Senin, 29 Juni 2015

Menteri BUMN: BUMN Karya Wajib Membeli Ekskavator Buatan Dari Pindad

Image result for profil PT Pindad

PT Pindad (Persero) telah berhasil memproduksi alat berat jenis ekskavator medium yang dinamai Pindad Excava 200. Produksi pertamanya ini langsung dipamerkan ke Menteri BUMN Rini Soemarno saat mengunjungi pabrik Pindad hari ini.

Untuk meningkatkan sinergi BUMN, Rini memerintahkan kepada perusahaan BUMN karya untuk membeli produk ekskavator buatan Pindad tersebut.

"‎Jadi diwajibkan, kalau tidak nanti tidak ekonomis, tadi saya bilang juga itu SNI jangan lama-lama, kalau bisa produksi tahun ini sudah mulai," kata Rini di Bandung, Sabtu (27/6/2015).

Maka dari itu dalam kunjungannya kali ini Menteri BUMN mengajak jajaran direksi dari perusahaan BUMN karya seperti diantaranya PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) dan beberapa perusahaan lainya.

Tahun ini Pindad akan mampu memproduksi ekskavator tersebut sebanyak 100 unit. Dengan demikian dipastikan 100 unit tersebut sudah langsung mendapatkan konsumen, yaitu BUMN karya.

"Secara bertahap saya minta untuk setiap tahunnya ditingkatkan, tahun depan harus bisa menjadi 200 unit," tegas Rini.

‎Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengungkapkan produksi sebanyak 100 unit tersebut akan membutuhkan dana sekitar Rp 50 miliar. Pendanaan itu masih berasal dari dana internal perusahaan.

"‎Ini kita masih pakai dana internal kita, tahun depan kalau ada ekselerasi pendanaan lagi, pasti kapasitas kita akan meningkat," pungkas Silmy.




Empat Menteri Dukung Pindad Produksi Alat Berat

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim mengatakan, awal mula yang mendukung BUMN senjata memproduksi escavator atau alat berat adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Ini adalah inisiasi Menteri PU, Bappenas, Menteri Industri, dan gong-nya ada di Menteri BUMN," kata Silmy di Kantor Pindad, Bandung, Sabtu (27/6/2015).

Silmy menyebutkan, beragam produk Pindad yang di luar dari sektor industri pertahan akan menjadi potensi untuk BUMN itu sendiri.

"ketika masuk kegiatan syarat teknologi ada turunan yang baru menjadi potensi Indonesia ke depan, kita terus melakukan pengembangan," tambahnya.

Oleh karena itu, sambung Silmy, produk escavator Pindad arus mendapat dukungan dari seluruh BUMN melalui skema sinergi. "BUMN konstruksi yang akan memesan, ini bisa mengembangkan dan menumbuh kembangkan Pindad," tutupnya.








saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.