Harga emas berpotensi lanjutkan penguatan setelah data inflasi inti Amerika Serikat hanya tumbuh 0,1% atau menjadi pertumbuhan terkecil pada tahun ini. Logam mulia itu diperkirakan mampu bertahan di level US$1.200.
Pada perdagangan hari ini sampai pukul 8.56 WIB, harga emas terkoreksi 0,11% menjadi US$1.200,67 per troy ounce atau Rp514.765 per gram, sedangkan harga emas Antam melonjak 1,08% menjadi Rp560.000 per gram.
Trader Sillicon Valley Bank, Minh Trang mengatakan data inflasi kemarin tidak mampu membantu pergerakan dolar AS. Walaupun sejauh ini pasar masih dipengaruhi oleh hasil negatif Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini.
Sementara itu Analis HSBC Securities Inc., James Steel mengatakan pasar saat ini masih terpengaruh hasil FOMC yang kurang memuaskan.
"Untuk harga emas juga mendapatkan tenaga dari kisruh utang Yunani yang kian memuncak," ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Jumat (19/6).
Harga emas mulai kembali sentuh level psikologis US$1.200 setelah hasil FOMC menunjukkan bahwa Federal Reserve (the Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Gubernur the Fed Janet Yellen mengisyaratkan kenaikan suku bunga kemungkinan akhir tahun ini, tetapi bisa juga tahun depan sesuai dengan kondisi data ekonomi Amerika Serikat.
Selain itu, data inflasi yang rilis kemarin malam juga menunjukkan hasil negatif. Inflasi inti yang tumbuh 0,1% dianggap masih di bawah target the Fed dan indeks dolar AS berpeluang terus jatuh.
Pada perdagangan hari ini sampai pukul 8.56 WIB, harga emas terkoreksi 0,11% menjadi US$1.200,67 per troy ounce atau Rp514.765 per gram, sedangkan harga emas Antam melonjak 1,08% menjadi Rp560.000 per gram.
Trader Sillicon Valley Bank, Minh Trang mengatakan data inflasi kemarin tidak mampu membantu pergerakan dolar AS. Walaupun sejauh ini pasar masih dipengaruhi oleh hasil negatif Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini.
Sementara itu Analis HSBC Securities Inc., James Steel mengatakan pasar saat ini masih terpengaruh hasil FOMC yang kurang memuaskan.
"Untuk harga emas juga mendapatkan tenaga dari kisruh utang Yunani yang kian memuncak," ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Jumat (19/6).
Harga emas mulai kembali sentuh level psikologis US$1.200 setelah hasil FOMC menunjukkan bahwa Federal Reserve (the Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Gubernur the Fed Janet Yellen mengisyaratkan kenaikan suku bunga kemungkinan akhir tahun ini, tetapi bisa juga tahun depan sesuai dengan kondisi data ekonomi Amerika Serikat.
Selain itu, data inflasi yang rilis kemarin malam juga menunjukkan hasil negatif. Inflasi inti yang tumbuh 0,1% dianggap masih di bawah target the Fed dan indeks dolar AS berpeluang terus jatuh.
saham . bursajkse






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.