Rp 312 triliun.

Untuk diketahui, masuknya Philip Morris dalam penguasaan Sampoerna  bermula pada Mei 2005. Philip Morris melalui anak usahanya, Altria Group mencaplok 97,95 persen saham Sampoerna saat itu.

Dari sisi kinerja terkini, sepanjang kuartal I 2015 Sampoerna membukukan penjualan bersih senilai Rp 21,6 triliun atau naik 17,7 persen dari Rp 18,3 triliun pada tiga bulan pertama 2014. Laba bersih Sampoerna juga meningkat dari Rp 2,8 triliun menjadi Rp 2,9 triliun dalam periode tersebut.






Catatan:

PT HM Sampoerna Tbk. / PT Hanjaya Mandala Sampoerna (IDX: HMSP) adalahperusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga Sampoerna, namun sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris International, perusahaan rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun.

Beberapa merek rokok terkenal dari Sampoerna adalah Dji Sam Soe dan A Mild. Dji Sam Soe adalah merek lama yang telah bertahan sejak masa awal perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan ini juga terkenal karena iklannya yang kreatif di media massa.

Pada tahun 2013, PT HM Sampoerna memenangkan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saingkategori CSR.[1][2]

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Paul Norman Janelle, mengumumkan pabrik SKM (Sigaret Kretek Mesin) baru di Karawang yang diresmikan pertengahan tahun 2014 akan difokuskan untuk tujuan ekspor.[3]

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) didirikan tanggal 27 Maret 1905 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga. Kantor pusatHMSP berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya.

Induk usaha Sampoerna adalah PT Philip Morris Indonesia, sedangkan induk usaha utama Sampoerna adalah Philip Morris International, Inc.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan HMSP meliputi manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain.

Saat ini, Sampoerna memiliki 9 pabrik, yakni: dua pabrik Sigaret Kretek Mesin (SKM) di Pasuruan dan Karawang serta tujuh pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan lokasi sebagai berikut: tiga pabrik di Surabaya serta masing-masing satu pabrik di Malang, Probolinggo, Lumajang dan Jember. Sampoerna bermitra dengan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS). HMSP juga memiliki kantor perwakilan korporasi di One Pacific Place, lantai 18, Sudirman Central Business District (SCBD), Jln. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190.

Pada tahun 1990, HMSP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham HMSP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 27.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp12.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Agustus 1990.


Sejarah

Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok memulai kegiatan produksi rokok secara komersial sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan secara resmi dengan nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Perusahaan ini meraih kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe pada tahun 1930-an hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis tersebut. Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja.

PT HM Sampoerna Tbk. resmi didirikan pada tahun 1963.

Generasi berikutnya, Putera Sampoerna adalah generasi yang membawa HM Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarketAlfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan.

Pada tahun 2000, putra Putera, Michael, masuk ke jajaran direksi dan menjabat sebagai CEO.

Pada Mei 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris International.

Sampoerna Retail Community

Sampoerna Retail Community (SRC) adalah sebuah program pembinaan terhadap outlet retail potensial yang terpilih sebagai partner bagi Sampoerna yang digabungkan dalam suatu komunitas yang bertujuan untuk melakukan aktivitas promosi, dan distribusi produk A Mild secara lebih agresif dan eksklusif.

Perusahaan keluarga Sampoerna

Sampoerna

Dji Sam Soe, merek rokok kretek pertama yang disebut "Raja Kretek" sejak 1913.
Sampoerna Kretek, merek rokok kretek yang pertama kali diluncurkan di Bali tahun 1968.
A Mild, merek rokok low tar and nicotine (LTLN) yang tertinggi penjualannya yang pertama kali diluncurkan tahun 1988.
U Mild, merek rokok LTLN yang ditujukan sebagai fighting brand bagi A Mild
Marlboro, merek rokok putih nomor satu di Dunia

Sampoerna Strategic Group

Bank Sahabat Sampoerna
Sampoerna Telecom

SAR Sampoerna Rescue
Putera Sampoerna Foundation

Sampoerna School of Education
Sampoerna School of Business
Sampoerna School System
Sampoerna University
Sampoerna Professional Development Center
Sampoerna Academy

Produk

Sigaret Kretek Tangan

Dji Sam Soe (diluncurkan 1913)

Dji Sam Soe Super Premium (diluncurkan 2005)

Sampoerna Kretek (diluncurkan 1968)
Sampoerna Pas (diluncurkan 2009,warna coklat)
Panamas 1 (diluncurkan 1971)

Sigaret Kretek Mesin Reguler

Dji Sam Soe Magnum Filter (diluncurkan 2005)

Sampoerna U Bold (diluncurkan Maret 2015)

Sigaret Kretek Mesin Mild

A Mild (diluncurkan 1989)

A Mild Menthol (diluncurkan 1998)
A Gold TRI-ZONE Filter (diluncurkan Oktober 2013)
A Mild Blue (diluncurkan April 2015)

U Mild (diluncurkan 2005)

U Mild Cool (diluncurkan 2011)

Vegas Mild (diluncurkan 2012)
Trend Mild (diluncurkan 2010)
Dji Sam Soe Magnum Blue (diluncurkan 2014)

Sigaret Kretek Mesin Slim

A Volution (diluncurkan 2007)

A Volution Menthol (diluncurkan 2007)

Sigaret Putih Mesin

Marlboro

Marlboro Lights
Marlboro Menthol
Marlboro Menthol Lights
Marlboro Black Menthol
Marlboro Ice Blast





saham . bursajkse

Selasa, 30 Juni 2015

PT HM Sampoerna Tbk ( HMSP.JK ) - Siap Memenuhi Ketentuan BEI: Tentang Minimal 7,5 % Kepemilikan di Saham Publik



Pemegang saham utama PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Philip Morris Indonesia mendukung usaha perseroan untuk memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengisyaratkan kepemilikan saham publik sekurang-kurangnya 7,5 persen.

Mengutip laporannya di keterbukaan informasi BEI, Senin (29/6/2015), Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Norman Janelle menjelaskan saat ini PMI memiliki kepentingan sebesar 98,18 persen atas saham HM Sampoerna.

"Perseroan akan menjajaki opsi dalam rangka memenuhi ketentuan BEI mengenai kewajiban memenuhi persyaratan minimum kepemilikan saham oleh publik," tutur Paul.

Pada 30 Januari 2014, BEI mengeluarkan peraturan yang mewajibkan seluruh perusahaan tercatat agar sedikitnya 7,5 persen dari jumlah saham dalam modal disetornya yang dimiliki oleh publik sejak 30 Januari 2016.

Dalam merealisasikan langkah itu, sambung dia, Sampoerna telah menugaskaninvestment banks untuk membantu mengevaluasi opsi-opsi yang strategis untuk memenuhi persyaratan ini, termasuk transaksi-transaksi pasar modal yang memungkinkan.

HM Sampoerna didirikan pada 1913 dan saat ini merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar pada 2014 sebesar 34,9 persen. Dengan ukuran industri sebesar 314 miliar batang di 2014, Indonesia merupakan pangsa pasar rokok terbesar di luar Republik Rakyat Tiongkok.

Pada penutupan pasar 26 Juni 2015, HM Sampoerna tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp313,7 triliun, atau setara USD23,6 miliar. 





Catatan:

PT HM Sampoerna Tbk. / PT Hanjaya Mandala Sampoerna (IDX: HMSP) adalahperusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kantor pusatnya berada di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini sebelumnya merupakan perusahaan yang dimiliki keluarga Sampoerna, namun sejak Mei 2005 kepemilikan mayoritasnya berpindah tangan ke Philip Morris International, perusahaan rokok terbesar di dunia dari Amerika Serikat, mengakhiri tradisi keluarga yang melebihi 90 tahun.

Beberapa merek rokok terkenal dari Sampoerna adalah Dji Sam Soe dan A Mild. Dji Sam Soe adalah merek lama yang telah bertahan sejak masa awal perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan ini juga terkenal karena iklannya yang kreatif di media massa.

Pada tahun 2013, PT HM Sampoerna memenangkan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saingkategori CSR.[1][2]

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Paul Norman Janelle, mengumumkan pabrik SKM (Sigaret Kretek Mesin) baru di Karawang yang diresmikan pertengahan tahun 2014 akan difokuskan untuk tujuan ekspor.[3]

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) didirikan tanggal 27 Maret 1905 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1913 di Surabaya sebagai industri rumah tangga. Kantor pusat HMSP berlokasi di Jl. Rungkut Industri Raya No. 18, Surabaya.

Induk usaha Sampoerna adalah PT Philip Morris Indonesia, sedangkan induk usaha utama Sampoerna adalah Philip Morris International, Inc.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan HMSP meliputi manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain.

Saat ini, Sampoerna memiliki 9 pabrik, yakni: dua pabrik Sigaret Kretek Mesin (SKM) di Pasuruan dan Karawang serta tujuh pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan lokasi sebagai berikut: tiga pabrik di Surabaya serta masing-masing satu pabrik di Malang, Probolinggo, Lumajang dan Jember. Sampoerna bermitra dengan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS). HMSP juga memiliki kantor perwakilan korporasi di One Pacific Place, lantai 18, Sudirman Central Business District (SCBD), Jln. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190.

Pada tahun 1990, HMSP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham HMSP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 27.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp12.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Agustus 1990.


Sejarah

Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio, imigran Tionghoa dari Fujian, Tiongkok memulai kegiatan produksi rokok secara komersial sebagai industri rumah tangga. Pada tahun 1930, industri rumah tangga ini diresmikan secara resmi dengan nama NVBM Handel Maatschapij Sampoerna.

Perusahaan ini meraih kesuksessan dengan merek Dji Sam Soe pada tahun 1930-an hingga kedatangan Jepang pada tahun 1942 yang memporak-porandakan bisnis tersebut. Setelah masa tersebut, putra Liem, Aga Sampoerna mengambil alih kepemimpinan dan membangkitkan kembali perusahaan tersebut dengan manajemen yang lebih modern. Nama perusahaan juga berubah seperti namanya yang sekarang ini. Selain itu, melihat kepopuleran rokok cengkeh di Indonesia, dia memutuskan untuk hanya memproduksi rokok kretek saja.

PT HM Sampoerna Tbk. resmi didirikan pada tahun 1963.

Generasi berikutnya, Putera Sampoerna adalah generasi yang membawa HM Sampoerna melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya, seperti perkenalan rokok bernikotin rendah, A Mild dan perluasan bisnis melalui kepemilikan di perusahaan supermarketAlfa, dan untuk suatu saat, dalam bidang perbankan.

Pada tahun 2000, putra Putera, Michael, masuk ke jajaran direksi dan menjabat sebagai CEO.

Pada Mei 2005, perusahaan ini kemudian diakuisisi oleh Philip Morris International.

Sampoerna Retail Community

Sampoerna Retail Community (SRC) adalah sebuah program pembinaan terhadap outlet retail potensial yang terpilih sebagai partner bagi Sampoerna yang digabungkan dalam suatu komunitas yang bertujuan untuk melakukan aktivitas promosi, dan distribusi produk A Mild secara lebih agresif dan eksklusif.

Perusahaan keluarga Sampoerna

Sampoerna

Dji Sam Soe, merek rokok kretek pertama yang disebut "Raja Kretek" sejak 1913.
Sampoerna Kretek, merek rokok kretek yang pertama kali diluncurkan di Bali tahun 1968.
A Mild, merek rokok low tar and nicotine (LTLN) yang tertinggi penjualannya yang pertama kali diluncurkan tahun 1988.
U Mild, merek rokok LTLN yang ditujukan sebagai fighting brand bagi A Mild
Marlboro, merek rokok putih nomor satu di Dunia

Sampoerna Strategic Group

Bank Sahabat Sampoerna
Sampoerna Telecom

SAR Sampoerna Rescue
Putera Sampoerna Foundation

Sampoerna School of Education
Sampoerna School of Business
Sampoerna School System
Sampoerna University
Sampoerna Professional Development Center
Sampoerna Academy

Produk

Sigaret Kretek Tangan

Dji Sam Soe (diluncurkan 1913)

Dji Sam Soe Super Premium (diluncurkan 2005)

Sampoerna Kretek (diluncurkan 1968)
Sampoerna Pas (diluncurkan 2009,warna coklat)
Panamas 1 (diluncurkan 1971)

Sigaret Kretek Mesin Reguler

Dji Sam Soe Magnum Filter (diluncurkan 2005)

Sampoerna U Bold (diluncurkan Maret 2015)

Sigaret Kretek Mesin Mild

A Mild (diluncurkan 1989)

A Mild Menthol (diluncurkan 1998)
A Gold TRI-ZONE Filter (diluncurkan Oktober 2013)
A Mild Blue (diluncurkan April 2015)

U Mild (diluncurkan 2005)

U Mild Cool (diluncurkan 2011)

Vegas Mild (diluncurkan 2012)
Trend Mild (diluncurkan 2010)
Dji Sam Soe Magnum Blue (diluncurkan 2014)

Sigaret Kretek Mesin Slim

A Volution (diluncurkan 2007)

A Volution Menthol (diluncurkan 2007)

Sigaret Putih Mesin

Marlboro

Marlboro Lights
Marlboro Menthol
Marlboro Menthol Lights
Marlboro Black Menthol
Marlboro Ice Blast





saham . bursajkse

Jumat, 08 Mei 2015

PT HM Sampoerna Tbk ( HMSP.JK ) dan PT Unilever Indonesia Tbk ( UNVR.JK ) - Kapitalisasi Pasar Saham Ini, Geser 2 Emiten BUMN Besar

Image result for kapitalisasi pasar

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) [72,000 0 (+0,0%)] berhasil lompat ke posisi empat sebagai emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia per kuartal I-2015.

Emiten rokok ini berhasil menggeser PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) [2,830 60 (+2,2%)]yang sebelumnya ada di posisi empat besar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai kapitalisasi pasar HMSP [72,000 0 (+0,0%)] per akhir Maret 2015 mencapai Rp 322,04 triliun.

Nilai pangsa pasar HMSP [72,000 0 (+0,0%)] ini melonjak dari Rp 285,77 triliun per akhir Februari 2015 dan menempati posisi ke lima. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) [43,400 -1775 (-3,9%)] juga berhasil merangsek ke peringkat lima sebagai emiten dengan market cap terbesar.

Pada bulan sebelumnya, emiten konsumer ini ada di posisi tujuh. Berarti, UNVR [43,400 -1775 (-3,9%)] mampu menanjak hingga dua tingkat sekaligus. Total nilai kapitalisasi pasar UNVR [43,400-1775 (-3,9%)] pun meningkat dari 274,68 triliun menjadi Rp 302,52 triliun.

Naiknya HMSP [72,000 0 (+0,0%)] dan UNVR [43,400 -1775 (-3,9%)] membuat TLKM [2,830 60 (+2,2%)]merosot hingga dua tingkat lebih rendah, yakni ke posisi ke enam. Nilai kapitalisasi pasar BUMN halo-halo ini sekitar Rp 291,31 triliun per akhir Maret 2015. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) [11,175-225 (-2,0%)] juga tergelincir ke posisi tujuh setelah sebelumnya ada di peringkat enam.

Nilai kapitalisasi pasar BMRI [11,175 -225 (-2,0%)] per akhir kuartal I-2015 berkisar Rp 288,17 triliun. Angka ini naik tipis dibanding bulan sebelumnya yang sebesar Rp 277,2 triliun. Adapun, di posisi delapan hingga 10 tidak berubah.

Mereka secara berturut-turut adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) [6,700 150 (+2,3%)], PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) [3,980 -20 (-0,5%)], dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) [45,975 -2200 (-4,6%)]. Nilai kapitalisasi masing-masing sebesar Rp 133,38 triliun, Rp 116,35 triliun, dan Rp 98,12 triliun.

Sementara, ada dua emiten baru yang masuk ke dalam daftar 50 besar. Dua emiten itu adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) [590 20 (+3,5%)] yang ada di posisi 45 dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) [5,200 -75 (-1,4%)] di peringkat 49. Nilai kapitalisasi pasar AMRT [590 20 (+3,5%)] sebesar Rp 22,01 triliun. Sedangkan, AKRA [5,200 -75 (-1,4%)] memiliki nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp 20,05 triliun.

http://investasi.kontan.co.id/news/kapitalisasi-hmsp-dan-unvr-geser-dua-emiten-bumn




saham . bursajkse

Kamis, 23 April 2015

Laba PT HM Sampoerna Tbk ( HMSP.JK ) Melesat

Image result for PT HM Sampoerna Tbk


PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) membukukan pertumbuhan laba bersih sekitar 5,2% menjadi Rp2,899 triliun dalam tiga bulan pertama pada tahun ini dari Rp2,755 triliun periode serupa tahun lalu. 

Presiden Direktur HM Sampoerna Paul Janelle menuturkan, capaian ini didukung oleh penjualan bersih yang mencapai Rp11,939 triliun periode Januari-Maret 2015, lebih tinggi 11,6% dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp10,698 triliun. 

Seiring dengan meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan turut lebih tinggi 11,3% menjadi Rp6,47 triliun per Maret 2015 dari Rp5,813 triliun per Maret 2014. 

Berdasarkan publikasi emiten rokok ke BEI hari ini, volume penjualan perseroan per Maret 2015 mencapai 27,7 miliar batang, naik 8,6% dari 25,5 miliar barang periode serupa tahun lalu. 

Penjualannya terdiri dari Sigaret Putih Mesin (SPM) sekitar 4 miliar barang naik 2,5% dari 3,9 miliar batang di kuartal I 2014, Sigaret Kretek Tangan (SKT) sekitar 5,7 miliar batang turun 6,5% dari 6,1 miliar batang di kuartal I 2014 , dan SKM sebanyak 18 miliar batang naik 16,12% dari kuartal I 2014 sekitar 15,5 miliar batang.

"Tantangan perusahaan pada tahun ini akan semakin besar, terutama untuk segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) karena kenaikan pajak cukai dan perubahan ketentuan pembayaran cukai," kata Paul melalui siaran pers, Rabu (22/4).

Adapun pangsa pasarnya HMSP tercatat 35,4% (berdasarkan hasil riset Nielsen Retail). Sedangkan pangsa pasar SKT turun menjadi 20,1%, SKM Low Tar Low Nicotine naik menjadi 40,2%, SKM Full Flavor naik menjadi 33,2%, SPM turun menjadi 6,5%. 

"Preferensi perokok dewasa yang berubah dengan pesat, khususnya dalam segmen SKT, terbukti menjadi rintangan utama yang sangat menantang di tahun 2014 dan tren ini berlanjut hingga kuartal pertama tahun 2015," ungkapnya. 

Kendati volume penjualan SKT menurun, namun segmen SKT berhasil mencatat pertumbuhan laba menjadi Rp2,9 triliun per Maret 2015 dari Rp2,8 triliun per Maret 2014. Hal ini karena total penjualan bersih meningkat 17,7% menjadi Rp21,6 triliun per Maret 2015 dari Rp18,3 triliun per Maret 2014. 

Total aset lancar HMSP periode Januari-Maret 2015 tercatat Rp21,697 triliun, dengan ekuitas Rp16,412 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp1,346 triliun.


saham . bursajske