Berdasarkan prospektus resmi perseoan, rasio penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HEMTD) ini adalah 1:90. Artinya, setiap satu pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 14 Agustus 2015 berhak membeli 90 HMETD.
Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang ditawarkan di harga Rp 265 per saham. Berdasarkan jadwal sementara, tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD alias cum-right di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah 11 Agustus 2015.
Sedangkan, tanggal mulai diperdagangkannya saham dengan HMETD alias ex-right di pasar reguler dan pasar negosiasi diperkirakan akan berlangsung pada 12 Agustus 2015. Harga saham RIMO saat ini di level Rp 190 per saham.
Dengan asumsi harga saham perseroan tetap di harga itu pada saat ex-right, maka, harga teoritis saham RIMO akan menuju Rp 264 per saham pasca rights issue.
Backdoor, RIMO Akan Jadi Perusahaan Properti
Realisasinya dilakukan melalui aksi penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue. Berdasarkan prospektus, perseroan akan menerbitkan 30,6 miliar saham. Harga eksekusi dibanderol Rp 265 per saham dan harga nominal Rp 250 per saham.
Sehingga, total aksi korporasi ini mencapai Rp 8,1 triliun. Informasi saja, harga rights issue RIMO ini hampir 40% lebih tinggi dibanding harga pasar saham RIMO, yaitu Rp 190 per saham.
Pembeli siaga rights issue RIMO adalah hedge fund bernama Haven Capital Pte Ltd yang mengelola Have Fund II. Adapun, rights issue ini memiliki efek dilusi 98,9%. Sebelum rights issue, RIMO akan menambah modal.
Pasalnya, modal dasar RIMO saat ini hanya Rp 960 juta saham atau setara dengan Rp 240 miliar. Sedangkan, total modal saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebesar Rp 340 juta saham. Maka jumlah saham dalam portepel tersisa 620 juta.
Perseroan akan menambah modal dasar sebanyak 119,04 miliar saham dengan nilai nominal Rp 250 per saham. Sehingga, setelah rights issue total modal dasar RIMO menjadi 120 miliar saham atau setara dengan Rp 30 triliun.
Mayoritas atau sekitar 77,65% dana rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Hokindo Mediatama. Nilainya berkisar Rp 6,25 triliun. Saat ini, pemegang saham Hokindo adalah PT Fajarindah Megah Perkasa sebesar 99,99% dan Okto Rikiko sebesar 0,002%.
Fokus bisnis Hokindo bergerak di bidang properti untuk perkotaan yang berbasis di sejumlah wilayah. Seperti, Jakarta, Cianjur, Serang, Sumbawa, Banjarmasin, Kendari, Balikpapan, Pontianak dan Bekasi. Hokindo juga berencana melakukan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan apartemen, mall, superblock, warehouse dan komplek perumahan.
Kantor Jasa Penilai Publik Ihot Dollar & Raymond menilai aset pasar Hokindo saat ini sebesar Rp 3,89 triliun. Lebih lanjut, sebesar Rp 1,72 triliun dana HMETD juga akan digunakan untuk menambah modal anak usaha Hokindo dan modal kerja Hokindo sendiri.
Anak usaha yang dimaksud adalah Benua Land Sejahtera. Perseroan ingin meningkatkan kepemilikan yang semula 61,7% menjadi 99,99%. Selain itu, juga untuk perluasan lahan di Banua Land Sejahtera melalui penerbitan saham baru dan PT Gema Inti Perkasa.
Lalu, sisa dana rights issue akan digunakan untuk membayar kewajiban perseroan dan modal kerja RIMO. Masing-masing nilainya sebesar Rp 67 miliar dan Rp 7 miliar.
Catatan:
Rimo International Lestari Tbk (sebelumnya Rimo Catur Lestari Tbk) (RIMO) didirikan 25 Maret 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1987. Kantor pusat RIMO berlokasi di Jln. Daan Mogot II, Indoruko P1 No. 100 Kec. Duri Kepa, Kel. Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510.
Pemegang saham yang memliki 5% atau lebih saham Rimo International Lestari Tbk (29/05/2015), antara lain: PT Optima Kharya Capital Securities (15,35%), PT Inti Fikasa Securindo (14,90%), Paul Isaac Palletimu (12,13%), Benny Setiamihardja (8,38%) dan PT Rimo Indonesia Lestari (7,6%).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan RIMO adalah berusaha di bidang perdagangan umum yang menjual berbagai macam barang seperti pakaian, aksesoris, tas, sepatu dan kosmetik melalui toko serba ada (department store). Saat ini, RIMO hanya memiliki satu gerai dengan total luas 1.807 m2, yang terletak di Pasar Baru, Jakarta.
Pada tanggal 19 Oktober 2000, RIMO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham RIMO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 100.000.000 dengan nilai nominal Rp250,- per saham dengan harga penawaran Rp500,- per saham dan disertai Waran Seri I sebanyak 50.000.000. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Nopember 2000.
http://investasi.kontan.co.id/news/backdoor-rimo-akan-jadi-perusahaan-properti






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.