Sabtu, 20 Juni 2015

PT Mega Manunggal Property Tbk ( MMLP.JK ) - Terus Berburu Lahan Pergudangan Logistik

Image result for pergudangan PT Mega Manunggal Property Tbk

PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP)  telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui initial public offering (IPO), MMLP melepas sebanyak 1,71 miliar saham ke publik dengan harga Rp 585 per saham. Dus, perusahaan properti logistik ini bisa mengantongi dana IPO sebesar Rp 1 triliun.

Setelah go public, perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan dan pengembangan properti logistik ini siap berekspansi ke bisnis pergudangan dan logistik. Tahun ini, MMLP  akan fokus menambah lahan alias landbank. Maklum, saat ini, cadangan lahan sudah habis. Padahal, MMLP  berniat mengembangkan lahan itu menjadi kawasan pergudangan.

Demi mewujudkan rencana tersebut, MMLP menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 400 miliar. Sumber pendanaannya dari hasil IPO. Sekadar informasi, sekitar 90% dana hasil IPO Mega Manunggal dipakai untuk membeli lahan dan mengakuisisi perusahaan sejenis. Sedangkan 10% sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal berupa kegiatan konstruksi dan untuk anak usaha.

Nah, anggaran tersebut akan dialokasikan secara bertahap. MMLP  telah mengincar beberapa lahan yang akan diakuisisi. Direktur Utama MMLP , Fernandus Chamsi mengatakan, akan mengakuisisi lahan seluas 50-60 hektare (ha) di Jabodetabek dan Jawa Timur. Namun, fokus utama mereka masih di kawasan Jabodetabek

Maklum, kawasan ini lebih mudah dijangkau oleh para investor ataupun tenant serta berdekatan dengan pusat kota. Bangun infrastruktur Kendati fokus menambah lahan, Fernandus menjelaskan, MMLP juga akan mengembangkan infrastruktur baru tahun ini. Tapi, pembangunan gudang membutuhkan waktu sekitar delapan bulan sampai 1,5 tahun sehingga baru bisa menyumbang pada pendapatan di tahun depan.

Meski begitu MMLP optimistis mampu meningkatkan kinerja. Maklum, perusahaan ini baru selesai membangun gudang di kawasan industri MM2100 seluas 5.620 meter persegi (m²) dan sudah disewakan seluruhnya.

Gudang itu telah memberikan kontribusi Rp 1 miliar-Rp 2 miliar terhadap pendapatan. Secara total, MMLP  punya lahan seluas 333.350 m² di dua lokasi, yakni kawasan industri MM2100 Cikarang dan Kawasan Halim, Jakarta Timur.

Di sana, dibangun empat pergudangan dan logistik dengan nett leasable area (NLA) seluas 163.757 m². Antara lain Unilever Mega DC, Li & Fung, Intirub Business Park (IBP) dan Selayar. Unilever Mega Distribution Center (DC) merupakan center under single roof terbesar di Asia Tenggara seluas 194.000 m² dengan NLA sekitar 90.000 m² dan berlokasi di kawasan MM2100.

Di lokasi sama, terdapat properti logistik built to suit bernama Li & Fung seluas 35.000 m² dengan NLA 22.000 m². Sementara Intirub Business Park merupakan warehouse building yang disewakan kepada multitenant dan berlokasi di Halim. Proyek properti ini menyediakan ruang kantor dan pergudangan di atas lahan seluas 60.000 m² dengan NLA sebesar 46.000 m² .

Kini MMLP telah memiliki 20 tenant yang sebagian besar merupakan perusahan barang konsumsi. Adapun biaya sewa rata-rata gudang yang dikenakan Rp 60.000-Rp 110.000 per m² setiap bulan. Namun, kemungkinan besar harga sewa yang dikenakan MMLP  bakal naik tahun ini tergantung laju inflasi. "Naiknya 5%-7%," kata Fernandus.

Tak hanya itu, MMLP menawarkan pergudangan modern dengan menghadirkan konsep efisiensi yang bisa membantu perusahaan menjaga margin. Pendapatan perusahaan ini juga akan terjaga karena sekitar 70% tenant MMLP mengikat kontrak jangka menengah dan jangka panjang atau masa kontrak sekitar 5-10 tahun.

Sedangkan tekanan kurs tak berdampak negatif terhadap kinerja MMLP. Sebab, hampir seluruh komponen membangun gudang merupakan produk lokal.

























Catatan:

PT Mega Manunggal Property didirikan pada tanggal 23 Agustus 2010. Kantor pusat PT Mega Manunggal Property berlokasi di Grha Intirub Lantai 2 Intirub Business Park Jl. Cililitan Besar No. 454 Jakarta Timur 13650.

Mega Manunggal Property merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan dan pengembangan properti logistik, investasi, perdagangan, perindustrian, jasa dan angkutan yang telah berdiri sejak Agustus 2010.

Kegiatan utama PT Mega Manunggal Property adalah bergerak dalam bidang pembangunan dan pengembangan, investasi, perdagangan, perindustrian, jasa dan angkutan. Kegiatan usaha utama yang dijalankan PT Mega Manunggal Property adalah pengembangan dan penyediaan Properti Logistik, dengan konsep utama yaitu built-to-suit dengan penyewa tunggal dan standard warehouse building yang disewakan kepada sejumlah penyewa maupun penyewa tunggal.

Mega Manunggal memiliki total lahan seluas 333.350 meter persegi (m2). Hingga saat ini, perusahaan telah membangun dan mengembangan empat properti logistic dengan Nett leasable Area (NLA) seluas 163.757 m2 yakni Unilever Mega DC, Li and Fung, Intirub Business Park (IBP), dan Selayar.

Unilever Mega Distribution Center (DC) yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Jawa Barat merupakan distribution center under single roof terbesar di Asia tenggara dengan luas lahan sebesar 194.000 meter persegi dengan NLA sekitar 90.000 meter persegi. Di kawasan yang sama, ada Liand Fung yakni properti logistik built to suit yang berdiri di atas lahan sekitar 35.000 m2 dengan NLA mencapai 22.000 m2.
Selain itu, perusahaan ini juga memiliki warehouse building yang disewakan kepada multi tenant bertajuk Intirub Business Park yang berlokasi di Halim, Jakarta Timur. Proyek properti ini menyediakan ruang kantor dan pergudangan di atas lahan seluas 60.000 m2 dengan NLA sebesar 46.000 m2. Terakhir, perseroan juga memiliki kawasan pergudangan Selayar yang tahapan konstruksi baru saja selesai pada akhir tahun 2014 lalu. Kawasan pergudangan ini memiliki lebih dari 5.000 m2.



saham . bursajske

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.