Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri yunani. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri yunani. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Ulasan Mengenai Krisis Yunani

Image result for greece another loan to pay the loan

Harapan pimpinan zona Eropa atas Yunani


Para pimpinan di zona euro menyuarakan harapan mereka agar perundingan Yunani akan segera tercapai dalam beberapa hari ke depan. Dengan demikian, Yunani akan terhindar dari gagal bayar (default) atas utang-utangnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, proposal baru yang ditawarkan Yunani menunjukkan sejumlah perkembangan baru. Namun, lanjutnya, masih banyak diperlukan kerja keras dan waktu yang ada sangat sempit.

Seperti yang diketahui, Yunani harus membayar utang mereka senilai 1,6 miliar euro kepada Badan Moneter Internasional (IMF) pada akhir bulan ini.

Jika Yunani gagal, maka risikonya adalah keluarnya Yunani dari keanggotaan zona euro.

Menurut koresponden BBC Damian Grammaticas dari Brussels, meski belum ada kata sepakat, namun, blokir atas jalan kesepakatan sudah dibersihkan.

Sebelumnya, menteri ekonomi Yunani menjelaskan kebijakan pajak baru yang akan ditetapkan kepada pelaku bisnis dan orang kaya, yang diharapkan mampu membuka jalan buntu (deadlock) dengan kreditur.

Langkah ini mendapat sambutan yang cukup hati-hati dari para pemimpin 18 negara zona euro, yang saat ini tengah melangsungkan pertemuan darurat di Brussels.

Sementara itu, Perdana Menteri Yunani Alexis Tspras sudah bertemu dengan tiga kreditur internasional mereka, yakni IMF, Komisi Eropa, dan BankSentral Eropa (ECB), di Brussels pada Senin (22/6) kemarin.

Setelah perundingan berakhir pada Senin malam, Merkel bilang, setiap pihak yang ikut dalam pertemuan menginginkan Yunani tetap berada di zona euro. "Termasuk saya," kata Merkel.

Sedangkan Presiden Prancis Francois Hollande bilang, Yunani dan para krediturnya tengah menuju kepada sebuah kesepakatan.

"Namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendapatkan solusi saat menteri keuangan zona euro bertemu lagi pada Rabu (24/6) besok," paparnya.


Kalangan Bisnis Jerman Minta Merkel Tegas Hadapi Yunani


Para pemimpin bisnis di  Jerman  dikabarkan mendesak Kanselir Angela Merkel untuk mengambil sikap atau garis tegas dalam menghadapi Yunani pada pertemuan puncak darurat  para pemimpin zona euro (KTT UE)  yang dihelat Senin (22 Juni) kemarin. Kalangan bisnis Jerman menekankan bahwa hanya  konsesi reformasi  dari Athena  yang bisa mempertahankan negeri itu di zona euro.
 
Komentar yang  datang dari kepala federasi bisnis terkemuka Jerman ini sekaligus  mencerminkan sikap yang semakin kukuh sejumlah kalangan berpengaruh Jerman   terhadap Yunani. Dalam beberapa tahun terakhir, asosiasi yang sama juga tercatat  telah memperingatkan untuk menentang apa yang disebut sebagai risiko  "Grexit", dan ketakutan  konsekuensinya  bagi perekonomian Eropa. "Yunani harus bertindak  hari ini,.. Hanya dengan itu   Yunani benar-benar  dapat mencegah kebangkrutannya  sendiri dan hanya  dengan itu   Yunani dapat bertahan   di zona euro - dan yang harus menjadi tujuan bersama."Demikian tutur Ingo Kramer, pimpinan BDA (asosiasi pengusaha Jerman) yang menyampaikannya melalui  surat kabar Jerman,  Bild.
 
Laporan terkait sebelaumnya menyatakan, pada  akhir pekan lalu,  pihak Uni Eropa  yang dikabarkan telah menyambut proposal baru dari Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras. Proposal tersebut  dinilai sebagai  dasar yang baik untuk mencapai  kemajuan dalam pembicaraan.
 
Pemerintah Yunani dalam sejumlah kesemoatan sebelumnya  telah menolak tuntutan pihak kreditor   untuk memotong dana  pensiun dan mendesak kreditor untuk menyediakan utang  dengan imbalan konsesi.
 
Ulrich Grillo, presiden  asosiasi industri Jerman, menyatakan  bahwa zona euro tidak diwajibkan untuk mempertahankan   Yunani di blok pengguna mata uang tunggal tersebut.
 
"Zona Euro tidak boleh dibiarkan tetap dalam serikat ekonomi dan mata uang  yang dibiayai dengan cara apapun,"  demikian terang Grillo. Pernyataan ini dibenarkan oleh   Eric Schweitzer, presiden DIHK (Kadin Jerman), yang mengatakan  bahwa Hukum Stabilitas Eropa  yang tidak harus melunak atau ditafsirkan ulang terhadap kasus Yunani.
 
"Bertahan   di zona euro sepenuhnya bergantung pada pemerintah Yunani untuk  membuat komitmen yang dapat diandalkan berada di  jalur reformasi dengan proposal yang menjanjikan." Demikian lanjut Eric.



Tingkat kepercayaan konsumen di kawasan euro pada bulan Juni ini dilaporkan kembali memburuk memasuki bulan ketiganya berturut-turut. Pasalnya di bulan Juni ini, optimisme konsumen di wilayah ini semakin terkikis karena adanya isu krisis Yunani yang sudah cukup menekan aktivitas bisnis di wilayah ini.

Adapun rilis awal survey consumer confidence ini dikeluarkan oleh Eurostat hari ini (22/6) berdasarkan survey terhadap 2300 konsumen di seluruh kawasan Euro mengenai kondisi perekonomian kawasan saat ini dan di waktu yang akan datang. Angka indeks positif (lebih besar nol) menunjukkan optimisme dan angka indeks yang negatif menunjukkan pesimisme. Dalam rilisnya, tercatat bahwa Indeks kepercayaan konsumen di kawasan euro kembali melanjutkan fase kontraksinya yaitu sebesar -5,6 pada bulan Juni ini, angka ini lebih besar dari periode bulan sebelumnya.

Euro Area Consumer Confidence

Sepertinya, perekonomian kawasan euro ke depan masih akan terus tertekan oleh krisis di Yunani. Pasalnya dalam pertemuan darurat yang dilakukan oleh pemimpin Eurogroup kemarin untuk menentukan nasib Yunani sebagai anggota kawasan euro tidak berhasil mencapai kesepakatan. Diperkirakan negosiasi ini akan mencapai klimaksnya pekan ini dimana kanselir Jerman Angela Merkel akan kembali bertemu dengan perdana menteri Yunani Alexis Tsipras untuk membahas nasib Yunani ke depan.

Ditengah ketegangan politik yang dialami Yunani dan pelemahan ekonomi global saat ini, Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memutuskan tetap mempertahankan suku bunga rendahnya, tidak berubah dari bulan-bulan sebelumnya. ECB masih mempertahankan suku bunga rendah sebesar 0,05 persen. Selain itu, suku bunga deposito juga tetap tidak berubah masih berada pada -0,20 persen dan suku bunga pinjaman marjinal masih tercatat sebesar 0,30 persen. Sebagai informasi, ketiga suku bunga utama tersebut telah diturunkan sebesar 10 basis poin pada bulan September 2014 lalu.


Kesimpulan:

Krisis Yunani akan masih berlangsung walau Uni Eropa telah menyetujui beberapa bantuan liquiditas agar
Bank - Bank Yunani dapat tetap beroperasi.

Namun, untuk program bantuan pinjaman jangka panjang yang ke sekian kalinya, cukup alot untuk
dapat dikabulkan begitu saja oleh Para Kreditur Eropa. 

Hal ini mengingat perencanaan program reformasi Anggaran Belanja Pemerintah yang belum dapat dikatakan sehat. Adapun pasal pasal yang krusial dalam negosiasi tersebut adalah pemotongan dana pensiun dan kenaikan pajak.

Pada intinya; Para Kreditur menginkan Ekonomi Yunani segera bangkit dan dapat membayar hutang dengan memperlihatkan komitmennya pada rancangan anggaran yang dapat diterima oleh Para Kreditur. 
Sedangkan Konggres Yunani menginginkan syarat - syarat pinjaman lebih lunak agar Ekonomi Yunani dapat bertumbuh / bangkit.

Sepertinya, ini adalah kasus " Berhutang Lagi Untuk Membayar Cicilan Hutang Berjalan ".
Dalam hal ini, butuh komitment yang solid dari keduabelah pihak atas dasar niatan yang baik untuk tercapainya sebuah kepentingan bersama.




saham . bursajkse

Kamis, 25 Juni 2015

Di Ujung Kebangkrutan, Nasib Yunani Ditentukan Oleh Uni Eropa & IMF

Image result for greece bankrupt debt deal

Yunani terancam bangkrut akibat utang yang menggunung. Nilai utangnya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai € 323 miliar atau lebih dari 175 persen produk domestik bruto (PDB).

Ibarat virus, dampak krisis utang Yunani dikhawatirkan merembet ke negara-negara tetangganya di Benua Biru dan mengancam keutuhan Uni Eropa. Pasalnya, 66 persen utang Yunani atau sebesar € 214 miliar merupakan dana talangan atau bailout yang merupakan patungan Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Bank Sentral Eropa (ECB) dan negara-negara UE lainnya.

International Monetery Fund (IMF), kreditur dunia yang pernah salah kasih obat krisis ke Indonesia, juga punya andil dalam menambah pundi-pundi utang Negeri Para Dewa. Total utang yang disuntikan IMF ke Athena sebesar € 32 miliar atau 10 persen dari total utang Yunani. Dalam hitungan hari ke depan atau tepatnya hingga akhir Juni 2015, sebagian utang Yunani ke IMF akan jatuh tempo. Total angsuran yang harus dibayarkan Yunani ke IMF pada pekan depan sebesar € 1,6 miliar.

Sialnya, Perdana Menteri Yunani Alex Tsipras menyatakan negaranya terancam bangkrut pada akhir bulan ini jika para kreditor tidak memberikan tambahan dana talangan (bailout) sebesar € 7,2 milyar. Bank Sentral Yunani bahkan mengingatkan, jika negosiasi Tsipras gagal tak hanya akan memicu gagal bayar tetapi juga bisa berujung pada keluarnya Yunani dari Uni Eropa, atau yang dikenal dengan istilah Greece Exit (Grexit).

Publik Yunani sebenarnya menolak wacana Grexit karena bisa memicu pelarian modal asing, membuat banyak bank tutup, yang pada gilirannya dapat menimbulkan kekacauan ekonomi dan sosial yang luas.

Sementara bagi Uni Eropa, Grexit bisa memecah persatuan dan menjadi awal berakhirnya mata uang Euro. Pasalnya, jika kepercayaan pasar terhadap euro luntur, maka krisis utang bisa merembet ke negara lain yang dikhawatirkan akan mengikuti jejak Yunani keluar dari Uni Eropa.

Menyikapi kondisi darurat utang ini, sejumlah petinggi negara-negara Uni Eropa pun menggelar Emergency Summit di Brussels, Belgia mulai Senin (22/6) malam. Mereka meminta Yunani melakukan reformasi keuangan untuk bisa mendapatkan tambahan pinjaman dari kreditor Eropa maupun IMF. Inisiatif yang ditawarkan adalah dengan mengurangi dana pensiun, menaikan pajak penjualan dan pajak usaha.


Reformasi Anggaran

Alexis Tsipras, yang sejak awal memimpin Yunani menolak pemangkasan anggaran, akhirnya melunak. Paket kebijakan baru ditawarkan Yunani, antara lain dengan memperpanjang batas usia pensiun menjadi 67 tahun dan menaikkan tarif pajak perusahaan dan pajak pertambahan nilai (PPN). Dengan cara ini, diharapkan tercipta tambahan anggaran sebesar € 8 miliar.

Pada Selasa (23/6), ECB pun sepakat untuk menyuntikkan dana hampir € 1 miliar ke dalam sistem perbankan Yunani untuk mencegah kebangkrutan akibat deposan mengambil miliaran euro dari rekening.

Kompromi Tsipras pun sempat direspon positif oleh pasar, meski di dalam negeri menuai kritik dari publiknya sendiri. Keyakinan investor terhadap kesepakatan bailout sempat mengangkat bursa saham Eropa sebelum akhirnya merosot kembali setelah IMF menunjukkan sikap yang berlawanan.

Seperti diberitakan CNN Money, dukungan IMF dalam kesepakatan tambahan bailout Yunani sangat penting. Karena tanpa dukungan IMF, parlemen Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya dapat menghalangi pemberian bantuan tambahan € 7,2 miliar yang dibutuhkan Yunani.

Para ekonom menilai langkah-langkah reformasi anggaran yang akan dilakukan pemerintahan Tsipras tak akan cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Yunani yang telah mengalami penyusutan 25 persen.

Pada Rabu (24/6) malam, Tsipras kembali menghadap para kreditor untuk mencoba membujuk mereka memberikan bantuan dana agar Yunani terhindar dari bencana gagal bayar. Sebelum pertemuan hari ketiga para menteri keuangan Uni Eropa berlangsung, Tsipras telah diminta menghadap Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker untuk membicarakan perbedaan pandangan yang tersisa.

Dilansir dari The Guardian, Kepala IMF Christine Lagarde, Presiden ECB Mario Draghi, dan Menteri Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem menantang Tsipras untuk merealisasikan proposal kebijakan yang diajukan pada Senin lalu. Ketiganya menagih komitmen Tsipras untuk menaikan pajak dan memotong belanja guna memastikan tambahan bailout bagi Yunani dan menghindari default negara tersebut pada pekan depan.


Tekanan Politik

Komentator Politik Senior, Pavlos Tzimas menilai pemanggilan Tsipras ke Brussels menjadi sinyal yang buruk. Pasalnya, Pemerintah Yunani datang di bawah tekanan politik dalam negeri yang menguat menyusul proposal kebijakan yang ditawarkan Tsipras.

Bahkan, skeptis ditunjukan oleh partai Syiriza, kelompok sayap kiri pendukung Tsipras. Sedangkan untuk meloloskan paket kebijakan itu, dibutuhkan dukungan mayoritas di parlemen.

"Banyak anggota parlemen, baik sayap kiri maupun tidak, sangat skeptis terhadap rogram itu , " kata Costas Lapavitsas, seorang profesor ekonomi dari University of London yang sekarang menjadi anggota parlemen dari Partai Syriza.

Para petinggi Uni Eropa dijadwalkan akan menggelar pertemuan puncak pada Kamis (25/6) guna menentukan nasib Yunani.
 


Kekhawatiran Indonesia

Dari Indonesia, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mewaspadai kemungkinan keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Pasalnya, Grexit dapat memicu sentimen negatif di pasar global yang bisa berdampak buruk terhadap negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Ini persoalannya lebih kepada masalah tingkat kepercayaan para pelaku pasar global. Kita harus punya persiapan yang kuat," kata Bambang di kantornya, Rabu (24/6).

Untuk mengantisipasinya, Menkeu memastikan pemerintah akan terus berupaya menjaga fundamental makroekonomi Indonesia tetap kuat. Antara lain dengan menjaga kestabilan nilai tukar, pengelolaan anggaran, dan defisit transaksi berjalan.

"Sejauh ini, hampir semua variabel dalam kondisi bagus. Kecuali nilai tukar," tuturnya.


saham . bursajkse

Senin, 29 Juni 2015

Mengerikan: Hari Ini, Perbankan & Bursa Saham Yunani Tidak Beroperasi Sementara

Image result for greek bank close

Perdana Menteri Alexis Tsipras mengumumkan perbankan Yunani dan bursa saham Athena bakal ditutup pada perdagangan hari ini, dan kebijakan capital control segera diberlakukan.

Meski begitu, seperti dilansir AFP, di Athena, Senin (29/6) dini hari WIB, dia meminta rakyat Yunani tetap tenang, walaupun mesin-mesin ATM mulai kosong, sehingga krisis utang negara itu semakin mengkhawatirkan.

Dalam pernyataannya, Tsipras mengatakan Bank Sentral Yunani merekomendasikan "bank diliburkan dan pembatasan penarikan dana di bank" setelah kreditor internasional menolak untuk memperpanjang bailout negara itu melampaui tenggat waktu 30 Juni, sehingga memicu ketakukan akan default terhadap pembayaran utang Dana Moneter Internasional (IMF) yang harus diselesaikan pada waktu bersamaan.

Di tengah makin berkembangnya kekhawatiran negara itu menuju kehancuran finansial dan kemungkinan terlempar dari zona euro, Bank Sentral Eropa (ECB) sebelumnya mengatakan tidak akan meningkatkan dukungan keuangan pada perbankan Yunani.

Dalam upaya mencegah kepanikan, Tsipras mengatakan bursa saham Yunani juga akan tetap ditutup pada perdagangan Senin, dan dia menambahkan bahwa Athena kembali meminta "program perpanjangan bailout ".

Di tengah upaya meyakinkan rakyat Yunani tetap tenang, dia menegaskan deposito mereka, "benar-benar aman". "Yang juga aman adalah reimbursement gaji dan pensiun," katanya.

"Setiap kesulitan yang mungkin timbul harus ditangani dengan tenang. Semakin kita tenang, semakin cepat kita akan mengatasi situasi ini."

Ketidakpastian di Yunani akan terungkap dalam beberapa hari mendatang, karena belakangan ini antrean panjang terjadi di sejumlah mesin-mesin ATM di Athena.

"Saya mencoba banyak mesin - lima, enam, delapan, sepuluh - saya tidak yakin," ujar Voula, yang terus mencari mesin ATM yang masih beroperasi di pusat Athena.

"Saya merasa cemas, sedih, marah kepada pemerintah," ujar dia. "Mereka menempatkan Yunani pada petualangan yang sangat berbahaya."

Sejak Jumat malam saja 1,3 miliar euro ditarik dari sistem perbankan Yunani, menurut kepala serikat pekerja bank, Stavros Koukos.

Sumber perbankan di Yunani mengatakan hanya 40 persen dari mesin uang sekarang yang tersedia uang di dalamnya, dan sejumlah pemerintahan di Eropa, termasuk London dan Paris, menyarankan warga yang bepergian ke Yunani untuk membawa uang mereka.




Yunani Menuju Kehancuran Finansial, Euro Langsung Anjlok Di Pasar Asia

Nilai tukar mata uang tunggal Eropa langsung anjlok di bawah US$1,1 pada awal perdagangan Asia, pagi ini, di tengah kekhawatiran Yunani menuju kehancuran finansial dan kemungkingan keluar dari zona euro.

Perdana Menteri Alexis Tsipras, seperti dilansirAFP, Senin (29/6) dini hari WIB, membuat Eropa tertegun pada Jumat (26/6) waktu setempat, dengan mengajukan permintaan referendum 5 Juli terkait paket reformasi yang dilayangkan kepada Yunani.

Tsipras pun menyarankan kepada rakyat Yunani agar menentang kesepakatan tersebut, yang dikatakan sebagai "penghinaan" terhadap negaranya.

Kemarin, Bank Sentral Eropa (ECB) menegaskan tak akan meningkatkan dukungan finansial kepada perbankan Yunani.

Euro tercatat melorot jadi US$1,0969 sesaat sebelum pukul 07.00 pagi waktu Tokyo, dari US$1,1160 pada penutupan di perdagangan New York, Jumat.

Pada kesempatan terpisah, Tsipras juga mengumumkan perbankan Yunani dan bursa saham Athena bakal diliburkan hari ini, dan kebijakan capital control akan diberlakukan. Namun, dia meminta rakyat Yunani agar tetap tenang, walaupun banyak mesin ATM yang kosong, sehingga krisis utang negara itu semakin mengkhawatirkan.







saham . bursajkse

Kamis, 25 Juni 2015

Proposal Terakhir Ditolak Kreditor, Yunani Berada di Ujung Tanduk



Kreditor internasional disebut-sebut menolak program pemerintah Yunani untuk mengakhiri krisis keuangannya, namun mereka telah mengajukan proposal balasan.

Kabar penolakan tersebut, diumumkan oleh Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, seperti dilansir CNBC, Kamis (25/6) pagi WIB, memupus harapan segera ditandatanganinya kesepakatan antara Athena dengan para kreditornya.

Yunani membutuhkan bantuan keuangan tambahan guna mencegah negara itu dari default atas utang senilai 1,6 miliar euro kepada Dana Moneter Internasional (IMF), yang haris dibayar akhir bulan ini.

Namun, para kreditor menolak untuk mengucurkan dana bailout jika Yunani tak bersedia mengimplementasikan program reformasi lebih lanjut.

IMF diyakini menjadi pihak yang paling skeptis dalam tubuh troika yang menentukan bailoutYunani. Seorang narasumber mengatakan kepada Reuters, kini para kreditor mengajukan proposal balasan menyikapi usulan pemerintah Yunani.

"Lembaga tertentu bersikeras tidak menerima tindakan setara yang diajukan pemerintah Yunani," kata Tsipras kepada rekan-rekannya sebelum bertolak menuju Brussels. "Penolakan langkah yang setara belum pernah terjadi sebelumnya. Baik di Irlandia maupun di Portugal."

Dia menambahkan: "Sikap aneh ini bisa dikatakan mereka menyembunyikan satu dari dua hal. Mereka tidak ingin kesepakatan atau mereka melayani kepentingan tertentu di Yunani."

Kondisi ini membuat Yunani berada di ujung tanduk, karena jika sampai default, negara itu bisa terlempar dari zona euro (Grexit), bahkan lebih buruk lagi, terpental dari Uni Eropa.

Pada Rabu (24/6) waktu setempat, menteri keuangan zona euro (Eurogroup) menggelar pertemuan untuk membahas reformasi bagi Yunani. Ini sepertinya melibatkan konsesi dari Yunani pada target surplus, yang diyakini banyak analis sangat optimistis; pemangkasan dana pensiun; peningkatan penerimaan dari sektor pajak dan privatisasi.

Jika proposal tersebut disetujui, yang saat ini terlihat menjauh dari harapan, Yunani akan mendapatkan dana Uni Eropa senilai 35 miliar euro untuk pembangunan ekonomi hingga 2020.

Dimitris Koutsoumbas, Sekjen Partai Komunis Yunani, mengatakan rakyat Yunani tidak bisa menerima "kesepakatan antidemokrasi" dengan Uni Eropa.

"Kita membutuhkan rencana yang lengkap keluar dari zona euro dan mata uang tunggal itu tidak akan menyelesaikan apapun," ujar dia.

"Sikap Uni Eropa dan Jerman tidak bisa diterima. Pemerintahan masa lalu Yunani juga harus bertanggung jawab."

Karena ketidakpuasan ini, peluang digelarnya pemilu kedua pada tahun ini di Yunani semakin besar. Koalisi pemerintah yang dipimpin Partai Syriza hanya memiliki 12 kursi mayoritas, dan kemungkinan sangat sulit untuk menawarkan kesepakatan baru kepada anggota parlemennya sendiri.


saham . bursajkse

Senin, 06 Juli 2015

IMF: Keuangan Negara Yunani Ternyata Lebih Buruk Dari Dugaan Sebelumnya

Image result for greek financial

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa situasi keuangan Yunani yang dibebani utang bahkan lebih buruk daripada dugaan semula, sementara negara itu akan mengadakan referendum hari Minggu mengenai apakah akan menerima tuntutan para kreditor untuk penghematan lebih jauh sebagai imbalan pinjaman dana talangan baru.

IMF hari Kamis 2 Juli 2015, menyalahkan pemerintahan kiri Perdana Menteri Alexis Tsipras, dengan mengatakan bahwa pemerintah Yunani terlalu lamban menjual aset negara dan akan membutuhkan pertolongan utang dan dana talangan USD56 miliar lagi sampai akhir 2018.

IMF mengatakan bahwa empat tahun lalu mereka memperkirakan bahwa Athena akan memperoleh USD55 miliar dengan menjadikan harta pemerintah milik swasta sampai akhir tahun ini, tetapi sejauh ini Yunani hanya memperoleh USD3,5 miliar.

IMF yang berbasis di Washington itu mengatakan pertumbuhan ekonomi Yunani akan macet tahun ini, turun dari pertumbuhan 2,5 persen yang diramalkan IMF baru 3 bulan lalu.

Yunani telah diputus dari bantuan lebih jauh Eropa, setelah gagal hari Selasa menepati batas-waktu tengah malam membayar kembali USD1,8 miliar hutangnya kepada IMF. Kegagalan membayar itu merupakan pertama kalinya negara maju gagal memenuhi batas waktu pembayaran kembali pinjaman IMF.

Pemeriksaan IMF yang terbaru mengenai keadaan keuangan Yunani dilakukan sementara Tsipras mendesak lagi rakyatnya agar menolak persyaratan dana talangan yang ditetapkan oleh para kreditor internasional dalam referendum mengenai masa depan keuangan negara itu. Hasil referendum itu dapat menentukan apakah Yunani tetap dalam blok mata uang euro Eropa.

Para pemimpin Eropa telah memperingatkan bahwa hasil referendum yang menolak persyaratan dana talangan baru akan menjadikan Yunani negara pertama keluar dari zona euro 19 negara dalam sejarah 16 tahun mata uang bersama itu. Seorang analis mengatakan sikap Yunani sulit diperkirakan.

Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis, mengatakan dalam wawancara televisi bahwa jika rakyat menerima usul dana talangan kreditor Uni Eropa, pemerintah Yunani mungkin sekali akan mengundurkan diri dan ia tidak akan menjabat lagi sebagai menteri keuangan hari Senin.

Para pemimpin Eropa yang terlibat dalam perundingan dengan Athena telah memperingatkan bahwa keadaan sedang memburuk dan hasilnya masih tidak jelas.



Rabu, 01 Juli 2015

Yunani Default: Tidak Dapat Melakukan Pembayaran Kepada IMF Senilai 1,5 Miliar EURO

Image result for yunani default imf

Yunani menjadi negara maju pertama yang mengalami default terhadap utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF), setelah tak mampu melakukan pembayaran senilai 1,5 miliar (US$1,7 miliar) sesuai batas waktu.

"Saya menegaskan bahwa pembayaran senilai SDR1,2 miliar dari Yunani untuk IMF hingga saat ini belum diterima," kata juru bicara IMF, Gerry Rice, seperti diberitakan AFP, Rabu (1/7) dini hari WIB.

"Kami telah memberitahukan dewan eksekutif kami bahwa Yunani sekarang menunggak dan hanya dapat menerima pembiayaan IMF setelah tunggakan diselesaikan."

Setelah melewati hari yang panjang untuk menyepakati pendanaan bailout dengan Uni Eropa dan berujung pada kegagalan, di menit-menit akhir, yakni Selasa (30/6) pada pukul 22.00 GMT, Yunani mengajukan permintaan kepada IMF agar pembayaran utangnya diperpanjang. Rice pun mengkonfirmasi permintaan itu.



Jika Tinggalkan Euro & Kembali Ke Drachma, Kurs Yunani Terjungkal 40%

Masyarakat Yunani akan mengalami penurunan nilai tukar hingga 40% terutama dalam daya beli apabila pemerintahnya mengganti Euro dengan mata uang sebelumnya, Drachma.

"Awalnya akan ada aksi jual besar-besaran, di beberapa wilayah akan ada 30%-40% depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat," ujar Neil Jones, kepala hedge fund Mizuho Bank Ltd. di London, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (30/6/2015).

"Kami akan mendapatkan rekor baru paling rendah sepanjang masa, untuk mata uang Drachma," imbuhnya.

Risiko Yunani yang akan menginggalkan, atau dipaksa keluar dari 19 negara Euro, berkembang setelah Perdana Menteri Alexis Tsipras mengumumkan referendum untuk meminta pendapat bantuan imbalan keuangan.

Sementara itu, Jones bersama dengan analis dari ING Groep NV dan Credit Agricole SA, mengatakan perkiraan itu bukanlah skenario mendasar dari mereka. Bahkan, mereka telah memerkirakan saat Drachma diperdagangkan meski Yunani tidak keluar dari Lembaga Moneter Eropa.

Mata uang yang lebih lemah diperkirakan dapat membantu ekonomi Yunani untuk tumbuh melalui peningkatan ekspor serta menarik investasi dari luar negeri.

Valentin Marinov, Kepala Group of 10 riset nilai mata uang pada Credit Agricole SA unit Korporasi dan Investasi Perbankan, di London, mengatakan potensi risiko keuntungan dinegasikan oleh struktur biaya dana yang lebih tinggi bagi Yunani.

"Salah satu alasan kami percaya bahwa masyarakat Yunani ingin tinggal di Euro, dan pada akhirnya akan melakukannya. Hal itu sangat berat bagi ekonomi mereka karena harus mebayar di bawah Grexit," paparnya.

Dia memerkirakan, berdasarkan krisis keuangan dan perbankan sebelumnya, bahwa depresiasi nilai tukar berada pada kisaran 40% terhadap dolar AS setelah 12 bulan.







saham . bursajkse

Jumat, 29 Mei 2015

Menanti Kesepakatan Yunani, Pasar Saham Asia Diperkirakan Akan Bergairah



Optimisme di pasar saham Asia menguat, Kamis (28/5), seiring dengan harapan ada kesepakatan Yunani dengan kreditor. Sementara itu, dollar Amerika Serikat tetap menguat terhadap mata uang lain seiring dengan harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan tingkat suku bunga tahun ini.

Indeks Nikkei 225 naik 0,6 persen, sementara indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen, sama seperti indeks Korea Selatan.

"Tampaknya harapan atas Yunani menjadi pendorong pasar. Saya berharap pasar saham dapat tetap mendapatkan dukungan dari pemulihan ekonomi global," kata Hirokazu Kabeya, ahli strategi senior pada Daiwa Securities.

Walaupun ada laporan yang bertolak belakang mengenai hasil pembicaraan Yunani dan kreditor internasional, para investor menaruh harapan akan terjadi kesepakatan pada menit-menit terakhir. Hal itu terus terjadi sejak Yunani terbelit krisis lebih dari lima tahun lalu.

Para pejabat Yunani optimistis akan tercipta kesepakatan dengan kreditor, Rabu (27/5). Menteri Ekonomi Yunani George Stathakis mengatakan, Yunani dan kreditornya sudah mencapai kesepakatan pada beberapa poin penting.

Akan tetapi, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menyatakan masih belum banyak kemajuan pada pembicaraan dengan Yunani. Dia terkejut dengan pernyataan para pejabat Yunani.

Dollar perkasa

Kurs dollar AS masih terus perkasa setelah pernyataan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen bahwa Fed akan menaikkan tingkat suku bunga tahun ini karena perekonomian AS akan membaik dari pelemahan pada kuartal pertama lalu. Dollar AS menyentuh titik tertinggi terhadap yen selama delapan tahun terakhir, kemarin. Naik menjadi 124,09 yen, tidak jauh dari titik tertinggi pada 2007 yang berada di posisi 124, 14.

Pada hari ini, nilai tukar rupiah sedikit menguat. Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spor Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, hari ini rupiah berada di level Rp 13.205 per dollar AS. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kurs rupiah menguat 0,18 persen dari hari sebelumnya yang berada pada level Rp 13.229 per dollar AS.

Sementara itu, di pasar spot terjadi sebaliknya. Kurs rupiah melemah terhadap dollar AS. Rupiah melemah 0,24 persen dari posisi hari sebelumnya, Rabu, yang di level Rp 13.189 per dollar AS menjadi Rp 13.221 per dollar AS. Penguatan kurs rupiah ini terjadi karena terbantu intervensi BI.

Posisi dollar AS terhadap beberapa mata uang menyentuh titik tertinggi dalam satu bulan terakhir pada posisi 97,775. Euro juga bangkit dari titik tertinggi karena ada harapan kesepakatan di Yunani.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada awal perdagangan setelah melorot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Rabu kemarin. Pada hari ini, IHSG menguat 0,2 persen pada awal perdagangan 5.265,7. Para analis memperingatkan kemungkinan masih terjadi pelemahan karena aksi ambil untung.










saham . bursajkse

Sabtu, 20 Juni 2015

PM Yunani: Keluarnya Greece dari Zona EU, Bisa Picu Kehancuran Euro

Image result for grexit

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, memperingatkan kepergian negaranya dari zona euro bisa memicu kehancuran mata uang tunggal tersebut.

Pernyataan Tsipras, seperti dilansir laman Dailymail, Jumat (19/6), mengemuka setelah disepakatinya KTT darurat para pemimpin Uni Eropa, Senin (22/6), upaya terakhir untuk mencegah Yunani hengkang dari zona euro.

"Grexit (keluarnya Yunani dari zona euro) tidak akan menjadi pilihan baik bagi Yunani maupun Uni Eropa," ujar Tsipras, dalam wawancara dengan koran Austria. "Ini akan menjadi langkah yang tak dapat di balik, ini akan menjadi awal berakhirnya zona euro."

Menteri keuangan Eropa menggelar pertemuan hari ini di Luksemburg dalam upaya mencari kesepakatan guna membuka kucuran bailout miliaran euro yang dibutuhkan Pemerintah Yunani untuk menghindari kebangkrutan.

Pemerintah Yunani membutuhkan dana ekstra pada akhir bulan ini untuk membiayai gaji PNS dan tunjangan pensiun, serta bayar utang ke IMF senilai 1,6 miliar euro.

Sebelumnya, Tsipras menyambut rencana digelarnya KTT awal pekan nanti, dan menepis prediksi sejumlah kalangan yang menyebutkan bakal terjadi bencana. "KTT yang digelar Senin merupakan perkembangan positif menuju kesepakatan," kata Kantor PM Tsipras. "Semua yang memperkirakan skenario krisis dan teror akan terbukti salah. Akan ada solusi berdasarkan aturan dan demokrasi Uni Eropa yang saling menghormati yang akan memungkinkan Yunani kembali ke jalur pertumbuhan dalam euro."

Sebagai ganti untuk dana mendapatkan talangan tersebut, Troika—yang terdiri dari Komisi Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa—meminta Yunani untuk mengimplementasikan program penghematan putaran terbaru, mencakup pemangkasan dana pensiun.

Namun, Pemerintah Yunani menolak tuntutan pemangkasan dana pensiun dan mengancam tidak akan membayar utang mereka.




saham . bursajkse

Selasa, 30 Juni 2015

Jika Dipaksa Meninggalkan Zona Euro, Yunani Akan Mengambil Langkah Hukum

Image result for greek crisis

Yunani bisa mengambil langkah hukum untuk menghentikan negara tersebut dipaksa meninggalkan zona euro jika gagal menyepakati program perpanjangan bailout.

"Pemerintah Yunani akan menggunakan semua hak hukum kami," ujar Menteri Keuangan Yunani, Yanis Varoufakis, kepada The Daily Telegraph, seperti dilansir AFP, Selasa (30/6).

"Kami mengambil saran dan tentu akan mempertimbangkan langkah hukum di Pengadilan Eropa. Perjanjian Eropa tak membuat ketentuan untuk keluar dari zona euro dan kami menolak untuk menerima hal itu. Keanggotaan kami tidak bisa ditawar-tawar."

Dalam sejarahnya, tidak ada negara yang pernah menarik diri dari mata uang tunggal tersebut, tetapi prospek Yunani terlempar dari zona euro semakin besar setelah krisis utang sudah berjalan berbulan-bulan berkesudahan dramatis selama akhir pekan lalu.

Perundingan antara Yunani dan kreditor internasional berantakan setelah Athena menolak tuntutan untuk melakukan langkah penghematan dengan imbalan uang tunai, dan mengumumkan akan menggelar referendum mengenai kesepakatan tersebut pada 5 Juli.

Para pemimpin Eropa mendesak rakyat Yunani untuk mendukung persyaratan yang diperdebatkan, memperingatkan bahwa menolak proposal tersebut akan membuat negara itu terpental dari zona euro.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras membiarkan pintu terbuka untuk pembicaraan lebih lanjut, namun dengan tegas dia mengatakan negaranya tidak bisa membayar utang 1,5 miliar euro kepada Dana Moneter Internasional pada hari ini, ketika program bailout internasional berakhir.

Pemerintah Yunani memberlakukan kontrol modal dan memerintahkan bank dan bursa saham tutup selama sepekan, menyebabkan antrean panjang di ATM di negara tersebut.

Para pemimpin Uni Eropa telah menunjukkan mereka masih tetap terbuka untuk meraih kesepakatan guna menghindari hengkangnya Yunani, yang akan meninggalkan luka secara permanen bagi 28 anggota blok tersebut. 





saham . bursajkse

Kamis, 02 Juli 2015

ECB Tidak Akan Turunkan Bantuan Likuiditas Untuk Penyelamatan Bank di Yunani



Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan tidak akan meningkatkan bantuan likuiditas penyelamatan untuk bank-bank Yunani yang kekurangan dana.

"ECB siap melakukan intervensi jika diperlukan," ujar sumber di perbankan Yunani, sambil menambahkan bahwa "tidak ada keputusan lain yang diambil" pada pertemuan ECB, demikian laporan AFP, di Athena, Kamis (2/7) dini hari WIB.

Keputusan itu menandakan bank sentral tersebut tetap membuka program Bantuan Likuiditas Darurat (ELA)-nya untuk Athena, tetapi jumlah pendanaan darurat yang dapat diakses perbankan Yunani akan tetap di kisaran 89 miliar euro (US$99,1 miliar).

Sebelumnya, Minggu, ECB memutuskan untuk menolak meningkatkan dana darurat bagi perbankan Yunani yang mendorong Athena untuk terus menutup bank-banknya selama sepekan dan membatasi penarikan tunai hingga 60 euro per hari.

Pertemuan dini hari tadi merupakan yang pertama bagi bank yang berbasis di Frankfurt itu sejak perundingan dana talangan (bailout) antara Athena dan pemberi pinjaman internasional gagal pada akhir pekan lalu, dan pemerintah Yunani mengumumkan referendum guna memutuskan proposal reformasi terbaru dana talangan para kreditor.

Krisis utang kian mendalam ketika dana talangan internasional Yunani resmi berakhir pada 30 Juni, dan Athena gagal melakukan pembayaran utang penting kepada IMF. Ini menjadikan Yunani sebagai negara maju pertama yang mengalami default (gagal bayar), dan meningkatkan kekhawatiran Athena akan terhempas dari zona euro.

Program ELA awalnya dimaksudkan sebagai penyelamat bagi pemberi pinjaman yang kesulitan likuiditas, tetapi berubah menjadi alat untuk mempertahankan seluruh ekonomi Yunani tetap hidup, karena kreditor negara itu berselisih mengenai kesepakatan utang yang baru. 







saham . bursajkse

Senin, 22 Juni 2015

BI: Waspa Terhadap Kondisi Ekonomi Yunani

Image result for kondisi ekonomi Yunani

Kondisi perekonomian Yunani yang terus mengalami tekanan dikhawatirkan berdampak pada perekonomian Indonesia. Apalagi, hingga saat ini tidak ada titik temu mengenai penyelesaian utang Yunani dengan Uni Eropa, sehingga perlu diwaspadai.

"Yunani tidak setuju dengan proposal restrukturisasi utang, di Yunani terjadi bank rush USD2 miliar ditarik dalam tiga hari. Kalau ini tidak dilakukan kesepakatan akan berdampak ke (perekonomian) dunia bahkan Indonesia. Ini perlu diwaspadai," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, di kantor yang terletak di Jalan IR H Juanda Nomor 28, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2015).

Dirinya menambahkan, sebetulnya kalau Yunani mau menerima dana dari Uni Eropa, bisa tersedia dana sampai 7,2 miliar euro dan itu bisa memenuhi kewajiban utang Yunani yang jatuh tempo pada Juni. "Namun, di akhir minggu kemarin ada satu ketidaksepahaman. Jadi, hari ini masih akan ada pembicaraan tentang euro menyikapi itu," lanjut dia.

Untuk itu, Agus meminta agar Indonesia bisa menjaga nilai tukar rupiah yang tetap terjaga volatilitasnya. Walaupun sampai dengan minggu kemarin, menurut Agus, depresiasi rupiah ada di kisaran 7,5 persen year to date (ytd). Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, seperti Turki, Brasil dan Rusia, kondisi perekonomian Indonesia masih dikatakan lebih baik.

"Kalau dibandingkan dengan Brasil dengan 16 persen, atau Turki yang 15 persen, dan Rusia juga yang tinggi, kondisi Indonesia kurang lebih seperti kondisi Malaysia. Jadi secara umum kita yakin ini akan bisa kita lewati dan secara umum kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan yang masih dapat dikatakan baik," pungkasnya. 





 

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/06/22/406661/bi-waspadai-kondisi-ekonomi-yunani



saham . bursajkse

Sabtu, 20 Juni 2015

Karena Issue Yunani, Indeks Dow Jones Turun 101,56 Poin

Image result for dow fall as greece

Bursa saham AS (Wall Street) ditutup melemah pada akhir perdagangan di ujung pekan ini akibat para trade bersikap hati-hati menjelang pekan yang akan dipenuhi dengan sentimen Yunani dan Zona Eropa.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 101,56 poin (-0,56%) ke posisi 18.014,28 poin. Indeks S&P 500 turun -o,54% (-11,48 poin) ke posisi 2.109,76 poin. 

Setelah mencapai ke rekor tertinggi pada Kamis kemarin, Indeks Nasdaq melemah 15,95 poin (-0,31%) ke posisi 5.117,00 poin. Aksi jual di bursa Wall Street terjadi pada pertengahan sesi seiring Yunani dan para pejabat kreditor sudah sepekan gagal mencapai kata sepakat untuk mengucurkan dana lebih banyak lagi kepada Yunani. Dalam sepekan ke depan Yunani harus memiliki dana tunai untuk membayar utang 1,7 miliar USD kepada IMF. 

Yunani sebelumnya ada pada pikiran semua orang, itu akan menjadi faktor yang menyebabkan pasar volatil pada perdagangan Senin pekan depan, demikian menurut Charlie Bilello, penasehat keuangan lembaga pensiun kepada afp. 

Sementara itu bursa Eropa ditutup variatif. Uni Eropa mengingatkan Yunani agar menerima deal penyelesaian utang dengan para kreditor internasionalnya atau bersiap menghadapi risiko default. 

Indeks saham di bursa utama Eropa seperti FTSE 100 menguat tipis +0,04% ke posisi 6.710,45 poin. Indeks CAC 40 Perancis naik +-0,25% ke level 4.815,37 poin. Indeks DAX 30 melemah -0,54% di posisi 11,040,10 poin. 

Pasar saham global volatil seiring kelanjutan pemberitaan yang terus mengalir tentang Yunani, kata Myrto Sokou, Riset Analis Sucden Finansial. Menurutnya nilai tukar euro  akan menghadapi tekanan baru dan terkoreksi 1,13% terhadap dolar AS karena kondisi ekonomi Yunani dalam guncangan sepanjang pekan kemarin. Uang euro melemah jadi 1,1335 USD per euro dari level sebelumnya 1,1371 USD per euro. 



saham . bursajkse

Kamis, 02 Juli 2015

Zona Euro Diyakini Mampu Mengatasi Segala Kemungkinan Penyelesaian Krisis Yunani

Image result for eurozone greece

Zona euro diyakini mampu mengatasi segala risiko yang ditimbulkan akibat krisis keuangan Yunani, karena kondisi perbankan dan ekonomi kawasan itu jauh lebih baik ketimbang lima tahun lalu, saat gejolak ini mencuat.

"Apapun skenarionya, pada akhirnya zona euro mampu menangani skenario tersebut," ujar Chief Executive Officer Societe Generale SA, Frederic Oudea, seperti dilansir lamanBloomberg, di Hong Kong, Kamis (2/7). "Kondisi tersebut dalam hal struktur perbankan, eksposur ke Yunani dan perekonomian Yunani benar-benar berbeda."

Oudea, 51 tahun, menegaskan pembelian surat utang yang dilakukan Bank Sentral Eropa (ECB) di kawasan tersebut diyakini bakal membatasi risiko penularan.

Dia juga mengatakan kesepakatan antara Yunani dan para kreditornya harus memperhitungkan "implementasi program reformasi yang konsisten" oleh negara tersebut, juga apa yang layak bagi rakyat Yunani.

Seperti diketahui, pekan ini Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal membayar utang ke Dana Moneter Internasional (IMF) setelah menghentikan kegiatan perbankannya menjelang pelaksanaan referendum untuk memutuskan apakah bisa atau tidak menerima paket reformasi yang ditawarkan kreditor.

Perdana Menteri Alexis Tsipras, yang mendesak rakyatnya untuk mengatakan "tidak" mengajukan penawaran untuk kompromi dengan para kreditornya, kemarin, yang ditolak mentah-mentah oleh zona euro.

"Kita melihat beberapa contoh yang sangat positif di Eropa," ucap Oudea. "Jika kita mengambil contoh Irlandia, misalnya, reformasi diimplementasikan, harus melalui masa-masa sulit, dan akhirnya menjadi lebih baik. Kita juga bisa mengambil contoh Spanyol."

Saat ini, pasar menunjukkan investor mempercayai upaya para pengambil untuk mempertahankan Yunani tetap di zona euro setelah lebih dari lima tahun krisis dan dua kalibailout. Mata uang tunggal itu menguat 3,9 persen terhadap dollar dalam tiga bulan yang berakhir hingga Juni, penguatan terbesar dalam tujuh kuartal terakhir.

Oudea memperkirakan euro bakal melemah sedikit dalam 18 bulan ke depan menjadi di kisaran US$1,05. Mata uang bersama itu diperdagangkan di level US$1,1048 pada pukul 11.01 waktu Tokyo.





saham . bursajske