Senin, 06 Juli 2015

Harga Komoditas Turun Tajam, Yunani Telah Membuat Para Investor Keluar Dari Pasar

Image result for greece default

Harga komoditas minyak, logam, dan bahan pangan berguguran setelah Yunani menolak mengetatkan anggaran sebagaimana disyaratkan kreditur untuk mencairkan dana talangan utang. Langkah darurat China untuk mendukung harga saham, merontokkan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi global. Mereka berusaha menyelamatkan diri, dengan memindahkan kekayaannya ke aset-aset safe haven.

Indeks Komoditas Bloomberg siang ini terpuruk 1,8% ke level 100,0574, mencatatkan kerugian terbesar dalam sehari perdagangan sejak 26 Mei lalu. Kemerosotan indeks hari ini, memperbesar penurunan indeks sepanjang tahun ini, menjadi 4,1 persen, yang terutama disebabkan oleh kejatuhan harga logam dan hasil pertanian.

Enam puluh satu persen pemilih Yunani, pada Minggu lalu menolak persyaratan pemberian dana talangan utang Yunani, sehingga meningkatkan kemungkinan keluarnya Yunani dari zona euro. China, konsumen terbesar energi, bahan pangan dan logam dunia, menghentikan semua rencana penawaran saham perdana dan kesediaan para broker untuk bertransaksi saham, sebagai langkah untuk menghambat penurunan tajam harga saham selama tiga pekan terakhir.

"Menghadapi kombinasi dari penolakan Yunani, pelemahan harga komoditas dan ketakutan akan kemungkinan dampak lanjutan rontoknya pasar China, investor akan berpikir untuk `menyelamatkan diri` terlebih dahulu," kata Ric Spooner, kepala analis CMC Markets, Sydney melalui surel, yang dikutip Bloomberg, (6/7).

Harga minyak Brent melorot hingga 1,6 persen, ke bawah US$60 per barel untuk pertama kalinya sejak April lalu. Di bursa London Metal Exchange, hari ini ini semua harga hasil logam rontok, dan mencatatkan penurunan 2,5 persen untuk hasil tambang nikel. Harga gandum untuk pengiriman September di Chicago Board of Trade anjlok 2,3 persen, sedangkan harga jagung dan kedelai merosot 1,5 persen.

Indeks Komposit Shanghai naik 0,8 persen, mengakhiri reli yang sempat mencapai 7,8 persen. Namun secara keseluruhan indeks Shanghai sudah terjungkal 29 persen selama tiga pekan terakhir.

Komoditas emas gagal mempertahankan keuntungan, setelah Indeks Spot Dolar Bloomberg melambung ke level tertinggi dalam sebulan sehingga menurunkan permintaan emas. 



saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.