Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri komoditas. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri komoditas. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2015

Pada Semester I - 2015: Kapitalisasi Pasar Saham Keuangan Indonesia Menyusut Sebesar Rp. 70 Triliun

Image result for kapitalisasi pasar ri

Di tengah perlambatan penyaluran kredit perbankan, kapitalisasi pasar saham sektor keuangan berkurang sekitar Rp70 triliun pada semester I/2015 dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar pada akhir Desember 2014.
 
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, kapitalisasi pasar saham keuangan mencapai Rp1.261 triliun pada akhir Juni 2015 atau turun 5,25% dibandingkan dengan Rp1.313 triliun triliun pada akhir tahun lalu.
 
Sebagai perbandingan, pada Juni 2014, kapitalisasi pasar saham sektor yang sama mencapai Rp1.161 triliun atau tumbuh 20,56% dibandingkan dengan Rp963,85 triliun pada akhir Desember 2013.
 
Saham keuangan terdiri dari saham korporasi perbankan, asuransi, pembiayaan dan sekuritas. Pada saat ini, terdapat 87 emiten keuangan dimana perbankan menjadi industri dengan kapitalisasi pasar terbesar dengan porsi 92% di sektor tersebut.
 
Kapitalisasi pasar saham 40 bank mencapai Rp1.166 triliun pada semester I/2015 atau turun sekitar Rp56 triliun dibandingkan dengan kapitalisasi pasar Rp1.222 triliun pada akhir Desember 2014.
 
Kapitalisasi pasar sektor keuangan lainnya pada semester I/2015 antara lain terdiri dari perusahaan pembiayaan sebesar Rp18,44 triliun, perusahaan sekuritas Rp9,03 triliun, perusahaan asuransi Rp13,07 triliun dan perusahaan induk jasa keuangan sekitar Rp54,07 triliun.
 
Dari sejumlah sektor keuangan selain perbankan tersebut, hanya kapitalisasi pasar perusahaan pembiayaan yang mengalami penurunan dibandingkan dari Rp23,38 triliun pada Desember 2014.
 
Tim riset PT Henan Putihrai menilai berdasarkan kinerja pada kuartal I/2015, saham perbankan memiliki eksposur tinggi terhadap potensi downside risk terutama apabila pertumbuhan penyaluran kredit tidak menunjukkan pemulihan signifikan sehingga realisasi kinerja kuartal II/2015 di bawah estimasi.
 
"Potensi inflasi yang tak terkendali, pelemahan berlanjut pada harga komoditas dan nilai tukar rupiah, memberikan runag sempit bagi penurunan BI Rate," tulis publikasi Investment Guide Agustus 2015






saham . bursajkse

Rabu, 29 Juli 2015

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Susul Emiten Grup Bakrie Yang Lain, Saham BUMI Masuk Harga 50 Perakan

Image result for saham bumi resources

Pernah menjadi jawara pasar modal saat booming komoditas tahun 2008, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Senin (27/7/2015) ini akhirnya masuk kelompok "gocapan" lantaran saham emiten batu bara itu diperdagangkan hanya dengan harga Rp 50 per saham.

Pada perdagangan hari ini, saham BUMI turun sebesar 3,85 persen dari hari sebelumnya, dan diperdagangkan di harga Rp 50 per saham. Dalam sebulan terakhir ini, saham Bumi Resources tak pernah beranjak melampaui Rp 60 per saham. Artinya, harga saham emiten tersebut hanya berkutat di kisaran Rp 50 per saham.

Selain tertekan oleh harga batu bara yang tak juga membaik, Bumi Resources juga terbelit utang yang membuat lemahnya fundamental perusahaan.

Saham Bumi Resources sempat menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia pada 2008. Pada pertengahan tahun itu, harga saham perusahaan batu bara milik Grup Bakrie ini pernah bertengger di kisaran Rp 8.500 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 163,9 triliun. Sementara itu, pada hari ini, kapitalisasi pasar Bumi Resources hanya Rp 1,9 triliun.

Turunnya harga saham Bumi Resources itu sekaligus melengkapi harga saham perusahaan-perusahaan yang masuk Grup Bakrie yang sebagian besar masuk dalam kategori saham "gocapan". Sebelumnya, perusahaan-perusahaan Grup Bakrie yang telah terlebih dulu masuk ke kelompok "gocapan" antara lain PT Bakrieland Development Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Bakrie Telecom Tbk, dan Darma Henwa Tbk.








Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

Kamis, 23 Juli 2015

Harga Tembaga Melemah Karena Permintaan Dari China Lesu



Harga tembaga turun ke level terendah dalam dua pekan setelah Goldman Sachs Group Inc. memangkas prediksinya dan menyatakan permintaan China akan tumbuh pada level terendah dalam kurun hampir dua dekade.

Goldman Sachs menurunkan prediksi harga tembaga hingga 44% hingga 2018 setelah tingkat konsumsi di China menurun dan stok meningkat tajam melebihi perkiraan. Prediksi yang lesu itu muncul di tengah membanjirnya komoditas itu di pasar pada saat harga logam termasuk emas dan biji besi anjlok.

"Kondisi pasar lesu dan terus melesu sampai kami melihat perubahan kami tidak akan melihat harga komoditas menggeliat naik," ujar David Lennox, Resources Analyst Fat Prophets sebagaimana dikutip Bloomberg, Kamis (23/7/2015).

Harga tembaga turun hingga 0,9% ke posisi US$5.311 per metrik ton atau yang terendah sejak 8 Juli dan diperdagangkan pada US$5.364 pukul 10:17 pagi waktu Hong Kong. Sedangkan di Shanghai harga tembaga naik 0,2%.




saham . bursajkse
http://market.bisnis.com/read/20150723/94/455679/permintaan-china-lesu-tembaga-melemah

PT Bumi Resources Tbk ( BUMI.JK ) - Saham Tambang Bakrie Nyaris Sentuh Harga Terendah, Masih Bisa Naik Lagi?

Image result for PT Bumi Resources Tbk

Saham tambang Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) nyaris menyentuh harga terendah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga penutupan perdagangan hari ini, saham BUMI berada di level Rp 52 per saham.

Apa penyebab saham Grup Bakrie berguguran? Mungkinkah bisa naik lagi?

Analis NH Koorindo Reza Priyambada mengungkapkan, banyak faktor yang mempengaruhi naik-turunnya harga saham. Selain kinerja dan fundamental yang baik, faktor sentimen juga sangat mempengaruhi pergerakan harga saham sebuah perusahaan.

Meskipun secara fundamental perusahaan tambang Grup Bakrie ini masih bagus, namun kinerja dan tata kelola perusahaan masih menyisakan sentimen negatif di mata investor.

"Secara fundamental masih bagus, cadangan batu bara ada, tapi masyarakat menghindari," terang dia kepada detikFinance, Rabu (22/7/2015).

Selain itu, kinerja perusahaan yang sedang turun ditambah lesunya harga komoditas juga menjadi faktor negatif yang tidak bisa dihindari.

"Kinerja cenderung turun, ditambah kondisi pasar kurang bagus. Kinerja nggak kunjung baik sehingga persepsi di masyarakat mereka salah kelola," ucap Reza.

Selain itu, Reza menjelaskan, harga komoditas saat ini tengah melemah. Hal ini membuat investor lebih mencari saham-saham yang memberikan imbal hasil atau return lebih tinggi.

"Orang kan melihat mana yang bisa memberi return bagus, nah salah satunya melihat perputaran likuiditas perusahaan yang baik, potensi saham yang juga masih baik," katanya.

Reza menyebutkan, hingga semester pertama tahun depan, harga komoditas seperti batu bara belum akan membaik sehingga kinerja saham-saham perusahaan tambang juga masih akan tertekan.

"Semester pertama tahun depan belum melihat adanya peningkatan harga komoditas, baik dari sisi demand maupun sentimen yang menggerakkan pasar komoditas," kata dia.







Catatan:

Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979. Kantor pusat BUMI beralamat di Lantai 12, Gedung Bakrie Tower, Rasuna Epicentrum, Jalan H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940.

BUMI tergabung dalam kelompok usaha Bakrie (PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd.).

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham BUMI, antara lain: Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (23,15%), PT Karsa Daya Rekatama (10,67%) dan PT Damar Reka Energi (6,28%).

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan terakhir, ruang lingkup kegiatan BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.


saham . bursajkse

Rabu, 22 Juli 2015

Empat Kesalahan Yang Sering Dilakukan Oleh Investor Pemula

Image result for stock investor mistake


Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pelaku pasar modal saat ini adalah bagaimana menjadi seorang investor yang besar?. Jika dilihat sebenarnya tidak ada rumus bagi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setiap orang memiliki cara sendiri untuk bisa menjadi seorang investor profesional yang mampu membukukan keuntungan besar. 

Mengutip CNBC, Senin (20/7/2015), Menjadi seorang investor profesional membutuhkan perpaduan antara ilmu pengetahuan yang mumpuni sekaligus seni. Namun salah satu sifat universal yang harus dihindari oleh seorang investor yang baik adalah meniminalisir risiko kesalahan investasi.

Satu kesalahan bisa membuat seorang investor kehilangan semua keuntungan yang pernah dibukukan.  Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan oleh para investor pemula:

1. Terlalu cepat melakukan aksi ambil untung

Ini adalah kesalahan klasik yang sering dilakukan oleh para investor pemula. Mereka seringkali terlalu bersemangat dalam transaksi sehingga hanya mengambil imbal hasil yang kecil. 

Dalam membeli sebuah saham, mereka merasa cukup senang dengan hanya mendapat keuntungan kecil dan kemudian melakukan aksi jual. Padahal jika mereka sabar, ada kemungkinan ke depannya saham yang mereka koleksi akan terus bertumbuh. 

Contohnya, Jika Anda membeli berinvestasi di saham Apple sebesar US$ 10 ribu pada Juli 2002 lalu, sembilan bulan setelah keluarnya produk Ipod pertama, maka Anda akan menjadi jutawan pada hari ini. 

2. Terlalu berharap di saham sampah

Kesalahan klasik kedua adalah terlalu berharap dengan saham-saham yang dianggap unggulan padahal sebenarnya saham tersebut tak memiliki kinerja yang bagus. 

Terkadang, investor muda menunggu untuk melakukan aksi jual saat rugi atau stop losses. Padahal semakin berharap saham tersebut akan kembali naik besar kemungkinan justru saham tersebut akan terjun bebas. 

Kendalikan perdagangan dengan membuat target stop losses. Jika memang sudah menyentuh level tersebut, segeralah merealisasi kerugian dan berpindah ke saham lain. Jika Anda terlalu berlama-lama dan menunggu keajaiban, Anda buka investor yang baik. 

3. Pelajari saham yang Anda beli

Ada puluhan ribu saham di bursa Amerika. Selain itu juga masih banyak saham-saham yang terdaftar di bursa negara lain. Selain itu juga ada pasar obligasi, pasar valuta asing dan pasar komoditas. Dapatkan informasi yang jelas mengenai instrumen yang Anda akan pilih atau beli. 

Caranya cukup mudah. Duduk dan buka internet. Pelajari saham-saham atau perusahaan-perusahaan yang akan Anda beli dari berbagai informasi yang ada di internet. 

Anda harus meluangkan waktu lebih untuk mempelajari hal tersebut. Jangan hanya mendengarkan rumor tetapi secara nyata pelajari kinerja dari perusahaan dari laporan keuangan. 

4. Tak fokus

Banyak investor muda yang sudah merasa mendapat keuntungan yang besar di pasar saham lalu melebarkan sayap ke instrumen lain seperti perdagangan berjangka atau perdagangan komoditas. 

Hal tersebut membuat Anda tidak fokus dalam teorinya. Cara untuk berdagang saham dengan komoditas memang tak berbeda jauh. Namun jika Anda tak fokus maka justru malah membuat Anda kehilangan konsentrasi.


saham . bursajkse

Kebijakan Federal Bank US, Akan Membayangi IHSG Usai Libur Lebaran

Image result for federal bank fomc

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih masuk fase konsolidasi usai libur Lebaran. Hal itu lantaran sentimen global yang masih mendominasi laju IHSG.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities, Reza Priyambada menuturkan bursa saham Indonesia masih dipengaruhi sentimen penyelesaian utang Yunani. Tak hanya itu rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh bank sentral AS/The Federal Reservejuga masih mempengaruhi laju IHSG.

Hal senada dikatakan pengamat pasar modal Ellen May. Perkembangan penyelesaian utang Yunani masih menjadi momok bagi pasar. Ia memperkirakan, bila IHSG mampu tembus di level 5.000 maka berpotensi menguat dengan target resistance 5.200.

"IHSG akan bergerak di kisaran 4.870-5.000 pada perdagangan saham usai Lebaran," kata Ellen saat dihubungi Liputan6.com, yang ditulis Senin (20/7/2015).

Dalam riset PT Henan Putihrai Sekuritas menyebutkan, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menunda normalisasi suku bunga pada pertemuan Juni 2015. Ini memberikan indikasi penyesuaian kenaikan suku bunga acuan The Fed secara bertahap.

Namun, dalam riset PT Henan Putihrai Sekuritas downside risk masih tinggi bagi pasar modal Indonesia memasuki semester II 2015. Harga komoditas dan situasi ekonomi China belum memberikan indikasi pemulihan. Selanjutnya setiap potensi penundaan realisasi pada belanja pemerintah di sektor infrastruktur dapat menyebabkan reverse flowpada pasar saham.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan/BI Rate 7,5 persen. Di tengah kondisi volatilitas rupiah yang tinggi dan potensi pertumbuhan inflasi selama Ramadan, analis PT Henan Putihrai Sekuritas memprediksi penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) baru akan dilakukan pada kuartal IV 2015.

"Rencana pemerintah dalam melakukan relaksasi pemberian kredit perbankan meningkatkan spekulasi akan pertumbuhan kredit perbankan, dan selanjutnya permintaan masyarakat. Namun, hal ini juga berpotensi meningkatkan risiko NPL bank," tulis riset PT Henan Putihrai Sekuritas.

PT Henan Putihrai Sekuritas mempertahankan alokasi utama pada sektor konsumsi dan infrastruktur. Tetap menghindari emiten dengan exposure tinggi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kinerja pertumbuhan IHSG kurang menggembirakan hingga memasuki semester II 2015. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan kinerja IHSG susut 6,83 persen ke level 4.869,85 pada penutupan perdagangan saham Rabu 15 Juli 2015.

Sektor saham yang menekan IHSG antara lain sektor saham tambang turun 23,92 persen menjadi 1.041,51. Sektor saham industri dasar dan kimia melemah 21,68 persen menjadi 425,80. Lalu sektor saham infrastruktur, utilitas dan transportasi merosot 12,5 persen ke level 1.015.

Sedangkan sektor saham yang konsumsi yang masih positif antara lain sektor saham barang konsumsi naik 0,92 persen ke level 2.197,98. Lalu sektor saham perdagangan, jasa dan investasi menguat 3,01 persen ke level 905,12. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih sekitar Rp 4,14 triliun sepanjang 2015.




saham . bursajkse

Bursa Saham Asia Ditutup Lebih Tinggi Setelah Libur Panjang

Image result for asian stock market index

Sejumlah indeks di pasar bursa utama Asia, pada perdagangan Selasa (21/7) ditutup menguat setelah libur panjang pada akhir pekan lalu. Indeks Nikkei Jepang pada perdadagangan Selasa (21/7) ditutup menguat setelah liburan panjang akhir pekan. Indeks Nikkei tercatat menguat 0,9 persen ke level 20.841,97.

Sementara itu, saham Toshiba tercatat naik enam persen. Kenaikan harga saham Toshiba ini terjadi karena investor menyambut baik laporan perseroan yang menyebutkan perusahaan tersebut mencatat kenaikan laba sebesar US$ 1,2 miliar selama enam tahun. Laporan ini juga sekaligus mengakhiri ketidakpastian yang terjadi selama berbulan-bulan terkait isu akuntansi perseroan.

Toshiba juga mengumumkan pengunduran diri Chief Executive dan Presiden perseroan Hisao Tanaka.

Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan ditutupo menguat 0,4 persen ke level 2.081,54, sekalipun Menteri Keuangan Korea Selatan Choi kyung-hwan menyebutkan bahwa pada kuartal kedua ini produk domestik bruto (PDB) akan lebih rendah dari tiga bulan sebelumnya.

Ia menyebutkan, pelemahan ekonomi global dan rendahnya harga minyak merupakan alasan turunnya PDB pada kuartal kedua ini.

Saham-saham emiten yang berorientasi ekspor mengalami penguatan karena terus melemahnya nilai tukar won terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di mana won berada pada level terendah selama dua tahun terakhir terhadap mata uang dolar AS.

Saham produsen otomotif Hyundai Motors tercatat menguat 7,3 persen sedangkan, saham Kia menguat 2,9 persen.

Di Australia indeks ASX 200 ditutup menguat 0,4 persen ke level 5.706,7. Namun, pelehaman harga komoditas yang terus berlanjut turut mempengaruhi keyakinan investor. Hal ini juga berdampak pada saham perusahaan raksasa pertambangan negeri itu, Rio Tinto yang anjlok 0,9 persen sedangkan BHP Billiton anjlok 0,4 persen, dan Newcrest turun 1,6 persen.

Di Tiongkok, langkah pemulihan yang pemerintah tampaknya telah mempu menstabilkan perdagangan pada pekan lalu. Indeks Shanghai ditutup naik 0,4 persen ke level 4.009,48 sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup naik 0,7 persen ke level 25.589,55.






saham . bursajkse

Senin, 13 Juli 2015

Anjloknya Saham Tiongkok, Menko Minta Untuk Waspadai Perlambatan Ekonomi di Tiongkok

Image result for china stock crash

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menilai anjloknya bursa saham Tiongkok sebenarnya tidak terlalu berdampak pada perekonomian Indonesia. Namun demikian, perlambatan ekonomi Tiongkok yang justru harus diwaspadai demi menekan dampak signifikan bagi Indonesia.

Menurutnya, sebelum  kejatuhan, bursa Tiongkok memang melambung signifikan hingga 60 persen. Hal
 ini yang berikutnya dianggap bubble. Meski saat ini mengalami koreksi sebanyak 30 persen, namun masih ada keuntungan.

"Karena dikira ada trouble karenanya turun. Kalau pasar saham saja tidak masalah, karena investor sadar kalau mau pasar saham dengan return yang tinggi harus siap dengan risiko yang tinggi pula," kata Sofyan, usai buka bersama di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2015).

Pada dasarnya, hal yang dikhawatirkan adalah jika pemulihan ekonomi Tiongkok terganggu sehingga memperlambat ekonomi negeri tirai bambu tersebut. Bila itu terjdi, maka akan menghantam kinerja perekonomian Indonesia melalui penurunan permintaan ekspor Tanah Air.

"Kita khawatirkan perlambatan ekonomi Tiongkok akan pengaruhi ekspor kita, komoditas, batu bara," ujar dia.

Asal tahu saja, Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia. Jika ekonominya lesu, maka permintaan ekspor dari Tiongkok akan menurun sehingga membuat kinerja perdagangan makin menyusut. Akhirnya yang ditakutkan adalah adanya ketidakseimbangan antara kinerja ekspor dengan kinerja impor.

Lebih lanjut Sofyan berharap agar proses ekonomi yang sedang menghantam ekonomi Tiongkok tidak akan berlangsung lama. Dari sisi pemerintah pun akan melakukan diversifikasi tujuan ekspor. "Maka kita harus dorong ekspor dengan mencari pangsa pasar lain," pungkasnya. 



saham . bursajkse

Kamis, 09 Juli 2015

Pasar Saham Cina Bergejolak, Aksi 'Latah' Adalah Hal Yang Biasa

Image result for herding behavior

Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) Denni Puspa Purbasari menilai aksi herding behavior atau perilaku ikut-ikutan jual atau beli yang terjadi di pasar saham Tiongkok adalah hal biasa. Namun, aksi latah tersebut itu terjadi di waktu tertentu saja.

"Herding behavior dalam pasar saham sangat biasa, karena itu panik. Ini saya kira sesaat, hingga orang bisa berpikir rasional dan kembali melihat fundamental," kata Denni, kepadaMetrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Dirinya menambahkan, dengan adanya guncangan di pasar saham Tiongkok, perekonomian Indonesia akan terkena imbas dalam bentuk turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang menjadi tidak solid. Turunnya proyeksi ekonomi dunia akhirnya merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Rumah tangga di Tiongkok menderita loss. Jadi, permintaan agak menurun, sehingga ekspor Indonesia akan melambat," jelas dia.

Selain itu, lanjut Denni, turunnya harga-harga komoditas mineral yang menjadi andalan Indonesia juga akan berdampak pada laju pertumbuhan perekonomian. "Ini akan ada dampak bagi Indonesia apakah penerimaan APBN, maupun penerimaan devisa ekspor," lanjutnya.

Namun demikian, masih kata Denni, turunnya harga komoditas seperti minyak yang turun sebanyak 20 persen akan memberikan manfaat dalam bentuk turunnya tekanan inflasi. "So, panik jangan. Relax juga jangan," pungkas dia. 
ABD

 
saham . bursajkse
http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/07/09/411516/pasar-saham-tiongkok-bergejolak-ekonom-aksi-latah-hal-biasa

Risiko Gejolak Bursa Saham China, Lebih Besar Dibandingkan Dengan Krisis Yunani

Image result for china stock bubble

Gejolak di bursa saham China memberi risiko ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia dibanding krisis Yunani. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, gangguan ekonomi di China mengancam investasi dan permintaan negara-negara Asia Tenggara.

"Bagi kami situasi di China [saat ini] lebih mengkhawatirkan," kata Kalla dalam wawancara dengan BloombergTV Indonesia, (9/7). "BUMN China yang saat ini berniat berinvestasi dan berkerjasama dengan kami, nilainya akan turun. Otomatis industri China juga akan mengalami penurunan," ujarnya, seperti dkutip Bloomberg.

Penilaian Kalla menekankan pentingnya China bagi negara-negara di kawasan sebagai pembeli komoditas, yang juga mengharapkan dana investasi China. Kalla mengatakan, sejatinya pemerintah Indonesia sudah menyiapkan untuk berbelanja demi mendorong pertumbuhan, lebih banyak meskipun berarti akan memperlebar defisit anggaran dalam jangka pendek.

"[Namun] kita tidak bisa mengabaikan pelemahan eksternal," ujarnya. "Saya yakin, dengan meningkatkan daya beli masyarakat, konsumsi domestik, termasuk dana anggaran pemerintah, semester kedua ini akan lebih baik," imbuhnya.

Hingga hari ini, harga-harga saham Asia masih berguguran lantaran kekhawatiran bahwa anjloknya bursa saham China akan menekan pertumbuhan di negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia itu. Sejauh ini, gejolak pasar modal China telah menghanguskan nilai saham senilai US$3 triliun.

Investor berharap, pemerintah Indonesia akan mampu mempercepat belanja infrastruktur, seperti pembangunan jalan, pembangkit listrik dan pelabuhan, untuk mendorong pertumbuhan. Data Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen proyek yang telah direncanakan telah ditenderkan, dan lebih dari separuhnya sudah ditantangani kontraknya.

"Itu akan terlaksana karena kontraknya sudah ditenderkan sejak April dan Mei," kata Kalla. "Semuanya berjalan baik, di kementerian pekerjaan umum dan kementerian perhubungan. Sejumlah proyek sedang berjalan, tapi pasti tidak sebanyak tahun lalu," Kalla menambahkan.

China bisa jadi merupakan mitra utama dalam rencana pembangunan proyek infrastruktur pemerintah, seiring dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk membangun pelabuhan dan industri perikanan Indonesia demi menciptakan 'poros maritim global'. Ambisi Jokowi dinilai akan melengkapi rencana Perdana Menteri China mengembangkan rute perdagangan "Jalur Sutra Maritim" yang menhubungkan Asia dengan Tiur Tengah dan Eropa.

Bank Indonesia berpendapat, perlambatan China bisa menghambat ekpansi negara-negara Asia, dimana setiap 1 persen penurunan pertumbuhan China setara dengan penurunan 0,4-0,5% pertumbuhan Indonesia. 


saham . bursajkse

PT Aneka Tambang Tbk ( ANTM.JK ) - Bekerjasama Dengan Inalum Membangun Pabrik SGA



PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) mengumumkan bahwa kedua Perusahaan telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) untuk bekerjasama dalam pembangunan pabrik smelter grade alumina (SGA).

Penandatanganan MoU dilakukan antara Direktur Utama ANTM Tedy Badrujaman dan Direktur Utama Inalum Winardi pada tanggal 3 Juli 2015 di Jakarta. Direktur Utama ANTM Tedy Badrujaman mengatakan:

"Kerjasama ANTM dengan Inalum merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk terus meningkatkan nilai cadangan bauksit Indonesia yang besar serta mendukung sinergi antar BUMN."

Direktur Utama Inalum Winardi mengatakan:

"Kemitraan dengan ANTM akan mendukung keberadaan industri hilir bauksit di Indonesia yang bernilai tambah. Kerjasama ini juga akan menjadi momentum positif untuk mendukung integrasi bisnis di komoditas bauksit."

Rencana kerjasama antara ANTM dan Inalum diantaranya mencakup pencarian, evaluasi dan seleksi calon mitra untuk pembangunan pabrik SGA, penetapan skema kerjasama, persiapan pendirian perusahaan patungan dan melakukan kajian komprehensif diantaranya dalam hal aspek legal, finansial serta teknis-operasional.

Mengenai ANTM
ANTM adalah perusahaan berbasis sumber daya alam terkemuka yang terdiversifikasi dan memiliki kegiatan yang terintegrasi secara vertikal dengan komoditas utama bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara, alumina dan jasa pengolahan dan pemurnian logam mulia. ANTM merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 47 tahun dan memiliki cadangan nikel, emas dan bauksit yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar. 65% saham ANTM dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan saham ANTM dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Efek Australia.

Mengenai Inalum
Inalum merupakan pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak dalam bidang industri peleburan aluminium. Inalum didirikan pada tanggal 6 Januari 1976 dan sebelumnya merupakan perusahaan patungan dengan Pemerintah Indonesia dengan Nippon Asahan Aluminium Co. Ltd. Pada tanggal 19 Desember 2013 Pemerintah Indonesia mengambil alih saham yang dimiliki pihak konsorsium Jepang dan sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Indonesia.








Catatan:

PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) (ANTM) didirikan dengan nama "Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang" tanggal 05 Juli 1968 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Juli 1968. Kantor pusat ANTM berlokasi di Gedung Aneka Tambang, Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1, Lingkar Selatan, Tanjung Barat, Jakarta, Indonesia.

Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968. Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurian logam mulia serta jasa geologi.

Pemegang saham pengendali Aneka Tambang (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan 65% di saham Seri B.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ANTM adalah di bidang pertambangan berbagai jenis bahan galian, serta menjalankan usaha di bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa lainnya yang berkaitan dengan galian tersebut. Saat ini, Kegiatan utama Perusahaan meliputi bidang eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian serta pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara dan jasa pemurnian logam mulia. Di tahun 2014, Perusahaan akan mulai menjual komoditas baru chemical grade alumina (CGA) seiring dengan mulai beroperasinya pabrik pengolahan CGA di Tayan, Kalimantan Barat. Selain itu Antam juga tengah mengembangkan bisnis pembangkit tenaga listrik.

Pada tanggal 27 Nopember 1997, ANTM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ANTM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 430.769.000 saham (Seri B) dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan Harga Penawaran Perdana sebesar Rp1.400,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Nopember 1997.



Anak Perusahaan PT Antam

PT Indonesia Coal Resources (Indonesia)
PT Cibaliung Sumberdaya (Indonesia)
PT Gag Nikel (Indonesia)
Asia Pacific Nickel Pty., Ltd. (Australia)
PT Antam Resourcindo (Indonesia)
PT Borneo Edo International (Indonesia)
PT Mega Citra Utama (Indonesia)
PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)
PT Antam Jindal Stainless Indonesia (Indonesia)
PT Logam Mulia (Indonesia)




saham . bursajkse

Rabu, 08 Juli 2015

Forex dan Komoditas Outlook 07-07-2015

Image result for forex commodity

Technical Outlook

·    EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.1030 untuk menambah tekanan bearish mengincar area support 1.0970. Resisten terdekat tampak di area 1.1120, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka kemungkinan menguji area 1.1190.

·    GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 1.5570, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 1.5665. Penembusan di bawah area 1.5570 akan membawa harga turun untuk menguji area 1.5510. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 1.5665 seharusnya memicu momentum bullish untuk menguji area 1.5710.

·    USD/JPY. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten dibawah area 122.10 untuk menambah tekanan bearish mengincar area 121.70. Resisten terdekat tampak di area 122.85, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 123.40.

·    USD/CHF. Bias netral dalam jangka pendek berpotensi menguji area 0.9390, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga turun menguji area 0.9340. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 0.9510. Penembusan di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish untuk menguji area 0.9560.

·    AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 0.7490. Dibutuhkan penembusan di bawah area tersebut untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 0.7440. Pada pergerakan ke atas, penembusan dan gerakan konsisten di atas area 0.7535 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, berpotensi menguji area 0.7580.

·    XAU/USD. Bias harga emas cenderung bearish walaupun kita melihat adanya potensi rebound dari indikator Stochastic di dalam grafik H4. Namun, selama harga masih berada di bawah sinyal MA 50-100-200 harga masih cenderung untuk bearish. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat terlihat di area 1163, menembus ke bawah dari area tersebut dapat memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju ke area 1157 sebelum membidik ke area support kunci di 1147. Sementara itu untuk sisi atasnya, area 1172 adalah level resisten terdekat, menembus ke atas dari wilayah tersebut harga kemungkinan akan bergerak netral seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke area 1179 sebelum membidik ke area resisten kunci di 1185.

·    Hang Seng Futures. Mengacu dari grafik 4-jam, bias masih bearish terutama jika harga mampu break kembali di bawah area 25355. Yang berpotensi memicu keberlanjutan pergerakan bearish menguji ulang area 25200 atau bahkan area 25060. Pada sisi sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 25505. Break konsisten di atas area tersebut bisa meredakan tekanan bearish sekaligus membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji area 25730. Resistensi berikutnya dapat dijumpai di area 25890.

·    Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias cenderung bearish meskipun masih diperlukan penembusan konsisten di bawah area 20195 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji ulang area 20090 atau bahkan level psikologis 20000. Pada sisi sebaliknya, resistensi terdekat dapat dijumpai di area 20320. Clear break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji area 20395. Resistensi berikutnya dapat dijumpai di area 20475.

·    Kospi Futures. Bias berbalik menjadi bearish dalam jangka pendek, support terdekat berada pada kisaran area 247.20. Penembusan dan gerakan konsisten di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 246.40. Disisi lain, resisten terdekat berada pada kisaran 249.50, penembusan di atas area tersebut akan membawa harga naik menguji area 250.45.





saham . bursajkse

Bank Dunia: Turunkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2015 Pada Angka 4,7%

Image result for world bank

Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 hanya di level 4,7 persen atau jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang diasumsikan masih bisa tumbuh 5,2 persen. Dalam APBN-P 2015 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,7 persen.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves, dalam acara Indonesia Economic Quarterly (IEQ) 2015 di Energy Tower SCBD, Jakarta, Rabu (8/7), mengatakan meskipun perekonomian di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara eksportir komoditas lainnya, namun melemahnya pertumbuhan investasi jangka panjang dan belanja konsumen mengakibatkan penurunan pertumbuhan PDB.

"Pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2015 diprediksi sebesar 4,7 persen, melemah dari estimasi Bank Dunia sebelumnya yang sebesar 5, persen. Dan pertumbuhan 4,7 persen di kuartal pertama tahun ini merupakan tingkat pertumbuhan paling lambat sejak tahun 2009," kata Rodrigo.

Menurut dia, kondisi yang kurang mendukung seperti rendahnya harga komoditas dan melemahnya pertumbuhan investasi terus menekan sehingga ekonomi berjalan perlahan. Indonesia dapat bertindak dengan meningkatkan belanja infrastruktur yang berkualitas selama tetap menjaga defisit fiskal dalam batasan 3% dari PDB.

"Perbaikan infrastruktur akan mengurangi biaya logistik dan harga berbagai barang dan jasa, mendorong pertumbuhan ekonomi kesetaraan. Kemajuan dalam menghadapi tantangan fiskal sangat krusial," ujarnya.

Lebih lanjut Rodrigo menyatakan, seperti halnya negara berpendapatan menengah lainnya, perekonomian Indonesia masih menyesuaikan diri dengan penurunan tajam harga komoditas dan prospek normalisasi kebijakan moneter AS. Ini mengakibatkan pelebaran defisit neraca transaksi berjalan, mengurangi pendapatan bagi perusahaan komoditas, dan memperlambat investasi swasta.

Investasi, kata dia, tetap berkontribusi sebesar 1,4% untuk pertumbuhan PDB year-on-year pada kuartal pertama 2015 - atau separuh dari rata-rata kontribusi pada 2020. Investasi diharapkan akan meningkat pada paruh kedua tahun ini, tapi jumlahnya tidak setinggi prediksi sebelumnya, akibat belanja anggaran pemeritah yang diperkirakan lebih rendah di tahun ini.

Di tempat yang sama, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop, mengatakan fondasi makro-ekonomi yang baik berhasil mencegah merosotnya pertumbuhan secara tajam akibat jatuhnya harga dan permintaan komoditas, seperti yang dialami negara eksportir komoditas lainnya seperti Brazil, Afrika Selatan, Chile dan Peru.

Indonesia, kata Ndiame, tetap tumbuh dengan laju yang lebih cepat. Namun untuk memacu pertumbuhan yang lebih tinggi, dibutuhkan reformasi fiskal guna peningkatan pendapatan dan belanja anggaran yang lebih baik. "Juga diperlukan perbaikan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi persaingan, perdagangan, dan investasi swasta. Kebijakan pemerintah guna mengurangi inflasi harga pangan juga dapat memperkuat kepercayaan konsumen," kata Ndiame. 



Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=pertumbuhan+ekonomi+indonesia&max-results=20&by-date=true




saham . bursajkse

PT Aneka Tambang Tbk ( ANTM.JK ) - Harga Beli Emas Antam Turun Rp. 6.000 Per Gram

Image result for harga emas

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk ( ANTM.JK ) Tbk hari ini, Rabu (8/7) bergerak flat.

Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) emas Antam turun Rp 6.000 per gram. Harga buyback emas Antam hari ini berada di angka Rp 496.000 per gram.

Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 550.000. Angka ini tidak berubah jika dari posisi harga Senin (6/7). Sedangkan harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram dibanderol seharga Rp 510.600 per gram.

Adapun harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini, yakni:

1 gram: Rp 550.000

5 gram: Rp 2.605.000

10 gram: Rp 5.160.000

25 gram: Rp 12.825.000

50 gram: Rp 25.600.000

100 gram: Rp 51.150.000

250 gram: Rp 127.750.000

500 gram: Rp 255.300.000








Catatan:

PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) (ANTM) didirikan dengan nama "Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang" tanggal 05 Juli 1968 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Juli 1968. Kantor pusat ANTM berlokasi di Gedung Aneka Tambang, Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 1, Lingkar Selatan, Tanjung Barat, Jakarta, Indonesia.

Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968. Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurian logam mulia serta jasa geologi.

Pemegang saham pengendali Aneka Tambang (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan 65% di saham Seri B.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ANTM adalah di bidang pertambangan berbagai jenis bahan galian, serta menjalankan usaha di bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa lainnya yang berkaitan dengan galian tersebut. Saat ini, Kegiatan utama Perusahaan meliputi bidang eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian serta pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara dan jasa pemurnian logam mulia. Di tahun 2014, Perusahaan akan mulai menjual komoditas baru chemical grade alumina (CGA) seiring dengan mulai beroperasinya pabrik pengolahan CGA di Tayan, Kalimantan Barat. Selain itu Antam juga tengah mengembangkan bisnis pembangkit tenaga listrik.

Pada tanggal 27 Nopember 1997, ANTM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ANTM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 430.769.000 saham (Seri B) dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan Harga Penawaran Perdana sebesar Rp1.400,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Nopember 1997.



Anak Perusahaan PT Antam

PT Indonesia Coal Resources (Indonesia)
PT Cibaliung Sumberdaya (Indonesia)
PT Gag Nikel (Indonesia)
Asia Pacific Nickel Pty., Ltd. (Australia)
PT Antam Resourcindo (Indonesia)
PT Borneo Edo International (Indonesia)
PT Mega Citra Utama (Indonesia)
PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)
PT Antam Jindal Stainless Indonesia (Indonesia)
PT Logam Mulia (Indonesia)




TEMBAGA: Setelah Menurun Tajam, Harga Mulai Bergerak Naik

Image result for tembaga

Harga tembaga untuk kontrak September pukul 07:31 WIB pagi ini menguat 0,33% atau bertengger di posisi US$245,45 per pound di bursa Comex seiring naiknya permintaan setelah krisis Yunani mulai menunjukkan titik terang.

Penguatan itu terjadi setelah bergerak di kisaran 245,35 hingga 246,35 yen per pound.

Sedangkan kemarin (7/7/2015), harga komoditas  yang digunakan investor sebagai indikator penguatan ekonomi dunia itu melemah 3,6% atau berada di level US$244,65 per pound sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (8/7/2015).

Penguatan harga tembaga terjadi seiring dengan penguatan harga minyak mentah global yang dipicu oleh sentimen krisis Yunani yang mulai menunjukkan titik terang.


Baca Juga: http://bursajkse.blogspot.com/search?q=tembaga&max-results=20&by-date=true



saham . bursajkse
http://market.bisnis.com/read/20150708/94/451269/harga-tembaga-setelah-anjlok-mulai-bergerak-menguat-