Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri inkp.jk. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri inkp.jk. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juni 2015

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( INKP.JK ) - Bagi Dividen Sebesar Rp. 25 per Lembar Saham

Image result for PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menyetujui untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar USD10,35 juta atau Rp136,77 miliar. Keputusan tersebut, disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

"Kita bagikan dividen Rp136,77 miliar pada kurs tengah Bank Indonesia pada 31 Mei 2015, dividen yang dibagikan setara dengan Rp25 per saham," tutur Corporate Secretary INKP Agustian Rachmansjah usai RUPST di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Agustian mengatakan, sebesar USD1 juta atau setara Rp13 miliar akan dialokasikan oleh perseroan sebagai dana cadangan. Rencananya akan dipergunakan untuk memenuhi ketentuan kinerja perseroan.

"Perseroan akan membagikan dividen tersebut selambatnya 30 hari semenjak rapat pada hari ini. Sesuai pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No.40 Tahun 2007 yang akan digunakan sesuai dengan pasal 20 Anggaran Dasar Perseroan," imbuhnya.

Sedangkan, perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar USD 126,2 juta atau turun 42,9 persen dari tahun sebelumnya USD221,2 juta.

"Penjualan bersih tahun lalu sebesar USD2,63 miliar, turun dari tahun sebelumnya USD2,65 miliar," tandasnya.







Catatan :


Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) didirikan tanggal 07 Desember 1976 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1978. Kantor pusat INKP terletak di Jalan M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 dan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang, Jawa Barat serta di Perawang, Riau di Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk adalah PT Purinusa Ekapersada (52,72%), didirikan di Indonesia yang merupakan bagian dari kelompok usaha Sinarmas.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INKP adalah di bidang industri, perdagangan, pertambangan dan kehutanan. Saat ini, INKP bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp dan kertas industri.

Pada tahun 1990, INKP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INKP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp10.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 1990.



http://economy.okezone.com/read/2015/06/25/278/1171347/indah-kuat-pulp-paper-sebar-dividen-rp25-saham

saham . bursajkse

Senin, 08 Juni 2015

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( INKP.JK ) - Laba Bersih Meningkat Tajam 173,27% - Q1 2015

Image result for profil PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) membukukan laba bersih pada Q1 2015 sebesar USD61,54 juta atau USD0,01125 per saham. Laba bersih tersebut melonjak 173,27% dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu USD22.52 juta atau USD0,00412 per saham.

Pencapaian kinerja INKP pada Q1 2015 tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan pokok Perseroan yaitu sebesar 10,45% menjadi USD704,14 juta dari Penjualan pokok pada Q1 2014 yaitu USD637,52 juta, dan Keuntungan kurs pada Q1 2015 sebesar USD19,33 juta, sedangkan pada Q1 2014 masih mengalami kerugian kurs sebesar USD11,21 juta. Penjualan terbesar perseroan berada di Pasar ekspor dengan pendapatan Q1 2015 dan Q1 2014 masing-masing sebesar USD361,00 juta dan USD370,12 juta, sedangkan pasar Lokal sebesar USD343,13 juta dan USD267,41 juta. Di bawah ini adalah rincian Penjualan pokok Perseroan pada Q1 2015 dan Q1 2014 yaitu:

  1. Pulp – USD256,73 juta dan USD253,66 juta.
  2. Kertas Budaya – USD228,42 juta dan USD174,52 juta.
  3. Kertas Industri dan lain-lain – USD218,99 juta dan USD209,34 juta.

Beban pokok penjualan Perseroan meningkat sedikit dari USD526,10 juta menjadi USD560,89 juta, dan beban usaha meningkat dari USD58,85 juta menjadi USD69,98 juta, serta beban bunga meningkat dari USD22,06 juta menjadi USD25,06 juta.

Aset INKP pada Q1 2015 mencapai USD6,48 miliar, menurun sedikit dari aset tahun 2014 yaitu USD6,52 miliar. Utang Perseroan menurun dari USD4,11 miliar pada tahun 2014 menjadi USD4,01 miliar pada Q1 2015.


















Catatan :


Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) didirikan tanggal 07 Desember 1976 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1978. Kantor pusat INKP terletak di Jalan M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 dan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang, Jawa Barat serta di Perawang, Riau di Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk adalah PT Purinusa Ekapersada (52,72%), didirikan di Indonesia yang merupakan bagian dari kelompok usaha Sinarmas.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INKP adalah di bidang industri, perdagangan, pertambangan dan kehutanan. Saat ini, INKP bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp dan kertas industri.

Pada tahun 1990, INKP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INKP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp10.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 1990.




saham . bursajkse




Jumat, 26 Juni 2015

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( INKP.JK ) - Menginvestasikan Rp. 1,3 T Untuk Membangun Pabrik Kertas Tisue

Image result for PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) bakal membangun pabrik kertas tisue senilai investasi sebesar USD100 juta atauRp 1,3 triliun (kurs Rp13.000 per USD). Adapun pabrik tersebut ditargetkan akan rampung dua tahun mendatang.

"Perseroan akan membangun pabrik tersebut di Riau. Target produksinya 430 ribu ton. Kita akan bangun delapan line machine kertas tisue. Investasinya USD100 juta sudah semua termasuk pabrik," tutur Direktur INKP Suhendra Wiriadinata usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Suhendra mengatakan, perseroan memprediksi mesin pertama dapat mulai berproduksi pada bulan Juni tahun depan. Kapasitas produksinya mencapai 54 ribu ton.

"Targetnya ekspor sebagian besar, karena kalau konsumsi lokal terpenuhi, cari market dari ekspor, salah satunya ke China. Kita harapkan mesin lainnya menyusul (dalam) jeda dua bulan. "jelasnya.

Perseroan berminat untuk mengembangkan usaha melalui pabrik itu. Lantaran melihat peluang yang didapatkan melalui pasar produksi kertas tisue.

"Karena kita melihat jumlah pemakaian tisue semakin meningkat dalam dua tahun terakhir. Mereknya apa? Ya kita lihat nanti, kan baru mulai pembangunannya," tandasnya.






Catatan :


Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) didirikan tanggal 07 Desember 1976 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1978. Kantor pusat INKP terletak di Jalan M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 dan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang, Jawa Barat serta di Perawang, Riau di Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk adalah PT Purinusa Ekapersada (52,72%), didirikan di Indonesia yang merupakan bagian dari kelompok usaha Sinarmas.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INKP adalah di bidang industri, perdagangan, pertambangan dan kehutanan. Saat ini, INKP bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp dan kertas industri.

Pada tahun 1990, INKP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INKP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp10.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 1990.


http://economy.okezone.com/read/2015/06/25/278/1171482/indah-kiat-pulp-investasi-rp1-3-t-bangun-pabrik-kertas-tisue

saham . bursajkse

Senin, 13 Juli 2015

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( INKP.JK ) - Telah Membentuk Dua Entitas Untuk Sinergi Yang Lebih Baik




PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk telah mendirikan dua anak perusahaan, PT Indah Kiat Global Ventura dan PT Indah Kiat Power.

Direktur INKP Suhendra Wiriadinata melalui publikasi BEI, Jumat (10/7) menuturkan, tujuan pendirian entitas baru didasarkan rencana perseroan untuk mengembangkan bisnis usahanya melalui sinergi antara perseroan dengan anak-anak perusahaannya sehingga dapat mendukung dan meningkatkan kinerja.

Perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas Indak Kiat Global Ventura sekitar 99% (1 saham) dengan nilai nominal seluruhnya Rp1 juta, sedangkan 1% saham dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada. 

Sementara itu, perseroan memiliki 1% (1 saham) di Indah Kiat Power dengan nilai nominal Rp1 juta, sedangkan Indah Kiat Global Ventura menguasai 99%.

Kuartal I 2015, Indah Kiat membukukan laba bersih pada sebesar US$61,54 juta, lebih tinggi 173,27% dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu, yaitu US$22,52 juta.

Pencapaian kinerja ini didukung oleh pertumbuhan penjualan pokok perseroan sekitar 10,45% menjadi US$704,14 juta dari periode serupa tahun lalu, yakni US$637,52 juta dan keuntungan kurs sebesar US$19,33 juta.




Catatan :


Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) didirikan tanggal 07 Desember 1976 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1978. Kantor pusat INKP terletak di Jalan M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 dan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang, Jawa Barat serta di Perawang, Riau di Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk adalah PT Purinusa Ekapersada (52,72%), didirikan di Indonesia yang merupakan bagian dari kelompok usaha Sinarmas.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INKP adalah di bidang industri, perdagangan, pertambangan dan kehutanan. Saat ini, INKP bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp dan kertas industri.

Pada tahun 1990, INKP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INKP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp10.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 1990.



saham . bursajkse



Selasa, 09 Juni 2015

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk ( INKP.JK ) - Akan Dilaporkan ke Mentri LH Atas Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane

Image result for pencemaran sungai cisadane

Dugaan sungai Cisadane tercemar oleh limbah berbahaya dari PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Jalan Serpong, KM 8, Kota Tangsel bakal dilaporkan ke kementrian Lingkungan Hidup (LH).Hal itu ditegaskan Ahmad Lutfi Ketua Forum Tangerang Hijau, kepada Harian Tangerang Raya Media, Kamis (4/6/2015).

Menurut Ahmad Lutfi, pihaknya sudah mempelajari kasus dugaan pembuangan limbah B3 PT Indah Kiat yang diduga membuang limbah ke sungai Cisadane. " Bukti-bukti sudah kita kumpulkan, tinggal komunikasi ke kementrian LH, baru resmi kita laporkan, " tegas Lutfi.

Selain itu juga, kata Lutfi, pihaknya juga akan melaporkan ke kejaksaan atas kasus dugaan pembuangan limbah B3 PT Indah Kiat tersebut.

Hingga saat ini, pihak BLHD Tangsel belum mau komentar atas dugaan pembuangan limbah B3 PT.Indah Kiat.

Berita sebelumnya, desakan LSM di Tangerang yang segera Pemkot Tangerang Selatan memeriksa PT Indah Kiat, atas dugaan pembuangan limbah B3 ke Sungai Cisadane hingga kini belum ditanggapi (bungkam-red) oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel.

Harian Tangerang Raya mencoba konfirmasi ke Kepala BLHD Tangsel, Rahmat Salam, namun yang bersangkutan tidak ada dikantor, melalui telpon selularnya pun tidak dijawab, baik melalui telpon ataupun sms.

Begitu juga dengan Sekban LHD dan Kabid Wasdal juga tidak ada dikantornya, Rabu (3/6/2015).

Diketahui, dugaan sungai Cisadane tercemar oleh limbah berbahaya dari PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Jalan Serpong, KM 8, Kota Tangsel menjadi perhatian beberapa LSM di Tangerang. Kordinator LSM Garuk KKN, Agus Syahrizal mendesak kepada Pemkot Tangerang Selatan untuk periksa PT Indah Kiat.

" Ini informasi yang bagus dari media, seharus Pemkot Tangerang Selatan segera memeriksa PT indah Kiat, jangan persoalan ini dibiarkan saja, " kata Agus kepada Harian Tangerang Raya Media, kemarin (2/6/2015).

Menurut Agus, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tangsel, harus segera datang kelokasi (PT Indah Kiat) dan mengecek kebenaran informasi tersebut.

" Kalau memang terbukti, Kami mendesak pemkot Tangsel untuk segera menutup pabrik tersebut, " tegasnya.

Diketahui sebelumnya, PT Indah Kiat diduga membuang limbah B3 ke Sungai Cisadane. Padahal, sungai Cisadane tersebut menjadi bahan baku PDAM TB Kota Tangerang dan PDAM TKR Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi membuang limbah sembarangan yang diduga dilakukan PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tbk ini diduga terjadi pada 2013 lalu.

Dalam video yang sudah tersebar dimedia online, terlihat limbah yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) langsung dibuang dari penampungan limbah menuju sungai cisadane melalui saluran air kecil yang berada di sekitar penampungan limbah tersebut, dengan menggunakan beberapa selang besar.

Limbah yang langsung mengalir ke Sungai Cisadane itu berwarna kuning pekat, merah pekat dan putih. Selain itu, tampak juga sisa-sisa limbah yang telah menjadi kerak masih menempel di saluran air menuju sungai terbesar di Tangerang itu. Hal itu juga terlihat jelas dalam sejumlah foto yang sudah dilansir media-media di Tangerang.

Aksi membuang limbah yang diduga mengandung B3 yang dilakukan PT IKPP sepertinya sudah berlangsung selama beberapa tahun. Hal itu terlihat dari sebuah email yang dikirimkan Sugianto WWT kepada salah seorang karyawan perusahaan Sinas Mas Grup tersebut. Surat tertanggal 07 September 2011 pukul 03.39 sore itu menggunakan kop PT IKPP.

Dalam surat elektronik itu tertulis "air sedang surut jangan buang limbah V5 siang hari. Karena saya lihat air V5 warnanya kuning sekali makanya saya minta Ari turun lihat ke sungai. Hal ini harus diperhatikan jangan sampai ada protes, kalau air surut, v5 warna tua jangan buang di siang hari tks".

Sementara itu menurut Bagian Umum PT IKPP Suhartono ketika dikonfirmasikan hariantangerang.com melalui sambungan telepon membantah pihaknya telah membuang limbah B3 ke Sungai Cisadane. "Masalah ini juga sudah ditangani kepolisian dan sudah selesai," katanya yang dilansir media online hariantangerang.com.

Untuk diketahui, air Sungai Cisadane merupakan bahan baku air minum PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang yang melayani masyarakat Kota Tangerang dan PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) yang melayani kebutuhan air minum warga Kabupaten Tangerang.



























Catatan :


Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) didirikan tanggal 07 Desember 1976 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1978. Kantor pusat INKP terletak di Jalan M.H. Thamrin No. 51, Jakarta 10350 dan pabrik berlokasi di Tangerang dan Serang, Jawa Barat serta di Perawang, Riau di Indonesia.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk adalah PT Purinusa Ekapersada (52,72%), didirikan di Indonesia yang merupakan bagian dari kelompok usaha Sinarmas.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan INKP adalah di bidang industri, perdagangan, pertambangan dan kehutanan. Saat ini, INKP bergerak dibidang industri kertas budaya, pulp dan kertas industri.

Pada tahun 1990, INKP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham INKP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp10.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 1990.




saham . bursajkse