Jumat, 26 Juni 2015

PT SMR Utama Tbk ( SMRU.JK ) - Tinggalkan Mangan dan Fokus Pada Batubara

Image result for PT SMR Utama Tbk

PT SMR Utama Tbk menyatakan akan fokus berbisnis di industri batubara lewat dua anak usahanya yakni, PT Ricobana Abadi dan PT Delta Samudera. Perusahaan tersebut juga telah mendivestasikan anak perusahaannya di bisnis pertambangan mangan.

Ricky Kosasih, Corporate Secretary PT SMRU Utama Tbk mengatakan, perusahaannya melepas bisnis mangan karena merasa kesulitan dengan kewajiban untuk memurnikan mineral di dalam negeri lewat pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). Sehingga, perusahaannya mendivestasikan anak usahanya yakni PT Soe Makmur Resources dan PT Transentra Nusantara yang bergerak di industri mangan.

"Kami mengalihkan investasi ke industri jasa pertambangan dan tambang batubara," dia usai menggelar publik ekspose, Kamis (25/6).

Ricky bilang, proses divestasi Soe Makmur Resources dan Transentra Nusantara resmi dilepas SMR Utama pada akhir 2014 lalu. Dengan demikian, saat ini pendapatan utama perseroan akan berasal dari sektor jasa tambang dan batubara.

Di industri jasa tambang batubara, SMRU mengandalkan PT Ricobana Abadi. Perusahaan ini memiliki proyek jasa pertambangan di areal milik PT Berau Coal, dengan masa waktu kontrak hingga 2017 mendatang.

Menurut Ricky, perusahaannya juga sudah menuntaskan akuisisi PT Delta Samudera. Perusahaan ini memiliki areal konsesi izin usaha pertambangan (IUP) seluas 9.384 hektare di Kalimantan Timur.

Saat ini, harga batubara sedang anjlok, sehingga perusahaannya hanya dapat mengandalkan pemasukan dari jasa tambang. "Tetapi, kami yakin ke depannya harga akan bisa naik. Sehingga kami bisa memulai kegiatan produksi," kata Ricky.

Menurut Ricky, pihaknya memproyeksikan pendapatan dari perusahaan jasa pertambangan akan tetap stabil di tahun 2015 ini. Di mana, pada tahun lalu Ricobana Abadi mampu menghasilkan pendapatan sebesar US$ 66 juta.

Ricky bilang, mengingat Ricobana baru tuntas proses akuisisinya pada Agustus, maka pendapatan perusahaan pada 2014 lalu mencapai Rp 27,7 miliar. "Kalau tahun ini, karena konsolidasi pendapatan dihitung sejak awal tahun, maka pendapatan kami bisa naik lebih dari 100%," ujar dia.








Catatan:

SMR Utama Tbk (SMRU) didirikan dengan nama PT Dwi Satria Jaya pada tanggal 11 November 2003. Kantor pusat SMRU berlokasi di Gedung Citicon Jl. Letjen S. Parman Kav. 72 Lt. 9, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat 11410.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham SMR Utama Tbk (28/02/2015), antara lain: Raiffeisen Bank International AG, Singapore Branch S/A PT Lautan Rizki Abadi (pengendali) (49,58%) dan PT Tandikek Asri Lestari (19,54%)

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan adalah perdagangan, jasa, industri, pengangkutan, perbengkelan dan pembangunan. Selain menjalankan fungsi sebagai perusahaan induk (holding company), tidak aktif terlibat dalam bisnis apapun. Saat ini, kegiatan usaha SMRU yang dijalankan melalui PT Ricobana yang merupakan sebuah perusahaan investasi terutama di bidang tambang batubara dan kontraktor batubara.

Pada tanggal 30 September 2011, SMRU memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SMRU (IPO) kepada masyarakat sebanyak 500.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Oktober 2011.



http://industri.kontan.co.id/news/tinggalkan-mangan-smr-utama-fokus-bisnis-batubara

saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.