Kamis, 28 Mei 2015

PT Multipolar Technology Tbk ( MLPT.JK ) - Mengalokasikan Belanja Modal Sebesar Rp.394 Miliar



PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada tahun ini mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditure / Capex) senilai Rp394 miliar. 

Direktur Keuangan MLPT , Hanny Untar kepada pers di Jakarta, Rabu (27/5) mengatakan alokasi belanja modal tersebut berasal dari kombinasi kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan. 

"Sekitar 60% kas internal dan 40% dari pinjaman perbankan," katanya. 

Adapun belanja modal ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan melalui dua anak usaha yakni PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) dan PT Visionet Internasional (VisioNet).

"Sekitar Rp216 miliar untuk pengembangan data center GTN, senilai Rp134 miliar untuk VisioNet dan sisanya untuk Multipolar sendiri," urainya.



























Catatan:

Lippo Group melalui PT Multipolar Technology, anak perusahaan PT Multipolar Tbk, pemimpin dalam penyedia solusi TI di sektor perbankan, telekomunikasi, pemerintahan dan layanan kesehatan selama lebih dari 35 tahun, akan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) di bidang IT Outsourcing dengan HCL Technologies, penyedia layanan TI terkemuka dunia yang berbasis di India, dalam salah satu agenda pertemuan bilateral pemerintah Indonesia dengan India pada 25 Januari mendatang di New Delhi, India.

Tentang Multipolar Technology 

PT Multipolar Technology (MLPT) adalah anak perusahaan dari PT Multipolar Tbk (MLPL), perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan diversifikasi investasi konsolidasi total aset di 2009 mencapai 
US$ 1,3 milyar dan pendapatan konsolidasi tahunan di 2009 sebesar US$ 1,6 milyar. Multipolar Technology merupakan penyedia solusi TI menyeluruh dengan rekam jejak selama lebih dari 30 tahun di industri perbankan dan keuangan, telekomunikasi termasuk sektor pemerintahan dan kesehatan. Multipolar Technology adalah mitra terpercaya dari perusahaan teknologi global seperti Cisco, IBM, Microsoft, Oracle dan NCR, dan telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 untuk piranti keras, piranti lunak dan jasa profesional. Multipolar Technology membantu bisnis dalam berbagai aktivitas TI mereka; memungkinkan layanan informasi kesehatan bagi rumah sakit, penerapan solusi e-learning untuk institusi pendidikan, memungkinkan bank untuk memberikan layanan 24x7, mendukung solusi komunikasi operator telekomunikasi, memberikan saran kepada instansi pemerintah tentang layanan e-Government yang kolaboratif, memberikan solusi business intelligence untuk manufaktur, peritel dan jasa serta penerapan unified service provisioning bagi para pengembang properti.

Peluang pasar IT Outsourcing di Indonesia dalam 5 tahun kedepan diperkirakan akan mencapai US$ 50 juta hingga US$ 100 juta. "Kerja sama Multipolar Technology dan HCL Technologies ini merupakan sinergi antara penguasaan pasar dalam negeri oleh Multipolar dikombinasikan dengan sumber daya TI serta pengalaman global dari HCL guna mengejar peluang bisnis di bidang Total IT Outsourcing", jelas Harijono Suwarno, Presiden Direktur Multipolar Technology.

Theo L. Sambuaga, Presiden Lippo Group mengatakan, "India dengan jumlah populasi kedua terbesar di dunia sedang bangkit perekonomiannya. Pertumbuhan ekonomi India yang merupakan salah satu tercepat di dunia, dan perkembangan TI sangat pesat, memunculkannya sebagai kekuatan regional yang sangat diperhitungkan dunia internasional. Indonesia yang selama ini menjalin hubungan erat dengan India, perlu mengambil langkah-langkah proaktif dan nyata dalam meningkatkan secara signifikan hubungan kerjasama ekonomi/perdagangan dengan India."



saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.