Selasa, 23 Juni 2015

BOW |- PT Erajaya Swasembada Tbk ( ERAA.JK ) - Memutuskan Bagi Dividen, Gairahkan Pergerakan Saham !

Image result for PT Erajaya Swasembada Tbk

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), memutuskan untuk membagi dividen tunai sebesar Rp20 per lembar saham yang akan dibagi akan dibagi kepada 2,9 miliar saham. Sehingga total dividen tunai yang disiapkan ERAA sebesar Rp58 miliar.

Adapun jumlah dividen tersebut setara dengan 27,45% dari total laba bersih tahun buku 2014 sebesar Rp211,27 miliar. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp1 miliar dari laba bersih ditetapkan sebagai cadangan wajib dan selebihnya dimasukkan sebagai laba yang ditahan.

Sepanjang 2014 perseroan mendulang penjualan Rp14,45 triliun, naik 13,55% dari tahun sebelumnya. Penjualan naik karena outlet ritel berupa toko dan megastore terutama untuk Erafone meningkat. Faktor lain yakni adnnya akuisisi ritel di luar negeri (CG komputer) dan penambahan cluster untuk operator.

Sepanjang kuartal pertama 2015 ERAA membukukan keuntungan sebesar Rp 75,384 miliar atau turun 6,4% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 80,551 miliar. Padahal mencatat pendapatan Rp 3,952 triliun atau naik 27,6% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,096 triliun. Laba bruto dari Erajaya di kuartal I 2015 sebesar Rp 358,637 miliar naik dibandingkan periode sama 2014 sebesar Rp 289,22 miliar. Sedangkan laba usaha di kuartal I 2015 hanya Rp 141,833 miliar atau turun dibandingkan periode sama 2014 sebesar Rp 145,259 miliar.

Namun salah satu pemicu ertekannya bottom line Erajaya karena rugi akibat selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp 2,29 miliar. Anak usaha Erajaya di bisnis konten, Inovidea Magna Global masih membukukan kerugian di kuartal I 2015 yakni sebesar Rp 1,217 miliar dengan penjualan bersih Rp 464,5 juta. Pasokan penjualan dari Erajaya selama kuartal I 2015 berasal dari telepon seluler dan tablet Rp 3,259 triliun, voucher elektronik (Rp 405,217 miliar), voucher fisik (Rp 43,619 miliar), komputer dan peralatan elektronik (Rp 137,133 miliar), dan lainnya.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (9/6/15) saham ERAA ditutup anjlok -9,6 persen  pada level 680 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 680 dan bergerak dalam kisaran 615 – 680 dengan volume perdagangan saham sebelumnya mencapai 19 juta lembar saham.  

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ERAA sejak awal Januari terpantau telah berada pada tren bullish dan saat ini ERAA dalampergerakan terkoreksi cukup tajam dan menuju level support kuatnya. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Three Black Crows terbentuk pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan ERAA dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ERAA masih akan dalam posisi mencari titik tumpu dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ERAA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp600 hingga target resistance di level Rp1050.



Saham ERAA



















Catatan:

PT Erajaya Swasembada

Berdiri pada tahun 1996, saat ini dikenal sebagai sebuah grup usaha Erajaya yang menjalankan kegiatan usaha meliputi distribusi dan perdagangan ritel peralatan telekomunikasi seperti telepon seluler, Subscriber Identity Module Card (SIM Card), voucher isi ulang operator jaringan seluler, aksesoris, komputer dan perangkat elektronik lainnya.Dengan kekuatan jaringan distribusi luas berskala nasional, Erajaya Group menawarkan platform yang mapan bagi prinsipal perangkat telepon seluler dan operator jaringan seluler untuk mendistribusikan produk-produknya di Indonesia. Kekuatan inilah yang kemudian menghantar Erajaya Group memimpin pasar produk telekomunikasi seluler di Indonesia, dengan penguasaan pangsa pasar mencapai 32% pada tahun 2012 berdasarkan riset Frost and Sullivan.Hingga bulan Desember tahun 2012, Erajaya Group telah memiliki 87 titik distribusi, 399 gerai ritel di 17 propinsi di Indonesia dan telah menjalin kemitraan dengan sekitar 20.500 reseller pihak ketiga. Di akhir tahun yang sama, Erajaya Group berhasil menjadi mitra strategis untuk 11 merek global, meliputi Acer, Apple, BlackBerry, Dell, HTC, Huawei, LG, Motorola, Nokia, Samsung, dan Sony. Selain itu Erajaya Group juga memiliki satu merek sendiri, yaitu Venera. Erajaya Group juga melakukan kerjasama strategis dengan operator jaringan seluler untuk mendistribusikan produk mereka, yaitu Axis, Esia, Indosat, Telkomsel, dan XL.Penguasaan pangsa pasar tersebut tentunya tak lepas dari strategi distribusi dan ritel yang dikembangkan Erajaya Group. Pada tahun 2012, Erajaya Group memperkuat jaringan gerai ritel yang dimiliki melalui pengembangan lima gerai Erafone Megastore, sebuah One Stop Shopping Outlet yang secara konsep telah diperkenalkan pada tahun 2011. Hingga akhir tahun 2012 Erajaya Group telah mengoperasikan tujuh gerai Erafone Megastore.Tidak hanya itu, Erajaya Group juga mengembangkan konsep gerai berbasis platform atau sistem operasi. Bekerjasama dengan Google, sebuah perusahaan publik Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang perangkat lunak dan online, Erajaya Group membangun gerai ritel berbasis sistem operasi Android dengan nama AndroidNation yang merupakan gerai pertama di dunia. Diluncurkan pertama kali pada bulan Juli 2012, AndroidNation terus berkembang hingga mencapai empat gerai di akhir tahun 2012.Menilik balik pada tahun 2011, Erajaya Group melakukan akuisisi pada PT Teletama Artha Mandiri (TAM), yang membuahkan hasil investasi menguntungkan baik dalam portofolio pembukuan maupun portofolio produk bagi Erajaya Group maupun TAM sebagai entitas anak. Pada akhir 2012, pertumbuhan hingga 300% berhasil dicapai TAM berkat dukungan kekuatan financial dan jaringan distribusi Erajaya Group yang berskala nasional.Pada bulan Agustus 2012 Erajaya Group melalui salah satu entitas anaknya, yaitu PT Data Citra Mandiri (DCM) melakukan pembelian hak atas merek iBox dan bisnis ritelnya. iBox merupakan gerai ritel khusus produk merek Apple terkemuka di Indonesia. Pembelian ini merupakan keputusan strategis perusahaan untuk semakin memperkaya portofolio produk sekaligus memperbesar jaringan ritel Erajaya Group.Strategi juga ditempuh melalui penjualan berbasis eletronik e-commerce Perseroan, melalui erafone.com, yang mulai diluncurkan pada awal tahun 2012. Perkembangan luar biasa melalui lini penjualan ini terlihat dari peningkatan transaksi konsumen dan kepercayaan para prinsipal produk untuk menggandeng erafone.comdalam berbagai peluncuran produk baru.Di penghujung tahun 2011, PT Erajaya Swasembada (untuk selanjutnya disebut "Perseroan") telah melakukan aksi korporasi penjualan saham perdana sebesar 31,7% dengan kode saham ERAA tercatat di lantai Bursa Efek Indonesia. Sembilan bulan kemudian, di bulan September 2012, PT Eralink International selaku pemegang saham mayoritas dari Perseroan kembali melepas sahamnya sebesar 8,3%, sehingga total saham Perseroan yang dilepas ke publik hingga akhir tahun 2012 adalah sebesar 40,03%.


saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.