Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri bwpt.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri bwpt.jk. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - Penjualan BWPT - FGV berjalan lambat

Image result for PT Eagle High Plantations Tbk

Transaksi jual beli saham Eagle High Plantations Tbk (BWPT) antara Rajawali Corpora kepada Felda Global Ventures Holdings Berhad (FGV) tidak berjalan sempurna. Kabarnya, FGV belum membayar uang muka pembelian BWPT.

Seharusnya uang muka bisa diterima pada pertengahan Juli 2015 lalu. Ini sesuai dengan perjanjian antara Rajawali dan FGV pada 12 Juni 2015. Adapun, nilai uang muka yang harus dibayarkan FGV mencapai USD174,5 juta.

Sebelumnya, FGV telah melapor ke Bank Negara Malaysia dan Menteri Keuangan Malaysia mengenai pembayaran uang muka tersebut. Uang muka yang harus FGV bayarkan ke Rajawali setara 25% dari total nilai transaksi BWPT.

Rajawali melepas 37% saham BWPT seharga USD680 juta. Pembayaran terdiri dari USD632 juta dibayar tunai dan USD48 juta dengan pertukaran 2,55% saham FGV. Pada saat ini (28/7) harga saham BWPT telah turun menjadi Rp366 per saham, yang tertinggi sebesar Rp495 per saham pada 11 Juni 2015










Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.




saham . bursajkse

Senin, 13 Juli 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - Rajawali dan Felda Akan Memperkuat Aliansi Dengan Bangun Pabrik Oleokimia

Image result for felda oleochemicals

Rajawali Corpora bersama Felda Global Ventures Holdings Bhd berencana membangun pabrik oleokimia di Indonesia. Ekspansi itu akan dilaksanakan setelah Felda merampungkan akuisisi 37 persen saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) ]dari Rajawali.

Managing Director Rajawali Corpora Darjoto Setyawan mengatakan, pabrik oleokimia kemungkinan dibangun di dekat lahan perkebunan sawit milik Eagle High di Kalimantan, Sumatera, atau Jawa. Pembangunan pabrik bisa dilakukan secara langsung oleh Eagle High bersama Felda atau pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV).

"Saat ini nilai investasinya masih dihitung. Kami ingin memperbesar bisnis hilir, karena biasanya harga produk hilir lebih stabil dibandingkan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO)," kata Darjoto di Jakarta, akhir pekan lalu.

Darjoto menegaskan, saat ini, pihaknya bersama Felda tengah fokus menyelesaikan transaksi akuisisi 37 persen saham Eagle High senilai US$ 680 juta. Felda harus mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada September 2015.

Langkah Felda untuk meyakinkan pemegang saham mengenai akuisisi ini cukup serius. Felda memboyong sejumlah pemegang saham berikut perwakilan dari pemerintah dan sejumlah jurnalis media Malaysia datang ke perkebunan sawit milik Eagle High, pekan lalu. Deputy Minister of Prime Minister Malaysia YB Dato Razali Ibrahim turut serta dalam rombongan tersebut.

Sebelumnya, anggota parlemen dari partai oposisi di Malaysia sempat mendesak Felda membatalkan rencana akuisisi. Sejumlah analis di negeri Jiran tersebut pun berpendapat nilai transaksi akuisisi terlampau mahal dan dapat menekan kinerja Felda.

Selama kuartal I­2015, laba bersih Felda merosot 97,5 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, CEO Felda Global Mohd Emir Mavani Abdullah mengatakan, perseroan optimistis proses akuisisi akan berjalan lancar, sehingga dapat meningkatkan kinerja termasuk pangsa pasar perseroan.

Setelah akuisisi, Felda mengincar pangsa pasar global meningkat menjadi 12 persen dari saat ini 7 persen. Adapun, saat ini, Felda telah mengelola 450.000 hektare (ha) lahan tertanam di Malaysia dan Indonesia.

"Kami melihat kolaborasi yang menjanjikan dengan Rajawali ataupun Eagle High ke depan. Kami akan menjadikan Indonesia tempat ekspansi kedua yang kami tuju," jelas dia.

Seperti diketahui, Felda akan membayar 30 persen saham Eagle High milik Rajawali pada harga US$ 632 juta dalam bentuk tunai. Lalu, Felda juga menukar 2,55 persen saham dengan 7 persen saham Eagle High milik Rajawali. Nilai penukaran saham sebesar US$ 48 juta.

Felda akan terlebih dulu membayar uang muka (down payment) akuisisi sebesar US$ 174,5 juta. Selama Juli ini, Felda bakal mengirim lima tim yang terdiri atas 29 orang untuk melakukan due diligence transaksi akuisisi.

Setelah divestasi saham, kepemilikan Rajawali pada Eagle High tersisa 28,54 persen. Menurut Darjoto, di antara pemegang saham lain, Felda akan menjadi single majority. Namun, Felda tidak memegang kendali manajemen Eagle High. Hal tersebut sudah tercantum dalam perjanjian khusus transaksi akuisisi.

Rajawali akan memberikan satu kursi komisaris Eagle High untuk perwakilan dari Felda Global. Darjoto mengatakan, ada kemungkinan Felda Global menambah kepemilikan saham pada Eagle High melalui pasar. Saat ini, investor publik masih menggenggam saham emiten berkode BWPT  tersebut sebanyak 34,46 persen.

Nusantara Infrastructure
Sementara itu, Rajawali juga tengah mematangkan rencana divestasi saham PT Nusantara Infrastructure Tbk ( META.JK ) . Lima calon pembeli Nusantara sudah mengajukan penawaran harga. "Bulan depan (Agustus), due diligence lima perusahaan tersebut kemungkinan selesai," kata Darjoto.

Rajawali memiliki 21 persen saham Nusantara Infrastructure melalui PT Hijau Makmur Sejahtera. Selain itu, Eagle Infrastructure menguasai 22,32 persen saham Nusantara. Darjoto membenarkan kabar Eagle Infrastructure yang juga berniat melepas kepemilikan sahamnya. Dengan begitu, jumlah saham Nusantara Infrastructure yang ditawarkan kepada investor baru mencapai 43,32 persen.

Namun, Darjoto membantah Eagle Infrastructure adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Rajawali. "Meski nama perusahaan itu ada Eagle­nya, perusahaan itu tidak ada hubungan apapun dengan Pak Peter Sondakh atau Rajawali," ujar dia.













Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.


http://www.beritasatu.com/pasar-modal/290655-rajawali-dan-felda-akan-perkuat-aliansi.html


saham . bursajkse

Rabu, 01 Juli 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - CEO Felda Membantah Akuisisi BWPT Bermotif Politik

Image result for PT Eagle High Plantations Tbk

Konglomerasi perkebunan Malaysia, Felda Global Ventures Holdings Bhd, kembali berupaya meyakinkan investor bahwa rencana akuisisi 37 persen saham milik Rajawali Group di PT Eagle High Plantations Tbk senilai USD680 juta tidak mahal dan tak akan terlalu membebani utang Felda. 

Selain itu, Felda juga membantah jika transaksi dengan Eagle High bermotif politik, merujuk pada kedekatan CEO Rajawali Group Peter Sondakh dengan Perdana Menteri Malaysia Rajib Razak.

Saham Felda di Kuala Lumpur telah anjlok 11 persen - mendekati rekor terendah - sejak mengumumkan kesepakatan dengan Eagle High [BWPT 411 -2 (-0,5%)] pada awal bulan ini, di mana sejumlah politisi Malaysia dan analis menyuarakan pesimisme karena nilai pembelian terlalu mahal dan bisa membebani utang Felda.

Felda sendiri belum menyebutkan berapa besar transaksi itu akan dibiayai dari kas dan berapa banyak dari utang. Hanya disebutkan bahwa 30 persen saham Eagle High akan dibayar tunai dan 7 persen berupa saham.

Dalam wawancara dengan Reuters dan dilansir Selasa (30/6), CEO Felda Mohd Emir Mavani Abdullah menegaskan bahwa transaksi dengan Rajawali Group sebagian besar akan dibiayai dengan utang dan manajemen akan menjaga kas Felda tetap sebesar 2,9 miliar ringgit (USD767 juta) dalam menjaga keuangan untuk bisa memberi dividen kepada para pemegang saham. "Bunga utang cukup murah, jika anda berbisnis pastikan (utang) bunga yang rendah," kata dia.

Menjawab kekhawatiran investor dan para politisi, Emir menyatakan bahwa Felda hanya membayar nilai pasar kepada Rajawali Group untuk mendapatkan cadangan lahan yang luas dan subur, apalagi usia tanaman Eagle High jauh lebih muda dari yang dimiliki Felda.

"Kita tidak bisa lagi meningkatkan land bank di Malaysia. (Sedangkan kalau di Afrika) Secara geopolitik di Afrika sangat sulit untuk dikelola," kata Emir. Dan, Felda telah kehilangan kesempatan di Papua Nugini dalam mengakuisisi New Britain Palm Oil Ltd Oktober lalu, kalau dengan pesaing sesama Malaysia, Sime Darby. "Kami kembali mencari, tak mudah mendapatkan land bank sebesar 450 ribu hektare."

Di Malaysia, pembelian saham Rajawali Group di Eagle High juga dicurigai bermotif politik, pasalnya CEO Rajawali Group, Peter Sondakh, adalah teman baik Perdana Menteri Malaysia Rajib Razak.

Merespons hal itu, Emir mengingatkan bahwa koneksi politik itu sama sekali tak diketahui Felda, apalagi sampai mempengaruhi keputusan bisnis. "Ini murni kesepakatan komersial, kami tak mau ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan kami."







Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.



saham . bursajkse

Sabtu, 27 Juni 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - Rajawali Belum Punya Niat Perbesar Kepemilikan di FGV

Image result for PT Eagle High Plantations Tbk

Rajawali Group belum memiliki rencana untuk mengejar kepemilikan lebih besar saham di Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV), meski kedua konglomerasi di Indonesia dan Malaysia itu akan menyelesaikan kontrak jual beli saham di PT Eagle High Plantations Tbk pada Agustus mendatang.

Seperti diberitakan awal bulan ini, FGV akan membeli 37 persen saham Rajawali di PT Eagle High Plantations Tbk BWPT senilai USD680 juta, dengan 30 persen saham secara tunai dan 7 persen berupa saham. Selain itu, FGV juga akan membeli perkebunan tebu Rajawali senilai USD67 juta.

Kesepakatan, yang membutuhkan persetujuan pemegang saham FGV pada rapat pemegang saham mendatang, juga termasuk pengambilalihan saham FGV oleh Rajawali sebesar 2,55 persen.

"Kami terlebih dahulu harus menjaga fokus kami untuk menyelesaikan kesepakatan yang sudah di tangan," kata Arief Sidarto, penasihat eksekutif untuk Chairman Rajawali Group, Peter Sondakh. "(Tapi) Dikatakan, tidak ada yang mencegah kita untuk mengambil saham lebih bessar di FGV di masa depan," katanya kepada StarBiz, seperti dilansir thestar.com.my, Jumat (26/6).

Sidarto berada di Kuala Lumpur untuk membantu manajemen FGV menjelaskan detail kesepakatan Rajawali-FGV kepada analis keuangan dan para fund manager.

Untuk diketahui, komunitas investasi di Malaysia belum bisa menerima kesepakatan yang dinilai terlalu mahal bagi FGV, mengingat meski kepemilikan 37 persen adalah kepemilikan mayoritas namun FGV bukan pemegang saham pengendali di Eagle High.

"Kami tetap menilai harga akuisisi Eagle High, yang 85% persen lebih tinggi dari harga saat ini terlalu mahal dan memberatkan FGV," ujar analis CIMB, Ivy Ng, mengulangi pernyataannya pekan lalu.

Pihak FGV sendiri telah menyatakan berencana menjadi pemegang saham pengendali di Eagle High di masa datang. Merespons hal ini, pihak Rajawali menawarkan skema pertukaran saham , dengan meminta kepemilikan saham lebih besar juga di FGV.






Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=bwpt.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.



saham . bursajkse

Jumat, 26 Juni 2015

PT Eagle High Plantation Tbk ( BWPT.JK ) - Felda Segera Membayar Uang Muka Kepada PT Rajawali Corpora

Image result for felda PT Eagle High Plantation Tbk

Transaksi pelepasan 37 persen saham PT Rajawali Corpora milik taipan Peter Sondakh di PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) kepada Felda Global Ventures (FGV) Holdings Berhad diyakini akan rampung pada Agustus mendatang. Jajaran manajemen badan usaha milik negara (BUMN) Malaysia itu telah membentuk lima tim untuk keperluan due dilligence.

"Mulai minggu ini mereka kirim lima tim untuk due dilligence terhadap Eagle High diharapkan proses ini selesai Juli. Persetujuan akhir dari transaksi akan diputuskan di RUPSLB FGV di Agustus," ujar Managing Direktur PT Rajawali Corpora Darjoto Setyawan usai RUPST di Jakarta, Kamis (25/6).

Darjoto yang juga komisaris utama Eagle High Plantation ini menyatakan, Felda akan membayar uang muka (down payment/DP) 25 persen dari nilai transaksi US$ 680 juta atau senilai US$ 174,5 juta. Transaksi 37 persen saham Eagle High terdiri dari gabungan dana tunai serta kepemilikan saham di Felda. Setelah kesepakatan ini, Felda akan menjadi pemegang saham yang signifikan di Eagle High dan bermitra dengan Rajawali Group. "Harga pasar Rp 450 per lembar, kita jual Rp 780 per lembar. Itu harga pasar wajar yang disepakati," ucapnya.

Rajawali Group, tambah Darjoto akan tetap memegang kendali manajemen Eagle High. Meski memiliki 37 persen saham, mereka tidak memiliki kontrol sehingga tidak ada perubahan direksi. "Hanya akan tambah satu komisaris dari Felda dari saat ini 5," katanya seraya menambahkan, transaksi ini dikenalkan oleh bank besar di Malaysia.

Kesepakatan bisnis lintas negara ini semakin memperteguh investasi jangka panjang Rajawali Group di sektor perkebunan. Melalui kesepakatan ini, Rajawali Group juga memastikan penyertaan ekuitas pada bisnis perkebunan kelapa sawit terintegrasi penuh dengan portofolio perkebunan terbesar di dunia, serta mempertegas perkebunan sebagai salah satu bidang utama yang hendak disasar Rajawali Group.

Lebih lanjut, dari transaksi ini, Eagle High berencana masuk ke bisnis hilir sawit. Pembahasan akan dilakukan Juli atau Agustus mendatang di Bali. "Dua perusahaan akan susun strategic planning, kapan akan dimulai dan apa dulu yang diproduksi termasuk kapasitas dan pendanaan. Kita juga akan pikirkan logistik dan perdagangannya," ujar dia.

Sebagai infromasi, saat ini Eagle high memiliki total kepemilikan lahan seluas 425.000 hektare (ha) . Lahan tersebut 67 persen berlokasi di Kalimantan, 9 persen di Papua, 19 persen di Sulawesi, dan 5 persen di Sumatra. Perkebunan seluas 152.000 Ha dengan 76 persen wilayah perkebunan yang sudah menghasilkan, dan sisanya 24 persen merupakan kawasan yang belum menghasilkan. Adapun Felda merupakan perusahaan global karena memiliki jaringan yang luas di 13 negara termasuk Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.


Pembelian Saham BWPT oleh Felda Tuntas Agustus 2015


Komisaris Utama Eagle High Plantation Darjoto Setyawan mengatakan 37 persen saham PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) yang akan diambil Felda Global Ventures (FGV) Holdings Berhad akan selesai pada Agustus 2015.

Dia mengatakan direksi FGV sudah membayar uang muka sebesar 25 persen dari nilai pembelian atau senilai USD174,5 juta. FGV juga sudah mulai mengirimkan tim untuk melakukan due dilligence.

"Diharapkan proses ini selesai Juli. Persetujuan akhir dari transaksi akan diputuskan di RUPSLB FGV di Agustus nanti," ucapnya usai acara paparan publik perseroan di UOB Plaza, Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Dia menuturkan pembelian 37 persen saham BWPT senilai dengan nominal USD680 juta yang  terdiri dari gabungan dana tunai serta kepemilikan saham di FGV. FGV akan menjadi pemegang saham yang signifikan di BWPT dan bakal bermitra dengan Rajawali Group. Nilai itu dengan menggunakan asumsi harga jual saham sebesar Rp780 per lembar.

"Padahal harga pasar Rp450 per lembar, Itu harga pasar wajar yang sudah kami sepakati," jelas Darjoto.

Group Rajawali masih tetap menjadi pemegang kendali BWPT meskipun 37 persen sudah diambil oleh FGV. Akan tetapi FGV tidak memiliki kontrol sehingga tidak ada perubahan susunan direksi dan perseroan hanya akan  menambah satu komisaris dari FGV dan menambah jumlah komisaris saat ini yang jumlahnya mencapai lima orang.

Dia menuturkan penguasaan teknologi, keahlian pengelolaan sektor hilir serta jejak rekam global yang dimiliki FGV menjadi sumber ketertarikan utama Rajawali untuk bermitra. Melalui kemitraan ini akan tercipta efisiensi dalam kegiatan operasional.

"Kemitraan ini akan semakin meningkatkan kemampuan teknis dan menciptakan proses transfer pengetahuan, seperti bidang teknologi perkebunan dan research and development," pungkas dia.





Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=bwpt.jk&max-results=20&by-date=true


Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.



saham . bursajkse

PT Eagle High Plantation Tbk ( BWPT.JK ) - Anggarkan Capex Sebesar Rp 800 Miliar Untuk Tahun Ini

Image result for PT Eagle High Plantation Tbk

PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT)  menganggarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp 800 miliar di tahun 2015 ini. Corporate Secretary Eagle High Plantation, Rudy Suhendra mengatakan, dari dana tersebut Rp 200 miliar akan digunakan untuk pembangunan pabrik CPO di Kalimantan Barat dan Papua. Pembangunan dua pabrik itu ditargetkan akan terselesaikan pada tahun 2016. Lalu, Rp 100 miliar untuk tanam 5.000-10.000 hektare (ha). Sisanya, untuk perawatan tanaman yang belum menghasilkan seluas 40.000--50.000 ha, dari total 150.000 yang sudah tertanam.

"Adapun pabrik yang rencana kita bangun itu bisa menghasilkan 45 ton per jam, bisa diperpanjang menjadi 90 ton per jam. Luas pabrik tidak lebih dari 100 ha, termasuk di dalamnya ada perumahan untuk pekerja," katanya.

Adapun dana capex, lanjut dia, didapatkan dari operasional perusahaan dan refinancing yang sedang dijalankan. "Refinancing Rp 2,5 triliun dari BRI, Bank Mandiri, BNI, dan bank lainnya," katanya.

Lebih lanjut, perseroan tahun ini menargetkan kapasitas produksi 400.000 metrik ton. Di mana, dalam waktu lima tahun ke depan bisa meningkat dua kali lipatnya.

BWPT memiliki total kepemilikan lahan sebesar 425.000 hektare, di mana 67% berlokasi di Kalimantan, 9% di Papua, 19% di Sulawesi, dan 5% di Sumatera. Terdapat perkebunan seluas sekitar 152,000 hektare dengan 76% wilayah perkebunan yang sudah menghasilkan, dan 24% sisanya merupakan kawasan yang belum menghasilkan. Umur rata-rata tanaman yang sudah menghasilkan adalah 8 tahun.


Baca Juga Mengenai PT Eagle High Plantation Tbk ( BWPT.JK )






Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.


http://www.beritasatu.com/pasar-modal/285752-tahun-ini-bwpt-anggarkan-capex-rp-800-miliar.html

saham . bursajkse

Selasa, 16 Juni 2015

PT Eagle High Plantations Tbk ( BWPT.JK ) - CEO Felda Isyaratkan Akuisisi Saham Akan Jalan Terus


Felda Global Ventures Holdings Bhd menyatakan akan mencari pendanaan untuk merealisasikan kesepakatan pembelian 37 persen saham PT Eagle High Plantations Tbk senilai USD680 juta.

Hal tersebut diungkapkan CEO Felda Global Ventures, Mohd Emir Mavani Abdullah, Selasa (16/6), atau berselang sehari setelah sejumlah pihak di Malaysia mendesak Felda membatalkan rencana pembelian 37 persen Eagle High Plantations BWPT arena dinilai terlalu mahal.

Menurut Mohd Emir, perusahaannya - yang merupakan operator perkebunan sawit terbesar ketiga dunia - bahkan tengah mempertimbangkan untuk mengambil porsi saham pengendali di Eagle High, namun hal itu belum diputuskan.

Seperti diketahui, Felda mengumumkan kesepakatan pembelian dengan Eagle High pada akhir pekan lalu. Pada Senin (15/6) kemarin, saham Felda di Bursa Kuala Lumpur langsung anjlok 11 persen, karena sejumlah pihak menilai pembelian 37 persen saham Eagle High senilai USD680 juta terlalu mahal. Bahkan, seorang anggota parlemen Malaysia mendesak Felda mengurungkan rencana pembelian itu
































Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.



saham . bursajkse

PT Eagle High Plantations Tbk. ( BWPT.JK ) - Anggota Parlemen Malaysia Minta Kesepakatan Dibatalkan. Mengapa?

Image result for eagle high plantation

Seorang anggota parlemen oposisi Malaysia mendesak Felda Global Ventures Holdings Bhd. (FGV) membatalkan kesepakatan pembelian saham PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) senilai US$680 juta setara Rp9 triliun.

"Itu untuk mencegah kerugian lebih lanjut bagi investor yang meliputi Felda, masyarakat, karyawan Provident Fund, Dana Pensiun, Lembaga Tabung Haji, dan beberapa pemerintah negara bagian," ujar anggota Parlemen oposisi Tony Pua seperti dikutip Reuters, Selasa (16/6/2015).

FGV ini merupakan anak usaha dari Federal Land Development Authority (FELDA) atau Lembaga Kemajuan Tanah Persekutuan milik pemerintah Malaysia. Artinya, FGV juga bisa dibilang sebuah BUMN Malaysia yang juga tercatat di bursa saham.

Nilai pembelian saham BWPT oleh Felda mencapai $680 juta atau sekitar Rp9 triliun untuk pembelian 37 persen saham BWPT. Rajawali akan menjual sebagian dari 65,5 persen kepemilikannya di BWPT kepada FGV dengan tunai dan tukar guling saham. Meskipun kepemilikannya berkurang, Grup Rajawali akan tetap memegang kendali manajemen BWPT.

Transaksi tersebut terbilang cukup tinggi bila dibandingkan dengan harga saham BWPT pada penutupan perdagangan di bursa efek pada akhir pekan lalu Rp450 per saham. Perusahaan Malaysia tersebut berniat membayar sekitar Rp765 per saham atau premiun 1,7 kali dibanding harga pasarnya. Bersamaan dengan itu, FGV juga akan mengakuisisi 95 persen proyek gula milik Rajawali senilai $67 juta.

FGV berkilah bahwa transaksi tersebut merupakan yang terendah bila dibanding tiga transaksi terakhir dalam tiga tahun terakhir di kawasan regional. Hal itu dilihat dari biaya campuran (blended cost) BWPT senilai $17.400 per hektare lahan tertanam, lebih rendah dibanding tiga transaksi FGV sebelumnya.

Produsen sawit terbesar ketiga dunia itu juga berharap dari profil perkebunan BWPT yang masih muda. Sebagai informasi, rata-rata umur tanaman FGV sekitar 15 tahun, sedangkan BWPT hanya 8 tahun. "Ini akan meningkatkan yield dalam jangka dekat dan mengurangi biaya capex yang diperlukan untuk penanaman kembali," kata Dato' Mohd Emir Mavani Abdullah dalam jumpa pers bersama manajemen Rajawali Corpora di Jakarta, Jumat 12 Juni 2015.

Tingginya harga pembelian itu menjadi kontroversi. Analis CIMB Research Ivy Ng seperti dilansir Reutersjuga menilai akuisisi saham BWPT milik Peter Sondakh terlampau mahal. Dia memangkas target harga saham Felda Global menjadi 1,69 ringgit dari 1,91 ringgit dan memotong rekomendasi untuk saham Felda Global. "Kami berpandangan bahwa harga akusisi yang diusulkan untuk BWPT terlalu tinggi," katanya.

Menurut Ivy, Felda Global bakal menjadi pemegang saham terbesar dalam BWPT, tetapi tidak menjadi pemegang saham pengendali. Akuisisi saham BWPT dapat mendilusi laba bersih Felda tahun buku 2016 sebesar 10%. Net gearing atau total utang akan meningkat 1,43 kali dari 1,05 kali, serta arus kas juga dinilai bakal terkoreksi.

Tekanan jual pelaku pasar terhadap saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) , Senin 15 Juni 2015, cukup tinggi. Hal ini terjadi karena beredar dugaan bahwa Felda Global Ventures (FGV) tidak akan melakukan tender offerterhadap sisa saham BWPT. FGV merupakan perusahaan kelapa sawit asal Malaysia yang akan membeli 37 persen saham BWPT seharga Rp770 per saham. 

Harga saham FGV di Bursa Efek Malaysia, sebagaimana dikutip laporan riset Kim Eng anjlok 10 persen, terimbas beredarnya pernyataan ketidaksetujuan pemegang saham atas rencana manajemen membeli saham BWPT dengan harga yang dinilai kelewat tinggi. Dalam laporan tersebut, rencana pembelian saham BWPT dinilai kurang baik karena pendapatan perusahaan ini masih rendah dan utangnya cukup tinggi.

Morgan Stanley Securities Indonesia (MS) tercatat sebagai penjual terbanyak kedua saham BWPT. MS menjual 10,8 ribu lot saham BWPT atau senilai Rp3,1 miliar. Total penjualan saham oleh MS ini nilainya setara dengan 9,2 persen dari total transaksi harian saham BWPT.

Aksi jual saham BWPT ini juga diikuti oleh tiga sekuritas lainnya, seperti Samuel Sekuritas Indonesia (IF), Credit Suisse (CS), dan Bahana Securities (DX). Total penjualan oleh tiga sekuritas ini nilainya mencapai Rp17,7 miliar atau setara dengan 52,8 persen transaksi saham BWPT.



Wajarkah Harga Penawaran Felda Global Terhadap Saham BWPT Milik Rajawali?

Berdasarkan perhitungan analis, bila dihitung menggunakan valuasi Enterprise Value per hektare(EV/ha), harga saham BWPT Rp440 di pasar pun sudah mahal dibanding emiten sejenis, bahkan dengan anak usaha Astra, yaitu PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). 

Mengutip surat kabar di Malaysia, FGV berminat membeli 30 persen saham BWPT senilai $267,95 juta, berarti pembeliannya hanya berkisar Rp375 per saham.

Dalam riset Maybank Kim Eng Seurities yang telah disampaikan kepada nasabah menyebut harga jual BWPT dari Rajawali diperkirakan antara Rp375 - Rp1.100 per saham. Analis Kim Eng menilai harga beli BWPT masih wajar jika hanya sampai kisaran Rp600 per saham.

Sementara itu dari perhitungan analis, pada harga Rp440, nilai BWPT mencapai $10.962 per hektare menggunakan metode valuasi Enterprise Value per hektare (EV/ha). Nilai ini lebih tinggi dari AALI yang memiliki nilai EV/ha sebesar $10.801 per hektare. Padahal jumlah lahan BWPT yang sudah menghasilkan baru 50 persen dari total lahan tertanam milik perseroan.

Enterprise value adalah nilai perusahaan berdasarkan harga pasar saat ini. Formulanya yakni kapitalisasi pasar ditambah dengan hutang lalu dikurangi dengan kas. Kemudian nilai ini dibagi dengan jumlah lahan yang dimiliki. Semakin besar nilai ini menunjukan harga saham perusahaan semakin mahal.








Sumber:

























Catatan:

Eagle High Plantations Tbk (sebelumnya bernama BW Plantation Tbk) (BWPT) didirikan 06 Nopember 2000 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Kantor pusat Eagle High Plantations Tbk terletak di Menara Batavia Lantai 22, Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Jakarta 10220.

Pabrik pengolahan kelapa sawit BWPT dan anak usaha berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Tengah, Propinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan perkebunan anak usaha berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat, Propinsi Kalimantan Tengah; Kabupaten Kutai dan Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur; dan Kabupaten Melawi, Propinsi Kalimantan Barat.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Eagle High Plantations Tbk adalah PT Rajawali Capital International (65,54%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BWPT terutama meliputi bidang industri dan pertanian. BWPT dan anak usaha menjalankan kegiatan usaha meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan dan lain-lain. Produk yang dihasilkan mencakup produk hasil kelapa sawit antara lain minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel).

Pada tanggal 19 Oktober 2009, BWPT memperoleh pernyataan efektif dari Menteri Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BWPT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.211.009.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp550,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Oktober 2009.



saham . bursajkse