Sabtu, 20 Juni 2015

PT Merdeka Copper Gold Tbk ( MDKA.JK ) - Menyeleksi Perusahaan Konstruksi Pertambangan Australia

Image result for PT Merdeka Copper Gold Tbk

Emiten tambang emas yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengejar target produksi dalam dua tahun ke depan. Perusahaan ini bakal membangun fasilitas konstruksi tambang di proyek pertambangan Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

Demi menggarap proyek Tujuh Bukit, Sekretaris Perusahaan MDKA, Ellie Turjandie, mengatakan, pihaknya akan menyeleksi tiga perusahaan konstruksi pertambangan asal Australia. Mereka adalah Como Engineering, Contromation Ltd, dan FL Smidth Australia. "Ketiganya tengah mengikuti proses tender yang kami lakukan," ujar Ellie di Jakarta, kemarin (19/6).

Nantinya, MDKA akan memilih perusahaan konstruksi yang memiliki desain paling ramah lingkungan dan dengan harga kompetitif. Rencananya, pembangunan proyek tersebut akan dimulai pada pertengahan tahun ini dengan jangka waktu sekitar 20 bulan.

Seperti diketahui, saat ini MDKA  tercatat sebagai emiten tambang pertama yang belum berproduksi namun sudah tercatat di BEI. Kalau tak ada aral melintang, produksi baru dimulai kuartal IV tahun 2016 dan mulai penjualan pada 2017. Pada tahun itulah, Merdeka Copper diharapkan sudah bisa mencetak laba bersih US$ 19,2 juta.

Produksi pada lapisan oksida yang menghasilkan emas dan perak secara komersial akan dimulai pada tahun depan dengan produksi bijih rata-rata sebesar tiga juta ton per tahun. Targetnya adalah meraih produksi tahunan emas hingga 90.000 oz dan perak hingga 1 juta oz.

Untuk mencapai target itu, perusahaan ini membutuhkan dana ekspansi sebesar US$ 126,2 juta dalam dua tahun ke depan. Belanja modal itu akan digunakan untuk kegiatan penambangan hingga MDKA  berhasil memproduksi komoditas emas dan perak.

Pada tahun ini, perseroan ini membutuhkan pendanaan sebesar US$ 50,68 juta dan sisanya akan diserap pada tahun depan. Sejatinya, MDKA mengandalkan sebagian besar belanja modal dari dana initial public offering (IPO). Namun, dalam pelaksanaannya, MDKA memangkas separuh jumlah saham yang dilepas ke publik menjadi 419,65 juta saham.

Dengan harga IPO sebesar Rp 2.000 per saham, MDKA  hanya bisa meraih dana sebesar Rp 839,3 miliar dari hajatan itu. Awalnya, Merdeka Copper menargetkan bisa mengantongi dana hasil IPO antara Rp 1,5 triliun-Rp 1,8 triliun. Yaitu, dengan melepas 21,7% saham dari total modal disetor atau 874,36 juta saham. Sementara harga penawaran IPO di Rp 1.800-Rp 2.100.

Ellie bilang, dana IPO yang akan digunakan untuk belanja modal hanya sebesar US$ 30 juta atau sekitar Rp 400 miliar. Sementara sisa kebutuhan belanja modal akan dipenuhi dari pinjaman sindikasi perbankan asing dan lokal sebesar US$ 80 juta hingga US$ 100 juta. "Kami mencari pendanaan bertenor 3-5 tahun," imbuhnya.

Sisa dana IPO bakal digunakan untuk membayar utang ke bank. Saat ini, MDKA  ditaksir memiliki total cadangan bijih emas sebesar 898.262 oz dan perak 21,64 juta oz. Dengan total sumber daya mineral emas sebesar 2,14 juta oz dan perak sebesar 75,12 juta oz.

Meski target IPO Merdeka Copper tak sesuai rencana, pergerakan saham emiten ketujuh di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini cukup apik. Saat hari perdana perdagangannya, harga saham perusahaan tambang emas milik Grup Saratoga ini dibuka langsung naik 20% jadi Rp 2.400 per saham.

MDKA cukup beruntung menjalani hari perdana perdagangan sahamnya di bursa lantaran indeks harga saham gabungan (IHSG) juga naik 0,27% menjadi 4.958,86, kemarin. Namun, saat penutupan perdagangan, harga saham MDKA perlahan surut dan hanya naik 13,5% menjadi Rp 2.270 per saham.

























Catatan:

PT Merdeka Copper Gold didirikan pada tanggal 05 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya. Kantor pusat PT Merdeka Copper Gold berlokasi di Gedung International Financial Centre, lantai 12A Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23 Jakarta Selatan 12920. Sedangkan lokasi pertambangan berada di Desa Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi – Jawa Timur.

Ruang lingkup kegiatan PT Merdeka Copper Gold meliputi bidang meliputi bidang perdagangan, pertambangan, pembangunan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan usaha utama yang dijalankan PT Merdeka Copper Gold adalah memproduksi emas dan perak, melalui Anak Usaha yaitu PT Bumi Suksesindo dan PT Damai Suksesindo.

Untuk diketahui, sebelum Penawaran Umum Perdana, saham PT Merdeka Copper Gold dimiliki oleh PT Trimitra Karya Jaya (25,7%), PT Mitra Daya Mustika (25,7%), Maya Miranda Ambarsari (14,2%), Garibaldi Thohir (10,6%), Pemda Kabupaten Banyuwangi (10,00%), PT Srivijaya Kapital (7,1%), Andreas Reza Nazaruddin (3,5%) dan Sakti Wahyu Trenggono (3,2%).

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham akan digunakan, antara lain: 1). sekitar 50% akan digunakan untuk pengembangan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bumi Suksesindo antara lain untuk pembangunan fasilitas pengelolaan dan fasilitas pendukung; 2). sekitar 40% akan digunakan untuk pembayaran kembali fasilitas pinjaman yang diperoleh PT Bumi Suksesindo dari PT Bank DBS Indonesia dan United Overseas Bank Ltd.; 3). sisanya sekitar 10% akan digunakan untuk modal kerja seperti biaya gaji dan biaya administrasi dan umum.

Bersamaan dengan Penawaran Umum Sahan Perdana, PT Merdeka Copper Gold akan menerbitkan Saham Baru (i) dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond senilai US$70.000.000 yang diterbitkan berdasarkan Master Settlement Deed tanggal 17 Februari 2014 (MCB Emperor) sebesar 339.458.823 saham biasa atas nama pada Tanggal Penjatahan dan 122.389.916 saham biasa atas nama pada Tanggal Pencatatan; dan (ii) dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond senilai US$10.000.000 yang diterbitkan berdasarkan Tujuh Bukit Willis Settlement Deed tanggal 10 April 2014 (MCB Willis) sebesar 327.142.857 saham biasa atas nama pada Tanggal Pencatatan, sesuai konfirmasi terkait pelaksanaan MCB Emperor dan MCB Willis yang diterima dari masing-masing pemegang MCB Emperor dan MCB Willis melalui Irrevocable Acknowledgement and Notice.

http://investasi.kontan.co.id/news/mdka-seleksi-perusahaan-konstruksi-australia

saham . bursajkse

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.