Kepala BPS, Suryamin, dalam konferensi pers Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2015 di kantor BPS, Jakarta, Senin (4/5), mengatakan tingginya inflasi pada April ini karena dipengaruhi oleh komponen harga yabg diatur pemerintah salah satunya terbesar dari dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di akhir Maret lalu. Namun relatif diredam oleh kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi -0,79%
"Indeks harga konsumen April 2015 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen. Untuk tahun kalender terjadi deflasi -0,08 persen," kata Suryamin.
Suryamin menyebutkan, secara tahunan (year on year) pada April tersebut inflasinya tercatat sebesar 6,79% dan inflasi inti (core inflation) sebesar 0,24% (month to month) dan sebesar 5,04% (y-o-y). Dari 82 kota IHK, kata dia, sebanyak 72 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi.
"Inflasi tertinggi di Tual sebesar 1,31 persen dan inflasi terendah di kota Cilacap sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di kota Manokwaru sebesar -69 persen," ujarnya.
Lebih lanjut Suryamin menyatakan, dari kelompok pengeluaran bahan makanan terjadi deflsi karena harga beras relatif turun memasuki masa panen raya dengan andilnya -0,2%. Kemudian makanan jadi andilnya 0,08%, perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar andilnya 0,06%, sandang andilnya 0,01%, kesehatan 0,02%, pendidikan dan rekreasi 0,01%, dan transportasi, komunikasi serta jasa keuangan andilnya 0,33%.
"Jadi dari kelompok pengeluaran membantu dengan deflasi -0,79 persen namun dari kelompok transportasi mendorong terjadinya inflasi dengan andilnya sebesar 0,33 persen dan kelompok pengeluaran dari transportasi ini terjadi inflasi sebesar 1,80 persen," ujarnya.
Ia menambahkan, dari komponen harga yang diatur pemerintah, yang mempengaruhi inflasi April ini adalah untuk komponen unum terjadi inflasi 0,36% dan andilnya juga 0,36% yang terdiri dari komponen inti terjadi inflasi 0,24% dengan andilnya 0,14%. Lalu harga diatur pemerintah terjadi inflasi 1,88% dengan andil 0,37%, serta harga bergejolak terjadi deflasi -0,91% dan andilnya -0,15%.
"Kalau dari komponen energi itu terjadi inflasi pada April sebesar 2,71 persen dan andilnya sebesar 0,25 persen," tuturnya.
belajar saham . bursajkse . pelajari analisa pergerakan investasi bursa IHSG . modal kecil , untung berlipat .






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.