Direktur Keuangan BUVA , Hendry Utomo menyebut pendapatan perseroan diproyeksikan bisa meningkat sebesar rata-rata 125% untuk tahun 2016 dan tahun 2017 sebagai hasil dari telah beroperasi tiga proyek baru yaitu Alila SCBD , Alila Bintan, dan The Cliff Uluwati, Bali.
Sementara itu, laba bersih meningkat rata-rata sebesar 70% di tahun 2016 dan 2017 mendatang. Angka tersebut disumbang dari pertumbuhan pendapatan divisi hotel dan divisi real estate yang menyumbangkan marjin keuntungan yang lebih tinggi.
Alila Villas Bintan merupakan proyek hotel resor yang terdiri dari 27 villa yang akan dijual dan 40 kamar hotel, MICE.JK, Spa. Proyek ini sudah mencapai 55% selesai dan diproyeksi bisa beroperasi pada pertengahan tahun 2016.
Alila SCBD.JK yang merupakan proyek hotel dengan 240 kamar, 7 ruang rapat dan 1 ruang serbaguna ini rencananya akan mulai beroperasi pada akhir 2015 atau awal 2016. Sementara The Cliff yang merupakan proyek villa yang terdiri dari 56 villa dan suites ini baru mencapai tahap pembangunan 10%. Proyek diprediksi akan selesai pada pertengahan 2017 nanti.
Optimisme perseroan sebenarnya telah terlihat pada tahun ini dimana BUVA [530
Sepanjang kuartal I, BUVA mencatatkan pendapatan dan penjualan BUVA mencapai Rp 35,8 miliar atau hanya naik tipis sebesar 0,7% dari periode yang sama tahun 2014 yang sebesar RP 35,5 miliar. BUVA pun masih mengalami kerugian sebesar Rp 5,6miliar di kuartal I 2015. Kerugian tersebut memang lebih kecil dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 6,2 miliar.
Dari divisi real estate, sepanjang kuartal I 2015, The Cliff telah mendapatakan penjualan sebesar Rp 50 miliar. Total hingga Mei 2015, penjualan The Cliff yang dilakukan sejak tahun lalu mencapai 15% dengan nilai penjualan sekitar Rp 80 miliar.
Dengan hasil yang kurang begitu bagus di kuartal I, Hendry bilang perseroan masih tetap optimis target tersebut bisa tercapai karena biasnaya bisnis hotel selalu mengalami penurunan di kuartal I dengan tingkat kunjungan wisatawan asing yang mengalami penurunan. Namun tingkat okupansi kembali naik mulai dari bulan April hingga November mendatang. BUVA mencatatkan tingkat okupansi yang hanya mencapai 31,8% atau turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 52,5%.
"Untuk itu kami yakin semester II akan ada peningkatan pendapatan sesuai dengan tren tahun lalu,"ujarnya pada Jumat (19/6).
Catatan:
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) didirikan tanggal 15 Desember 2000. Kantor BUVA berlokasi di Talavera Office Park, Lantai 12, Jl. Tb. Simatupang Kav. 22-26, Cilandak, Jakarta Selatan 12430, Indonesia.
Induk usaha dan induk usaha terakhir BUVA adalah PT Asia Leisure Network, dengan persentase kepemilikan sebesar 37,12%.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BUVA terutama meliputi penyediaan jasa akomodasi (cottage) yang kemudian berubah menjadi bidang jasa akomodasi (cottage) dan bidang perhotelan.
Saat ini, BUVA memiliki Alila Ubud Hotel yang telah beroperasi secara komersial sejak Desember 1996 dan berlokasi di Desa Melinggih Kelod Payangan, Ubud, Gianyar, Bali dan Alila Villas Uluwatu yang telah beroperasi secara komersial sejak Juni 2009 dan berlokasi di Pecatu, Bali.
Pada tanggal 30 Juni 2010, BUVA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUVA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 857.142.500 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp260,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2010.







0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.