PT PP (Persero) Tbk (PTPP) masih mengincar sejumlah kontrak proyek pembangunan pembangkit listrik. Hingga akhir tahun nanti, PTPP mengincar sekitar 4 proyek pembangkit listrik senilai Rp 1 triliun - Rp 2 triliun.
Sekretaris Perusahaan PTPP , Taufik Hidayat mengatakan, PTPP sudah mendapatkan kontrak proyek PLTG Gorontalo 100 MW senilai Rp 1,63 triliun dari PT Perusahaan Listrik Negara. "Proyek lain saat ini masih dalam proses sehingga saya belum bisa memberi info lebih lanjut," ujarnya kepada KONTAN, Senin (22/6).
Sementara tahun depan, PTPP juga berencana menanam investasi pada empat pembangkit listrik (Independent Power Producer/IPP) dengan nilai sekitar Rp 21 triliun. Keempat proyek tersebut di antaranya pembangkit listrik tenaga batubara di Kalimantan Barat dengan kapasitas 2 x100 MW, pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap kota Arun, Aceh dan Pekanbaru dengan kapasitas masing-masing 2x 100 MW, serta pembangkit listrik di wilayah Sumatera berkapasitas 800 MW.
Proyek tersebut akan digarap perseroan dengan kerjasama join venture. Adapun porsi saham PTPP sebesar 20%-45%. Dengan demikian, PTPP akan menyiapkan investasi Rp 4,2 triliun - Rp 9,45 triliun.
Untuk mendanai proyek tersebut, PTPP telah mengajukan PMN dengan total nilai mencapai Rp 4,4 triliun. Perseroan juga akan menggalang tambahan modal melalui rights issue.
Sekretaris Perusahaan PTPP , Taufik Hidayat mengatakan, PTPP sudah mendapatkan kontrak proyek PLTG Gorontalo 100 MW senilai Rp 1,63 triliun dari PT Perusahaan Listrik Negara. "Proyek lain saat ini masih dalam proses sehingga saya belum bisa memberi info lebih lanjut," ujarnya kepada KONTAN, Senin (22/6).
Sementara tahun depan, PTPP juga berencana menanam investasi pada empat pembangkit listrik (Independent Power Producer/IPP) dengan nilai sekitar Rp 21 triliun. Keempat proyek tersebut di antaranya pembangkit listrik tenaga batubara di Kalimantan Barat dengan kapasitas 2 x100 MW, pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap kota Arun, Aceh dan Pekanbaru dengan kapasitas masing-masing 2x 100 MW, serta pembangkit listrik di wilayah Sumatera berkapasitas 800 MW.
Proyek tersebut akan digarap perseroan dengan kerjasama join venture. Adapun porsi saham PTPP sebesar 20%-45%. Dengan demikian, PTPP akan menyiapkan investasi Rp 4,2 triliun - Rp 9,45 triliun.
Untuk mendanai proyek tersebut, PTPP telah mengajukan PMN dengan total nilai mencapai Rp 4,4 triliun. Perseroan juga akan menggalang tambahan modal melalui rights issue.
Catatan:
PT Pembangunan Perumahan (Persero)Tbk,
PT Pembangunan Perumahan (Persero)Tbk,
Disingkat PT PP (Persero)Tbknamun lebih populer dipanggil PT PP atau PP saja, adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi bangunan (real estate). Perusahaan ini berdiri tanggal 26 Agustus 1953 dengan nama NVPembangunan Perumahan. Namanya berganti menjadi PN Pembangunan Perumahan melalui Peraturan Pemerintah No 63 tahun 1960. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI no. 39 tahun 1971 statusnya berubah menjadi PT Pembangunan Perumahan (Persero).
Sebagai suatu BUMN, mayoritas (51%) kepemilikan saham PT PP dipegang oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya (49%) dipegang karyawan dan manajemen PT PP. Sejak IPO, mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah, 21,4% saham publik dan 27,6% saham dipegang karyawan dan manajemen PT PP.
Bidang usaha utama BUMN ini adalah pelaksana konstruksi bangunan gedung dan sipil. PT PP juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya, seperti manajemen gedung, pengembangan properti dan realti.
Sebagai suatu BUMN, mayoritas (51%) kepemilikan saham PT PP dipegang oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya (49%) dipegang karyawan dan manajemen PT PP. Sejak IPO, mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah, 21,4% saham publik dan 27,6% saham dipegang karyawan dan manajemen PT PP.
Bidang usaha utama BUMN ini adalah pelaksana konstruksi bangunan gedung dan sipil. PT PP juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya, seperti manajemen gedung, pengembangan properti dan realti.
saham . bursajkse






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.