Senin, 25 Mei 2015

Lima PJBG Ditandatangani, Berpotensi Tambahan Penerimaan Negara Sebesar Rp. 29,5 Triliun



Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, lima kesepakatan jual beli gas bumi yang ditandatangani hari ini bertepatan dengan pelaksanaan konvensi dan pameran Asosiasi Perminyakan Indonesia (Indonesia Petroleum Association/IPA) potensi memberikan tambahan penerimaan negara.
 
"Perjanjian ini berpotensi memberikan tambahan penerimaan negara sekitar US$ 2,266 miliar atau Rp 29,5 triliun selama masa kontrak berlangsung," ujar Amien melalui keterangan pers, Jakarta, Jumat (22/5).
 
Dia menyebutkan, perjanjian pertama adalah Amandemen III Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Santos (Sampang) Pty Ltd dengan PT Indonesia Power dengan pasokan sebesar 29 BBTUD (billion British thermal unit per day) selama 10 tahun (sejak 2009). 
 
Kedua, Amandemen I PJBG antara CNOOC dengan PT Pertamina Hulu Energi ONWJ selama dua tahun sebesar 1 BBTUD selama dua tahun.
 
Ketiga, PJBG antara Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) dengan PT Petrokimia Gresik sebesar 85 BBTUD selama 10 tahun. Keempat, Amandemen II PJBG antara HCML dengan  PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGAS.JK ) sebesar 20 BBTUD selama 20 tahun.
 
Terakhir, Amandemen II PJBG antara HCML dengan PT. Inti Alasindo Enery sebesar 40 BBTUD selama 20 tahun.
 
Lebih lanjut Amien mengemukakan, pemanfaatan seluruh gas bumi yang terkontrak ini telah sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 03 tahun 2010 tentang Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri. 
 
"Prioritas untuk pupuk, kelistrikan, dan industri," katanya.
 
Untuk sektor kelistrikan, lanjut Amien, diharapkan dapat mendukung peningkatan rasio elektrifikasi. Selain itu, mampu menurunkan beban subsidi pemerintah akibat migrasi pemakaian BBM ke gas bumi.
 
SKK Migas berkomitmen untuk meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Sejak tahun 2003, pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata 9 persen per tahun. Pada 2013, volume gas untuk memenuhi kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan ekspor. Tahun 2014 lalu, pasokan gas untuk domestik mencapai 59,8 persen sementara untuk ekspor sebesar 40,20 persen. Sedangkan untuk tahun ini, pemanfaatan gas untuk domestik diperkirakan akan naik menjadi 62,7 persen, sedangkan untuk ekspor akan turun menjadi 37,3 persen.
























Catatan:

Petrominer -- Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-39 resmi ditutup oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Jum'at sore (22/5). Dilaporkan, acara tahunan yang berlangsung pada 20-22 Mei 2015 itu mengalami kenaikan jumlah pengunjung.
 
"Selama tiga hari berlangsung, pelaksanaan IPA Convex diikuti oleh 255 perusahaan, 271 booth, dan dihadiri 24.608 pengunjung. Jumlah pengunjung ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 21.866 orang," ujar President IPA, Craig Stewart, dalam laporannya sebelum acara ditutup.

Selain itu, acara kali ini juga menghadirkan sebanyak 36 sesi diskusi teknis, dengan komposisi 134 makalah profesional dan 28 makalah mahasiswa. Di samping itu, terdapat 3 Plenary Session, 1 Sharing Session,  serta 1 Special Session & 1 Dialogue, dengan total pembicara dan moderator sebanyak 26 orang

Sementara itu, Ketua Panitia IPA Convex ke-39, Yanto Sianipar, menyatakan bahwa selama tiga hari berlangsung, panitia juga mengadakan survei atas berbagai isu sektor migas. Hasil survei yang dibacakan di sela acara penutupan tersebut, diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah maupun pelaku industri migas ke depan.

Salah satu survei yang dibacakan oleh Kepala SKK Migas menunjukkan, 58% responden setuju bahwa Indonesia telah memasuki krisis energi sehingga membutuhkan aksi nyata. Sementara itu, 64% responden berharap ada terobosan kebijakan guna menghindari krisis energi di Indonesia.

Selain melansir hasil survei, acara penutupan juga diisi dengan sederet acara lainnya. Di antaranya pengumuman hasil Student Writing Competition, Journalist Writing Competition, Fotografi Competition, Best Booth Design, Best Booth Content, Best Paper dalam berbagai kategori (mahasiswa, mahasiswa teknik, dan profesional).

Untuk kompetisi Student Writing Competition, Juara I diraih oleh Dwi Menur Mandriati dari UniversitasPadjajaran. Adapun peraih juara I Journalist Writing Competition direbut oleh Lis Zatnika dari Media Indonesia. Sedangkan lomba Best Photo disabet oleh SofyanEfendi. Pada kategori Best Booth Design, tempat pertama diraih oleh Chevron Indonesia. Sementara Total E&P Indonesie memenangi kategori Best Booth Content.

Selanjutnya, Best Paper kategori Student Geosciences dimenangi oleh Dwiki Perdana Susanto dari Universitas Gajah Mada. Adapun Best Paper dalam kategori Student-Engineering direbut oleh Achmad Akbar dari ITB. Kemudian, Best Paper dalam kategori Student Poster disabet oleh Yulia Nur Fajrina dari ITS.

Untuk Best Paper kategori professional geologi jatuh kepada Fikril Hakiki dari ExxonMobil Cepu Limited. Adapun Best Paper IPA dalam bidang professional engineering dimenangi oleh Ibrahim KuntoBaskoro dari VICO Indonesia. Kemudian, Best paper IPA 2015 dalam bidang profesional poster dimenangi oleh Prihatin Tri Setyobudi dari GDA Consulting. Sementara Best Paper dalam bidang profesional overall dimenangi oleh Christopher Birt dari BP Indonesia.

Sumber Berita: www.swarakalibata.com
________________________________
http://www.petrominer.co.id/berita-ipa-convex-ke39-resmi-ditutup-.html#ixzz3b6pr19XK


saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.