Bursa saham Asia dan nilai tukar euro langsung anjlok pada perdagangan awal pagi ini setelah rakyat Yunani menolak permintaan penghematan dari kreditor internasional. Sontak, hal itu memicu ekpektasi Yunani bakal terlempar dari zona euro.
Kendati mendapatkan peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa referendum yang digelar Minggu (5/7) bisa dikatakan sebagai pilihan bertahan atau keluar dari zona euro, lebih dari 60 persen rakyat Yunani mendukung desakan pemerintah agar memilih "Tidak".
Pada perdagangan awal, bursa saham Tokyo turun 1,61 persen, Seoul menyusut 1,00 persen, Sydney melemah 1,56 persen dan Selandia Baru melorot 0,50 persen.
Sementara, nilai tukar euro berada di posisi US$1,1024 dan 135,11 yen dibandingkan US$1,1102 dan 136,70 yen pada Jumat (3/7) lalu, demikian laporan AFP, Senin (6/7).
Namun, kurs tersebut jauh lebih baik ketimbang posisi yang tertera dalam perdagangan New York, Minggu malam, ketika anjlok satu poin menjadi US$1,0987 dan 134,91 yen.
Para dealer kini mengambil sikap wait-and-see pola dari langkah selanjutnya yang bakal diambil para kreditor, yakni Bank Sentral Eropa (ECB), Komisi Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
"Ada berbagai macam hasil tak terduga," ujar Mark Lister, analis dari Craigs Investment Partners di Wellington.
"Ini mengejutkan bahwa pilihan `Tidak` menang begitu meyakinkan, tentu ini lebih tegas ketimbang jajak pendapat. Hal ini menempatkan kami dalam limbo lebih banyak lagi dan itu sangat negatif bagi sentimen risiko."
Pemerintahan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berkampanye untuk menolak proposal reformasi utang yang diajukan kreditor, mengklaim pilihan "Tidak" akan memperkuat kemampuannya dalam bernegosiasi.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande langsung menyerukan digelarnya KTT Eropa, besok, setelah menyatakan keputusan rakyat Yunani harus "dihormati".
Namun Jeroen Dijsselbloem, Ketua Eurogroup, yang telah memperingatkan menjelang jajak pendapat bahwa pilihan "Tidak" kemungkinan akan menyebabkan Yunani keluar dari mata uang tunggal itu, menyebut hasil referendum tersebut "sangat disesalkan".
Kendati mendapatkan peringatan dari para pemimpin Eropa bahwa referendum yang digelar Minggu (5/7) bisa dikatakan sebagai pilihan bertahan atau keluar dari zona euro, lebih dari 60 persen rakyat Yunani mendukung desakan pemerintah agar memilih "Tidak".
Pada perdagangan awal, bursa saham Tokyo turun 1,61 persen, Seoul menyusut 1,00 persen, Sydney melemah 1,56 persen dan Selandia Baru melorot 0,50 persen.
Sementara, nilai tukar euro berada di posisi US$1,1024 dan 135,11 yen dibandingkan US$1,1102 dan 136,70 yen pada Jumat (3/7) lalu, demikian laporan AFP, Senin (6/7).
Namun, kurs tersebut jauh lebih baik ketimbang posisi yang tertera dalam perdagangan New York, Minggu malam, ketika anjlok satu poin menjadi US$1,0987 dan 134,91 yen.
Para dealer kini mengambil sikap wait-and-see pola dari langkah selanjutnya yang bakal diambil para kreditor, yakni Bank Sentral Eropa (ECB), Komisi Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
"Ada berbagai macam hasil tak terduga," ujar Mark Lister, analis dari Craigs Investment Partners di Wellington.
"Ini mengejutkan bahwa pilihan `Tidak` menang begitu meyakinkan, tentu ini lebih tegas ketimbang jajak pendapat. Hal ini menempatkan kami dalam limbo lebih banyak lagi dan itu sangat negatif bagi sentimen risiko."
Pemerintahan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras berkampanye untuk menolak proposal reformasi utang yang diajukan kreditor, mengklaim pilihan "Tidak" akan memperkuat kemampuannya dalam bernegosiasi.
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande langsung menyerukan digelarnya KTT Eropa, besok, setelah menyatakan keputusan rakyat Yunani harus "dihormati".
Namun Jeroen Dijsselbloem, Ketua Eurogroup, yang telah memperingatkan menjelang jajak pendapat bahwa pilihan "Tidak" kemungkinan akan menyebabkan Yunani keluar dari mata uang tunggal itu, menyebut hasil referendum tersebut "sangat disesalkan".
saham . bursajkse






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.