Bursa saham AS (Wall Street) ditutup melemah pada akhir perdagangan di ujung pekan ini akibat para trade bersikap hati-hati menjelang pekan yang akan dipenuhi dengan sentimen Yunani dan Zona Eropa.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 101,56 poin (-0,56%) ke posisi 18.014,28 poin. Indeks S&P 500 turun -o,54% (-11,48 poin) ke posisi 2.109,76 poin.
Setelah mencapai ke rekor tertinggi pada Kamis kemarin, Indeks Nasdaq melemah 15,95 poin (-0,31%) ke posisi 5.117,00 poin. Aksi jual di bursa Wall Street terjadi pada pertengahan sesi seiring Yunani dan para pejabat kreditor sudah sepekan gagal mencapai kata sepakat untuk mengucurkan dana lebih banyak lagi kepada Yunani. Dalam sepekan ke depan Yunani harus memiliki dana tunai untuk membayar utang 1,7 miliar USD kepada IMF.
Yunani sebelumnya ada pada pikiran semua orang, itu akan menjadi faktor yang menyebabkan pasar volatil pada perdagangan Senin pekan depan, demikian menurut Charlie Bilello, penasehat keuangan lembaga pensiun kepada afp.
Sementara itu bursa Eropa ditutup variatif. Uni Eropa mengingatkan Yunani agar menerima deal penyelesaian utang dengan para kreditor internasionalnya atau bersiap menghadapi risiko default.
Indeks saham di bursa utama Eropa seperti FTSE 100 menguat tipis +0,04% ke posisi 6.710,45 poin. Indeks CAC 40 Perancis naik +-0,25% ke level 4.815,37 poin. Indeks DAX 30 melemah -0,54% di posisi 11,040,10 poin.
Pasar saham global volatil seiring kelanjutan pemberitaan yang terus mengalir tentang Yunani, kata Myrto Sokou, Riset Analis Sucden Finansial. Menurutnya nilai tukar euro akan menghadapi tekanan baru dan terkoreksi 1,13% terhadap dolar AS karena kondisi ekonomi Yunani dalam guncangan sepanjang pekan kemarin. Uang euro melemah jadi 1,1335 USD per euro dari level sebelumnya 1,1371 USD per euro.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 101,56 poin (-0,56%) ke posisi 18.014,28 poin. Indeks S&P 500 turun -o,54% (-11,48 poin) ke posisi 2.109,76 poin.
Setelah mencapai ke rekor tertinggi pada Kamis kemarin, Indeks Nasdaq melemah 15,95 poin (-0,31%) ke posisi 5.117,00 poin. Aksi jual di bursa Wall Street terjadi pada pertengahan sesi seiring Yunani dan para pejabat kreditor sudah sepekan gagal mencapai kata sepakat untuk mengucurkan dana lebih banyak lagi kepada Yunani. Dalam sepekan ke depan Yunani harus memiliki dana tunai untuk membayar utang 1,7 miliar USD kepada IMF.
Yunani sebelumnya ada pada pikiran semua orang, itu akan menjadi faktor yang menyebabkan pasar volatil pada perdagangan Senin pekan depan, demikian menurut Charlie Bilello, penasehat keuangan lembaga pensiun kepada afp.
Sementara itu bursa Eropa ditutup variatif. Uni Eropa mengingatkan Yunani agar menerima deal penyelesaian utang dengan para kreditor internasionalnya atau bersiap menghadapi risiko default.
Indeks saham di bursa utama Eropa seperti FTSE 100 menguat tipis +0,04% ke posisi 6.710,45 poin. Indeks CAC 40 Perancis naik +-0,25% ke level 4.815,37 poin. Indeks DAX 30 melemah -0,54% di posisi 11,040,10 poin.
Pasar saham global volatil seiring kelanjutan pemberitaan yang terus mengalir tentang Yunani, kata Myrto Sokou, Riset Analis Sucden Finansial. Menurutnya nilai tukar euro akan menghadapi tekanan baru dan terkoreksi 1,13% terhadap dolar AS karena kondisi ekonomi Yunani dalam guncangan sepanjang pekan kemarin. Uang euro melemah jadi 1,1335 USD per euro dari level sebelumnya 1,1371 USD per euro.
saham . bursajkse






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.