Kamis, 25 Juni 2015

Belanja Pemerintah Tidak Terserap Secara Optimal, Likuiditas Perbankan Akan Berlebih

Image result for likuiditas perbankan

Bank Indonesia menilai likuiditas perbankan pada kuartal kedua agak berlebih, karena anggaran belanja untuk kementerian/lembaga sudah digelontorkan oleh Kementerian Keuangan, namun belum terserap dengan baik.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin, mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tak berbeda jauh dengan periode tiga bulanan sebelumnya karena sejumlah faktor, seperti belum optimalnya penyerapan anggaran belanja K/L.

Awalnya, diperkirakan belanja modal pemerintah bakal lebih optimal pada kuartal kedua. Namun, kata dia, dalam dua bulan pertama pada kuartal ini masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan dibanding triwulan Januari-April 2015.

"Kami lihat Kemenkeu sudah mengucurkan ke kementerian/lembaga dan pemda, tetapi mereka belum memanfaatkannya atau menggunakannya ke sektor riil, masih di perbankan," ujar Perry.

"Meski kita tahu di kuartal kedua, karena Lebaran penggunaan uangnya lebih, tetapi kondisi likuiditas perbankan sekarang itu cukup, sedikit berlebih, karena konteksnya tadi."

Lebih lanjut Perry menyatakan, dengan masih rendahnya penyerapan anggaran belanja pemerintah, namun momen Lebaran ini diharapkan konsumsi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, karena ada peningkatan. Sebab dari sisi kinerja ekspor juga masih belum bisa diandalkan.

"Kalau lihat data April-Mei, kelihatannya ekonomi masih tidak berbeda dengan triwulan pertama. Harapan kami, Juni, penjualan naik karena menjelang Lebaran," ungkap dia.

"Kami lihat beberapa order meningkat di Juni. Ini diharapkan membawa perbaikan di triwulan kedua, sehingga perkiraan kami triwulan kedua akan sedikit lebih baik dari pertama (perekonomian hanya tumbuh 4,7 persen)."



saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.