Jumat, 26 Juni 2015

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk ( DSSA.JK ) - Ekspansi Pembangkit Listrik Dengan Total Investasi USD $ 620 Juta

Image result for PT Dian Swastatika Sentosa Tbk

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), unit usaha Grup Sinar Mas, menggarap dua proyek pembangkit listrik dengan total investasi US$ 620 juta hingga 2018. Proyek tersebut adalah Sumsel-5 Musi Banyuasin berkapasitas 2x150 megawatt (MW) dan Kendari-3 berkapasitas 2x50 MW.

Direktur Dian Swastatika Hermawan Tarjono mengatakan, saat ini, proses engineering, procurement, and construction (EPC) Sumsel-5 yang digarap sejak 2013 telah mencapai 90 persen. Pembangkit listrik tersebut menyerap investasi sekitar US$ 420 juta. Perseroan menargetkan Sumsel-5 beroperasi akhir tahun ini.

"Nanti kebutuhan batu bara untuk Sumsel-5 diperkirakan mencapai 2 juta ton per tahun. Kami bisa ambil batu bara dari anak usaha perseroan, PT Andalan Satria Lestari," kata Hermawan.

Sementara itu, kata Hermawan, untuk Kendari-3 diperkirakan mulai dibangun pada awal 2016. Nilai investasi sekitar US$ 200 juta. Kendari-3 diperkirakan beroperasi pada 2018 dan memerlukan pasokan batu bara sebanyak 500.000 ton per tahun. Pasokan batu bara akan diambil dari tambang milik anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

Hermawan menjelaskan, sebanyak 25 persen sumber pendanaan proyek pembangkit listrik berasal dari ekuitas, sedangkan 75 persen dari pinjaman bank. Pada Maret 2015, perseroan telah menandatangani kesepakatan pinjaman senilai US$ 510 juta dengan China Development Bank (CDB) untuk membiayai pembangkit listrik.

"Proses pencairan pinjaman dari CDB sangat tergantung dari perkembangan proyek. Misalnya Kendari-3, saat ini masih pembebasan lahan. Kalau bisa lebih cepat membereskan persyaratan, pinjaman akan cair," tutur dia.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$ 200 juta. Perseroan mengalokasikan sebanyak US$ 140 juta untuk pembangkit listrik, US$ 10 juta untuk bisnis batubara, dan sisa US$ 50 juta untuk bisnis multimedia.

Tahun depan, lanjut Hermawan, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari lini pembangkit listrik mencapai 20 persen dari saat ini di bawah 5 persen. Ke depan, perseroan pun tidak berhenti hanya ekspansi pada dua pembangkit listrik baru. Saat ini, perseroan tengah membidik sejumlah tender.

"Saat ini, sedang ada dua proyek yang kami minati. Letak lokasinya belum bisa kami sebutkan. Misalnya ada tender proyek pembangkit listrik yang jauh dari area tambang batu bara kami, maka perseroan terbuka dengan pihak ketiga," kata dia.

Tahun ini, kata Hermawan, perseroan menargetkan pendapatan sebesar US$ 660 juta, naik 10 persen dibandingkan tahun lalu US$ 599,63 juta. Perseroan membidik produksi batu bara sebanyak 8,8 juta ton dan penjualan sebanyak 13 juta ton. Ke depan, jika harga batu bara bergerak tidak stabil, perseroan berpeluang merevisi target tersebut

Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search/?q=dssa.jk


 Catatan:

Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) didirikan tanggal 02 Agustus 1996 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1998. Kantor pusat DSSA berkedudukan di Sinar Mas Land Plaza Menara II, lt 27, Jln. M.H Thamrin No. 51, Jakarta 10350, sedangkan pembangkit tenaga listrik dan uap berlokasi di Tangerang, Serang dan Karawang.

Dian Swastatika Sentosa Tbk tergabung dalam kelompok usaha Sinarmas, dan PT Sinar Mas Tunggal menjadi pemegang saham mayoritas dari DSSA yakni dengan persentase kepemilikan 59,90%.

Dian Swastatika Sentosa Tbk memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni Golden Energy Mines Tbk (GEMS) yang dimiliki melalui United Fiber System Limited.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan DSSA meliputi bidang penyediaan tenaga listrik dan uap, pertambangan batubara, perdagangan besar (pupuk, pestisida dan bahan-bahan kimia), multimedia dan infrastruktur.

Pada tanggal 30 Nopember 2009, DSSA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DSSA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 100.000.000 dengan nilai nominal Rp250,- per saham dengan harga penawaran Rp1.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Desember 2009.



http://www.topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=12874:dssa-ekspansi-pembangkit-us-620-juta&catid=3:head-line-news&Itemid=61


saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.