Kamis, 21 Mei 2015

PT Krakatau Steel Tbk ( KRAS.JK ) - Akan Membangun Pabrik Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon

Image result for PT Krakatau Steel Osaka Steel Co

PT Krakatau Steel (KRAS)  akan membangun pabrik PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Cilegon, Banten. Dana investasi untuk membangun pabrik tersebut sebesar US$ 220 Jt atau sekitar Rp 2,8 T (Rp 13.000/US$), diperkirakan mulai beroperasi tahun 2017. Pabrik patungan dengan Osaka Steel Co Ltd ini diharapkan dapat memproduksi 500.000 ton baja per tahun. Produk yang dihasilkan dari pabrik ini berupa baja profil, batang baja, dan plat batang baja untuk kebutuhan kontruksi.  


Referensi Berita October 28, 2014:

KS Kerja Sama Nippon dan Osaka Steel

Published October 28, 2014

Jakarta (ANTARA News) – PT Krakatau Steel Tbk (KS) menjalin kerja sama dengan dua perusahaan baja asal Jepang yakni Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation dan Osaka Steel Co. Ltd untuk membangun industri baja yang dibutuhkan industri otomotif dan konstruksi.

"Sebagai tahap awal kita akan membentuk anak usaha dengan kedua perusahaan, setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan pabrik di atas lahan Krakatau Steel di Cilegon Banten," kata Irvan K. Hakim, President Director dan CEO PT Krakatau Steel Tbk di Jakarta, Rabu.

Kerja sama dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation dituangkan dalam bentuk penandatanganan perjanjian joint venture (joint venture agreement/ JVA) untuk pengembangan sebuah perusahaan patungan bernama PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (Perseroan).

Perusahaan ini dibentuk untuk mempersiapkan investasi di bidang Galvanizing dan Annealing Processing Line (GAPL) dengan target market industri otomotif domestik yang diharapkan dapat berkembang pesat untuk jangka menengah sampai jangka panjang sebagai hasil dari kemajuan pasar otomotif di Indonesia.

Kedua perusahaan sepakat atas nilai pembagian kepemilikan saham dari perusahaan kerja sama  sebesar 49 persen untuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan 51 persen untuk Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation.

PT KS dan NSSMC akan mendiskusikan lebih lanjut tentang persyaratan detail kerja sama dengan tujuan untuk memasuki kesepakatan tetap di pertengahan 2013.

Sebagai permulaan, perseroan akan segera memungkinkan untuk menggunakan haknya menempati lahan di Krakatau Industrial Estate Cilegon yang letaknya dekat dengan pabrik PT KS.

"Operasi dari perseoran akan meningkatkan daya saing PT KS dalam teknologi galvanizing dan terutama untuk penyediaan bahan baku dalam industri otomotif domestik yang akan menggantikan bahan baku impor seperti halnya segmen pasar otomotif lainnya," kata Irvan.

Berkaitan dengan hal itu, perseroan akan mengintegrasi produk PT KS untuk industri hulu dan hilir terutama dalam penjualan produk kualitas tinggi pada sektor otomotif, jelas Irvan.

Pada saat yang bersamaan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk juga melakukan penandatanganan perjanjian (JVA) dengan President Director dari Osaka Steel Co. Ltd. Junji Uchida untuk membentuk perusahaan yang akan dinamakan  PT Krakatau Osaka Steel (Perseroan).

Perusahaan ini didirikan dengan tujuan menyiapkan investasi dalam memproduksi baja profil kecil dan baja tulangan dengan target market industri konstruksi domestik yang sedang berkembang.

Seperti halnya kerja sama dengan Nippon, kedua perusahaan sudah sepakat bahwa pembagian saham dari perusahaan gabungan yang baru ini adalah 49 persen untuk PT Krakatau Steel dan 51 persen untuk Osaka Steel Co. Ltd. (OSC) dengan opsi peningkatan saham kepemilikan di masa yang akan datang.

PT KS dan OSC akan mendiskusikan lebih detail tentang persyaratan dari Kerja Sama yang untuk memasuki sebuah kesepakatan tetap di pertengahan 2013.

Sebagai tahap awal, perseroan akan segera  menggunakan haknya menempati lahan di Krakatau Industrial Estate Cilegon yang letaknya juga berdekatan dengan pabrik PT KS.

"Operasi dari perusahaan ini akan mengembangkan dan menguatkan posisi PT KS di pasar domestik untuk long product terutama untuk produk baja profil dan tulangan," kata Irvan.

Perseroan juga akan mengembangkan pasar dari baja tulangan dan profil PT KS yang nantinya akan menjadi diversifikasi produk untuk produk high end (baja yang sangat kuat dan baja otomotif) jenis tertentu yang direncanakan akan meningkat pesat seiring dengan pernyataan transfer the art of technology & know how serta potensi peningkatan pangsa pasar di Indonesia, jelas dia lagi.

Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation adalah perusahaan publik di Jepang yang memproduksi besi dan baja dengan kapasitas sekitar + 50 juta ton baja mentah per tahun.

Sedangkan Osaka Steel Corporation adalah perusahaan publik di Jepang, sebuah anak perusahaan dari Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation yang memproduksi bilet, baja tulangan dan profil dengan kapasitas produksi sekitar + 950.000 ton produk per tahun.






















Catatan:

PT Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia. BUMNyang berlokasi di Cilegon, Banten ini berdiri pada tanggal 31 Agustus 1970. Produk yang dihasilkan adalah baja lembaran panas, baja lembaran dingin, dan baja batang kawat. Hasil produk ini pada umumnya merupakan bahan baku untuk industri lanjutannya.

Sejarah Singkat

Di suatu masa pada 1960, Presiden Soekarno mencanangkan Proyek Besi Baja Trikora untuk meletakkan dasar industri nasional yang tangguh. Sepuluh tahun kemudian tepatnya 31 Agustus 1970, berdirilah PT Krakatau Steel(Persero) yang memanfaatkan kembali peralatan-peralatan dari proyek itu yang berbentuk pabrik kawat baja, pabrik baja tulangan dan pabrik baja profil. ada 1977, Presiden Suharto meresmikan mulai beroperasinya produsen baja terbesar di Indonesia itu.

Perkembangan Krakatau Steel sebagai perusahaan yang bergerak di bidangindustri baja berlangsung cukup maju. Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun, Perseroan sudah menambah berbagai fasilitas produksi seperti Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet Baja, Pabrik Batang Kawat, serta fasilitas infrastruktur berupa pusat pembangkit listrik, Pusat Penjernihan Air, pelabuhan khusus Cigading dan sistem telekomunikasi. Dengan perkembangan ini, PT Krakatau Steel (Persero) menjadi satu-satunya perusahaan baja yang terpadu di Indonesia.

Tidak berhenti di sana, Perseroan terus mengembangkan produksi berbagai jenis baja untuk bermacam keperluan, seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang kawat. Saat ini, Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi baja kasar sebesar 2,45 juta ton per tahun untuk mendukung produksi baja tersebut. Dan dengan sepuluh anak perusahaan Krakatau Steel sanggup mendiversifiasi usahanya pada usaha-usaha penunjang yang menghasilkan berbagai produk baja bernilai tambah tinggi (seperti pipa spiral, pipa ERW, baja tulangan, baja profil), meyediakan industri utilitas (air bersih, tenaga listrik), industri infrastruktur (pelabuhan, kawasan industri), industri jasa teknik (konstruksi, rekayasa), teknologi informasi, serta menyediakan layanan kesehatan (rumah sakit). Produk- produk baja Krakatau Steel ini tak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan baja nasional, tetapi juga dipasarkan secara internasional.

Kemampuan teknis Krakatau Steel yang tinggi sudah diakui menurut standar internasional sejak dahulu kala. Bahkan pada 1973 Perseroan sudah memperoleh Sertifikat ASTM A252 dan AWWA C200, serta pada 1977 memperoleh Sertifiat API 5L untuk produksi pipa spiral. Sertifikat ISO 9001 diperoleh PT Krakatau Steel (Persero) pada 1993 dan telah ditingkatkan menjadi ISO 9001:2000 pada 2003. Sementara itu, SGS internasional memberikan Sertifiat ISO 14001 pada 1997 atas komitmen Perseroan pada kesadaran lingkungan dan keselamatan kerja.

Pada 10 November 2010, di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, PT Krakatau Steel (Persero) berhasil menjadi perusahaan terbuka dengan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2011, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
 membukukan pendapatan bersih sebesar Rp17,9 triliun dan laba bersih Rp 1,02 triliun. Pada tahun 2011, Perseroan dan anak perusahaan dengan aset senilai Rp21,5 triliun memiliki 8.023 orang karyawan. [1]

Pada 26 November 2014, Krakatau Steel meresmikan pabrik pipa baja kedua milik anak perusahaannya PT KHI Pipe Industry di Cilegon, Jawa Barat,[2]. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, PT KHI bakal menjadi produsen pipa baja terbesar di Indonesia, pabrik ini fokus membuat pipa baja untuk sektor industri minyak dan gas (migas).

Proses Produksi

Proses produksi baja di PT Krakatau Steel dimulai pada pabrik pembuatan besi yang menggunakan proses reduksi langsung bijih besi dengan gas alam. Hasil produksi yang berupa besi spons ini selanjutnya dilebur bersama dengan besi bekas (scrap) pada proses pembuatan baja yaitu pabrik baja slab dan pabrik baja billet. Proses pembuatan baja tersebut menggunakan teknologi dapur busur listrik yang dilanjutkan dengan proses pengecoran kontinu menjadi baja slab dan baja billet.

Baja slab dicanai dalam kondisi panas pada pabrik baja lembaran canai panas menjadi baja lembaran panas berupa coil, strip, maupun pelat. Sebagian baja lembaran panas ini langsung dijual ke konsumen atau diproses lebih lanjut di fasilitas produksi lainnya yaitu pabrik baja lembaran canai dingin. Pabrik ini menghasilkan produk baja lembaran dingin berupa baja lembaran panas yang dipickling, maupun baja lembaran dingin dengan perlakukan anil atau temper. Produk baja lembaran yang dihasilkan bisa berupa coil maupun sheet.

Baja billet yang dihasilkan sebagian dijual ke konsumen namun pada umumnya diproses lebih lanjut di pabrik baja batang kawat menjadi batang kawat.


saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.